Every word in your Primetime deck, with its learn lesson rewritten from scratch by the new pipeline. Nothing here is in the app or the database — this is a read-only preview so you can judge whether the writing is right before any of it is kept.
Untuk menyatakan bahwa sesuatu hadir dan bisa ditemukan, kata ada biasanya berdiri di awal kalimat lalu diikuti oleh sesuatu yang hadir itu dan kadang diikuti keterangan tempatnya. Pola yang paling sering dipakai adalah patternAda + sesuatu + di + tempat atau patternDi + tempat + ada + sesuatu. Tempat itu biasanya diawali kata di lalu nama tempatnya. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleAda air di botol. dan exampleAda kucing di dapur. dan exampleDi kelas ada guru baru.. Dengan susunan ini pendengar langsung tahu apa yang hadir dan di mana bisa menemukannya. Kalau orangnya atau bendanya sudah jelas, tempatnya saja yang disebut, misalnya exampleAda di meja. sambil menunjuk bendanya. Untuk bertanya tentang kehadiran, susunan yang sama dipakai dengan nada tanya, misalnya exampleAda orang di depan? dan exampleDi rumah ada siapa?. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk susunan ini adalah menambahkan kata lain di antara penanda hadir dan bendanya seperti dalam not thisAda adalah buku di meja., karena dalam susunan sehari-hari penutur asli cukup memakai ada tanpa tambahan itu untuk menyatakan kehadiran, jadi cukup katakan exampleAda buku di meja..
English needs a dummy *there* to say something exists somewhere — adathere is / there are doesn't. You just start with it, then say what is present, then where: patternAda + sesuatu + di + tempatthere is something in a place or flipped around, patternDi + tempat + ada + sesuatuin a place there is something. So exampleAda air di botol.There is water in the bottle. and exampleAda kucing di dapur.There is a cat in the kitchen. work the same way as exampleDi kelas ada guru baru.In the class there is a new teacher. — the listener hears straight away what exists and where to find it. If it's already clear what you're pointing at, you can just give the place, like exampleAda di meja.It's on the table. Questions use the same order, just with questioning intonation: exampleAda orang di depan?Is there someone out front? and exampleDi rumah ada siapa?Who's at home? Don't wedge anything between the existence word and the thing, like not thisAda adalah buku di meja.There is is a book on the table. Just say exampleAda buku di meja.There is a book on the table.
Untuk menyatakan bahwa seseorang mempunyai sesuatu sebagai miliknya, kata ada dipakai dengan susunan pelaku dulu di depan, lalu kata itu, lalu barang atau hal yang dimiliki. Polanya dapat diingat sebagai patternSaya, kamu, dia, kami + ada + barang yang dimiliki. Pelakunya adalah pemiliknya, dan sesudahnya langsung nama barang, uang, waktu, atau hal lain yang jadi miliknya. Contoh yang memakai susunan ini adalah exampleSaya ada uang. dan exampleDia ada mobil baru. dan exampleKami ada pertanyaan.. Untuk bertanya tentang kepemilikan susunan yang sama dipakai dengan nada tanya, misalnya exampleKamu ada waktu besok?. Bentuk berimbuhan tidak dipakai untuk susunan ini, sehingga bentuk seperti not thisSaya mengada mobil. terdengar janggal dan tidak dipakai penutur asli, cukup memakai bentuk dasar seperti dalam exampleSaya ada mobil..
To say something is yours, start with the owner, then adahave, then the thing itself, as in patternSaya, kamu, dia, kami + ada + barang yang dimilikiI, you, he/she, we + have + the thing owned. That's all there is — no difference like *have* versus *has*, and no extra verb. exampleSaya ada uang.I have money. just puts the owner first. exampleDia ada mobil baru.She has a new car. works the same way, and so does exampleKami ada pertanyaan.We have a question. A question keeps that same order and just sounds like a question: exampleKamu ada waktu besok?Do you have time tomorrow? Think *You have time tomorrow?* rather than reaching for *do*. Don't add a prefix to make a verb out of it. not thisSaya mengada mobil.I have a car. sounds wrong to a native ear. Just keep the basic form, as in exampleSaya ada mobil.I have a car.
Untuk menegaskan bahwa suatu perbuatan sungguh benar terjadi, kata ada dipakai kecil di tengah kalimat, terletak sesudah pelaku dan sebelum kata kerja yang ditegaskan. Polanya dapat diingat sebagai patternPelaku + ada + kata kerja. Kata itu tidak menambah perbuatan baru, fungsinya hanya menguatkan bahwa perbuatan itu sungguh dilakukan. Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleSaya ada pergi ke pasar kemarin. dan exampleDia ada bilang begitu kepada saya. dan exampleKami ada lihat dia di sana.. Penutur memakai susunan ini ketika ingin meyakinkan pendengar bahwa kejadiannya sungguh benar. Susunan itu harus dijaga urutannya, jadi bentuk seperti not thisSaya pergi ada ke pasar. tidak dipakai karena penutur asli selalu meletakkan kata penegas itu sebelum kata kerjanya, bukan sesudahnya atau di ujung kalimat.
English already does this with emphasis — *I did go, he did tell me*. Indonesian does the same thing with a small adadid tucked in the middle of the sentence, after who did it and right before the verb, like patternPelaku + ada + kata kerjasubject + ada + verb. It adds no new action, it just insists the action really happened, as when you are convincing someone who doubts you. So exampleSaya ada pergi ke pasar kemarin.I did go to the market yesterday. means you really went, and exampleDia ada bilang begitu kepada saya.he did tell me that means he really said it. Keep that order. The strength comes from putting adadid before the verb, so not thisSaya pergi ada ke pasar.I went did to the market doesn't work, with the little word slipped in late after the verb.
Kata kecil ini hidup di tengah kalimat untuk mempertemukan orang atau benda dengan namanya. Susunannya selalu diawali oleh sesuatu yang ditunjuk lalu disusul oleh kata ini dan ditutup oleh nama atau kelompoknya sehingga bisa diingat melalui pola patternsesuatu yang ditunjuk + adalah + nama atau kelompok. Sesuatu yang ditunjuk itu biasanya orang, hewan, benda, atau tempat yang sudah jelas dalam pembicaraan sedangkan bagian belakangnya selalu berupa kata benda atau frasa benda yang memberi identitas seperti nama orang, pekerjaan, kota, jenis barang, atau golongan. Pelajar bisa memakainya dengan meletakkan adalah tepat di antara kedua bagian itu seperti dalam kalimat exampleIbu itu adalah dokter dan dalam kalimat exampleKucing ini adalah anggora serta dalam kalimat exampleSurabaya adalah kota besar. Bagian belakang tidak boleh berupa sifat atau kegiatan sehingga bentuk seperti not thisDia adalah pintar tidak dianjurkan karena kata yang berarti pintar itu menerangkan sifat bukan memberi nama atau kelompok dan penutur asli akan mengucapkannya tanpa kata kecil ini.
Think of adalahis as an equals sign, not as English *is*. It lives in the middle of the sentence to link someone or something already clear in the conversation to its name or group, following patternsesuatu yang ditunjuk + adalah + nama atau kelompoksomething pointed to + is + a name or group. The second half must be a noun idea that gives identity — a person's name, a job, a city, a type, a class. So you can say exampleIbu itu adalah dokterThat mother is a doctor and exampleKucing ini adalah anggoraThis cat is an Angora and exampleSurabaya adalah kota besarSurabaya is a big city. Where English speakers go wrong is using it for descriptions. English uses *is* for both *She is a doctor* and *She is smart*, but adalahis only does the first kind. not thisDia adalah pintarShe is smart sounds wrong because smart describes a quality, it doesn't name a group, and Indonesians simply leave the little word out there.
Kata kecil ini hidup sebagai penyambung antara bagian depan kalimat dengan uraian isinya di bagian belakang. Susunannya diawali oleh gambaran umum yang masih kosong lalu disusul oleh kata ini dan ditutup oleh rincian yang menjelaskan gambaran itu sehingga bisa diingat melalui pola patterngambaran umum + adalah + isi dan rinciannya. Gambaran umum itu sering berupa ungkapan yang menunjuk pada maksud, tujuan, tugas, cara, atau hal yang perlu dijelaskan sedangkan bagian belakangnya memberi isi yang lengkap dan bisa panjang. Pelajar bisa memakainya dengan meletakkan adalah sesudah gambaran umum itu seperti dalam kalimat exampleTugasmu besok adalah membersihkan gudang dan mencatat semua barang dan dalam kalimat exampleKeinginannya adalah tinggal dekat laut dan membuka warung kecil serta dalam kalimat exampleYang perlu disiapkan adalah fotokopi kartu tanda penduduk dan surat keterangan sehat. Kata ini tidak bisa diletakkan paling depan untuk membuka kalimat sehingga bentuk seperti not thisAdalah perlu membawa banyak air tidak dipakai penutur asli karena bagian depan yang berisi gambaran umum itu hilang dan sambungan menjadi gantung tanpa arah.
Think of adalahis here not as the equals sign of English, but as a bridge. The first half gives an empty general idea — a purpose, a wish, a task, a thing that still needs explaining — and after the bridge comes the full content that fills it, as in patterngambaran umum + adalah + isi dan rinciannyaa general description + is + its content and details. So you use it after that build-up, like in exampleTugasmu besok adalah membersihkan gudang dan mencatat semua barangYour task for tomorrow is cleaning the warehouse and recording all the items and exampleKeinginannya adalah tinggal dekat laut dan membuka warung kecilHer wish is to live near the sea and open a small shop. The second half can be long, as in exampleYang perlu disiapkan adalah fotokopi kartu tanda penduduk dan surat keterangan sehatWhat needs to be prepared is a photocopy of the ID card and a health certificate. Because it is a link, it cannot open a sentence on its own. not thisAdalah perlu membawa banyak airIs necessary to bring a lot of water hangs in the air for an Indonesian ear, because the general idea it should connect from is missing.
Kata ini menunjuk pada benda cair yang dipakai sehari-hari dan posisinya dalam kalimat adalah sebagai kata benda. Sebagai pelaku di awal kalimat, kata ini bisa membuka kalimat sebelum kata sifat atau kata kerja, sehingga susunannya adalah patternair diikuti keterangan tentang keadaannya. Misalnya dalam kalimat exampleAir ini bersih. atau exampleAir itu dingin., kata air berdiri di depan dan yang di belakangnya menjelaskan keadaannya. Sebagai benda yang dikenai perbuatan, kata ini terletak sesudah kata kerja, dengan pola patternminum air, patternmasak air, patternbeli air atau patternmembutuhkan air. Contohnya dalam kalimat exampleSaya minum air setiap pagi. dan exampleIbu memasak air untuk teh., kata air datang setelah kata kerja dan menjawab apa yang diminum atau dimasak. Kata ini juga sering muncul sesudah kata depan untuk menunjukkan tempat atau alat, dengan pola patterndi dalam air atau patterndengan air, seperti dalam kalimat exampleAda ikan di dalam air. dan exampleIa mencuci tangan dengan air.. Untuk menjelaskan jenisnya, kata sifat diletakkan tepat sesudah kata ini tanpa penghubung, dengan pola patternair panas, patternair dingin dan patternair bersih, seperti dalam kalimat exampleSaya mau air panas. dan exampleKami membutuhkan air bersih.. Karena benda ini tidak dihitung satu per satu, untuk menyebut jumlahnya perlu memakai wadah atau ukuran di depannya, misalnya dalam kalimat exampleSaya beli dua botol air. dan exampleIa minum segelas air.. Bentuk seperti not thissebuah air tidak dipakai untuk menyebut satu satuan benda ini, karena harus menyebut wadahnya dahulu seperti botol atau gelas.
The word airwater looks exactly like English *air*, but it means water — the everyday liquid you drink, cook with, and wash with. It behaves like a normal noun. It can open a sentence as the subject, with the description coming after it, as in exampleAir ini bersih.This water is clean. It can sit after a verb as the thing acted on, in the pattern patternminum airdrink water, as in exampleSaya minum air setiap pagi.I drink water every morning. And it can sit after a preposition for place or means, as in patterndengan airwith water, as in exampleIa mencuci tangan dengan air.He washes his hands with water. To say what kind, put the adjective right after it with nothing in between, in the pattern patternair panashot water, as in exampleSaya mau air panas.I want hot water. English puts it the other way round — hot water — so watch the order. Like English *water*, it can't be counted one by one. You count the container instead, as in exampleSaya beli dua botol air.I bought two bottles of water. A form like not thissebuah aira water doesn't work.
Kata ini dipakai sebagai kata benda yang bisa dihitung untuk menyebut satu tahap pertarungan antara dua ayam jantan yang lamanya sekitar lima belas menit. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu muncul bersama penanda urutan, dengan pola patternair pertama, patternair kedua dan patternair ketiga, di mana kata penanda urutan diletakkan tepat sesudah kata ini. Contohnya dalam kalimat exampleAyam itu menang pada air kedua. dan examplePertarungan berhenti pada air pertama., gabungan itu menunjukkan pada tahap ke berapa kejadian terjadi. Kata ini juga bisa menjadi pelaku atau pokok pembicaraan di awal kalimat sebelum kata sifat atau kata kerja yang menceritakan jalannya tahap itu, seperti dalam kalimat exampleAir pertama berlangsung cepat. dan exampleAir kedua dimulai setelah ayam didinginkan.. Tahap ini diawali dengan perbuatan membasahi bagian tubuh ayam seperti ketiak, leher, paha, dan dubur agar tubuhnya tetap dingin sebelum diadu lagi, sehingga sering muncul dalam cerita tentang persiapan dan jalannya pertarungan, misalnya dalam kalimat exampleSebelum air ketiga, ayam itu dibasahi lagi.. Pemakaian seperti not thisair pertama dalam sepak bola tidak dianjurkan, karena untuk tahap dalam permainan lain orang memakai kata lain, sedangkan kata ini hanya untuk tahap dalam pertarungan ayam jantan itu.
This word means a round in a rooster fight, about fifteen minutes long. Think of English *round* — you always count which one you're in. You almost always say it with the number right after it, like patternair pertamafirst round, patternair keduasecond round, and patternair ketigathird round. That whole phrase tells you when something happened, as in exampleAyam itu menang pada air kedua.That rooster won in the second round. It can also start the sentence as what you're talking about, before you describe how that round went, as in exampleAir pertama berlangsung cepat.The first round went fast. Each round starts by wetting the bird — under the wings, neck, thighs and vent — to keep it cool before it fights again, as in exampleSebelum air ketiga, ayam itu dibasahi lagi.Before the third round, the rooster was wetted again. Don't use it for other sports, like not thisair pertama dalam sepak bolafirst round in soccer. It's only for this kind of fight.
Kata ini dipakai untuk menyatakan keinginan supaya orang lain ikut bersama melakukan sesuatu. Dalam kalimat kata ini biasanya berdiri sebagai kata kerja di tengah kalimat, sesudah orang yang berbicara dan sebelum orang yang diajak, lalu diikuti perbuatan yang dilakukan bersama. Polanya dapat diingat seperti patternsaya ajak kamu + perbuatan. Orang yang berbicara ada di depan, kata ajak ada di tengah, orang yang diajak ada sesudahnya, dan perbuatannya ada di belakang. Misalnya exampleSaya ajak kamu makan malam artinya ada keinginan supaya kamu ikut makan malam bersama. Contoh lain exampleDia ajak saya pergi ke pasar artinya dia ingin saya pergi ke pasar bersamanya. Contoh lain exampleIbu ajak anak bermain di taman artinya ibu ingin anak ikut bermain bersama di taman. Untuk memakai sendiri cukup ganti orang di depan, orang yang diajak, dan perbuatannya, seperti exampleKami ajak kamu minum kopi. Perlu diingat perbuatan yang dilakukan bersama harus disebut dengan jelas sesudah orang yang diajak, sehingga bentuk seperti not thisSaya ajak makan tanpa menyebut siapa yang diajak terdengar tidak lengkap dan sebaiknya dihindari, karena pendengar tidak tahu siapa yang diminta untuk ikut.
Use this word when you want someone to do something together with you. It means ajakinvite, but with the feeling of joining in, not just showing up. It sits in the middle as the verb: you first, the person you're asking second, and the shared action last, like patternsaya ajak kamu + perbuatanI invite you + action. For example, exampleSaya ajak kamu makan malamI invite you to have dinner together means you want them to join you for dinner. exampleDia ajak saya pergi ke pasarHe invites me to go to the market means he wants you to go with him, and exampleKami ajak kamu minum kopiWe invite you to have coffee is the same idea with different people. You can't drop the person. Just as in English, not thisSaya ajak makanI invite to eat sounds unfinished, because no one knows who is being asked to come along.
Kata ini dipakai untuk menyebut sejenis hewan liar yang mirip anjing, yang tinggal di hutan dan biasanya bergerak bersama dalam kelompok. Dalam kalimat kata ini berdiri sebagai kata benda, bisa menjadi pelaku di depan kata kerja atau menjadi penjelas sesudah kata penunjuk. Pola yang sering dipakai adalah patternajak + perbuatan hewan itu atau patternitu + ajak. Kata ajak sendiri sudah berarti hewan itu, jadi tidak perlu ditambah kata lain untuk hewan. Misalnya exampleAjak hidup di hutan artinya hewan itu tempat tinggalnya di hutan. Contoh lain exampleAjak berburu bersama artinya hewan-hewan itu mencari makan bersama dalam kelompok. Contoh lain exampleItu ajak dipakai waktu menunjuk hewan itu dari jauh. Untuk memakai sendiri letakkan kata ini sebagai pelaku, seperti exampleAjak berlari cepat. Bentuk berawalan seperti not thismengajak hidup di hutan tidak dipakai untuk menyebut hewan ini dan sebaiknya dihindari, karena bentuk berawalan itu terdengar seperti perbuatan meminta orang ikut, bukan seperti nama hewan.
This one is an animal name, a wild dog that lives in the forest and moves and hunts in a pack. ajakdhole on its own already means that animal, so you don't need to add another word for animal. It works like an ordinary noun. It can come first as the one doing something, in the pattern patternajak + perbuatan hewan ituajak + what it does, as in exampleAjak hidup di hutanDholes live in the forest and exampleAjak berburu bersamaDholes hunt together. Put it on its own that way when you want to talk about the animal generally, like exampleAjak berlari cepatThe dhole runs fast. It can also come after a pointer when you are picking one out, in the pattern patternitu + ajakthat + ajak, as in exampleItu ajakThat's a dhole said while pointing at it from a distance.
Kata ini hidup tepat di depan kata kerja dan tidak bisa berdiri sendiri. Susunannya selalu pelaku lalu kata ini lalu kata kerja, misalnya dalam pola patternakan + kata kerja. Pola itu memberi kabar bahwa perbuatan belum terjadi sekarang tetapi sudah pasti disiapkan untuk nanti. Pelajar bisa memakainya dengan kalimat seperti exampleSaya akan makan atau exampleMereka akan datang besok atau exampleIbu akan memasak nasi. Dalam semua kalimat itu kata akan tidak berubah bentuk dan tidak perlu tambahan apa pun, cukup ditaruh sebelum kata kerja makan atau datang atau memasak. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya akan untuk pergi karena kata ini sudah langsung menyambung ke kata kerja berikutnya tanpa perantara lain, jadi tambahan di tengahnya membuat kalimat menjadi tidak wajar.
Think of akanwill as English *will*. It can't stand alone, it only lives right in front of a verb. The order is always person, then akanwill, then verb, as in patternakan + kata kerjawill + verb. That setup tells you the action hasn't happened yet but is lined up for later, like exampleSaya akan makanI will eat or exampleMereka akan datang besokThey will come tomorrow or exampleIbu akan memasak nasiMom will cook rice. Good news for an English speaker: it never changes form. No conjugation, no extra ending, you just drop it before the verb and you're done. Just don't add English-style *to* after it. Because akanwill connects straight to the next verb with nothing in between, not thisSaya akan untuk pergiI will to go sounds broken.
Kata ini hidup di belakang kata kerja atau kata sifat untuk menunjuk pada hal yang menjadi pokok pembicaraan atau yang dituju oleh perbuatan. Susunannya adalah kata kerja atau kata sifat lebih dulu, baru kata ini, baru kata benda yang menjadi sasarannya, seperti dalam pola patternberbicara akan + sesuatu. Dengan susunan itu pelajar dapat membuat kalimat seperti exampleGuru itu menjelaskan akan bahaya banjir atau exampleMereka ingat akan pesan ayah. Di sini kata akan menempel pada kata benda bahaya banjir atau pesan ayah untuk menunjukkan apa yang dijelaskan atau apa yang diingat. Pemakaian yang tidak dianjurkan adalah not thisMereka akan pesan ayah karena tanpa kata kerja atau kata sifat di depannya susunan itu menjadi gantung dan pendengar tidak tahu perbuatan apa yang mengarah pada sasaran tersebut.
In English you say talk about, remember something, explain something. In Indonesian that about is often akanabout. It never starts the thought, it comes after a verb or adjective to point to the topic, in a pattern like patternberbicara akan + sesuatuto talk about something. So you get exampleGuru itu menjelaskan akan bahaya banjirThe teacher explained about the danger of flooding and exampleMereka ingat akan pesan ayahThey remember their father's message. Here akanabout sticks to bahaya banjirthe danger of flooding or pesan ayahtheir father's message to show what is explained or remembered. Without that verb or adjective in front, as in not thisMereka akan pesan ayahThey about father's message, the listener is left hanging, waiting to hear what action points to that target.
Kata ini dalam gaya lama dipakai sebagai kata depan yang menandai guna atau tujuan suatu benda. Susunannya adalah benda yang dimiliki lalu kata ini lalu guna benda itu, seperti dalam pola patternuang akan + keperluan. Makna ini banyak ditemukan dalam tulisan lama atau ungkapan tetap, misalnya dalam kalimat seperti exampleUang itu akan pembayaran utang atau exampleRumah itu akan tempat singgah musafir. Di situ kata akan menghubungkan kata benda uang dengan kata benda lain pembayaran utang untuk menyatakan bahwa benda pertama disediakan bagi keperluan kedua. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisUang itu diakan pembayaran utang karena makna ini tidak memakai imbuhan dan penambahan imbuhan membuat bentuknya tidak dikenali penutur asli.
You'll only meet this akanfor in old writing or fixed expressions, where it links one thing to the use it is set aside for. The order is the thing possessed, then akanfor, then its purpose, as in patternuang akan + keperluanmoney for a need. So exampleUang itu akan pembayaran utangThat money is for payment of a debt means that money is provided for that purpose, and exampleRumah itu akan tempat singgah musafirThat house is for a lodging place for travelers means the house is provided as that place. Here akanfor simply connects uangmoney to pembayaran utangpayment of a debt, the first thing to the second use. Don't add affixes to it in this meaning. A form like not thisUang itu diakan pembayaran utangThat money is for payment of a debt won't be recognized.
Kata aku ini dipakai ketika orang yang berbicara menunjuk dirinya sendiri dalam suasana akrab dan santai, misalnya mengobrol dengan teman sebaya atau menulis pesan singkat kepada orang yang sudah dekat. Susunan yang paling wajar adalah kata ini berdiri di awal kalimat sebagai pelaku, langsung diikuti kata kerja atau kata sifat yang menerangkan keadaan diri. Pola itu bisa ditangkap lewat rumus seperti patternaku + kata kerja atau patternaku + kata sifat, artinya tidak perlu kata tambahan di antara keduanya. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleAku mau pergi ke pasar sore ini dan exampleAku sudah makan tadi pagi, di mana aku langsung membuka kalimat lalu disusul keterangan kegiatan. Dalam kalimat yang sedikit lebih panjang susunannya tetap sama, hanya ditambah keterangan waktu atau tempat di belakang, seperti dalam exampleAku tinggal di rumah nenek sejak tahun lalu. Selain di depan, kata ini juga bisa muncul di belakang kata depan yang menunjukkan kebersamaan atau tujuan, misalnya dalam exampleDia pergi bersama aku ke toko buku atau exampleHadiah ini untuk aku dari ibu. Untuk menyatakan milik dalam ragam santai, susunannya adalah benda ditambah kata punya lalu diikuti kata ini, seperti dalam exampleBuku ini punya aku, bukan punya dia. Yang perlu dihindari adalah memakai dua penunjuk diri sekaligus dalam satu klausa, seperti dalam not thisAku saya mau ikut, karena satu pelaku cukup diwakili satu kata saja dan penumpukan itu tidak dipakai penutur asli dan membuat kalimat terasa janggal.
Use akuI when you're talking about yourself with close friends, in relaxed chat or a quick text. It's the casual equivalent of English *I*, not the careful word you'd use with a stranger. It most naturally opens the sentence as the doer, with the verb right after it and nothing in between, as in patternaku + kata kerjaaku plus a verb. So you just say exampleAku mau pergi ke pasar sore iniI want to go to the market this afternoon or exampleAku sudah makan tadi pagiI already ate this morning. Longer sentences work the same way, with time or place added at the end. English splits *I* and *me*, but this one word covers both. After a word meaning with or for, you still use the same form, like in exampleDia pergi bersama aku ke toko bukuShe went with me to the bookstore. For casual ownership, the pattern in exampleBuku ini punya aku, bukan punya diaThis book is mine, not his does the job of *mine*. Don't stack two self-words in one clause, as in not thisAku saya mau ikutAku saya want to join. One is enough, and doubling them sounds wrong to native ears.
Kata ini hidup sebagai istilah di lingkungan kantor dan pengelolaan uang negara, menunjuk pada bagian yang mengurus rencana belanja dan pengaturan dana. Susunannya wajar sebagai kata benda yang tidak berdiri sendiri, melainkan menempel pada kata benda lain yang menunjukkan wadah atau kegiatan kerja, seperti tim, bagian, rapat, atau laporan. Pola yang sering terdengar adalah patterntim AKU atau patternrapat AKU atau patternlaporan AKU, di mana AKU selalu ditulis dengan huruf besar karena kedudukannya sebagai singkatan dan selalu mengikuti kata benda di depannya. Contoh pemakaiannya dalam kalimat adalah exampleBagian AKU sedang menyusun rencana belanja tahun depan, yang menunjukkan susunan pelaku ditambah kegiatan menyusun rencana. Contoh lain adalah exampleRapat AKU akan membahas pengelolaan dana kantor dan exampleLaporan AKU sudah diserahkan kepada pimpinan, yang semuanya menempatkan AKU setelah kata yang menerangkan jenis pekerjaan. Kata ini tidak dipakai sebagai kata kerja dan tidak diberi akhiran pelaku atau keadaan, jadi bentuk seperti not thismengaku dana kantor untuk maksud mengurus anggaran tidak dipakai penutur asli dan akan dibaca sebagai kata lain yang sama sekali berbeda maknanya, sehingga untuk menyatakan kegiatan cukup memakai kata kerja biasa di depan susunan tersebut, misalnya membahas atau menyusun.
This is office language for planning spending and handling money, and you will only ever see it as AKUbudget and finance in capitals, tucked after another noun that names the unit or activity. Where English puts budget first, as in budget team, Indonesian puts it second, as in patterntim AKUthe AKU team, patternrapat AKUthe AKU meeting, or patternlaporan AKUthe AKU report. That order is fixed. For example, exampleBagian AKU sedang menyusun rencana belanja tahun depanThe AKU section is drawing up next year's spending plan, exampleRapat AKU akan membahas pengelolaan dana kantorThe AKU meeting will discuss management of the office funds, and exampleLaporan AKU sudah diserahkan kepada pimpinanThe AKU report has been submitted to the leadership. To talk about the activity, just use an ordinary verb like draw up or discuss in front of the whole phrase. Never turn it into a verb itself — not thismengaku dana kantorto admit something about the office funds will be read as a completely different word, not as handling a budget.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata ini dipakai sebagai benda yang letaknya di bawah benda lain, sering muncul sebagai pelaku atau sebagai yang dikenai perbuatan, dan sering didahului oleh kata penunjuk jumlah atau kepemilikan serta diikuti oleh keterangan benda yang ditopangnya dengan pola patternalas + nama benda seperti alas meja atau alas kaki. Pelajar perlu memperhatikan bahwa kata alas sendiri sudah berarti lapiknya, jadi dalam kalimat penutur asli langsung menyebut apa yang menjadi lapik dan apa yang ditaruh di atasnya, misalnya dalam kalimat exampleTolong letakkan alas di bawah kompor itu agar lantai tidak kotor. yang menunjukkan fungsi melindungi dari kotor dan rusak, atau dalam kalimat exampleKaki lemari itu goyang, jadi harus diganjal dengan alas kayu yang tebal. yang menunjukkan fungsi menahan agar tidak goyang, atau dalam kalimat exampleBangunan tua itu masih berdiri karena alas fondasinya sangat kuat. yang menunjukkan fungsi bagian paling bawah yang menahan bangunan. Ada juga pemakaian yang sudah menjadi ungkapan tetap untuk barang yang dipakai di kaki, yaitu alas kaki, seperti dalam kalimat exampleSebelum masuk rumah, lepas alas kaki dan taruh di rak.. Satu bentuk yang perlu dihindari untuk makna ini adalah not thisalasan bila maksudnya lapik, seperti dalam kalimat keliru not thisTaruh alasan di bawah piring panas itu., karena bentuk dengan akhiran itu mempunyai arti yang sama sekali berbeda dan tidak dipahami penutur asli sebagai lapik, jadi untuk arti lapik tetaplah memakai bentuk dasar alas.
Think of alasbase, mat as the thing underneath. Where English needs different words — mat, coaster, shim, foundation — Indonesian uses one: the flat thing you put under something to protect it, steady it, or hold it up. You'll usually hear it with a quantity or owner before it, and with what it supports after it, in the pattern patternalas + nama bendabase + name of the object, as in alas mejatable mat or alas kakifootwear. So you just name the pad and what sits on it: exampleTolong letakkan alas di bawah kompor itu agar lantai tidak kotor.Please put a mat under that stove so the floor doesn't get dirty. For the feet it has become a fixed expression, alas kakifootwear: exampleSebelum masuk rumah, lepas alas kaki dan taruh di rak.Before entering the house, take off your footwear and put it on the rack. And watch the spelling: not thisalasanreason looks like alasbase, mat with an ending, but it means something entirely different. not thisTaruh alasan di bawah piring panas itu.Put a reason under that hot plate. will just confuse people — for a pad, stay with the basic form alasbase, mat.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata ini dipakai sebagai nama tempat, sehingga sering muncul sesudah kata depan tempat seperti patterndi alas atau patternke alas atau patterndari alas, dan bisa juga menjadi pelaku dalam kalimat bila diberi keterangan tambahan. Pelajar perlu memahami bahwa kata alas pada makna ini selalu menunjuk pada daerah yang luas, gelap, dan liar karena dipenuhi pohon besar, bukan sekadar beberapa pohon di halaman, misalnya dalam kalimat examplePara pemburu tidak berani masuk terlalu jauh ke dalam alas sendirian. yang menggambarkan tempat yang luas dan berbahaya, atau dalam kalimat exampleSuara harimau terdengar dari tengah alas pada malam hari. yang menggambarkan tempat hidup hewan liar, atau dalam kalimat exampleDulu desa ini dikelilingi alas lebat sebelum dibuka menjadi sawah. yang menggambarkan perubahan dari hutan menjadi lahan pertanian. Kata ini juga bisa diterangkan dengan sifat yang menjelaskan keadaannya, seperti dalam pola patternalas lebat atau patternalas tebal. Satu susunan yang perlu dihindari adalah menumpuk dua kata depan tempat sekaligus seperti dalam bentuk keliru not thisdi di alas, misalnya not thisMereka berkemah di di alas semalam., karena satu kata depan saja sudah cukup untuk menunjukkan tempat, jadi bentuk yang wajar adalah exampleMereka berkemah di alas semalam..
Think deep woods, not a park with a few trees. alasforest always means a big, dark, wild place full of large trees where wild animals live. That is why you will usually meet it as a place, after a preposition like patterndi alasin the forest or patternke alasto the forest or patterndari alasfrom the forest. For example, examplePara pemburu tidak berani masuk terlalu jauh ke dalam alas sendirian.The hunters did not dare go too far into the forest alone. feels large and dangerous, and exampleSuara harimau terdengar dari tengah alas pada malam hari.A tiger's roar was heard from the middle of the forest at night. feels like the home of wild animals. You can also describe what kind of forest it is, as in patternalas lebatdense forest. Use only one preposition. Doubling them as in not thisdi di alasin in the forest sounds wrong to an Indonesian ear, just as it does in English. Say exampleMereka berkemah di alas semalam.They camped in the forest overnight.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata ini dipakai sebagai nama cara bicara, sehingga selalu ditulis dengan huruf besar di awal dan sering muncul sesudah kata yang menunjukkan bahasa seperti patternbahasa Alas atau sesudah kata kerja yang menunjukkan kegiatan berbicara seperti patternberbicara dalam bahasa Alas atau patternberbahasa Alas. Pelajar perlu memahami bahwa kata Alas di sini menunjuk pada bunyi kata, pilihan kata, dan lagu kalimat yang khas dipakai sehari-hari dalam keluarga dan pergaulan, misalnya dalam kalimat exampleNenek saya masih fasih berbicara dalam bahasa Alas di rumah. yang menunjukkan pemakaian dalam percakapan, atau dalam kalimat exampleAnak-anak di kampung itu belajar bahasa Alas dari orang tua mereka. yang menunjukkan pewarisan dari generasi ke generasi, atau dalam kalimat exampleIa menerjemahkan lagu itu ke dalam bahasa Alas agar dipahami warga. yang menunjukkan alih dari satu cara bicara ke cara bicara ini. Karena ini nama cara bicara, penulisannya memakai huruf besar, sehingga bentuk dengan huruf kecil seperti not thisbahasa alas dalam kalimat not thisMereka memakai bahasa alas setiap hari. dianggap kurang tepat dalam tulisan yang rapi, dan bentuk yang dianjurkan adalah exampleMereka memakai bahasa Alas setiap hari..
Think of this the way you think of English. You capitalize the name of a language, and you pair it with words for speaking, and that is exactly what happens here with AlasAlas. You will almost always see it as patternbahasa Alasthe Alas language or with a verb of speaking like patternberbahasa Alasto speak Alas, because it means the particular sounds, word choices, and sentence melody people use at home and with friends every day, as in exampleNenek saya masih fasih berbicara dalam bahasa Alas di rumah.My grandmother still speaks Alas fluently at home. Because it is a proper name, the capital letter matters. not thisbahasa alasalas language with a small a looks sloppy, as in not thisMereka memakai bahasa alas setiap hari.They use Alas every day., so in careful writing always write exampleMereka memakai bahasa Alas setiap hari.They use Alas every day.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata ini dipakai sebagai nama kelompok manusia, sehingga selalu ditulis dengan huruf besar di awal dan sering muncul sesudah kata yang menunjukkan kelompok seperti patternsuku Alas atau patternorang Alas atau patternmasyarakat Alas, dan bisa menjadi pelaku atau keterangan asal dalam kalimat. Pelajar perlu memahami bahwa kata Alas di sini bukan benda melainkan nama diri untuk sekelompok penduduk yang menetap di satu wilayah tertentu dan memiliki bahasa serta adat tersendiri, misalnya dalam kalimat exampleSuku Alas banyak tinggal di Aceh Tenggara. yang menunjukkan tempat tinggal kelompok itu, atau dalam kalimat exampleOrang Alas merayakan panen dengan upacara adat. yang menunjukkan kebiasaan bersama, atau dalam kalimat exampleMasyarakat Alas menjaga adat yang diwariskan nenek moyang mereka. yang menunjukkan ikatan budaya. Karena ini nama diri, penulisannya tidak boleh dengan huruf kecil bila merujuk pada kelompok orangnya, sehingga bentuk seperti not thissuku alas dalam kalimat not thissuku alas tinggal di Aceh Tenggara. dianggap keliru dalam tulisan yang rapi, dan bentuk yang dianjurkan adalah exampleSuku Alas tinggal di Aceh Tenggara..
AlasAlas is a name, not an ordinary description, so in English terms think of it the way you think of English itself, always written with a capital A. It belongs to one settled community in Southeast Aceh with its own language and customs, and when you mean that heritage the capital letter is what tells a reader you mean that people and their speech.
Makna ini dipakai untuk manusia yang masih kecil dan belum dewasa. Kata yang dipakai adalah anak dan kedudukannya sebagai kata benda dalam kalimat. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi pelaku atau yang dibicarakan, sering didahului dengan penunjuk jumlah atau kepunyaan dan diikuti dengan keterangan. Pola yang sering terdengar adalah patternseorang anak untuk menyebut satu orang kecil, patternanak saya untuk menyebut hubungan dengan orang tua, dan patternanak itu untuk menunjuk orang kecil yang sudah jelas. Bentuk jamaknya memakai pengulangan menjadi anak-anak. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleAnak itu sedang bermain di taman. Di situ kata tersebut menjadi pelaku, lalu diikuti penjelasan kegiatannya. Contoh lain adalah exampleSaya punya dua anak. Di situ kata tersebut menjadi bagian yang dimiliki. Ada bentuk yang tidak dianjurkan yaitu not thispara anak. Bentuk itu terdengar janggal untuk menyebut beberapa orang kecil, penutur asli memakai anak-anak seperti dalam exampleAnak-anak sedang belajar di kelas.
When you mean a small human who isn't grown up yet, the word is anakchild. It works as a noun, usually the person you're talking about, with a number or owner before it and what they're doing after it. To mention one, say patternseorang anaka child, to show the family tie say patternanak sayamy child, to point to one you both know say patternanak ituthat child, as in exampleAnak itu sedang bermain di tamanThat child is playing in the park. For belonging you can also say exampleSaya punya dua anakI have two children. For more than one, don't just add -s, and don't use not thispara anakchildren — it sounds strange to a native ear. Double the word to make anak-anakchildren, as in exampleAnak-anak sedang belajar di kelasThe children are studying in class.
Makna ini dipakai untuk hewan atau tumbuhan yang masih kecil dan baru tumbuh. Kata yang dipakai adalah anak yang selalu menempel langsung di depan nama hewan atau tumbuhan. Susunannya adalah patternanak kucing atau patternanak pisang, artinya yang kecil itu ikut pada jenis induknya. Kata ini tidak berdiri sendiri bila maksudnya jenis hewan atau tumbuhan itu belum jelas, harus disebut jenisnya di belakangnya. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleAnak kucing itu sedang tidur. Di situ susunan menempel itu menjadi pelaku kalimat. Contoh lain adalah examplePetani memindahkan anak pisang ke kebun. Di situ susunan menempel itu menjadi sasaran kegiatan. Susunan yang terbalik tidak dipakai, bentuk seperti not thiskucing anak tidak dimengerti penutur asli dengan makna ini dan terdengar rusak, yang wajar hanyalah anak kucing seperti dalam exampleAnak kucing itu lucu sekali.
English has a different word for every baby animal — kitten, calf, chick. Indonesian doesn't. It just reuses anakbaby, young one and sticks it right in front of the parent's name, as in patternanak kucingkitten, literally baby cat or patternanak pisangbanana shoot, literally baby banana plant. That order is the whole point. The little one always follows anakbaby, young one, because it belongs to that kind. You can't use it on its own when the kind isn't clear, you have to name the kind after it. So the whole pair acts as one thing in the sentence. It can do something, as in exampleAnak kucing itu sedang tidurThat kitten is sleeping, or it can receive something, as in examplePetani memindahkan anak pisang ke kebunThe farmer moved the banana shoot to the garden. Don't treat it like a normal English adjective and flip it around. A form like not thiskucing anakcat-baby makes no sense for this meaning and just sounds broken. Only anak kucingkitten is natural, as in exampleAnak kucing itu lucu sekaliThat kitten is so cute.
Makna ini dipakai untuk orang yang terikat dengan satu daerah, sekolah, tim, atau kelompok kerja. Kata yang dipakai adalah anak yang menempel langsung di depan nama tempat atau nama kelompok. Susunannya adalah patternanak Jakarta untuk orang yang berasal dan hidup di daerah itu, patternanak tim sepak bola untuk orang yang ikut dalam tim itu. Kata di belakang menjelaskan kelompok mana yang menjadi ikatannya. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleDia anak Jakarta. Di situ susunan menempel itu menjadi keterangan jati diri setelah kata ganti. Contoh lain adalah exampleMereka anak kelompok kerja kami. Ada bentuk yang tidak dianjurkan yaitu not thisanak dari Jakarta untuk makna ikatan ini. Penambahan kata penghubung itu membuat susunan terdengar seperti keterangan tempat tinggal biasa dan bukan ikatan keanggotaan, penutur asli cukup memakai anak Jakarta seperti dalam exampleKami anak Jakarta.
English reaches for from or member of, but Indonesian makes it identity. You use anakmember stuck right in front of the place or group name, with nothing in between. That gives you patternanak Jakartaa Jakarta local for someone rooted and living there, and patternanak tim sepak bolaa member of the soccer team for someone who belongs to that team. The second word does all the work of saying which group claims you. So it sits after a pronoun like a label. You can say exampleDia anak JakartaHe is a Jakarta local, or exampleMereka anak kelompok kerja kamiThey are members of our work group. Don't insert the word for from, as in not thisanak dari Jakartaa member from Jakarta. That turns belonging into just residence and loses the membership feeling. Natives simply say anak JakartaJakarta local, as in exampleKami anak JakartaWe are Jakarta locals.
Makna ini dipakai untuk benda kecil yang ikut atau menempel pada benda yang lebih besar. Kata yang dipakai adalah anak yang menempel langsung di depan nama benda besarnya. Susunannya adalah patternanak kunci untuk kunci kecil yang ikut pada kunci besar atau pintu, patternanak bukit untuk gundukan kecil yang ikut pada bukit besar. Kata di belakang menyebut benda besarnya, kata di depan menerangkan bahwa yang dimaksud adalah versi kecilnya. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleAnak kunci ada di atas meja. Di situ susunan menempel itu menjadi hal yang dibicarakan. Contoh lain adalah exampleKami melihat anak bukit dari jauh. Susunan yang dibalik tidak dipakai, bentuk seperti not thiskunci anak tidak berarti benda kecil ini dan tidak dimengerti penutur asli, yang wajar hanyalah anak kunci seperti dalam exampleSaya membawa anak kunci.
It helps to think of patternanak kuncismall key and patternanak bukitsmall hill as one stuck-together unit, with the size-word first and the big thing second. It names a little thing that comes with or belongs to a bigger thing, like the little key that goes with a lock or a little mound that goes with a hill. So you can talk about it just like any other thing, as in exampleAnak kunci ada di atas mejaThe key is on the table or exampleKami melihat anak bukit dari jauhWe saw a small hill from far away. The order is fixed, like in English. Flipped around as not thiskunci anakkey child it means nothing and sounds wrong, only anak kuncikey works, as in exampleSaya membawa anak kunciI'm carrying the key.
Kata yang satu ini dipakai ketika ada benda atau hal yang belum diketahui namanya dan ingin diketahui jawabannya berupa nama benda atau hal itu juga susunan yang paling wajar adalah kata ini diletakkan di awal kalimat lalu diikuti penjelasan tentang benda yang dicari misalnya tentang nama atau jenis atau isi lalu kalimat ditutup dengan nada tanya pola yang sering terdengar adalah patternApa + keterangan tentang benda yang ditanyakan dan jawabannya selalu berupa nama benda itu bukan anggukan contoh yang bisa ditiru adalah exampleApa warna kesukaanmu? dan contoh lain dengan posisi di belakang adalah ketika kata kerja sudah disebut dulu lalu kata ini menutup kalimat untuk menanyakan objeknya seperti dalam exampleKamu sedang minum apa? pelajar bisa memakai pola yang sama dengan mengganti bagian akhirnya seperti dalam exampleApa makanan kesukaanmu? bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisSiapa nama makanan itu? karena kata tanya untuk nama orang berbeda dengan kata tanya untuk nama benda jadi untuk benda atau hal tetap pakai apa
Use apawhat when you don't know a thing and you want its name, kind, or contents back as the answer — not a nod or a yes. Think like English *what*. The most natural shape is patternApa + keterangan tentang benda yang ditanyakanWhat + a description of the thing you're asking about, for example exampleApa warna kesukaanmu?What is your favorite color? You can make your own by just swapping the end, like exampleApa makanan kesukaanmu?What is your favorite food? You can also put it last, after you've already said the verb, to ask for its object: exampleKamu sedang minum apa?What are you drinking? Don't reach for the people-word here, as in not thisSiapa nama makanan itu?Who is the name of that food? For a food, a color, a thing, it stays apawhat.
Kata ini selalu muncul berdampingan dengan kata penghubung yang membentuk satu kesatuan untuk menunjuk pada suatu hal atau barang yang sedang dibicarakan susunannya adalah kata ini diikuti langsung oleh kata penghubung itu lalu diikuti oleh perbuatan atau keadaan yang menjelaskan hal tersebut pola yang hidup dalam percakapan adalah patternapa yang + kata kerja atau keadaan seluruh rangkaian itu berfungsi sebagai satu benda dalam kalimat bisa menjadi pokok kalimat atau menjadi pelengkap sesudah kata kerja seperti mengetahui atau melihat atau mengambil contoh yang wajar adalah exampleSaya tahu apa yang kamu suka dalam kalimat itu rangkaian yang diawali kata ini menunjuk pada barang yang disukai tanpa perlu menyebut nama barangnya contoh lain yang bisa ditiru adalah exampleDia mengambil apa yang dia butuhkan bentuk yang tidak dianjurkan adalah melepaskan kata penghubungnya seperti dalam not thisSaya tahu apa kamu suka karena tanpa kata penghubung itu rangkaian menjadi tidak lengkap dan penutur asli selalu mempertahankannya dalam makna ini
This is not asking a question, it's pointing to something without naming it, where English just uses what. exampleSaya tahu apa yang kamu sukaI know what you like means you know the thing itself, no name needed. The same is true in exampleDia mengambil apa yang dia butuhkanHe took what he needed — the whole chunk after the main verb acts as one single thing, as the object of verbs like know or take, or even as the subject of a sentence. Your English instinct will be to drop the middle word, because what you like is already complete in English. Here it isn't. You always keep the full shape patternapa yang + kata kerja atau keadaanwhat + verb or description, with that little linking word tucked right after this word. Without it, as in not thisSaya tahu apa kamu sukaI know what you like, it sounds unfinished to a native ear, so hold onto that pair every time.
Kata kecil ini diletakkan paling depan sebelum kalimat pernyataan yang lengkap untuk mengubah pernyataan itu menjadi pertanyaan yang mengharapkan anggukan atau gelengan susunan yang wajar adalah kata ini diucapkan dulu lalu diikuti kalimat lengkap dengan nada tanya di akhir pola yang bisa dipegang adalah patternApa + kalimat lengkap kadang kata kecil penegas ikut menempel di belakangnya menjadi apakah tetapi fungsinya sama contoh yang bisa langsung ditiru adalah exampleApa kamu sudah makan? kalimat itu tanpa kata di depan adalah pernyataan biasa dan dengan kata di depan menjadi pertanyaan yang dijawab dengan anggukan atau gelengan contoh lain adalah exampleApa dia ikut besok? bentuk yang tidak dianjurkan adalah meletakkan kata ini di tengah atau di belakang seperti dalam not thisKamu sudah makan apa? karena pada posisi belakang kata itu akan meminta nama benda bukan meminta anggukan jadi untuk meminta anggukan selalu taruh di depan
Think of this use like *do* at the start of an English yes-no question. You take a complete statement just as it is and set patternApa + kalimat lengkapApa + a complete sentence with a rising question tone at the end, no change to the word order inside. The longer form apakahdo, in its firmer formal form works exactly the same way, just a little more formal. So you can imitate exampleApa kamu sudah makan?Have you eaten yet? where the sentence without the front word would simply be a statement, and with it becomes something answered with yes or no. The same goes for exampleApa dia ikut besok?Is he coming tomorrow? — say the front word first, then the whole sentence.
Kata ini dipakai di tengah kalimat untuk menghubungkan dua pilihan agar lawan bicara memilih salah satunya susunan yang wajar adalah sebutkan pilihan pertama lalu kata ini lalu sebutkan pilihan kedua pola yang hidup adalah patternpilihan pertama + apa + pilihan kedua kedua pilihan itu harus sejenis misalnya minuman dengan minuman atau kegiatan dengan kegiatan contoh yang bisa ditiru adalah exampleKamu mau minum teh apa kopi? lawan bicara diharapkan menjawab dengan menyebut salah satu dari dua yang ditawarkan contoh lain adalah exampleKita duduk di dalam apa di luar? bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini bertumpuk dengan kata penghubung pilihan lain seperti dalam not thisKamu mau teh atau apa kopi? karena satu penghubung saja sudah cukup dan penutur asli hanya memakai kata ini saja di antara dua pilihan
This little connector sits in the middle and asks the other person to pick one of two choices. First comes the first choice, then the connector, then the second choice, as in patternpilihan pertama + apa + pilihan keduafirst option + or + second option. The two sides should match, drink with drink or place with place, like exampleKamu mau minum teh apa kopi?Do you want tea or coffee? where the answer is simply one of the two. Another natural example is exampleKita duduk di dalam apa di luar?Shall we sit inside or outside? Don't double it with another word for or, as in not thisKamu mau teh atau apa kopi?Do you want tea or or coffee? One link is enough, and native speakers just use this one alone between the choices.
Kata ini bisa berdiri sendiri sebagai seruan pendek yang keluar spontan ketika mendengar kabar yang mengejutkan atau sulit dipercaya susunannya sangat sederhana yaitu diucapkan sendiri dengan nada suara naik dan sering diikuti kalimat pendek yang mengulang kabar itu untuk memastikan pola yang wajar adalah patternApa + tanda tanya + pengulangan kabar kata ini diucapkan dengan tekanan kuat dan jeda sesudahnya contoh yang bisa ditiru adalah exampleApa? Kamu sudah sampai? seruan itu menunjukkan rasa kaget bukan meminta nama benda contoh lain adalah exampleApa? Dompetmu hilang? bentuk yang tidak dianjurkan adalah mengucapkan kata ini dengan nada datar seperti pernyataan biasa seperti dalam not thisApa kamu sudah sampai. karena tanpa nada naik dan jeda pendengar tidak akan menangkap rasa kagetnya jadi pastikan nada naik dan ada jeda
Think of it like English "What?!" when you can't believe news. It's a short cry on its own, said strong with your voice rising and a clear pause after it, often followed by a quick repeat of the news to check you heard right, like patternApa + tanda tanya + pengulangan kabarWhat + question mark + repeating the news. Imitate exampleApa? Kamu sudah sampai?What? You've already arrived? or exampleApa? Dompetmu hilang?What? You lost your wallet? Don't say it flat like an ordinary statement, as in not thisApa kamu sudah sampai.What you've already arrived., because without that rise and pause listeners won't hear the shock.
Kata kecil ini hidup di tengah kalimat, di antara dua pilihan atau lebih, supaya lawan bicara memilih salah satu saja. Susunannya selalu berupa pilihan pertama, lalu kata penghubung ini, lalu pilihan terakhir, tidak pernah berdiri sendiri di awal kalimat atau di akhir kalimat. Pola yang paling sering dipakai dapat dirasakan sebagai patternpilihan pertama atau pilihan kedua, di mana kedua pilihan itu sejajar, misalnya sama-sama kata benda, sama-sama kata kerja, atau sama-sama seluruh kalimat yang pendek. Setelah memahami letaknya di tengah itu, perhatikan contoh yang memang memakai susunan tersebut seperti exampleKamu mau teh atau kopi? untuk memilih minuman, atau exampleKita berangkat hari ini atau besok? untuk memilih waktu, atau exampleSilakan duduk di depan atau di belakang? untuk memilih tempat. Dalam setiap kalimat itu atau tidak menambah arti baru, ia hanya memberi tanda bahwa yang mendengar boleh dan harus memilih satu. Untuk pertanyaan, pilihan dengan atau sering diucapkan dengan nada naik dan dijawab dengan menyebut satu pilihan saja, misalnya menjawab examplekopi atau examplebesok. Untuk kalimat biasa, polanya sama, misalnya exampleSaya mau makan di rumah atau di kantin., yang artinya tempat makan hanya satu dari dua itu. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna memilih ini adalah menghilangkan pilihan pertama sehingga penghubung ini seolah membuka kalimat pilihan, seperti not thisMau atau kopi?, padahal pendengar tidak tahu pilihan pertamanya apa, kalimat yang wajar harus menyebut dua sisinya dengan lengkap, misalnya menyebut minumannya satu per satu di kiri dan di kanan kata ini.
Think of it exactly like English *or*. It lives in the middle of a sentence, between two or more choices, to tell the listener to pick just one. The shape is always patternpilihan pertama atau pilihan keduafirst option or second option, with the two sides parallel — both nouns, both verbs, or both short clauses. So you get exampleKamu mau teh atau kopi?Do you want tea or coffee? for a drink, exampleKita berangkat hari ini atau besok?Are we leaving today or tomorrow? for a time, exampleSilakan duduk di depan atau di belakang?Please sit in front or in back? for a place. In each one atauor adds no new meaning, it just signals: choose one. In questions it often has a rising intonation and is answered by naming just one choice, like examplekopicoffee or examplebesoktomorrow. A statement works the same way, as in exampleSaya mau makan di rumah atau di kantin.I want to eat at home or in the canteen., meaning only one of those two places. Don't drop the first choice so that atauor seems to open the sentence, like not thisMau atau kopi?Want or coffee?. The listener can't tell what the first option was. Name both sides fully, left and right of the word.
Kata bagaimana untuk bertanya tentang cara atau keadaan selalu berdiri di awal kalimat tanya dan kalimat diakhiri dengan tanda tanya. Susunannya adalah patternBagaimana + kabar atau keadaan atau cara ...? dan bagian setelahnya menjelaskan apa yang ditanyakan. Untuk menanyakan kabar orang pelajar bisa memakai contoh seperti exampleBagaimana kabarmu hari ini? atau exampleBagaimana keadaan ibumu sekarang? . Untuk menanyakan cara melakukan sesuatu pelajar bisa memakai contoh seperti exampleBagaimana cara membuat kue ini? atau exampleBagaimana kamu pergi ke sekolah setiap pagi? . Kata ini tidak berubah bentuk dan tidak memakai awalan atau akhiran, jadi bentuk seperti not thisberbagaimana tidak dipakai dan terdengar salah karena penutur asli selalu memakai bentuk dasarnya saja.
To ask how someone is or how to do something, start with bagaimanahow and finish with a question mark. English instinct works well here, since "how" also comes first. Think of the shape as patternBagaimana + kabar atau keadaan atau cara ...?How + news or condition or way ...?, where what follows says what you are asking about. For a person's condition you can say exampleBagaimana kabarmu hari ini?How are you today? or exampleBagaimana keadaan ibumu sekarang?How is your mother now?. For a method you can say exampleBagaimana cara membuat kue ini?How do you make this cake? or exampleBagaimana kamu pergi ke sekolah setiap pagi?How do you get to school every morning?. The form never changes. It takes no prefix or suffix, so not thisberbagaimanato-how is simply wrong — native speakers always use the basic form alone.
Kata bagaimana untuk menanyakan orang atau hal yang belum dibicarakan dipakai dalam susunan patternBagaimana dengan + orang atau hal ...? dan sering dilanjutkan dengan pertanyaan kecil tentang keadaannya. Kata dengan di belakangnya wajib ada karena itulah yang menunjukkan bahwa topiknya baru dibuka sekarang. Pelajar bisa meniru contoh seperti exampleBagaimana dengan anakmu, sudah sembuh? ketika sebelumnya pembicaraan tentang hal lain, atau exampleBagaimana dengan rencana liburan kita? ketika ingin tahu kelanjutan rencana itu, atau exampleBagaimana dengan pekerjaan barumu? ketika menanyakan kabar pekerjaan yang belum diceritakan.
If you want to bring up someone or something you haven't been talking about, English reaches for *what about...?* Indonesian does the same with bagaimanawhat about in patternBagaimana dengan + orang atau hal ...?What about + person or thing...?. That denganwith is required. It's what signals you're opening a new topic, not continuing the old one, so don't drop it. You can then add a small follow-up about them, like exampleBagaimana dengan anakmu, sudah sembuh?What about your child, are they better now? when you were talking about something else before. Use the same shape to check on a plan, exampleBagaimana dengan rencana liburan kita?What about our holiday plans?, or to ask for news that hasn't been shared yet, exampleBagaimana dengan pekerjaan barumu?What about your new job?
Kata bagaimana untuk mengajak memikirkan kejadian yang belum terjadi dan meminta pendapat teman selalu diikuti kata kalau atau jika . Susunannya adalah patternBagaimana kalau atau jika + kejadian ...? dan bagian setelahnya berisi kejadian yang dibayangkan. Pelajar bisa meniru contoh seperti exampleBagaimana kalau kita makan siang bersama besok? untuk mengusulkan rencana, atau exampleBagaimana jika hujan turun sore ini? untuk membicarakan kemungkinan, atau exampleBagaimana kalau kita berangkat lebih awal? untuk meminta setuju atau tidak dari teman bicara.
To throw out an idea that hasn't happened yet and get a friend's take on it, English says *what if*, and Indonesian does the same job with bagaimanawhat if. It never stands alone in this use. It always pairs with kalauif or jikaif, giving the pattern patternBagaimana kalau atau jika + kejadian ...?What if + the imagined situation...? where what follows is the situation you're imagining. You can copy exampleBagaimana kalau kita makan siang bersama besok?What if we have lunch together tomorrow? to propose a plan, or exampleBagaimana jika hujan turun sore ini?What if it rains this afternoon? to talk through a possibility, or exampleBagaimana kalau kita berangkat lebih awal?What if we leave earlier? when you want the other person to agree or not.
Makna ini hidup sebagai kata depan di depan orang atau hal yang menerima sesuatu. Susunannya selalu patternbagi + orang atau hal yang dituju dan susunan ini biasanya menjadi keterangan di awal atau di akhir kalimat. Pelajar perlu mengenali bahwa kata bagi sendiri sudah menunjukkan tujuan, jadi tidak perlu kata depan lain setelahnya. Contohnya bisa ditiru langsung exampleSurat ini bagi ayah yang menandai ayah sebagai penerima surat itu. Contoh lain exampleIbu memasak bubur bagi adik yang sakit yang menandai adik sebagai orang yang dituju oleh perbuatan memasak. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisbagi kepada ayah karena sudah cukup memakai bagi saja untuk menandai penerima, tambahan kata depan lain membuat susunannya berlebihan dan tidak dipakai penutur asli.
Think of English *for* when something is meant for someone. Indonesian does that with bagifor, in the shape patternbagi + orang atau hal yang ditujufor + the person or thing it is intended for. That little phrase usually sits at the start or the end of the sentence, marking the receiver. You can copy exampleSurat ini bagi ayahThis letter is for Dad, where Dad is the one who gets the letter, and exampleIbu memasak bubur bagi adik yang sakitMom cooked porridge for the sick little sibling, where the cooking is done for that sibling. Because bagifor already does the job of pointing to the receiver, don't add another preposition after it. English never says "for to Dad," and Indonesian feels the same about not thisbagi kepada ayahfor to Dad — it's overloaded, and native speakers just don't use it.
Makna ini hidup sebagai perbuatan dan susunannya berpusat pada pelaku dan benda yang dipecah. Pola yang paling wajar adalah patternpelaku + membagi + benda utuh + menjadi beberapa potong atau patternpelaku + membagi + benda + kepada orang lain. Di sini bentuk berimbuhan membagi memang menentukan makna perbuatan ini, sedangkan bentuk dasar dipakai untuk perintah. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleIbu membagi kue menjadi empat potong yang menggambarkan satu kue utuh dipecah menjadi beberapa potong. Contoh lain exampleKakak membagi permen kepada adik-adiknya yang menggambarkan potongan itu diberikan kepada orang lain. Untuk perintah, susunannya cukup kata kerja di awal kalimat seperti dalam exampleBagi kuenya menjadi dua, ya. Bentuk yang keliru untuk makna perbuatan ini adalah not thisSaya bagi kue kemarin karena untuk menceritakan perbuatan yang dilakukan pelaku dalam kalimat berita harus memakai bentuk berimbuhan, sedangkan bentuk dasar tanpa imbuhan hanya wajar untuk perintah.
This is the doing sense — someone breaks something whole apart. In English you can use divide everywhere, but in Indonesian a statement about who did it needs the prefixed verb membagito divide. You will usually hear it in two shapes, patternpelaku + membagi + benda utuh + menjadi beberapa potongsomeone divides a whole thing into several pieces or patternpelaku + membagi + benda + kepada orang lainsomeone shares something with other people. So exampleIbu membagi kue menjadi empat potongMom divides the cake into four pieces pictures one cake cut into pieces, and exampleKakak membagi permen kepada adik-adiknyaBig brother shares candy with his younger siblings pictures those pieces handed out. For an order you switch to the short verb first in the sentence, as in exampleBagi kuenya menjadi dua, yaSplit the cake in two, okay?. That is why not thisSaya bagi kue kemarinI divided the cake yesterday feels wrong for yesterday's action — a news-like sentence about what someone did needs the full affixed form, while the short form alone is natural only as a command.
Makna ini hidup sebagai kata kecil di depan orang untuk membuka pikiran atau rasa dari sudut orang itu. Susunan yang paling wajar adalah patternBagi + orang, + isi pendapat atau rasa dan hampir selalu berdiri di awal kalimat lalu diikuti koma. Pelajar perlu tahu bahwa orang setelah kata ini bukan penerima barang, melainkan pemilik sudut pandang. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleBagi saya, pagi hari paling tenang untuk belajar yang menunjukkan penilaian tenang itu datang dari sudut saya. Contoh lain exampleBagi anak-anak, hujan adalah waktu bermain yang menyenangkan yang menunjukkan rasa senang itu dilihat dari sudut anak-anak. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisBagi saya memberikan uang karena susunan ini terputus dan tidak jelas apa pendapat atau rasa yang dinilai, makna ini selalu membutuhkan isi pendapat yang lengkap setelah koma.
This little word opens a sentence from someone's point of view, much like to me or in my view in English. The natural shape is patternBagi + orang, + isi pendapat atau rasaFor + person, + an opinion or feeling, almost always at the very start of the sentence followed by a comma, as in exampleBagi saya, pagi hari paling tenang untuk belajarFor me, the morning is the calmest time to study. The person named here isn't receiving anything, they own the judgment, which is why exampleBagi anak-anak, hujan adalah waktu bermain yang menyenangkanFor children, rain is a fun time to play describes fun through their eyes. You can't stop halfway, so not thisBagi saya memberikan uangFor me to give money doesn't work for this meaning — after the comma you still owe a complete thought about what is thought or felt.
Makna ini hidup di dalam kalimat hitung sebagai kata yang menghubungkan dua angka. Susunannya selalu patternangka pertama + bagi + angka kedua + sama dengan + hasil. Pelajar perlu mengenali bahwa kata bagi di sini selalu diapit angka di kiri dan di kanan, dan kalimatnya ditutup dengan hasil hitungnya. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSepuluh bagi dua sama dengan lima yang menanyakan hasil ketika angka sepuluh dipecah oleh angka dua. Contoh lain exampleEnam bagi tiga sama dengan dua yang mengikuti susunan yang sama dengan angka yang berbeda. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna hitung ini adalah not thisSepuluh bagi sama dengan lima karena susunan hitung selalu membutuhkan dua angka, tanpa angka kedua kalimatnya tidak lengkap dan tidak bisa dipahami sebagai hitungan.
In math bagidivided by works just like English *divided by*, sitting right between two numbers to split the first one by the second. The full sentence always runs through to the answer, in the shape patternangka pertama + bagi + angka kedua + sama dengan + hasilfirst number + divided by + second number + equals + result. You can imitate exampleSepuluh bagi dua sama dengan limaTen divided by two equals five, asking what you get when ten is split by two, or the same shape with different numbers, exampleEnam bagi tiga sama dengan duaSix divided by three equals two. Don't drop the second number, as in not thisSepuluh bagi sama dengan limaTen divided by equals five. Without a number on both sides the calculation is unfinished and can't be understood as math.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang berarti satu potong yang sudah lepas dari benda utuh. Susunannya biasanya patternsatu atau ini atau itu + bagi + keterangan pemilik dan sering berdiri sebagai subjek atau objek dalam kalimat. Pelajar perlu tahu bahwa kata bagi di sini menunjuk pada potongannya sendiri, bukan pada perbuatan memotong. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleIni bagi saya, itu bagi kamu yang menunjukkan dua potong yang berbeda pemiliknya. Contoh lain exampleSetiap anak mendapat satu bagi kue yang sama besar yang menunjukkan setiap anak memegang satu potong dari kue yang utuh. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisSaya membagi saya sudah habis karena untuk menunjuk potongan yang dimiliki harus memakai kata benda, sedangkan bentuk dengan awalan meng menunjuk pada perbuatan dan tidak bisa dipakai sebagai potongan.
Here bagishare is a noun, the piece itself that has come off the whole, not the act of cutting. Think of a cake cut into slices: each person's slice is their own thing you can hold, and it works as a subject or object. So exampleSetiap anak mendapat satu bagi kue yang sama besarEach child gets one equal share of cake means each child is holding one equal piece of the whole cake. Or pointing at two pieces, exampleIni bagi saya, itu bagi kamuThis is my share, that is your share. Don't use the verb form for this. not thisSaya membagi saya sudah habisMy share is all gone doesn't work, because that form is the doing, not the piece in your hand. For the piece you own, you need the noun.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata benda yang menyebut alat untuk saling mengerti lewat ucapan atau tulisan. Susunan yang paling wajar adalah kata ini langsung ditempel dengan nama kelompok orangnya menjadi satu frasa benda, seperti dalam pola patternbahasa Indonesia atau patternbahasa Jepang. Frasa itu bisa menjadi pokok kalimat atau menjadi pelengkap sesudah kata kerja yang menyatakan kemampuan atau kegiatan belajar, seperti dalam pola patternbisa bahasa Indonesia dan patternbelajar bahasa Indonesia. Pelajar bisa meniru kalimat exampleSaya bisa bahasa Indonesia. untuk menyatakan kemampuan, kalimat exampleDia belajar bahasa Inggris setiap hari. untuk menyatakan kegiatan, dan kalimat exampleBahasa saya masih sedikit. untuk menyatakan keadaan kemampuan sendiri. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah menghilangkan kata kerja yang menyatakan kemampuan atau kegiatan itu, seperti dalam not thisSaya bahasa Indonesia.. Susunan itu terasa rumpang karena kata benda ini saja tidak bisa menjadi perbuatan, jadi perlu ditambah kata seperti bisa atau belajar supaya kalimat lengkap dan wajar.
This word in this sense means a language people use to understand each other by speaking or writing, and it almost always shows up glued straight to the name of the people who speak it, as in patternbahasa IndonesiaIndonesian or patternbahasa JepangJapanese. That whole phrase can be the subject of a sentence, or it usually follows a verb of ability or learning, as in patternbisa bahasa Indonesiacan speak Indonesian and patternbelajar bahasa Indonesialearn Indonesian. English speakers want to say *speak* here, but in Indonesian the idea is carried by bisacan or belajarto learn. You can imitate exampleSaya bisa bahasa Indonesia.I can speak Indonesian. to state ability, exampleDia belajar bahasa Inggris setiap hari.She studies English every day. for an activity, and exampleBahasa saya masih sedikit.My Indonesian is still very limited. to describe your own level. Don't drop that verb, as in not thisSaya bahasa Indonesia.I Indonesian. It feels unfinished, because the noun alone can't act as doing something — you need to add a word like bisacan or belajarto learn to make it complete and natural.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata benda yang menyebut cara seseorang memilih dan merangkai kata ketika bicara atau menulis, sehingga terdengar lembut, tegas, lucu, atau resmi. Susunan yang paling wajar adalah kata ini diterangkan oleh kata sifat sesudahnya atau oleh anak kalimat penjelas, seperti dalam pola patternbahasa yang sopan atau patternbahasa yang lucu. Susunan lain yang sangat hidup adalah kata ini dipakai dengan kata perintah menjaga atau memakai, seperti dalam pola patternjaga bahasa dan patternpakai bahasa yang sopan. Pelajar bisa meniru kalimat exampleTolong pakai bahasa yang sopan. ketika meminta cara bicara yang baik, kalimat exampleBahasa tulisannya sangat lucu. ketika mengomentari cara menulis seseorang, dan kalimat exampleJaga bahasamu di depan tamu. ketika mengingatkan cara bertutur. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah menaruh kata sifat di depan dengan urutan terbalik seperti dalam not thisSopan bahasa dipakai dia.. Urutan itu tidak wajar karena penerang cara bertutur itu harus berada di belakang kata bendanya, jadi harus dikatakan bahasa yang sopan bukan sebaliknya.
It names how someone chooses and strings words together when speaking or writing, so it comes across as gentle, firm, funny, or formal. You will almost always hear it with the description after it, an adjective or explaining clause, as in patternbahasa yang sopanpolite wording or patternbahasa yang lucufunny wording. That order is fixed in a way that feels natural to English speakers too, since the description follows what it describes. It also lives in reminders to control that wording, like patternjaga bahasawatch your language, which works just like the English phrase. You can imitate exampleTolong pakai bahasa yang sopan.Please use polite wording. when you are asking for a kinder tone, exampleBahasa tulisannya sangat lucu.His writing is very funny. when you are commenting on someone's style, and exampleJaga bahasamu di depan tamu.Watch your language in front of the guests. when you are warning someone to speak carefully. Do not flip the order and put the description first, as in not thisSopan bahasa dipakai dia.He uses polite wording.. The words that describe the tone have to come behind.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata benda yang menyebut kumpulan kata dan tanda khusus yang dipakai untuk memberi perintah kepada komputer. Susunan yang paling wajar adalah kata ini dirangkai dengan kata penjelas sesudahnya menjadi satu frasa benda, seperti dalam pola patternbahasa pemrograman atau patternbahasa komputer. Frasa itu biasa muncul sebagai pokok atau pelengkap dalam kalimat tentang belajar dan bekerja, seperti dalam pola patternbelajar bahasa pemrograman. Pelajar bisa meniru kalimat exampleDia belajar bahasa pemrograman di sekolah. untuk menyatakan kegiatan belajar, kalimat exampleBahasa pemrograman itu sulit tapi menarik. untuk memberi penilaian, dan kalimat exampleKomputer itu bekerja karena bahasa pemrograman. untuk menjelaskan fungsi. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah memakai kata ini sendirian tanpa penjelas ketika maksudnya perintah komputer, seperti dalam not thisDia belajar bahasa untuk komputernya.. Susunan itu tidak jelas dan terdengar seperti belajar alat bicara biasa, jadi penjelasnya tidak boleh hilang dan harus disebut lengkap bahasa pemrograman supaya maksudnya utuh.
For computer code you can't use the word on its own. You always need the full noun phrase patternbahasa pemrogramanprogramming language. English lets you just say "I'm learning programming," but in Indonesian that short version doesn't work. If you drop the second word, as in not thisDia belajar bahasa untuk komputernya.She studies language for her computer., a listener has no way to know you mean computer commands. Keep the modifier every time. Copy the phrase as a whole unit in normal school and work sentences. You can imitate exampleDia belajar bahasa pemrograman di sekolah.She studies a programming language at school. to talk about learning, and exampleBahasa pemrograman itu sulit tapi menarik.Programming languages are difficult but interesting. to give an opinion. Once you have bahasa pemrogramanprogramming language fixed as one block, the rest of the sentence is straightforward.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata benda yang menyebut sikap halus dan hormat dalam bertutur dan bertingkah laku yang membuat orang lain merasa dihargai. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi pokok yang diterangkan oleh kata sifat tentang sikap, seperti dalam pola patternbahasanya baik atau patternbahasanya sopan. Susunan lain yang hidup adalah penyangkalan tentang kepemilikan sikap itu, seperti dalam pola patterntidak punya bahasa. Pelajar bisa meniru kalimat exampleAnak itu bahasanya sopan sekali. untuk memuji sikap seseorang, kalimat exampleBahasanya baik kepada orang tua. untuk menggambarkan perilaku hormat, dan kalimat exampleOrang itu tidak punya bahasa. untuk menilai sikap yang tidak hormat. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah memakai kata ini sendirian sebagai pujian tanpa penerang sikap, seperti dalam not thisDia punya bahasa.. Susunan itu menggantung karena pendengar tidak tahu sikap seperti apa yang dimaksud, jadi perlu ditambah penerang seperti baik atau sopan supaya lengkap.
In this meaning you talk about gentle, respectful behavior that makes other people feel valued. You don't name it on its own. You say whose behavior it is and what it is like, as in patternbahasanya baikhis manners are good or patternbahasanya sopanhis manners are polite. You can copy exampleAnak itu bahasanya sopan sekali.That child has such polite manners. to praise someone, and exampleBahasanya baik kepada orang tua.He is respectful toward his parents. to describe respectful conduct. The other living pattern is denial, patterntidak punya bahasato have no manners, for judging someone as disrespectful, as in exampleOrang itu tidak punya bahasa.That person has no manners. Don't say not thisDia punya bahasa.He has manners. by itself as praise. It hangs unfinished because the listener doesn't know what kind of manner you mean, so it needs a describer like baikgood or sopanpolite to feel complete.
Untuk memakai kata ini, letakkan sesudah kata benda atau sebagai keterangan di akhir kalimat, karena kata ini menerangkan sifat benda, makanan, pakaian, pekerjaan, atau orang. Pola yang paling sering adalah patternkata benda + yang + baik dan patternkata benda + ini + baik serta patternorang + baik untuk orang yang jujur dan suka menolong. Anda bisa menambah kata penguat di depannya seperti patternsangat baik atau patterncukup baik. Contohnya exampleBuku ini baik. untuk buku yang isinya bagus dan berguna, exampleMakanan di sini baik. untuk makanan yang enak, exampleDia orang yang baik. untuk orang yang jujur dan tidak jahat, dan exampleHasil kerja kamu baik. untuk pekerjaan yang rapi. Perhatikan urutannya selalu benda dulu baru sifat, sehingga bentuk seperti not thisbaik buku terasa terbalik dan tidak dipakai untuk makna ini.
To say something is good, tasty, neat, or useful, put the description after the thing, not before it as in English. The most natural shapes are patternkata benda + yang + baiknoun + yang + good and patternorang + baika good person for someone honest and kind who likes to help. You can strengthen it beforehand with patternsangat baikvery good or soften it with patterncukup baikquite good. So exampleBuku ini baik.This book is good. means its content is useful, exampleMakanan di sini baik.The food here is good. means it tastes good, and exampleDia orang yang baik.He/she is a good person. means honest and not mean. Because the thing always comes first, not thisbaik bukugood book feels backwards and isn't used with this meaning.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata kerja di posisi keterangan, sesudah pokok kalimat, untuk menyatakan badan sudah sehat lagi atau barang sudah bisa dipakai lagi. Pola yang wajar adalah patternluka + sudah + baik dan patternbadan + sudah + baik serta patternbarang + sudah + baik. Kata penanda waktu seperti patternsudah atau patternbelum hampir selalu ada di depannya untuk menunjukkan proses dari sakit menjadi sehat. Contohnya exampleLuka saya sudah baik. untuk luka di kulit yang sudah menutup dan tidak sakit lagi, exampleBadan saya sudah baik. untuk orang yang kemarin sakit dan sekarang sehat, dan exampleSepeda itu sudah baik. untuk sepeda rusak yang sekarang bisa dipakai lagi.
This use is about getting back to working order, for a body or for a thing. It comes after the subject, and it almost always has patternsudahalready or patternbelumnot yet in front of it, because you are describing a change from sick to healthy, from broken to usable. Think of the pattern like patternluka + sudah + baikwound + already + healed, patternbadan + sudah + baikbody + already + recovered, and patternbarang + sudah + baikthing + already + fixed. So exampleLuka saya sudah baik.My cut has healed. means the skin has closed and no longer hurts. exampleBadan saya sudah baik.I have recovered. means you were sick yesterday and are healthy now. In the same way, exampleSepeda itu sudah baik.That bicycle is fixed now. means a bike that was broken can be ridden again.
Makna ini hidup sebagai kata sambung berpasangan di depan dua hal yang disebut bersama, dengan susunan patternbaik + pilihan pertama + maupun + pilihan kedua. Kata pertama membuka daftar dan kata patternmaupun menutupnya, dan kalimat lanjut dengan keterangan sesudahnya. Susunan ini dipakai ketika dua tempat, dua orang, atau dua pilihan sama-sama termasuk. Contohnya exampleBaik ayah maupun ibu datang. untuk ayah datang dan ibu juga datang, exampleBaik teh maupun kopi ada di meja. untuk teh ada dan kopi juga ada, dan exampleBaik pagi maupun malam toko itu buka. untuk toko buka pada pagi hari dan juga pada malam hari. Bentuk tanpa pasangan seperti not thisBaik ayah datang. tidak lengkap untuk makna ini karena pendengar menunggu pilihan kedua sesudah patternmaupun.
To include two things at once, English says both... and. Indonesian does it with a frame around the two items, patternbaik + pilihan pertama + maupun + pilihan keduaboth + first choice + and + second choice. The first word opens the list and patternmaupunand closes it, and what happens next comes after the whole pair. So exampleBaik ayah maupun ibu datang.Both father and mother came. means father came and mother came too, and exampleBaik teh maupun kopi ada di meja.Both tea and coffee are on the table. means tea is there and coffee is there too. You can use it for time as well, as in exampleBaik pagi maupun malam toko itu buka.The shop is open both morning and night. You need both halves. not thisBaik ayah datang.Both father came. sounds unfinished, because the listener is still waiting for the second choice after patternmaupunand.
Untuk makna ini kata ini berdiri sendiri sebagai jawaban singkat ketika seseorang meminta, menyuruh, atau mengajak, dan letaknya di awal ujaran sebelum kalimat lain. Pola yang wajar adalah patternBaik. yang diucapkan sendiri, atau patternBaik, + kalimat kesanggupan untuk menegaskan akan dilakukan. Contohnya jika seseorang berkata tolong tutup pintu, jawabannya exampleBaik. yang artinya ya dan tanda setuju, atau exampleBaik, saya tutup sekarang. dan exampleBaik, saya datang besok. untuk janji akan mengerjakan. Ucapan ini selalu pendek dan diucapkan dengan nada setuju, bukan sebagai keterangan panjang di tengah kalimat.
When someone asks, tells, or invites you to do something, you can agree with just one word. Think of English *okay* or *will do* said with a willing tone. It stands alone at the very start of what you say. You can answer with just patternBaik.Okay. and stop there, or you can add what you will do right after it, like patternBaik, + kalimat kesanggupanOkay, + a sentence saying you'll do it. For example, if someone asks you to close the door, you just say exampleBaik.Okay. To make the promise clearer you can say exampleBaik, saya tutup sekarang.Okay, I'll close it now. or exampleBaik, saya datang besok.Okay, I'll come tomorrow. Keep it short and first, not buried in the middle of a long explanation.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai kata benda dengan awalan dan akhiran, bentuknya kebaikan, dan letaknya seperti benda lain yaitu bisa menjadi pokok kalimat atau sesudah kata depan. Pola yang wajar adalah patternkebaikan + kata kerja atau patterndengan + kebaikan atau patternkebaikan + milik seseorang. Bentuk ini menamai perbuatan menolong, memberi bantuan, dan berkata jujur sebagai satu hal yang mulia. Contohnya exampleKebaikan ibu menolong banyak orang. untuk bantuan yang diberikan seorang ibu, exampleDia hidup dengan kebaikan. untuk orang yang selalu bersikap menolong dan tidak merugikan orang lain, dan exampleKebaikan itu tidak akan hilang. untuk sikap mulia yang selalu diingat orang.
This is not good as in tasty or neat, it is the noun kebaikangoodness. It names helping, giving, and telling the truth as one noble thing. Like any other noun it can start the sentence or sit after a word like with. exampleKebaikan ibu menolong banyak orang.A mother's goodness helps many people. is the help one mother gives, exampleDia hidup dengan kebaikan.He lives with goodness. is someone who always helps and harms no one, and exampleKebaikan itu tidak akan hilang.That goodness will not disappear. is a noble attitude people always remember.
Makna ini dipakai waktu kamu mau bilang isi atau jumlah sesuatu itu besar dan tidak sedikit. Susunan yang paling wajar adalah kata ini berdiri di depan kata benda yang diterangkannya, untuk memberi tahu bahwa bendanya itu melimpah. Polanya bisa diingat sebagai patternbanyak + kata benda. Kata bendanya biasanya sesuatu yang isinya bisa penuh atau menumpuk, seperti air, waktu, makanan, atau pekerjaan. Contohnya dalam kalimat yang lengkap adalah exampleAda banyak air di botol ini. dan exampleSaya punya banyak waktu hari ini. dan juga exampleDi toko itu ada banyak makanan.. Perhatikan bahwa kata benda setelah kata ini tidak perlu diulang dan tidak perlu ditambah tanda jamak, cukup bentuk tunggal saja. Bentuk seperti not thisbanyak air-air terdengar keliru karena pengulangan itu tidak dipakai kalau sudah ada kata yang menyatakan jumlahnya besar, jadi cukup katakan bentuk tunggalnya saja.
When you want to say there is a lot of something, not just a little, put this word directly before the noun it describes. Think of it as patternbanyak + kata bendamany + noun. It works for things that can fill up or pile up, like water or time or food or work. English makes you choose between many and much, and add an -s for plural. Indonesian doesn't. You just use the same word and keep the noun in its simple singular form, like exampleAda banyak air di botol ini.There is a lot of water in this bottle. or exampleSaya punya banyak waktu hari ini.I have a lot of time today. or exampleDi toko itu ada banyak makanan.There is a lot of food in that shop. Because the largeness is already in the first word, you never repeat the noun to show plural. not thisbanyak air-airmany waters sounds wrong — just keep the single form.
Makna ini dipakai untuk bicara tentang hitungan orang atau barang yang bisa dihitung satu per satu. Susunan yang paling sering muncul ada dua, yaitu untuk bertanya dan untuk menjawab dengan jumlah yang tidak pasti tapi besar. Untuk bertanya polanya adalah patternberapa banyak + kata benda, lalu untuk menyatakan keadaannya polanya adalah patternada + banyak + kata benda. Kata bendanya adalah benda yang bisa dihitung, seperti teman, buku, apel, atau anak. Contoh kalimat tanya adalah exampleBerapa banyak buku ada di meja? dan contoh kalimat beritanya adalah exampleAda banyak buku di meja. dan juga exampleAda banyak anak di taman.. Pada jawaban, kata ini sendiri sudah menjawab pertanyaan tentang jumlah, jadi tidak perlu menambah angka yang pasti. Bentuk seperti not thisbanyak bukus tidak dianjurkan karena kata benda dalam bahasa Indonesia tidak ditambah huruf penanda jamak, cukup katakan kata bendanya dalam bentuk biasa setelah pola di atas.
Use this when you're counting people or things you can count one by one. To ask about that number, use patternberapa banyak + kata bendahow many + noun, as in exampleBerapa banyak buku ada di meja?How many books are on the table? To answer when the number is large but not exact, use patternada + banyak + kata bendathere are many + noun, as in exampleAda banyak buku di meja.There are many books on the table. and exampleAda banyak anak di taman.There are many children in the park. That reply already answers the question, so you don't need to add an exact number. Where English instinctively adds -s for more than one, don't. not thisbanyak bukusmany books is wrong — just keep the noun in its normal form after the pattern.
Makna ini dipakai untuk membuat rasa atau perbuatan terasa lebih kuat dan lebih dalam. Susunan yang wajar adalah kata ini diletakkan setelah ungkapan rasa atau setelah perbuatan yang mau dikuatkan, sering kali di akhir kalimat. Pola yang paling sering didengar adalah patternterima kasih banyak dan pola yang lebih umum adalah patternkata kerja + banyak. Dengan susunan ini kamu menunjukkan bahwa terima kasihmu sungguh penuh atau bantuan dan usahamu sungguh besar. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleTerima kasih banyak atas bantuanmu. dan exampleAyah banyak membantu ibu di dapur. dan juga exampleSaya banyak belajar dari nenek.. Urutan katanya penting dan tidak bisa dibalik sesukamu. Bentuk seperti not thisbanyak terima kasih terdengar keliru karena penutur asli meletakkan kata penguat ini setelah ungkapan terima kasih, jadi ikutilah urutan yang sudah tetap itu.
You use this word to make gratitude or effort feel fuller, like adding very much or a lot in English. It comes after the feeling or the action you want to strengthen, often at the very end of the sentence. The phrase you will hear constantly is patternterima kasih banyakthank you very much, and the wider habit is the same idea as patternkata kerja + banyakverb + a lot. So you can imitate exampleTerima kasih banyak atas bantuanmu.Thank you very much for your help. to show your thanks are truly heartfelt. You can strengthen an action the same way, as in exampleAyah banyak membantu ibu di dapur.Dad helped Mom in the kitchen a lot. and exampleSaya banyak belajar dari nenek.I learned a lot from my grandmother. The order is fixed and cannot be flipped around. not thisbanyak terima kasihmany thank you puts the strengthener first and sounds wrong to native ears, so keep it after, where it belongs.
Kata ini dipakai untuk menceritakan keadaan benda yang masih belum lama ada, belum lama dibuat atau belum lama dimiliki, sehingga kesannya masih segar dan belum banyak dipakai. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu muncul sesudah benda yang diterangkannya. Susunannya dapat diingat sebagai patternkata benda + baru, di mana bagian kata benda itu bisa berupa nama benda saja atau benda milik seseorang. Contohnya dapat dilihat pada kalimat exampleIni baju baru saya. dan pada kalimat exampleMereka tinggal di rumah baru.. Kata ini juga bisa berdiri sebagai keterangan keadaan di akhir kalimat sesudah benda dan pemiliknya sudah jelas, seperti dalam examplePonselnya masih baru. dan exampleBuah ini baru.. Untuk menguatkan keadaan itu, penutur sering menambah kata penguat di depannya, seperti dalam exampleSepatunya sangat baru.. Perlu diperhatikan susunan yang terbalik tidak dipakai, jadi hindari bentuk seperti not thisbaru baju. Bentuk itu terasa janggal karena dalam pemakaian sehari-hari penutur asli selalu menaruh baru sesudah bendanya, bukan sebelumnya.
In English you put new before the thing, a new shirt, a new house. In Indonesian it goes the other way. For something recently made, bought, or owned and still fresh and little-used, use barunew after the noun: patternkata benda + barunoun + new. So you say exampleIni baju baru saya.This is my new shirt. and exampleMereka tinggal di rumah baru.They live in a new house., with the owner if needed tucked after. Once it's clear what you're talking about, barunew can stand alone at the end as the description, as in examplePonselnya masih baru.His phone is still new.. You can strengthen it just like an English adjective, as in exampleSepatunya sangat baru.His shoes are very new.. Never flip the order to not thisbaru bajunew shirt — to an Indonesian ear that sounds backwards.
Kata ini dipakai untuk memberi tahu bahwa suatu perbuatan terjadi belum lama dari saat berbicara, beberapa saat yang lalu. Dalam kalimat, kata ini bukan menerangkan benda, melainkan menerangkan perbuatan, sehingga posisinya selalu di depan kata kerja yang menceritakan perbuatan itu. Susunannya dapat diingat sebagai patternbaru (+ saja) + kata kerja. Penambahan saja membuat rasa waktunya semakin dekat dan semakin santai, tetapi artinya tetap sama. Contohnya dapat dilihat pada kalimat exampleSaya baru makan. yang artinya perbuatan makan itu selesai belum lama, dan pada kalimat exampleDia baru saja datang. yang artinya kedatangannya terjadi beberapa saat lalu. Bentuk lain yang sering didengar adalah exampleKami baru selesai bekerja.. Perlu diperhatikan susunan yang menaruh kata ini sesudah kata kerja tidak dipakai untuk maksud ini, jadi hindari kalimat seperti not thisSaya datang baru.. Kalimat itu terasa janggal karena penutur asli selalu menaruh baru sebelum kata kerjanya untuk menunjukkan jarak waktu yang dekat.
To say something happened a moment ago, use barujust the way English uses *just* — right before the verb that tells what happened. Think of it as patternbaru (+ saja) + kata kerjajust + verb. exampleSaya baru makan.I just ate. means the eating finished not long before you speak, and exampleDia baru saja datang.She just arrived. means the arrival was only a short while ago. Adding sajajust doesn't change the meaning, it just makes the time feel even closer and the tone a little more casual. Order matters. Like English *just*, it always comes first, never after the verb, so avoid not thisSaya datang baru.I came just. A native speaker hears that as wrong because barujust has to sit in front to show that short distance in time from right now.
Makna ini hidup ketika kamu berpindah tempat dan barang atau orang itu ikut pindah bersamamu. Susunannya selalu perlu pelaku, kata kerja, lalu barang atau orang yang ikut itu. Polanya bisa diingat sebagai patternpelaku + bawa + barang atau orang yang ikut + keterangan tempat kalau perlu. Kata bawa di sini selalu diikuti bendanya, tidak bisa berdiri sendiri tanpa menyebut apa yang ikut. Misalnya exampleSaya bawa bekal untuk makan siang artinya bekalnya ada bersamamu dari rumah sampai ke sekolah atau ke kantor. Contoh lain exampleTolong bawa kursi itu ke depan artinya kursinya dipindahkan bersamamu ke depan. Untuk orang pun sama, misalnya exampleIbu bawa adik ke klinik artinya adik ikut bersama ibu ke klinik. Pelajar perlu tahu bahwa bendanya wajib disebut, jadi bentuk seperti not thisSaya bawa ke pasar terdengar menggantung dan tidak wajar karena pendengar akan bertanya apa yang dibawa, harus ditambah bendanya misalnya tas atau belanjaan.
Think of moving from one place to another with something coming along for the ride. You always need who moves, then bawabring, then what moves with them, with the destination if you need it: patternpelaku + bawa + barang atau orang yang ikut + keterangan tempat kalau perluactor + bring + the thing or person coming along + place detail if needed. That thing you bring can't be left out. exampleSaya bawa bekal untuk makan siangI bring a packed lunch means the lunch stays with you from home all the way to school or the office. exampleTolong bawa kursi itu ke depanPlease bring that chair to the front means you move the chair with you to the front. It works for a person too: exampleIbu bawa adik ke klinikMom brings little sibling to the clinic means they go together to the clinic. So don't drop the object the way English sometimes lets you get away with it. not thisSaya bawa ke pasarI bring to the market sounds unfinished, and a listener will immediately wonder what — you have to add it, a bag, groceries, something.
Makna ini hidup di panggung atau di depan kamera, ketika seseorang mengatur jalan sebuah pertunjukan dari pembuka sampai penutup supaya penonton mudah mengikuti. Susunannya biasanya pelaku ditambah kata kerja ditambah nama acaranya. Polanya patternorang + bawa + acara. Kata yang menandai makna ini adalah bawa yang langsung bertemu dengan kata acara. Misalnya exampleKak Rina bawa acara ulang tahun sekolah artinya Kak Rina yang menyapa penonton, memanggil pengisi acara, dan menutup acara itu. Contoh lain exampleSiapa yang bawa acara tadi malam di televisi artinya siapa yang memandu jalannya siaran itu dari awal sampai akhir. Pelajar perlu tahu bahwa sesudah kata kerja ini harus ada kata yang menyebut pertunjukannya, jadi susunan terbalik seperti not thisAcara bawa Kak Rina tidak dipakai karena yang mengatur jalan adalah orangnya, bukan acaranya.
Think of someone on stage or on TV keeping a show moving from hello to goodbye, calling on performers and keeping the audience with them. English says host or present, Indonesian says bawahost when it meets acaraevent. The order is always the person doing the guiding, so you get patternorang + bawa + acaraperson + host + event. For example, exampleKak Rina bawa acara ulang tahun sekolahKak Rina hosted the school birthday show means she greeted everyone, brought on each act, and closed it. Similarly, exampleSiapa yang bawa acara tadi malam di televisiWho hosted the show last night on television asks who guided that whole broadcast. That event word after the verb matters. You can't flip it around, so not thisAcara bawa Kak RinaThe event hosts Kak Rina doesn't work, because it's the person steering the show, not the show steering the person.
Makna ini hidup ketika satu orang berjalan paling depan dan orang lain mengikuti iramanya menuju arah yang sama. Susunannya pelaku ditambah kata kerja ditambah sesuatu yang dipimpin jalannya, bisa lagu, doa, atau barisan orang. Polanya patternpemimpin + bawa + lagu atau doa atau kelompok. Kata kuncinya adalah bawa yang diikuti hal yang diarahkan itu. Misalnya exampleIbu guru bawa lagu pertama dengan gitar artinya ibu guru yang mulai menyanyi dan murid-murid mengikuti tempo dan nadanya bersama-sama. Contoh lain examplePak ketua bawa rombongan ke pintu keluar artinya pak ketua berjalan di depan dan mengatur arah rombongan itu. Contoh lain exampleUstaz bawa doa sebelum makan artinya beliau mengucapkan lebih dulu dan orang lain mengikutinya. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisLagu bawa ibu guru karena yang mengarahkan adalah orangnya, jadi orangnya harus di depan sebagai pelaku.
In English you lead a song or lead a prayer, you don't bring them. In this use bawato lead works like lead. Picture one person out in front setting the rhythm while everyone else falls in behind toward the same direction. The order is always who leads, then that verb, then what is being guided, as in patternpemimpin + bawa + lagu atau doa atau kelompokleader + lead + song or prayer or group. So exampleIbu guru bawa lagu pertama dengan gitarThe teacher leads the first song on guitar doesn't mean she's carrying anything. She starts singing and the students follow her tempo and key together. Likewise examplePak ketua bawa rombongan ke pintu keluarThe chairman leads the group to the exit means he walks ahead and steers where they go, and exampleUstaz bawa doa sebelum makanThe religious teacher leads the prayer before the meal means he says it first and the others follow along. That's why not thisLagu bawa ibu guruThe song leads the teacher can't work — the person doing the guiding has to come first as the subject.
Makna ini hidup ketika seseorang terseret masuk ke keadaan sulit bukan karena ia memindahkan barang. Susunannya pelaku ditambah kata kerja ditambah orang yang terseret, sering ditambah arah ke dalam masalahnya. Polanya patternorang + bawa + orang lain + ke dalam masalah atau urusan. Bentuk yang sangat sering dipakai adalah bawa-bawa untuk menegaskan ikut disertakannya orang itu. Misalnya exampleJangan bawa saya ke dalam masalahmu artinya jangan melibatkan saya sehingga saya ikut kena sulitnya. Contoh lain exampleJangan bawa-bawa nama keluarga dalam pertengkaran ini artinya jangan menyeret keluarga sehingga ikut tersangkut. Pelajar perlu tahu bahwa kata arahnya penting, tanpa arah yang menunjukkan keadaan sulit itu kalimatnya terasa kosong, jadi seperti not thisJangan bawa saya saja tanpa kelanjutan akan terdengar belum selesai karena pendengar menunggu ke mana atau ke keadaan apa orang itu diseret.
This use is about pulling another person into trouble with you, so they get stuck too. Think *drag into*, not physical carrying. The shape is patternorang + bawa + orang lain + ke dalam masalah atau urusansomeone + drags + someone else + into a problem or affair, and that last part, into what difficulty, is essential. The doubled form bawa-bawadragging someone in is very common to stress that the person is being swept along, as in exampleJangan bawa-bawa nama keluarga dalam pertengkaran iniDon't drag the family name into this quarrel — don't get the family tangled up in it. Similarly exampleJangan bawa saya ke dalam masalahmuDon't drag me into your problem means don't involve me so I suffer too. Without that destination, the sentence hangs. not thisJangan bawa sayaDon't bring me alone sounds unfinished, because the listener is left waiting: into where, into what mess?
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata ini dipakai sesudah kata kerja atau di akhir kalimat untuk menunjuk kembali pada cara atau keadaan yang baru saja terlihat atau baru saja disebut. Polanya bisa dirumuskan sebagai patternkata kerja + begitu. Dengan pola itu begitu tidak menjelaskan sifat, melainkan menggantikan gerakan, suara, atau keadaan yang sudah jelas dari konteks. Misalnya ketika seseorang tertawa dengan suara keras, kita bisa berkata exampleJangan tertawa begitu.. Contoh lain dalam percakapan sehari-hari adalah exampleKemarin dia jatuh, lalu dia berjalan begitu sampai rumah.. Posisi di akhir membuat pendengar langsung paham bahwa yang dimaksud adalah cara yang sama seperti yang baru dilihat itu. Pemakaian yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah menaruh kata ini di depan kata kerja untuk menunjuk cara, seperti dalam not thisbegitu tertawa. Susunan seperti itu terdengar janggal bagi penutur asli karena untuk menunjuk cara yang sudah jelas tempatnya adalah sesudah kata kerja, bukan sebelumnya.
begitulike that works just like English *like that*. You put it after the verb to point back to a way of doing something you just saw or just mentioned, patternkata kerja + begituverb + like that. It doesn't describe the action, it stands in for the movement, sound, or state that's already clear, as in exampleJangan tertawa begitu.Don't laugh like that. If someone is limping home after a fall, you can say exampleKemarin dia jatuh, lalu dia berjalan begitu sampai rumah.Yesterday he fell, then he walked like that all the way home. At the end it means in that same way you just saw. Don't put it before the verb for this meaning, like not thisbegitu tertawalike that laugh, which sounds off to a native ear.
Untuk makna ini susunan yang tetap adalah kata ini selalu berdiri tepat di depan kata sifat. Polanya bisa dirumuskan sebagai patternbegitu + kata sifat. Dengan pola itu begitu berfungsi menguatkan kata sifat dan menunjukkan bahwa tingkatnya tinggi. Misalnya untuk mengatakan suhu yang tinggi kita bisa berkata exampleTeh ini begitu panas.. Contoh lain yang sering dipakai sehari-hari adalah exampleTas itu begitu mahal.. Dalam kedua kalimat itu kata sifatnya adalah panas dan mahal, dan kata ini wajib muncul sebelumnya tanpa kata tambahan di antaranya. Pemakaian yang tidak dianjurkan adalah menumpuk penguat dalam satu frasa yang sama, seperti dalam not thistas itu begitu sangat mahal. Susunan itu keliru karena satu penguat saja sudah cukup untuk menyatakan tingkat yang tinggi, jadi penutur asli hanya memakai satu saja.
Think of this begituso as *so* or *very* — a word that turns up the volume on an adjective. It has one fixed job: it stands directly in front of the adjective, with nothing in between, as in patternbegitu + kata sifatbegitu + adjective. So you can say exampleTeh ini begitu panas.This tea is so hot. or exampleTas itu begitu mahal.That bag is so expensive., where panashot and mahalexpensive get their strength from the begituso right before them. Don't stack intensifiers the way English sometimes does with "so very." not thistas itu begitu sangat mahalthat bag is so very expensive sounds wrong to an Indonesian ear because one intensifier already says the level is high — just use one and stop.
Untuk makna ini susunan yang khas adalah kata ini membuka kalimat dan langsung diikuti oleh kejadian pertama, lalu diikuti oleh kejadian kedua. Polanya bisa dirumuskan sebagai patternBegitu + kejadian pertama, kejadian kedua. Dengan pola itu begitu mengikat dua kejadian yang jaraknya sangat rapat, kejadian kedua terjadi tepat setelah kejadian pertama selesai. Misalnya exampleBegitu pintu dibuka, kami masuk.. Contoh lain yang wajar dipakai sehari-hari adalah exampleBegitu hujan berhenti, anak-anak keluar.. Dalam kedua contoh itu bagian sesudah kata ini berisi kejadian yang selesai lebih dulu, sedangkan bagian sesudah koma berisi kejadian yang langsung menyusul. Pemakaian yang tidak dianjurkan adalah menaruh kata ini di tengah tanpa mengikat dua kejadian, seperti dalam not thisKami masuk begitu. untuk menyatakan urutan waktu. Susunan itu keliru karena untuk makna ini kata ini harus ada di depan kejadian pertama agar jelas kejadian mana yang terjadi lebih dulu.
Think of this as *as soon as*. It links two events with almost no gap — the second fires right when the first finishes. The typical order puts it first: patternBegitu + kejadian pertama, kejadian keduaAs soon as + first event, second event. What comes right after begituas soon as is the finished event, what comes after the comma is the one that immediately follows. For example: exampleBegitu pintu dibuka, kami masuk.As soon as the door was opened, we went in. And in everyday use: exampleBegitu hujan berhenti, anak-anak keluar.As soon as the rain stopped, the children went out. Don't put it by itself in the middle to mean sequence, as in not thisKami masuk begitu.We went in like that.. For this meaning it has to sit in front of the first event, so it's clear which happened first and which chased right behind it.
Untuk makna ini susunan kalimatnya sangat jelas dan mudah ditiru. Pelaku biasanya ada di depan, lalu diikuti kata belajar, lalu diikuti apa yang dipelajari atau di mana kegiatannya terjadi. Rumus yang paling sering dipakai adalah pelaku ditambah belajar ditambah nama pelajaran, bahasa, atau keterampilan, seperti dalam pola patternSaya belajar bahasa Indonesia dan patternAdik belajar membaca. Artinya ada usaha yang sengaja dilakukan supaya menjadi pintar atau bisa melakukan hal baru, dengan membaca, mendengar, atau berlatih berulang kali. Perhatikan kalimat exampleSaya belajar bahasa Indonesia setiap pagi. Di sini pelaku ada di depan, kata belajar ada di tengah sebagai kegiatan utama, dan bagian belakang menerangkan apa yang dipelajari. Kalimat lain yang wajar adalah exampleAdik belajar membaca di kamar. Bagian belakang yang diawali kata tempat menunjukkan di mana usaha itu dilakukan, sedangkan kata kerja setelah belajar menunjukkan keterampilan baru yang sedang dilatih. Bisa juga tempatnya saja yang ditekankan, seperti dalam kalimat exampleMereka sedang belajar di perpustakaan. Kata kecil yang berarti kegiatan sedang berlangsung bisa diletakkan tepat sebelum belajar tanpa mengubah susunan dasar. Hal yang sama berlaku bila ingin menyatakan keinginan atau kewajiban, misalnya dalam kalimat exampleKami harus belajar untuk ujian besok dan exampleSaya mau belajar berenang. Setelah belajar wajar diikuti nama mata pelajaran, nama bahasa, atau kata kerja tentang kemampuan, seperti membaca, menulis, berenang, atau memasak. Untuk makna ini bentuk yang dipakai adalah belajar itu sendiri, tidak perlu ditambah awalan lain. Bentuk seperti not thismembelajar tidak dipakai penutur asli dan akan terdengar salah, karena kata belajar sendiri sudah lengkap untuk menyatakan usaha menuntut ilmu. Jadi ingatlah rasanya sebagai kegiatan yang dilakukan sendiri dengan sengaja supaya bisa, dan pakailah selalu dalam susunan pelaku di depan, belajar di tengah, dan apa atau di mana di belakang.
For this meaning, think of deliberate effort to get good at something new — reading, listening, practicing over and over. English never changes the verb, and Indonesian doesn't either: the doer comes first, then belajarto study, then what you're studying or where you're doing it. That gives you exampleSaya belajar bahasa Indonesia setiap pagiI study Indonesian every morning. The doer is up front, belajarto study is the main action in the middle, and the last part says what is being learned. It works the same for a skill: exampleAdik belajar membaca di kamarMy younger sibling is learning to read in the bedroom, where what follows tells you the new ability being practiced and where. You can use the same frame for place alone, as in exampleMereka sedang belajar di perpustakaanThey are studying in the library. Words like currently, have to, and want to just slot in right before belajarto study without changing anything else, as in exampleSaya mau belajar berenangI want to learn to swim. After belajarto study, expect a school subject, a language, or an ability verb like reading, writing, swimming, cooking. And don't add anything to it — not thismembelajarto study is never used and will sound wrong, because belajarto study is already complete on its own.
Makna ini hidup dalam susunan pelaku lalu kata kerja lalu barang atau jasa yang didapat. Pelaku biasanya orang yang memberi uang, sering di depan, lalu diikuti kata yang sedang dipelajari ini, lalu diikuti nama barang atau jasa. Pola sederhananya bisa diingat seperti patternSaya beli roti. Di sini bagian depan menjelaskan siapa yang memberi uang, bagian tengah adalah beli itu sendiri, dan bagian belakang menjelaskan apa yang didapat. Contoh lain yang memakai susunan yang sama adalah exampleSaya beli kopi dan exampleIbu beli sayur di pasar dan exampleKami beli tiket kereta. Pada kalimat terakhir itu keterangan tempat boleh ditambah di belakang, sesudah nama barang, untuk menjelaskan di mana perbuatan itu terjadi. Untuk bertanya tentang barangnya, bagian belakang itu diganti dengan kata tanya untuk benda, seperti dalam exampleKamu beli apa atau exampleAyah beli apa di toko. Untuk menyatakan tidak melakukan perbuatan ini, kata penanda penolakan diletakkan tepat sebelum kata yang sedang dipelajari ini, seperti dalam exampleSaya tidak beli baju. Perlu diperhatikan bahwa bagian belakang yang wajib ada adalah nama barang atau jasanya, bukan nama tempatnya saja. Kalimat seperti not thisSaya beli ke pasar tidak dianjurkan karena sesudah kata yang sedang dipelajari ini langsung diletakkan arah tempat, padahal yang diharapkan pendengar adalah apa yang didapat. Jika maksudnya menjelaskan tempat, nama barangnya tetap harus disebut dulu, baru tempatnya, seperti dalam exampleSaya beli sayur di pasar.
In English you can say "I'm buying at the market" and leave the thing out, but Indonesian belibuy doesn't work like that. It wants a thing right after it: who is paying, then belibuy, then what they get, as in patternSaya beli rotiI buy bread. That same order holds in exampleSaya beli kopiI buy coffee and exampleKami beli tiket keretaWe buy train tickets. If you want to say where it happened, that still comes after the thing, like exampleIbu beli sayur di pasarMom buys vegetables at the market. To ask about the thing, you simply swap that final slot for the question word for things, as in exampleKamu beli apaWhat did you buy? or exampleAyah beli apa di tokoWhat did Dad buy at the store?. To say you didn't do it, the negator goes directly before belibuy, as in exampleSaya tidak beli bajuI didn't buy clothes. So not thisSaya beli ke pasarI buy to the market sounds unfinished, because the listener is waiting to hear what was gotten, not where you went. Name the thing first, then the place: exampleSaya beli sayur di pasarI buy vegetables at the market.
Kata ini dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu tidak terjadi sampai sekarang, tetapi masih diharapkan atau masih mungkin terjadi nanti. Rasa menunggunya itu penting, karena dengan kata ini pembicara memberi tahu bahwa ceritanya tidak berhenti di sini, masih ada kelanjutannya di depan. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah pelaku dulu, lalu kata yang sedang dipelajari ini, lalu kegiatan atau keadaan yang dibicarakan. Pelaku bisa berupa orang atau sesuatu yang lain, sedangkan kegiatan atau keadaan biasanya berupa kata kerja atau kata sifat. Pola itu bisa diingat sebagai patternpelaku + belum + kata kerja atau kata sifat. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleSaya belum makan. yang artinya sampai sekarang kegiatan makan itu tidak terjadi, tetapi masih ditunggu akan makan nanti. Contoh lain dengan pola yang sama adalah exampleDia belum datang. yang dipakai ketika orang yang ditunggu tidak ada sampai sekarang, tetapi masih diharapkan datang. Untuk keadaan, pelajar bisa memakai exampleKopi ini belum panas. yang berarti kopinya masih kurang panas sekarang, tetapi akan menjadi panas nanti. Kata ini juga sering berdiri sendiri sebagai jawaban pendek ketika seseorang bertanya apakah sesuatu sudah terjadi. Dalam percakapan sehari-hari jawaban itu terdengar seperti exampleBelum. yang artinya tidak terjadi sampai sekarang tetapi masih ditunggu. Perlu diperhatikan bahwa kata ini tidak digabung dengan kata penanda tidak yang lain untuk makna yang sama. Bentuk seperti not thisSaya tidak belum makan. tidak dipakai penutur asli karena kata ini sendiri sudah mengandung arti tidak sampai sekarang, sehingga penanda tidak yang lain menjadi berlebihan dan membuat kalimat terdengar salah.
Think of it as *not yet* with waiting built in. It says nothing has happened up to now, but you're still expecting it, the story isn't finished. English speakers often just hear the *not* part. Listen for the expectation instead. exampleSaya belum makan.I haven't eaten yet. doesn't mean I'm skipping the meal, it means the meal is still ahead of me. exampleDia belum datang.She hasn't come yet. is what you say when you're still watching the door. The order is steady. Put who or what you're talking about first, then this word, then the verb or adjective that is still pending, as in patternpelaku + belum + kata kerja atau kata sifatsubject + belum + verb or adjective. It works for states too, not just actions: exampleKopi ini belum panas.This coffee isn't hot yet. means it's still going to get hot. It can also stand alone as a short answer. Asked if something has happened, you can just say exampleBelum.Not yet. and everyone hears both halves: not so far, but still to come. And because the *not so far* is already inside, don't add another negative. not thisSaya tidak belum makan.I haven't eaten yet. sounds wrong to an Indonesian ear, like a double negative that cancels itself out.
Untuk menanyakan jumlah, susunan yang paling wajar adalah menaruh berapa di awal kalimat tanya lalu diikuti hal yang ingin diketahui jumlahnya. Pola yang sering dipakai adalah patternberapa + kata benda atau patternberapa + harga, lama, jauh, atau umur dan kalimat diakhiri dengan nada tanya. Dengan susunan itu pelajar bisa langsung bertanya tentang harga barang, banyak orang atau benda, serta ukuran waktu dan jarak. Misalnya untuk bertanya tentang harga bisa memakai exampleBerapa harga buku ini? dan untuk bertanya tentang banyak orang bisa memakai exampleBerapa orang yang datang ke kelas? sedangkan untuk bertanya tentang waktu bisa memakai exampleBerapa lama kamu menunggu di stasiun?. Jawaban yang diharapkan dari susunan seperti ini selalu berupa angka, misalnya tentang uang, tentang orang, atau tentang menit dan jam. Perlu diperhatikan susunan kata dalam kalimat tanya tentang umur, bentuk yang wajar adalah menaruh hal yang ditanyakan dulu lalu berapa di belakang, seperti dalam exampleKamu umur berapa? sehingga bentuk seperti not thisKamu berapa umur? terdengar janggal karena menaruh berapa sebelum kata umur untuk pola umur.
English splits this job between how many, how much, how long, how far, and how old. Indonesian just uses berapahow many. For prices, amounts, time, and distance, put it first, then say what you're counting. Think patternberapa + kata bendahow many + noun, so exampleBerapa harga buku ini?How much is this book? or exampleBerapa orang yang datang ke kelas?How many people came to class? or exampleBerapa lama kamu menunggu di stasiun?How long did you wait at the station? The answer you get back is always a number — rupiah, people, minutes and hours. Age is the one exception. Don't put berapahow many first there. Ask exampleKamu umur berapa?How old are you?, with age first and the question word last. not thisKamu berapa umur?How old are you? sounds wrong for exactly that reason.
Untuk menyatakan sesuatu sudah terjadi berulang kali tetapi hasilnya tetap sama, susunan yang wajar adalah menaruh berapa di awal anak kalimat lalu menyambungnya dengan patternpun dan setelah itu memberi kalimat utama tentang hasil yang tidak berubah. Pola yang paling sering dipakai adalah patternberapa kali pun + usaha yang diulang, + hasil yang tetap atau patternberapa pun + usaha yang diulang, + hasil yang tetap. Anak kalimat di depan menjelaskan pengulangan, kalimat utama di belakang menjelaskan keadaan yang bertahan. Misalnya bisa memakai exampleBerapa kali pun saya menelepon, tidak ada yang menjawab. untuk menceritakan telepon yang diulang berkali-kali tetapi tetap tidak dijawab, atau memakai exampleBerapa pun saya mencoba, pintunya tetap tidak bisa dibuka. untuk menceritakan usaha membuka pintu yang diulang berkali-kali tetapi tetap gagal. Dalam susunan ini kehadiran patternpun penting untuk menunjukkan arti tetap begitu walau sudah diulang, sehingga bentuk tanpa bagian itu seperti not thisBerapa kali saya mencoba, pintunya tetap tidak bisa dibuka. terdengar belum lengkap dan belum menyampaikan makna pengulangan yang bertahan itu dengan jelas.
English says *however many times* or *no matter how many times* to mean you've repeated something and the result just stays the same. Indonesian makes that with a two-part sentence: the repeated effort first, then the unchanged result, linked by patternpuneven. The usual shape is patternberapa kali pun + usaha yang diulang, + hasil yang tetaphowever many times + repeated effort, + unchanged result, as in exampleBerapa kali pun saya menelepon, tidak ada yang menjawab.However many times I call, no one answers. You can also shorten it to patternberapa pun + usaha yang diulang, + hasil yang tetaphowever much + repeated effort, + unchanged result, as in exampleBerapa pun saya mencoba, pintunya tetap tidak bisa dibuka.However much I try, the door still can't be opened. That little patternpuneven is what carries the *still, even so* meaning, so don't leave it out. Without it, not thisBerapa kali saya mencoba, pintunya tetap tidak bisa dibuka.How many times I try, the door still can't be opened. sounds unfinished and doesn't convey the repeated-but-unchanged idea.
Makna ini dipakai waktu ada barang yang pindah tangan supaya orang lain yang punya sekarang. Susunan yang paling wajar menaruh orang yang memberi di depan, kata kerja di tengah, lalu barangnya, lalu orang yang menerima di belakang yang sering memakai kata penghubung untuk menunjukkan tujuan. Pola itu bisa diingat seperti patternorang memberi barang kepada orang lain. Kata yang dipakai di tengah kalimat berita adalah memberi, misalnya dalam kalimat exampleIbu memberi buku kepada anak. dan dalam kalimat exampleAyah memberi uang kepada saya.. Kalau kalimatnya perintah atau permintaan yang lembut, bentuk pendek di awal kalimat yang dipakai yaitu beri, misalnya dalam kalimat exampleBeri saya air, tolong. dan dalam kalimat exampleBeri kucing itu makan.. Bentuk pendek itu selalu menghadap ke orang yang diminta memberi, jadi tidak perlu menambah kata orang pertama di depannya. Pemakaian seperti not thisSaya beri dia buku kemarin. terdengar janggal untuk cerita yang sudah selesai karena dalam cerita berita bentuknya harus memakai awalan sehingga menjadi memberi, bukan bentuk pendek yang hanya wajar untuk perintah atau permintaan.
When something changes hands so someone else owns it now, the order feels familiar: giver, verb, thing, receiver. Think patternorang memberi barang kepada orang lainsomeone gives something to someone else. In a plain statement the middle word is memberito give, as in exampleIbu memberi buku kepada anak.Mother gives a book to the child. and exampleAyah memberi uang kepada saya.Father gives money to me. A soft command or request works differently. English still says give, but Indonesian shortens to berigive and puts it first, talking straight to the person you are asking: exampleBeri saya air, tolong.Give me water, please. and exampleBeri kucing itu makan.Feed that cat. Because that short form already faces the person being asked, you don't add an I-word in front of it. That is why not thisSaya beri dia buku kemarin.I gave him a book yesterday. sounds wrong for a finished story — a statement about the past needs the longer statement form, not the request form.
Makna ini dipakai untuk menyebut buah yang kecil, lembut, dan berair dengan biji yang ada di dalam daging buahnya. Susunan yang paling wajar menaruh kata ini sesudah kata buah sehingga menjadi satu nama yang utuh, yaitu buah beri. Nama yang utuh itu lalu bisa berdiri seperti benda lain di dalam kalimat, bisa menjadi barang yang dimakan atau dibeli atau dilihat. Polanya bisa diingat seperti patternorang makan buah beri. Misalnya dalam kalimat exampleAnak makan buah beri. dan dalam kalimat exampleKami membeli buah beri di pasar. dan dalam kalimat exampleBuah beri ini manis.. Kata ini selalu bendanya tetap dan tidak berubah bentuk, jadi untuk menyebut buahnya jangan memakai bentuk kerja seperti not thismemberi karena bentuk itu hanya untuk perbuatan memberi dan tidak bisa dipakai untuk menyebut buah.
Small, soft and juicy fruit with seeds inside the flesh is called buah beriberry. In English you can just say berry, but in Indonesian this word doesn't stand alone — it pairs with fruit to make one full name, so always think of it as buah beriberry. Once you have that whole name it acts like any other thing. You can eat it, buy it, point at it, just as in patternorang makan buah berisomeone eats berries. For example exampleAnak makan buah beri.The child eats berries. and exampleKami membeli buah beri di pasar.We bought berries at the market. and exampleBuah beri ini manis.This berry is sweet. The form never changes for one or many — context does that work for you.
Untuk makna ini kata ini menerangkan ukuran benda, tempat atau jumlah. Susunannya selalu di belakang kata benda yang diterangkan, atau menjadi keterangan setelah kata benda dan kata penunjuk. Polanya dapat diingat sebagai patternkata benda + besar untuk menyebut sifatnya secara langsung, dan patternkata benda itu besar untuk memberi kabar tentang ukurannya. Kata besar sendiri tidak berubah bentuknya, yang berubah hanya kata benda di depannya. Perhatikan kalimat exampleIni rumah besar yang menyebut rumah yang butuh ruang luas, dan exampleTas itu besar yang memberi kabar bahwa tas itu lebih dari sedang sehingga bisa memuat banyak barang. Untuk jumlah pun susunannya sama, seperti dalam exampleMereka punya masalah besar atau exampleDia minum segelas besar susu setiap pagi. Susunan terbalik tidak dipakai untuk makna ini, sehingga bentuk seperti not thisbesar rumah terdengar keliru karena kata sifat ukuran dalam susunan biasa harus berada di belakang kata bendanya, bukan di depannya.
In English *big* comes first, as in big house. In Indonesian it comes after. besarbig always follows the noun it describes, and it never changes form. Think of it as patternkata benda + besarnoun + big to name the kind directly, as in exampleIni rumah besarThis is a big house, and patternkata benda itu besarthat noun is big to report on its size, as in exampleTas itu besarThat bag is big. The same order works for an amount, not just physical space, as in exampleMereka punya masalah besarThey have a big problem or exampleDia minum segelas besar susu setiap pagiShe drinks a big glass of milk every morning. Don't flip it to English order. not thisbesar rumahbig house sounds wrong, because for size the adjective has to sit behind its noun, not in front.
Untuk makna ini kata ini menceritakan keadaan orang yang sudah melewati masa anak-anak. Susunannya hampir selalu bersama kata yang menandai sudah selesai atau sudah terjadi, lalu diikuti kata kerja atau keterangan waktu tentang kehidupannya sekarang. Pola yang paling wajar adalah patternsudah besar yang diletakkan sesudah orang yang diceritakan. Kata besar di sini tidak menerangkan lebar badan, melainkan keadaan umur yang sudah dewasa. Perhatikan kalimat exampleAnak saya sudah besar yang berarti anak itu sekarang bukan anak kecil lagi, dan exampleKetika besar, dia ingin menjadi dokter yang menceritakan cita-cita untuk masa dewasanya. Bentuk lain yang sering dipakai adalah exampleMereka sudah besar dan tinggal sendiri. Tanpa kata penanda sudah selesai itu maknanya bisa tidak jelas, sehingga not thisanak besar ingin menjadi dokter terdengar janggal untuk maksud ini karena pendengar menunggu kabar kapan atau keadaan sudah dewasanya, bukan sekadar menyebut anak itu.
To say someone is grown up you name the person first, then add that they are already there — patternsudah besaralready grown up. So exampleAnak saya sudah besarmy child is already grown up means he or she is not little anymore, and exampleMereka sudah besar dan tinggal sendirithey are already grown up and live on their own tells you about their life now. You can also look ahead to adulthood with exampleKetika besar, dia ingin menjadi dokterwhen grown up, he/she wants to become a doctor. English speakers want to put the word in front like an ordinary adjective, but for this meaning that does not work. not thisanak besar ingin menjadi dokterbig child wants to be a doctor sounds unfinished, because the listener is waiting to hear when — that the growing up has happened or will happen — not just a description.
Untuk makna ini kata ini menerangkan kedudukan orang atau nilai suatu hal yang membuat kata-katanya didengar dan keputusannya diikuti banyak orang. Susunannya menempel langsung di belakang kata benda yang diterangkan, dengan pola patternorang atau acara + besar. Kata besar di sini tidak menceritakan lebar atau luas, melainkan pengaruh dan nilai pentingnya. Perhatikan kalimat exampleBeliau orang besar di perusahaan itu yang berarti beliau punya kedudukan tinggi dan keputusannya menentukan arah perusahaan, dan exampleItu acara besar bagi kota ini yang berarti acara itu dianggap sangat bernilai dan diperhatikan banyak orang. Contoh lain adalah exampleNama besar sekolah itu menarik banyak siswa baru. Pemakaian kata penunjuk jumlah yang pasti tidak cocok untuk makna ini, sehingga not thistiga orang besar datang terdengar keliru jika maksudnya tiga orang penting, karena susunan dengan angka pasti membuat pendengar memahami ukuran badan, bukan pengaruh atau kedudukannya.
English does this too — a big man isn't large, a big event isn't wide, a big name isn't long. besarimportant works the same way, for a person's rank or a thing's value, where words get heard and decisions get followed. It sits right behind the noun it describes, in patternorang atau acara + besarperson or event + big. So exampleBeliau orang besar di perusahaan ituHe is an important person at that company means his position steers the company, and exampleItu acara besar bagi kota iniThat is an important event for this city means the city treats it as high-value and pays attention. You see it in exampleNama besar sekolah itu menarik banyak siswa baruThat school's big name attracts a lot of new students too. Don't add an exact number to force this reading — not thistiga orang besar datangthree large people came will be heard as body size, not importance.
Untuk makna ini kata ini menjadi kata benda yang berarti angka hasil ukur itu sendiri. Susunannya biasanya membuka kalimat sebagai pokok pembicaraan, lalu diikuti penjelasan tentang ruang atau benda yang diukur dan angkanya. Pola yang wajar adalah patternbesar + ruangan atau benda + angka ukur. Kata besar di sini tidak menerangkan sifat, melainkan menanyakan atau memberitahukan ukurannya. Perhatikan kalimat exampleBesar ruang ini dua puluh meter persegi yang memberitahukan hasil ukur luas ruang itu, dan exampleBesar sepatu saya empat puluh dua yang memberitahukan angka ukuran sepatu. Untuk bertanya pun susunannya sama, seperti dalam exampleBerapa besar tanah itu. Bentuk sifat yang diletakkan di belakang kata benda tidak bisa dipakai untuk maksud ini, sehingga not thissepatu besar saya empat puluh dua terdengar keliru karena susunan itu hanya menerangkan sifat sepatunya, bukan menanyakan angka ukurannya.
In English you say my shoe size is 42, with size tucked in the middle. In Indonesian this besarsize flips to the front and does the job of the word size itself. You open with patternbesar + ruangan atau benda + angka ukursize + room or object + measurement number, then give the number, so the sentence is really announcing a measurement, not describing something as big. That is why exampleBesar ruang ini dua puluh meter persegiThis room is twenty square meters and exampleBesar sepatu saya empat puluh duaMy shoe size is forty-two sound natural: what follows is just the space or thing plus its number. A question works the same way, as in exampleBerapa besar tanah ituHow big is that piece of land? Don't fall back on English word order and put it after the noun as an adjective. not thissepatu besar saya empat puluh duamy big shoes are forty-two only tells the listener your shoes are big, it cannot give the number as their measurement.
Kata ini hidup di tengah kalimat untuk menyatakan kesanggupan seseorang melakukan perbuatan. Susunannya selalu berurutan yaitu siapa yang berbuat lalu kata ini lalu apa perbuatannya, sehingga kata ini terletak di depan kata kerja dan tidak pernah di belakang kata kerja. Pola dasarnya dapat dilihat dalam patternSaya bisa + kata kerja di mana bagian kata kerja dapat diganti dengan perbuatan apa saja. Perhatikan kalimat exampleSaya bisa berenang yang memakai urutan itu untuk menyatakan kesanggupan berenang, dan kalimat exampleMereka bisa datang besok yang menyatakan kesanggupan untuk datang. Untuk menyatakan tidak sanggup, kata penanda penolakan diletakkan di depan kata ini, seperti dalam exampleSaya tidak bisa datang hari ini. Untuk bertanya tentang kesanggupan, susunan yang sama dipakai dengan nada bertanya, seperti dalam exampleKamu bisa bantu saya?. Bentuk bisa ini tidak berubah untuk orang yang berbeda dan tidak perlu diberi awalan atau akhiran. Susunan not thisSaya berenang bisa tidak dipakai karena menaruh kata ini di belakang kata kerja, padahal tempatnya yang wajar adalah di depan kata kerja untuk menunjukkan kesanggupan sebelum perbuatannya disebut.
Think of bisacan as *can*, and it sits in the same place as in English: right before the verb, never after it. The order is always who, then bisacan, then what they can do, as in patternSaya bisa + kata kerjaI can + verb where you can swap in any action. So exampleSaya bisa berenangI can swim means you are able to swim, and exampleMereka bisa datang besokThey can come tomorrow means they are able to come. To say you can't, you put the no-word in front of it, still before the verb: exampleSaya tidak bisa datang hari iniI can't come today. To ask, you keep that same order and just use a questioning voice: exampleKamu bisa bantu saya?Can you help me? Good news: unlike English, bisacan never changes for different people and never takes prefixes or endings. Just don't flip the order like not thisSaya berenang bisaI swim can — in Indonesian that ability has to come first, before the action is named.
Kata ini hidup sebagai kata benda yang menunjuk pada cairan berbahaya yang keluar dari tubuh hewan tertentu dan masuk ke tubuh manusia melalui gigitan atau sengatan. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul bersama nama hewannya atau sebagai sesuatu yang mengenai seseorang. Pola yang sangat wajar adalah patternbisa ular untuk cairan dari ular, patternbisa laba-laba untuk cairan dari laba-laba, dan patternkena bisa untuk keadaan seseorang yang kemasukan cairan itu. Perhatikan kalimat exampleBisa ular itu sangat berbahaya di mana kata ini menjadi pokok pembicaraan yang dijelaskan sifatnya. Kalimat lain yang wajar adalah exampleAnak itu kena bisa kalajengking yang menunjukkan seseorang terkena cairan berbahaya itu. Dapat juga dipakai sebagai sesuatu yang dimiliki hewan, seperti dalam exampleKalajengking itu mengeluarkan bisa dari ekornya. Kata bisa dalam makna ini selalu berupa kata benda dan tidak diberi awalan atau akhiran, dan selalu berkaitan dengan hewan yang menggigit atau menyengat lalu menimbulkan luka, sakit, atau bahaya bagi tubuh.
This use of bisavenom is a noun, the dangerous liquid that comes out of a certain animal and gets into you through a bite or sting. You will almost always see it together with the animal. patternbisa ularsnake venom is the liquid from a snake, patternbisa laba-labaspider venom is the liquid from a spider, and patternkena bisato be hit by venom describes the person it has gotten into. English makes the same distinction: for a bite or sting we say venom, and that is exactly what this is. It often appears as the thing being talked about, as in exampleBisa ular itu sangat berbahayaThat snake venom is very dangerous, or as the thing that strikes someone, as in exampleAnak itu kena bisa kalajengkingThat child was hit by scorpion venom. It can also appear as something the animal has and puts out, as in exampleKalajengking itu mengeluarkan bisa dari ekornyaThat scorpion releases venom from its tail. It never takes prefixes or endings, and it always involves a biting or stinging animal and the wound, sickness, or danger left in the body.
Kata ini hidup sebagai kata benda yang menunjuk pada sesuatu yang buruk yang merusak secara perlahan, misalnya pikiran jahat, ajaran yang menyesatkan, atau kebiasaan jelek yang meracuni perasaan dan hubungan antar manusia. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi pokok kalimat atau menjadi sesuatu yang menyebar dan merusak. Pola yang wajar adalah kata ini diikuti oleh sumber keburukannya, seperti dalam patternbisa kebencian atau patternbisa pertengkaran. Perhatikan kalimat exampleBisa kebencian itu merusak hidup bersama di mana kata ini menunjuk pada keburukan yang merusak hubungan. Kalimat lain yang wajar adalah exampleAjaran yang jahat itu menyebar seperti bisa di masyarakat yang menggambarkan keburukan yang meluas pelan-pelan dan merusak hati serta sikap orang. Bentuk bisa dalam makna ini tetap berupa kata benda tanpa awalan atau akhiran, dan dipakai ketika akibatnya bukan luka pada tubuh melainkan rusaknya perasaan, sikap, dan kehidupan bersama.
Think of a bad habit or bitter idea not as a single blow but as something that seeps in and slowly poisons how people feel toward each other. That is what bisapoison means here, a noun with no prefix or suffix for a moral poison rather than a wound on the body. It usually shows up as the subject of the sentence, as the thing doing the slow damage or spreading through hearts and attitudes. The natural pattern is bisapoison followed by where that badness comes from, as in patternbisa kebencianthe poison of hatred or patternbisa pertengkaranthe poison of quarreling. So you can say exampleBisa kebencian itu merusak hidup bersamaThe poison of hatred ruins life together, where the point is a damaged relationship, not a sick body. In the same way, exampleAjaran yang jahat itu menyebar seperti bisa di masyarakatThat evil teaching spreads through society like poison pictures something wicked moving quietly from person to person until feelings, attitudes, and shared life are spoiled.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah boleh. Maknanya hidup dalam kalimat yang membicarakan izin. Susunan yang paling sering dipakai adalah orang yang meminta atau menerima izin diikuti kata ini lalu diikuti perbuatan yang ingin dilakukan. Polanya bisa ditangkap sebagai patternorang + boleh + perbuatan. Dengan susunan itu penutur menyatakan bahwa suatu perbuatan tidak dilarang dan ada persetujuan dari orang lain atau dari aturan. Misalnya kalimat exampleSaya boleh masuk? dipakai ketika seseorang berdiri di depan pintu dan menunggu jawaban dari orang di dalam. Kalimat exampleBoleh saya duduk di sini? dipakai ketika seseorang menunjuk kursi kosong dan meminta persetujuan sebelum duduk. Kalimat exampleAnak-anak boleh bermain di halaman sampai sore. dipakai ketika orang tua atau aturan di rumah memberi izin untuk bermain. Untuk melarang, susunan yang dipakai adalah penolakan ditambah kata ini lalu perbuatan. Polanya adalah patterntidak boleh + perbuatan. Misalnya exampleKamu tidak boleh merokok di sini. berarti ada larangan yang harus dipatuhi. Jawaban singkat atas pertanyaan izin juga hanya memakai kata ini saja. Jika ada yang bertanya exampleBoleh saya foto di sini? jawabannya bisa hanya exampleBoleh. yang artinya izin diberikan, atau exampleTidak boleh. yang artinya izin tidak diberikan. Perlu diperhatikan bentuk yang tidak dianjurkan seperti not thisSaya boleh untuk masuk?. Bentuk itu terasa janggal karena dalam susunan yang wajar kata ini langsung bertemu dengan perbuatan tanpa kata penghubung di antaranya, jadi cukup memakai exampleSaya boleh masuk?.
The word bolehmay lives in permission. You use it when an action is not forbidden, when someone or some rule says yes. The usual shape is who, then this word, then what they want to do, like patternorang + boleh + perbuatansomeone may do something. So standing at a door you ask exampleSaya boleh masuk?May I come in?, pointing at an empty seat you ask exampleBoleh saya duduk di sini?May I sit here?. For English speakers both orders feel natural enough — think May I — just keep the person and the action around bolehmay. To forbid you add no in front, as in patterntidak boleh + perbuatanmay not do something, for example exampleKamu tidak boleh merokok di sini.You may not smoke here. A short answer can be just exampleBoleh.Yes. to give permission, or exampleTidak boleh.No. to hold it back. Don't add an extra link between the word and the action, just as English never says may to. So not not thisSaya boleh untuk masuk?May I come in?, just exampleSaya boleh masuk?May I come in?.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah boleh. Maknanya hidup dalam kalimat yang menceritakan kesanggupan badan atau terbukanya kesempatan oleh keadaan. Susunan yang paling wajar adalah orang yang melakukan sesuatu diikuti kata ini lalu diikuti perbuatan yang sekarang sudah sanggup dilakukan. Polanya bisa ditangkap sebagai patternorang + sudah boleh + perbuatan. Kata keterangan waktu seperti sudah sering muncul karena menekankan perubahan dari dulu belum sanggup menjadi sekarang sanggup. Misalnya kalimat exampleAnak saya sudah boleh berjalan sendiri. dipakai ketika orang tua menceritakan perkembangan anak yang kakinya sudah kuat. Kalimat exampleAdik sudah boleh makan nasi. dipakai ketika keadaan badan anak sudah memungkinkan untuk makan makanan biasa. Kalimat exampleLukanya sudah kering, jadi ia sudah boleh berenang lagi. dipakai ketika keadaan sudah memungkinkan untuk melakukan kegiatan itu kembali. Kata ini dalam makna ini selalu menempel pada perbuatan, bukan pada benda. Bentuk yang tidak dianjurkan seperti not thisAnak saya kebolehan berjalan. sebaiknya dihindari. Bentuk itu tidak dipakai penutur asli untuk menyatakan kesanggupan, karena untuk makna ini kata ini tidak diubah menjadi kata benda melainkan tetap dipakai sebagai pendamping kata kerja seperti dalam exampleAnak saya sudah boleh berjalan sendiri..
This use of bolehcan is about the body being ready or the situation finally allowing something, where English would also say can. Think of a change from before to now, from not strong enough yet to strong enough. That change is built into the usual shape, patternorang + sudah boleh + perbuatana person can already do an action, where someone who does something comes first, then this word, then what they can now do. So exampleAnak saya sudah boleh berjalan sendiri.My child can already walk by himself. is what a parent says when the legs are strong enough, and exampleAdik sudah boleh makan nasi.My little brother can already eat rice. is about the body being ready for ordinary food. In the same way, exampleLukanya sudah kering, jadi ia sudah boleh berenang lagi.His wound is already dry, so he can swim again. means circumstances allow the activity again. It always sits in front of an action, never turns into a thing-word. Avoid not thisAnak saya kebolehan berjalan.My child can walk. — a native speaker keeps it as a helper for the verb, as in exampleAnak saya sudah boleh berjalan sendiri.My child can already walk by himself.
Kata buat dipakai waktu seseorang menghasilkan barang yang sebelumnya tidak ada. Susunannya selalu pelaku dulu, lalu kata ini, lalu nama barang yang dihasilkan. Polanya bisa diingat seperti patternSaya buat kue. Kata ini berdiri di depan nama barang, tidak di belakang. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya buat kue dan exampleAyah buat mainan dari kayu dan exampleIbu buat nasi goreng pagi ini. Dalam kalimat sehari-hari pelaku sering diganti dengan nama orang atau kata lain, seperti exampleAndi buat gambar. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya kue buat karena urutannya terbalik, nama barang ditaruh di depan kata ini, padahal penutur asli selalu menaruh nama barang di belakang kata ini.
When you create something that wasn't there before, like food or a toy, you use buatmake. It works exactly like *make* in English, so your instincts are right here. The order is always fixed: the person first, then buatmake, then the thing being made. Think of it as patternSaya buat kueI make cake. The thing always comes after, never before. You can just swap in different people and things with that same shape, like exampleSaya buat kueI make cake and exampleAyah buat mainan dari kayuDad makes a toy from wood and exampleIbu buat nasi goreng pagi iniMom made fried rice this morning. In everyday speech the person is often just a name, as in exampleAndi buat gambarAndi makes a drawing. Don't flip it around. not thisSaya kue buatI cake make sounds backwards because the thing was put in front, where a native speaker would always expect it behind.
Kata buat dipakai untuk menunjukkan siapa yang menerima atau siapa yang dituju. Susunannya adalah nama barang dulu, lalu kata ini, lalu nama orang yang menerima. Polanya bisa diingat seperti patternKue ini buat Ibu. Kata ini selalu menempel di depan nama orang, tidak di depan barang. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleKue ini buat Ibu dan exampleSusu ini buat adik dan exampleHadiah ini buat kamu. Dalam kalimat sehari-hari nama barang bisa diganti dengan benda lain, asal tetap di depan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisKue ini buat dari Ibu karena ada tambahan kata depan lain di depan nama orang, padahal kata ini saja sudah cukup untuk menunjukkan penerima.
In English you say for Mom, for you, and Indonesian does it the same way with buatfor. Put the thing first, then buatfor, then the person who gets it. It always sits right in front of the person, never in front of the thing. So you can imitate exampleKue ini buat IbuThis cake is for Mom and exampleSusu ini buat adikThis milk is for my younger sibling and exampleHadiah ini buat kamuThis gift is for you. Just swap in a different thing at the front and keep the rest of the order the same. Don't add another preposition in front of the person, since buatfor already does the job on its own. So avoid not thisKue ini buat dari IbuThis cake is for from Mom.
Kata buat dipakai untuk menyambung dua bagian kalimat, bagian pertama adalah kegiatan yang dilakukan sekarang, bagian kedua adalah hasil yang ingin dicapai. Susunannya adalah kegiatan dulu, lalu kata ini, lalu hasil yang diinginkan. Polanya bisa diingat seperti patternBelajar tiap hari buat lulus. Kata ini berdiri di tengah, di antara kegiatan dan hasil. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleBelajar tiap hari buat lulus dan exampleMakan banyak buat kuat dan exampleLari pagi buat sehat. Bagian kedua selalu berisi hal yang belum terjadi dan diharapkan terjadi. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisBuat lulus belajar tiap hari karena kata ini ditaruh di depan sekali, padahal penutur asli menaruh kata ini di tengah setelah kegiatan.
Think of it like English *to* for purpose, but with fixed word order. You say the action you're doing now first, then buatso that, then the result you still want. The formula to hold in your head is patternBelajar tiap hari buat lulusstudy every day to pass. buatso that sits in the middle, between what you do and what you hope happens. You can imitate exampleBelajar tiap hari buat lulusstudy every day to pass and exampleMakan banyak buat kuateat a lot to get strong and exampleLari pagi buat sehatgo for a morning run to stay healthy. In each case the second part hasn't happened yet — it's the goal. Don't pull that goal to the front. English lets you start with "To pass, study every day," but that order sounds wrong here, so avoid not thisBuat lulus belajar tiap harito pass, study every day.
Kata ini menunjuk pada sebuah benda yang bisa dipegang dan dibaca. Dalam kalimat kata ini paling sering menjadi pelaku atau menjadi sasaran perbuatan. Kalau menjadi pelaku, kata ini biasanya berdiri di awal kalimat dan langsung diikuti oleh penunjuk atau oleh keterangan tentang isinya, polanya bisa dirasakan sebagai patternbuku + ini atau itu + keterangan. Contoh yang wajar adalah exampleBuku ini baru. atau exampleBuku itu tebal.. Kalau menjadi sasaran perbuatan, kata ini berdiri sesudah kata kerja, terutama sesudah kata kerja seperti membaca, membeli atau meminjam, polanya patternkata kerja + buku. Contohnya exampleSaya membaca buku. dan exampleAyah membeli buku baru.. Kata ini juga sering ditemani oleh pemilik, seperti buku saya dalam exampleIni buku saya. atau buku anak itu dalam exampleItu buku anak itu.. Pelajar bisa langsung memakai pola itu untuk bercerita tentang kegiatan membaca sehari-hari.
This is the ordinary word for a thing you can hold and read. You will mostly meet it as the doer of a sentence or as the thing acted on. As the doer it comes first, with the word for this or that right after it and then a description, patternbuku + ini atau itu + keteranganbook + this or that + description. That order feels backward from English, where this and that come first. Just imitate exampleBuku ini baru.This book is new. or exampleBuku itu tebal.That book is thick. As the thing acted on it comes after a verb, especially verbs like membacato read, membelito buy or meminjamto borrow, in the shape patternkata kerja + bukuverb + book. There is no a or the, so exampleSaya membaca buku.I read a book. can mean read, am reading, or read in general, and exampleAyah membeli buku baru.Father bought a new book. simply adds the description at the end. An owner also comes after, the reverse of English. buku sayamy book in exampleIni buku saya.This is my book. and buku anak ituthat child's book in exampleItu buku anak itu.That is that child's book. give you everything you need to talk about everyday reading.
Kata ini menunjuk pada bagian yang keras dan sedikit menonjol tempat dua bagian yang panjang tersambung. Kata ini hampir tidak pernah berdiri sendiri, ia selalu menempel langsung di depan nama bagian tubuh atau nama tumbuhan beruas, polanya adalah patternbuku + jari atau bambu atau tebu. Kesatuan itu lalu berfungsi seperti satu kata benda biasa di dalam kalimat. Contoh yang wajar adalah exampleBuku jari saya sakit. yang menunjuk pada sambungan keras pada jari, atau exampleBambu itu patah pada bukunya. yang menunjuk pada lingkaran keras tempat dua potong bambu bertemu. Bentuk lain yang sering terdengar adalah buku tebu dalam kalimat seperti exampleTebu itu manis sampai ke bukunya.. Susunan terbalik tidak dipakai penutur asli, jadi bentuk seperti not thisjari buku terdengar janggal dan perlu dihindari, selalu letakkan kata ini di depan, bukan di belakang.
This is the hard, slightly raised spot where two long pieces join together. Think of a knuckle on a finger, or the tough ring on a stalk of bamboo where one section meets the next. It almost never stands alone. It sticks right to the front of a body part or a jointed plant, in the pattern patternbuku + jari atau bambu atau tebubuku + finger or bamboo or sugarcane. That whole unit then works like an ordinary noun in a sentence. So you imitate exampleBuku jari saya sakit.My knuckle hurts. for the hard joint on a finger, or exampleBambu itu patah pada bukunya.That bamboo broke at the joint. for the ring where two pieces of bamboo meet. The same idea gives buku tebusugarcane joint, as in exampleTebu itu manis sampai ke bukunya.That sugarcane is sweet all the way to its joints. Order matters. English lets you say it either way, but here this word always comes first. not thisjari bukufinger joint, in the wrong order sounds backwards to a native ear, so keep it in front, never behind.
Kata ini dipakai bukan untuk menunjuk benda, melainkan untuk menghitung benda lain yang berbentuk gumpalan kecil yang padat dan bisa dipegang dengan satu tangan, seperti garam yang dipadatkan, gula merah, sabun mandi, atau tembakau. Susunannya sangat tetap, yaitu angka ditambah kata ini lalu ditambah nama bendanya, polanya patternangka + buku + nama benda. Tanpa angka pola ini tidak lengkap. Contoh yang wajar adalah exampleIbu membeli dua buku sabun. atau exampleSaya butuh satu buku gula merah.. Dalam kalimat yang lebih panjang bisa muncul seperti exampleDi pasar ada tiga buku garam.. Pola ini hanya untuk gumpalan padat yang bisa dihitung satu per satu, jadi tidak bisa dipakai untuk benda cair atau benda yang berhamburan halus, bentuk seperti not thissatu buku air adalah keliru karena air tidak berbentuk gumpalan padat dan tidak dihitung dengan cara ini.
This little counting word doesn't point to a thing itself, it counts something else — a small solid lump you can pick up in one hand, like pressed salt, palm sugar, bath soap, or tobacco. English does the same job with a bar of or a lump of, only here it's built right into the number phrase and the order is fixed: patternangka + buku + nama bendanumber + lump + name of thing Without a number the phrase feels unfinished. So exampleIbu membeli dua buku sabun.Mother bought two bars of soap. or exampleSaya butuh satu buku gula merah.I need one lump of palm sugar. It's only for solid lumps you count one by one, never for liquids or fine scattered stuff, so not thissatu buku airone lump of water is wrong because water isn't a solid lump and isn't counted this way.
Kata ini hidup sebagai kata kerja di tengah kalimat, sesudah orang yang merasakan keperluan dan sebelum hal yang diperlukan. Pola yang paling sering dipakai adalah patternsaya butuh + yang diperlukan dengan butuh tidak berubah bentuknya. Yang diperlukan itu bisa berupa benda atau orang yang membantu, misalnya dalam exampleSaya butuh air. dan exampleKami butuh bantuan., dan bisa juga berupa kegiatan atau keadaan, misalnya dalam exampleAnak itu butuh tidur. dan exampleSaya butuh istirahat.. Untuk bertanya dipakai kalimat seperti exampleKamu butuh apa?, dan untuk menolak dipakai kalimat dengan kata tidak di depan kata ini seperti dalam exampleSaya tidak butuh uang.. Bentuk ini sudah lengkap untuk keperluan sehari-hari dan tidak perlu diberi awalan. Bentuk seperti not thisSaya membutuh air. tidak dipakai penutur asli dan terdengar salah, karena untuk makna ini cukup memakai butuh saja dalam susunan di atas, atau dalam situasi resmi memakai bentuk lengkap membutuhkan.
Think of it just like need, sitting in the middle of the sentence: the person who feels the need first, then butuhneed, then what is needed. The usual shape is patternsaya butuh + yang diperlukanI need + what is needed, and butuhneed never changes the way English does with I need versus he needs. What comes after can be a thing or a person who helps, like in exampleSaya butuh air.I need water. and exampleKami butuh bantuan.We need help., or it can be an activity or state, like in exampleAnak itu butuh tidur.That child needs sleep. and exampleSaya butuh istirahat.I need rest. To ask, you put the question word at the end where English puts it at the front, as in exampleKamu butuh apa?What do you need? To refuse, you put the negative word right in front, as in exampleSaya tidak butuh uang.I don't need money. For everyday use the form is already complete. Don't add a verb beginning to it. not thisSaya membutuh air.I need water. sounds wrong to natives. Just keep butuhneed in the pattern above, or in a very formal situation use the full form membutuhkanto need.
Kata ini adalah kata benda yang sangat kasar untuk bagian tubuh laki-laki di depan bawah perut yang dipakai untuk buang air kecil. Karena sangat kasar dan menghina, pelajar sebaiknya hanya mengenalinya dan tidak memakainya dalam berbicara atau menulis. Susunannya sama seperti kata benda lain, bisa berdiri sendiri atau sesudah kata penunjuk dan kata lain yang menerangkan benda, misalnya dalam kalimat untuk mengenali dan menegur seperti exampleJangan menyebut butuh, itu kata kasar. dan exampleDia mengucapkan butuh waktu marah.. Dalam percakapan sopan, di sekolah, di tempat kerja, dengan orang yang belum dikenal, dan dengan tenaga kesehatan, kata ini tidak boleh dipakai. Untuk keperluan sopan atau medis dipakai kata yang netral seperti penis atau alat kelamin laki-laki. Pemakaian seperti not thisDokter memeriksa butuh pasien. tidak dianjurkan dan terdengar menghina, karena dalam kalimat resmi dan sopan kata kasar ini tidak pada tempatnya dan harus diganti dengan istilah yang netral.
This is a very crude and insulting noun for a man's front lower body part used to pee. Think of it like the hardest English swear words for that part: you may hear it when someone is swearing, as in exampleDia mengucapkan butuh waktu marah.He said dick when he was angry., and you need to recognize a rebuke like exampleJangan menyebut butuh, itu kata kasar.Don't say dick, that's a crude word., but you should only recognize it and never say or write it yourself. Grammatically it works like any other noun, alone or after pointing words and descriptions, but it has no place in polite conversation, at school or work, with strangers, or with medical staff. For a polite or medical need use penispenis or alat kelamin laki-lakimale genitalia, never something like not thisDokter memeriksa butuh pasien.The doctor examined the patient's dick., which sounds insulting and wrong in a formal, polite sentence.
Kata ini dipakai ketika seseorang melakukan sesuatu untuk mengetahui hasilnya atau rasanya. Susunannya selalu ada pelaku lalu diikuti kata ini lalu diikuti perbuatan yang ingin diuji. Polanya bisa diingat sebagai patternSaya coba + kata kerja. Kata coba di sini menjadi kata kerja utama yang didampingi kata kerja lain. Misalnya exampleSaya coba masak soto hari ini. artinya pelakunya memasak untuk melihat apakah berhasil dan bagaimana rasanya. Contoh lain exampleDia coba buka pintu itu. artinya dia menggerakkan pintu untuk melihat apakah pintu bisa terbuka. Bentuk berimbuhan yang sangat biasa untuk makna ini adalah mencoba, yang dipakai dalam kalimat yang lebih lengkap atau lebih formal, seperti exampleIbu mencoba menjahit baju. atau exampleKami mencoba berenang di kolam itu.. Bentuk mencoba dan coba bisa bertukar dalam percakapan sehari-hari tanpa mengubah maksud menguji sesuatu. Yang penting, sesudah kata ini harus ada perbuatan, bukan hanya tempat atau benda. Bentuk seperti not thisSaya coba ke pasar terdengar janggal karena tidak jelas perbuatan apa yang diuji, harus ditambah perbuatannya, misalnya dengan kalimat exampleSaya coba jualan di pasar..
You use cobatry when you do something just to find out what happens or what it feels like. Think of the order as who does it, then this word, then the action you are testing, like patternSaya coba + kata kerjaI try + verb. English lets you say "try" on its own, but here cobatry is the main verb and it always needs another verb after it, the thing being tested. exampleSaya coba masak soto hari ini.I'm trying to cook soto today. means cooking to see if it works and how it tastes, and exampleDia coba buka pintu itu.He tried to open that door. means moving the door to see if it will open. In fuller or more formal sentences you will often see mencobatry, as in exampleIbu mencoba menjahit baju.Mom tried to sew a shirt.. In everyday talk mencobatry and cobatry are interchangeable for this testing meaning. What you cannot do is follow it with just a place or thing. not thisSaya coba ke pasarI try to the market sounds odd because there is no action to test. Add the action and it works: exampleSaya coba jualan di pasar.I tried selling at the market.
Kata kecil ini dipakai untuk membuat ajakan atau perintah terdengar ramah dan tidak kasar. Susunannya kata ini diletakkan di depan kata kerja perintah, sering di awal kalimat. Polanya bisa diingat sebagai patternCoba + kata kerja perintah. Misalnya exampleCoba lihat gambar ini. maksudnya pembicara meminta lawan bicara melihat dengan nada bersahabat. Contoh lain exampleCoba duduk di sini dulu. maksudnya pembicara mempersilakan duduk dengan sopan. Kata dulu sering ditambahkan di belakang untuk menambah keramahan, seperti dalam exampleCoba makan dulu.. Susunan ini hanya hidup dalam kalimat ajakan kepada orang yang sedang diajak bicara, bukan untuk menceritakan kejadian kemarin atau besok. Bentuk seperti not thisCoba dia pergi kemarin. tidak cocok karena kalimat itu bercerita tentang masa lalu, bukan mengajak dengan ramah, untuk masa lalu cukup berkata exampleDia pergi kemarin..
English would bark Look at this! Indonesian softens it into a friendly invitation. You put this little please-word right before a command verb, usually at the very start, as in patternCoba + kata kerja perintahCoba + command verb. So exampleCoba lihat gambar ini.Please look at this picture. feels like a warm nudge to take a look, not an order. Likewise exampleCoba duduk di sini dulu.Please sit here for a moment. is a polite way to welcome someone to sit. You will often hear dulufirst, for a moment tucked on the end for extra warmth, as in exampleCoba makan dulu.Please have something to eat first. It only lives in the moment you are speaking to someone. You cannot use it to narrate yesterday or tomorrow, so not thisCoba dia pergi kemarin.Coba he left yesterday. does not work — for the past you just say exampleDia pergi kemarin.He left yesterday.
Kata ini dipakai untuk membuka khayalan, yaitu syarat yang tidak benar-benar terjadi dan hanya dibayangkan. Susunannya kata ini selalu berdiri di paling depan kalimat, lalu diikuti keadaan yang dibayangkan, lalu diikuti akibatnya. Polanya bisa diingat sebagai patternCoba + keadaan yang dibayangkan, + akibatnya. Misalnya exampleCoba saya punya banyak uang, saya akan beli rumah besar. maksudnya keadaan punya banyak uang itu hanya khayalan saat berbicara. Contoh lain exampleCoba kemarin tidak hujan, kita bisa main di luar. maksudnya kemarin sebenarnya hujan, pembicara hanya membayangkan keadaan sebaliknya. Koma sering dipakai untuk memisahkan bagian khayalan dan bagian akibat, tetapi dalam bicara sehari-hari jeda suara sudah cukup. Kata ini tidak bisa diletakkan di tengah atau di belakang karena tugasnya membuka khayalan sejak awal. Bentuk seperti not thisSaya akan senang coba kamu datang. terdengar kacau karena pembuka khayalan datang terlambat, susunan yang wajar adalah exampleCoba kamu datang, saya akan senang..
Think of this as *if only* for a daydream, a condition you know isn't true. It always opens the sentence, first the imagined situation, then what follows from it, like patternCoba + keadaan yang dibayangkan, + akibatnyaCoba + imagined situation, + its result. So exampleCoba saya punya banyak uang, saya akan beli rumah besar.If I had a lot of money, I would buy a big house. doesn't mean you have the money, you're just picturing it while you speak. Likewise exampleCoba kemarin tidak hujan, kita bisa main di luar.If it hadn't rained yesterday, we could have played outside. means it really did rain, you're imagining the opposite. In writing a comma often separates the dream from the result, but in everyday speech a pause in the voice is enough. Unlike English *if*, this opener can't slide to the middle or the end, because its job is to warn from the very first word that none of this is real. not thisSaya akan senang coba kamu datang.I would be happy if you came. sounds scrambled for that reason, the signal comes too late. It has to be exampleCoba kamu datang, saya akan senang.If you came, I would be happy.
Untuk makna ini kata ini biasa hidup dalam susunan pelaku lalu perbuatan lalu benda yang dibuat bersih dengan air dan sabun. Dalam kalimat berita bentuk yang dipakai adalah mencuci lalu langsung diikuti nama benda yang dibersihkan, dan polanya bisa ditiru seperti patternSaya mencuci baju atau patternIbu mencuci piring. Karena itu pelajar bisa membuat kalimat sendiri dengan mengganti pelaku dan mengganti benda, selama bendanya memang sesuatu yang biasa dibersihkan dengan air seperti pakaian, piring, tangan, kaki, atau badan. Contoh yang wajar untuk ditiru adalah exampleSaya mencuci baju setiap hari dan exampleIbu mencuci piring di dapur dan exampleAdik mencuci tangan dengan sabun. Dalam susunan perintah bentuk pendek cuci berdiri di awal kalimat tanpa awalan dan langsung diikuti bendanya, seperti dalam exampleCuci tangan dulu dan exampleCuci piring itu sekarang. Untuk makna ini bendanya hampir selalu ada, karena perbuatan itu selalu mengenai sesuatu yang dibersihkan. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk kalimat berita yang sopan adalah not thisSaya cuci baju, karena dalam kalimat berita penutur asli memakai bentuk berawalan seperti dalam exampleSaya mencuci baju, sedangkan bentuk pendek cuci tanpa awalan lebih terasa sebagai perintah atau sebagai bahasa lisan yang sangat santai.
In English mencuciwash stays the same whether you're describing or ordering, but in Indonesian the shape changes. For a normal statement you use the longer form mencuciwash followed directly by what you wash, as in the pattern patternSaya mencuci bajuI wash clothes or patternIbu mencuci piringMom washes the dishes. You can build your own sentences the same way by swapping the person and the thing, as long as it's something you clean with water — clothes, dishes, hands, feet, body. Copy sentences like exampleSaya mencuci baju setiap hariI wash clothes every day and exampleIbu mencuci piring di dapurMom washes the dishes in the kitchen and exampleAdik mencuci tangan dengan sabunMy younger sibling washes hands with soap. When you tell someone to do it, you drop to the short form cuciwash at the very front, with no prefix, still followed by the thing: exampleCuci tangan duluWash your hands first and exampleCuci piring itu sekarangWash those dishes now. The thing is almost always said, because washing always lands on something. Don't carry that short form into a polite statement like not thisSaya cuci bajuI wash clothes — a native speaker expects exampleSaya mencuci bajuI wash clothes there, since bare cuciwash on its own sounds like an order or very casual chat.
Kata ini dipakai untuk menunjukkan tempat sesuatu berada, yaitu di ruang isi suatu wadah atau bangunan. Susunannya selalu kata ini lalu langsung nama tempat atau wadahnya, tanpa kata depan lain di antaranya. Polanya bisa diingat sebagai patterndalam + nama tempat atau wadah. Nama tempat itu biasanya kata benda yang punya ruang isi, misalnya rumah, kamar, kelas, tas, dompet, lemari, atau mobil. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleKunci ada dalam tas. dan exampleIbu sedang memasak dalam dapur. serta exampleAnak-anak belajar dalam kelas.. Dalam kalimat, susunan ini biasanya menjadi keterangan tempat, letaknya sesudah kata kerja atau sesudah benda yang dijelaskan. Pada percakapan sehari-hari penutur sering menambah kata kata di depannya menjadi seolah dua kata, tetapi untuk susunan sederhana di tingkat ini cukup memakai kata ini saja langsung dengan nama tempatnya. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambahkan kata depan lain setelah kata ini, seperti not thisdalam di tas, karena susunannya menjadi ganda dan tidak dipakai penutur asli, cukup katakan kata yang langsung diikuti nama wadahnya.
Think of this one as English *in* when you mean enclosed by walls, not just located somewhere. It only fits nouns that have an inside to be in, a room or building or something you can put things into like a house, a classroom, a bag, a wardrobe, or a car. It goes straight in front of that place with nothing in between, as in patterndalam + nama tempat atau wadahin + the name of a place or container. In a sentence that whole phrase usually comes after the verb or after the thing you are locating, like exampleKunci ada dalam tas.The key is in the bag. or exampleAnak-anak belajar dalam kelas.The children are studying in class. Just put the two together directly. Don't add another little location word between them the way English never would either, so not thisdalam di tasin in the bag feels doubled and wrong to a native ear.
Kata ini dipakai untuk menjelaskan sifat benda yang punya jarak jauh dari permukaan ke bawah atau dari pinggir ke tengah. Susunannya sebagai sifat, yaitu terletak sesudah benda yang dijelaskan, sering dengan penghubung yang, atau menjadi penjelas sesudah kata benda itu. Polanya bisa diingat sebagai patternkata benda + yang + dalam. Benda yang dijelaskan biasanya tempat berisi air atau wadah, seperti kolam, sumur, sungai, danau, piring, atau mangkuk. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleKolam itu dalam. dan exampleJangan berenang di bagian yang dalam. serta exampleSumur di desa itu sangat dalam.. Dalam kalimat, kata ini berfungsi menjawab pertanyaan seberapa jauh ke bawah atau seberapa cekung wadah itu. Kadang dipakai juga kata sangat atau terlalu di depannya untuk menunjukkan ukuran, misalnya dalam kalimat exampleSungai ini terlalu dalam untuk anak kecil.. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini di depan benda tanpa penghubung seolah menjadi penunjuk tempat, seperti not thisdalam kolam berenang, karena untuk menyatakan sifat harus diletakkan sesudah bendanya atau sebagai penjelas, misalnya exampleberenang di kolam yang dalam.
This word describes how far something goes down from the surface, or how hollowed a container is in the middle. Think pools, wells, rivers, lakes, or bowl-like dishes, and use it to answer how far down it goes. It comes after the thing you are describing, often linked as patternkata benda + yang + dalamnoun that is deep. So you can say exampleKolam itu dalam.That pool is deep. or exampleJangan berenang di bagian yang dalam.Don't swim in the deep part. You can add a word meaning very or too in front to show the size, as in exampleSumur di desa itu sangat dalam.The well in that village is very deep. and exampleSungai ini terlalu dalam untuk anak kecil.This river is too deep for small children. Don't put it in front of the noun as if pointing to a place, like not thisdalam kolam berenangdeep swimming pool. For a quality, it has to follow, as in exampleberenang di kolam yang dalamswimming in a pool that is deep.
Kata ini dipakai sebagai benda untuk menunjuk ruang atau sisi yang tertutup oleh bagian luar. Susunannya sebagai pokok kalimat atau sebagai bagian yang diterangkan, sering dengan tambahan nya untuk menunjukkan milik atau bagian tertentu. Polanya bisa diingat sebagai patterndalam + nya atau patterndalam + nama tempat. Yang ditunjuk biasanya isi di balik kulit, dinding, atau tutup, misalnya isi buah, ruang rumah, atau ruang tas. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleDalam rumah itu gelap. dan exampleDalamnya buah ini manis. serta exampleDalam tas itu kotor.. Dalam kalimat, kata ini bisa menjadi pokok pembicaraan yang lalu dijelaskan dengan sifat sesudahnya, misalnya gelap, bersih, manis, atau kotor. Penutur juga sering memakai kata bagian di depannya untuk memperjelas, tetapi kata ini sendiri sudah bisa berdiri sebagai benda. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini sebagai kata kerja dengan awalan berulang yang mengubah fungsinya, seperti not thismendalami rumah untuk maksud menunjuk ruang, karena bentuk itu sudah berarti lain dan tidak dipakai untuk menunjuk bagian sisi.
Think of this one not like English *in*, which points you somewhere, but like *the inside* as a thing you can talk about. It can be the subject of the sentence, the part you then describe as dark, clean, sweet, or dirty. That is why you will often see it in two shapes, patterndalam + nyathe inside of it and patterndalam + nama tempatinside of a place. The ending points to a particular owner, the place name points to a particular container. What is meant is always what is behind skin, walls, or a cover — the room of a house, the flesh of a fruit, the space of a bag. So you can imitate exampleDalam rumah itu gelap.The inside of that house is dark. and exampleDalamnya buah ini manis.The inside of this fruit is sweet. and exampleDalam tas itu kotor.The inside of that bag is dirty. English speakers want to turn it back into a verb. Do not, for this meaning. not thismendalami rumahto study a house in depth does not mean to point to the room, it already means something else entirely, to go deep into a subject.
Kata ini dipakai untuk menjelaskan bahwa pikiran, perasaan, atau ucapan itu kuat, sungguh-sungguh, dan tidak hanya di permukaan saja. Susunannya sebagai sifat untuk kata yang tidak berwujud, yaitu terletak sesudah kata yang dijelaskan, sering dengan penghubung yang, atau menjadi penjelas dalam kalimat. Polanya bisa diingat sebagai patternrasa atau pikiran + yang + dalam. Kata yang dijelaskan biasanya berkaitan dengan hati dan pikiran, misalnya cinta, rindu, sedih, kecewa, ilmu, atau makna pembicaraan. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleCintanya dalam kepada ibunya. dan exampleIlmu Pak Guru itu dalam. serta exampleKata-katanya dalam dan sulit dipahami.. Dalam kalimat, kata ini menunjukkan kadar yang kuat sampai ke hati atau tingkat pemahaman yang tinggi dan perlu dipikirkan lama. Untuk menguatkan, sering ditambah kata sangat atau sungguh di depannya, misalnya dalam kalimat exampleRasa kecewanya sangat dalam.. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini untuk benda yang bisa dipegang dan diukur dengan meter, seperti not thismeja dalam, karena untuk makna perasaan dan pikiran kata ini hanya dipasangkan dengan hal yang tidak berwujud.
English does this too with deep — a deep love, deep knowledge — so your instinct will mostly help you here. It is not about size, but about something going all the way to the heart and taking time to understand. Think of it as patternrasa atau pikiran + yang + dalama feeling or thought + yang + deep. It works as an adjective for things you cannot touch, placed after the feeling or thought it describes, as in exampleCintanya dalam kepada ibunya.Her love for her mother is deep. and exampleIlmu Pak Guru itu dalam.Pak Guru's knowledge is profound. That same idea covers words that are hard to grasp, as in exampleKata-katanya dalam dan sulit dipahami.His words are deep and hard to understand. To strengthen it, add very or truly in front, as in exampleRasa kecewanya sangat dalam.His disappointment is very deep. Do not use it for solid things you could measure with a meter, like not thismeja dalama deep table. For this heart-and-mind meaning, it only pairs with what is intangible.
Kata ini hidup di tengah kalimat, di antara dua bagian yang sama kedudukannya, untuk menyebut keduanya bersama dalam satu tarikan napas. Susunannya selalu berupa bagian pertama, lalu kata ini, lalu bagian kedua, seperti dalam pola patternnasi dan ikan. Bagian di kiri dan di kanan harus sama jenisnya, kata benda dengan kata benda, sifat dengan sifat, atau kalimat dengan kalimat. Untuk benda misalnya exampleAyah dan ibu pergi ke pasar atau exampleSaya membeli buku dan pensil. Untuk sifat misalnya exampleKamar itu bersih dan rapi. Untuk kegiatan atau keadaan yang lebih panjang, polanya tetap sama, satu kalimat penuh di kiri dan satu kalimat penuh di kanan, seperti exampleSaya mandi dan adik sarapan. Pelajar bisa memakai lebih dari sekali bila yang digabung ada tiga atau lebih, dengan menaruhnya sebelum bagian terakhir, seperti dalam exampleSaya makan nasi, ikan, dan sayur. Yang perlu dijaga adalah kata ini harus selalu punya isi yang lengkap di kiri dan di kanannya, sehingga bentuk seperti not thisSaya dan pergi ke pasar terasa janggal karena di kanan hanya ada kata kerja tanpa pelaku atau benda yang sejajar dengan bagian kiri, padahal pendengar menunggu dua hal yang sejajar untuk disebut bersama.
This little connector lives in the middle, joining two equal parts together in one breath, in the shape patternnasi dan ikanrice and fish. Like English and, what stands on the left and right has to match: noun with noun, adjective with adjective, full clause with full clause. So you can say exampleAyah dan ibu pergi ke pasarDad and mom go to the market or exampleSaya membeli buku dan pensilI bought a book and a pencil, and for qualities exampleKamar itu bersih dan rapiThat room is clean and tidy. For longer happenings it is still the same, one complete idea on each side, as in exampleSaya mandi dan adik sarapanI shower and my younger sibling has breakfast. With three or more you list them and put it just once before the last one: exampleSaya makan nasi, ikan, dan sayurI eat rice, fish, and vegetables. What to watch is that both sides must feel complete and parallel, so not thisSaya dan pergi ke pasarI and go to the market sounds strange, because the listener is left waiting on the right for a person or thing to match the left, not just a verb on its own.
Kata ini hidup sebagai kata benda yang berarti tingkatan keahlian sabuk hitam dalam bela diri. Susunannya biasanya muncul setelah frasa sabuk hitam, lalu langsung diikuti angka Romawi yang menunjukkan tingkatnya, seperti dalam pola patternsabuk hitam dan I. Angka itu wajib ada karena tanpa angka tingkatnya tidak jelas. Dalam kalimat kata ini sering menjadi keterangan setelah kata kerja yang menyatakan memiliki atau mencapai tingkatan, misalnya exampleBeliau menyandang sabuk hitam dan III karate atau exampleTahun ini ia naik ke dan II judo. Bisa juga berdiri sendiri sebagai subjek atau objek bila lawan bicara sudah tahu sedang bicara tentang bela diri, misalnya exampleUjian dan I diadakan hari Minggu. Pengucapannya pendek dan utuh sebagai satu kata benda. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah mengubah urutannya menjadi seperti not thissabuk dan hitam karena susunan yang wajar menaruh kata untuk sabuk hitam lebih dulu, baru kata ini beserta angkanya sebagai penjelas tingkat, sehingga urutan yang dibalik itu tidak dipahami penutur asli sebagai tingkatan sabuk hitam.
You already know this one from the dojo — English borrowed it too. Here it is a noun for a black-belt level, always with a Roman numeral to say which level. You almost always see it right after the phrase for black belt, as in patternsabuk hitam dan Ifirst-dan black belt. That number is not optional; without I, II, III and so on, no one knows what level you mean. It often comes after a verb of holding or moving up, as in exampleBeliau menyandang sabuk hitam dan III karateHe holds a third-dan black belt in karate or exampleTahun ini ia naik ke dan II judoThis year he moved up to second dan in judo. If everyone already knows you're talking about martial arts, it can stand alone as subject or object, as in exampleUjian dan I diadakan hari MingguThe first-dan exam is held on Sunday. Say it short, in one beat, as a single noun. Don't flip the order into not thissabuk dan hitambelt-dan-black — native speakers expect the black-belt phrase first, with this word plus its number after it as the explanation of rank.
Untuk menyatakan kesanggupan melakukan sesuatu, kata ini hidup di depan kata kerja. Susunannya selalu orang atau hal sebagai pelaku, lalu kata ini, lalu perbuatan yang bisa dilakukan. Polanya bisa dipegang sebagai patternSaya dapat + kata kerja atau patternDia tidak dapat + kata kerja kalau maksudnya tidak sanggup. Kata ini sendiri tidak berubah, bentuknya tetap dapat dan langsung disambung dengan perbuatan itu tanpa kata lain di antaranya. Misalnya untuk bilang kesanggupan datang, penutur akan mengucapkan exampleSaya dapat datang besok. Untuk bilang kesanggupan berenang, ucapannya adalah exampleAdik saya dapat berenang. Untuk menyatakan tidak sanggup, tinggal menambah kata penanda negatif di depannya seperti dalam exampleSaya tidak dapat tidur tadi malam. Perlu dijaga agar kata ini jangan diberi awalan untuk maksud ini, jadi bentuk seperti not thismendapat berenang tidak dipakai dan terdengar salah, karena dalam susunan ini kata tersebut harus tetap polos lalu diikuti langsung oleh perbuatan.
To talk about being able to do something, put dapatcan directly in front of the verb, just like can in English. The order is always the person, then dapatcan, then the action: patternSaya dapat + kata kerjaI can + verb. Nothing goes in between, so you don't need anything like to in I can to go. For example, to say you are able to come you say exampleSaya dapat datang besokI can come tomorrow, and for a sibling's swimming ability exampleAdik saya dapat berenangMy younger sibling can swim. The word itself never changes, even for the past. To say you can't, just put the negative word in front of it, as in exampleSaya tidak dapat tidur tadi malamI couldn't sleep last night.
Untuk menyatakan bahwa sesuatu yang baik atau yang dikirim sampai ke tangan seseorang, kata ini hidup sebagai kata kerja yang diikuti langsung oleh barang atau hal yang sampai itu. Susunannya adalah siapa yang menerima, lalu kata ini, lalu apa yang diterima. Polanya bisa diingat sebagai patternsaya dapat + barang atau kabar. Barang atau kabar itu wajib ada, karena tanpa itu kalimatnya terasa belum selesai. Misalnya untuk hadiah yang sampai ke tangan, penutur mengucapkan exampleSaya dapat hadiah dari ibu. Untuk nilai yang bagus di sekolah, ucapannya adalah exampleDia dapat nilai bagus. Untuk pesan yang masuk, contoh yang wajar adalah exampleSaya dapat pesan dari teman tadi pagi. Dalam susunan ini kata tersebut tetap berbentuk dapat dan menempel langsung pada barangnya. Bentuk tanpa barangnya seperti dalam not thisSaya dapat kemarin tidak dianjurkan, karena pendengar akan bertanya dapat apa, jadi barang yang diterimanya harus disebutkan dengan jelas.
Think of dapatget here like *get* in English: I got, then what I got. The order is fixed — who receives, then dapatget, then the thing itself, as in patternsaya dapat + barang atau kabarI get + a thing or news. That thing can't be left out, because without it the sentence feels unfinished. So you say exampleSaya dapat hadiah dari ibuI got a gift from Mom, exampleDia dapat nilai bagusHe got a good grade, exampleSaya dapat pesan dari teman tadi pagiI got a message from a friend this morning. Keep dapatget right next to what arrived. not thisSaya dapat kemarinI got yesterday doesn't work; a listener will immediately ask: got what? Always name it.
Untuk menyatakan bahwa sesuatu yang sudah lama dicari akhirnya ketemu, kata ini hidup sebagai kata kerja yang diikuti oleh orang atau barang yang ketemu itu. Susunannya biasanya diawali keterangan usaha mencari atau waktu yang lama, lalu siapa yang mencari, lalu kata ini, lalu apa yang ketemu. Polanya bisa dipegang sebagai patternakhirnya saya dapat + yang dicari. Keterangan seperti akhirnya atau setelah mencari lama sering dipakai karena menunjukkan proses pencarian sebelum itu. Misalnya untuk kunci yang hilang, penutur mengucapkan exampleAkhirnya saya dapat kunci saya di bawah meja. Untuk orang yang dicari, contoh yang wajar adalah examplePolisi dapat pencuri itu tadi malam. Contoh lain untuk barang di pasar adalah exampleIbu dapat mangga yang manis setelah mencari ke mana-mana. Kata bintangnya tetap dapat dan langsung menempel pada hal yang ketemu. Susunan tanpa menyebutkan hal yang ketemu seperti dalam not thisAkhirnya saya dapat setelah mencari lama terdengar belum lengkap, karena pendengar perlu tahu apa yang ketemu, jadi benda atau orangnya harus disebut.
When something you've been hunting for finally turns up, English reaches for *found*, and in this use so does Indonesian with dapatfound. The finder is the subject and what is found comes right after it, just like in English, as in the shape patternakhirnya saya dapat + yang dicarifinally I found what I was looking for. Because the point is the long search before it, you'll almost always hear a lead-in like akhirnyafinally. So for lost keys you say exampleAkhirnya saya dapat kunci saya di bawah mejaI finally found my keys under the table, and for a person, examplePolisi dapat pencuri itu tadi malamThe police caught that thief last night. Just don't stop at the verb. not thisAkhirnya saya dapat setelah mencari lamaFinally I found it after searching a long time feels unfinished, because the listener is waiting to hear what was found. The thing or person has to be named right after dapatfound.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah dari. Susunan yang dipakai untuk makna ini selalu patterndari + tempat atau waktu atau orang tempat awal. Artinya sesudah kata ini langsung ada nama kota, nama negara, nama tempat, jam, hari, atau orang yang menjadi titik mulai. Kata ini tidak pernah diikuti kata kerja langsung dan tidak pernah berdiri sendiri di akhir kalimat. Kalau titik mulainya tempat, polanya dipakai untuk menjawab pertanyaan berangkat dari mana atau berasal dari mana, misalnya dalam kalimat exampleSaya dari Jakarta atau dalam kalimat exampleKereta itu berangkat dari Bandung. Kalau titik mulainya waktu, polanya dipakai untuk menyebut jam atau hari mulai, misalnya dalam kalimat exampleKelas mulai dari jam delapan atau dalam kalimat exampleToko buka dari pagi sampai malam. Kalau titik mulainya orang, polanya dipakai untuk menyebut pengirim, misalnya dalam kalimat exampleSurat ini dari ibu. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya dari di Jakarta karena kata depan tidak ditumpuk begitu, cukup satu saja di depan nama tempatnya.
The word you are learning here is darifrom, and for this meaning it always works in one fixed way: patterndari + tempat atau waktu atau orang tempat awalfrom + a starting place, time, or person. What comes right after it is the starting point itself — a city, country, place, hour, day, or person — never a verb directly, and it can never be left hanging alone at the end the way English can leave *from* at the end of *Where are you from?* For a place it answers where you leave from or come from, as in exampleSaya dari JakartaI am from Jakarta. For a time it names when something starts, as in exampleToko buka dari pagi sampai malamThe shop is open from morning until night. For a person it names the sender or source, as in exampleSurat ini dari ibuThis letter is from Mom. Don't stack prepositions the way English-speaking instinct sometimes wants to, like not thisSaya dari di JakartaI am from in Jakarta. One preposition before the place name is enough.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah dari. Susunan yang dipakai untuk makna ini adalah patternbenda + dari + bahan atau isi. Artinya lebih dulu disebutkan bendanya, lalu kata ini, lalu langsung disebutkan bahan yang membentuk benda itu atau isi yang menyusunnya. Bahan atau isi itu biasanya kata benda seperti kayu, plastik, tepung, cabai, atau susu. Susunan ini menjawab pertanyaan terbuat dari apa atau isinya apa. Misalnya untuk benda keras bisa dipakai kalimat exampleMeja ini dari kayu dan untuk pakaian bisa dipakai kalimat exampleBaju ini dari katun. Untuk makanan dan minuman pun susunan yang sama dipakai, misalnya exampleKue ini dari tepung beras atau exampleSambal ini dari cabai. Kata ini di sini menempel langsung pada nama bahan tanpa kata penghubung lain di tengah. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisMeja ini dari di kayu karena sesudah kata ini harus langsung nama bahan, tidak perlu tambahan kata depan lain.
In English you say *made of* where Indonesian just uses darimade of. You name the thing first, then darimade of, then directly the material or ingredients, as in patternbenda + dari + bahan atau isiobject + dari + material or contents. That covers both hard objects and clothes, like exampleMeja ini dari kayuThis table is made of wood and exampleBaju ini dari katunThis shirt is made of cotton, and it works exactly the same for food and drink, like exampleKue ini dari tepung berasThis cake is made of rice flour. The material word follows immediately, with nothing in between. Don't add another little preposition in the middle, as in not thisMeja ini dari di kayuThis table is made of in wood.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah dari. Susunan yang dipakai untuk makna ini adalah patternkejadian atau keadaan + dari + alasan. Artinya lebih dulu disebutkan apa yang terjadi, lalu kata ini, lalu langsung disebutkan alasan kenapa hal itu bisa terjadi. Alasan itu biasanya kata benda atau kejadian seperti hujan, macet, atau lelah. Susunan ini menjawab pertanyaan kenapa begitu. Misalnya untuk sakit bisa dipakai kalimat exampleDia sakit dari kehujanan kemarin. Untuk kejadian di jalan bisa dipakai kalimat exampleTerlambat itu dari macet di jalan. Untuk keadaan banjir bisa dipakai kalimat exampleBanjir itu dari hujan semalam. Kata ini selalu berada di antara akibat dan alasan, bukan di awal kalimat dan bukan di akhir kalimat. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisDari kehujanan kemarin kalau dipakai sendiri tanpa menyebut akibatnya dulu, karena pendengar tidak tahu apa yang dijelaskan alasannya.
With this use of daribecause of you answer why something happened, and English works the same way with from. You say what happened first, then daribecause of, then the reason right after it, following patternkejadian atau keadaan + dari + alasanevent or situation + dari + reason. So a sickness is explained like exampleDia sakit dari kehujanan kemarinHe's sick from getting caught in the rain yesterday, and being late is explained like exampleTerlambat itu dari macet di jalanBeing late was from the traffic on the road. A situation works the same way, as in exampleBanjir itu dari hujan semalamThe flood was from last night's rain. Notice daribecause of always sits in the middle, between the result and the cause. It can't start a sentence on its own, so not thisDari kehujanan kemarinFrom getting caught in the rain yesterday leaves a listener hanging, since you never said what you are explaining.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah dari. Susunan yang dipakai untuk makna ini adalah patternkata kerja menjauh atau melindungi + dari + hal yang buruk. Artinya lebih dulu ada kata kerja yang menunjukkan usaha lepas, lalu kata ini, lalu langsung ada hal buruk yang dihindari seperti bahaya, api, anjing, atau hujan. Kata kerja yang sering muncul dalam susunan ini misalnya lari, sembunyi, jauh, atau lindung. Misalnya bisa dipakai kalimat exampleAnak itu lari dari anjing dan bisa juga dipakai kalimat exampleKami sembunyi dari hujan di toko. Untuk menjaga badan bisa dipakai kalimat examplePakai jaket untuk lindung dari dingin. Kata ini selalu diikuti hal yang ingin dijauhi, bukan diikuti tempat berangkat. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisLari dari untuk aman karena sesudah kata ini harus jelas hal buruk apa yang dihindari, tidak bisa hanya diisi tujuan.
Think of this use of dariaway from as escape, not origin. It comes after a verb of getting away or protecting, then names the bad thing you don't want to be hit by, like patternkata kerja menjauh atau melindungi + dari + hal yang burukget-away-or-protect verb + away from + something bad. That is why you get exampleAnak itu lari dari anjingThat child ran from the dog and exampleKami sembunyi dari hujan di tokoWe hid from the rain in the shop, and for your body examplePakai jaket untuk lindung dari dinginWear a jacket to protect from the cold. What follows has to be the danger itself, not just your goal, so not thisLari dari untuk amanRun from in order to be safe doesn't work because the listener is left asking from what.
Kata yang sedang dipelajari kali ini adalah dari. Susunan yang dipakai untuk makna ini adalah patternlebih atau kurang atau paling + sifat + dari + pembanding. Artinya lebih dulu disebutkan benda pertama dengan sifatnya, lalu kata ini, lalu langsung disebutkan benda kedua yang menjadi pembanding. Susunan ini dipakai waktu membandingkan dua hal. Misalnya untuk panas bisa dipakai kalimat exampleKopi ini lebih panas dari teh itu. Untuk tinggi bisa dipakai kalimat exampleAdik lebih tinggi dari kakak. Untuk harga bisa dipakai kalimat exampleTas ini lebih murah dari tas itu. Kata pembanding sesudah kata ini tidak bisa dihilangkan, karena tanpa pembanding kalimatnya terasa belum selesai. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisKopi ini lebih panas dari karena kalimat perbandingan perlu menyebut dengan jelas dibandingkan dengan apa.
This use of darithan is for comparing two things, what English does with than. You describe the first thing first, then darithan, then name the second thing right after it, as in patternlebih atau kurang atau paling + sifat + dari + pembandingmore or less or most + adjective + than + the thing being compared to. For example, exampleKopi ini lebih panas dari teh ituThis coffee is hotter than that tea or exampleAdik lebih tinggi dari kakakThe younger sibling is taller than the older sibling. You can do the same for price, like exampleTas ini lebih murah dari tas ituThis bag is cheaper than that bag. You have to finish with that second thing. Without it the thought feels unfinished, so not thisKopi ini lebih panas dariThis coffee is hotter than doesn't work on its own.
Kata yang sedang dipelajari adalah datang dan pada pemakaian ini ia menceritakan orang yang bergerak menuju suatu tempat lalu sampai di sana. Susunan yang paling wajar adalah orang yang bergerak disebut dulu sebagai pelaku, lalu kata ini, lalu bila perlu keterangan tempat atau waktu. Polanya dapat dirasakan seperti patternIbu datang atau patternIbu datang ke rumah kami atau patternIbu datang jam delapan. Pelaku itu biasanya orang, misalnya dengan kalimat exampleSaya datang jam delapan atau exampleAyah datang ke sekolah kemarin atau exampleTamu itu datang tadi pagi. Kalau tempatnya disebut, tempat itu sering didahului dengan kata penghubung yang menunjukkan tujuan, seperti dalam exampleDia datang ke kantor saya. Waktu kejadiannya bisa di awal atau di akhir kalimat, seperti dalam exampleKemarin adik saya datang. Bentuk ini tidak memakai awalan apa pun, jadi jangan menambahkan awalan pada kata ini untuk maksud sampai di tempat, bentuk seperti not thisSaya mendatang jam delapan terdengar keliru karena penutur asli memakai bentuk dasar tanpa tambahan untuk menceritakan orang yang tiba.
datangto come is about a person moving toward a place and then arriving there, just like *come* in English. The person comes first, then datangto come, then the place or time if you need it, as in patternIbu datangMom comes, patternIbu datang ke rumah kamiMom comes to our house, or patternIbu datang jam delapanMom comes at eight. It is normally a person who moves, as in exampleSaya datang jam delapanI came at eight, exampleAyah datang ke sekolah kemarinDad came to school yesterday, and exampleTamu itu datang tadi pagiThat guest came this morning. If you name the destination, it takes *to*, as in exampleDia datang ke kantor sayaShe came to my office. The time can go at the end or be moved to the front, as in exampleKemarin adik saya datangYesterday my little sibling came. Use the plain base form. For this idea of arriving, English speakers sometimes want to add something to the verb, but not thisSaya mendatang jam delapanI came at eight sounds wrong — a native speaker just uses datangto come with nothing added.
Kata yang sedang dipelajari adalah datang dan pada pemakaian ini ia memberi tahu dari mana asal seseorang atau asal suatu barang. Makna ini hanya hidup bila kata ini selalu ditemani dengan kata penghubung yang menunjukkan asal, sehingga susunannya adalah orang atau barang yang dibicarakan, lalu kata ini, lalu kata penghubung asal itu, lalu nama tempat asalnya. Polanya dapat dirasakan seperti patternkopi ini datang dari Jawa atau patternsaya datang dari Bandung. Contoh yang wajar adalah exampleSaya datang dari Bandung atau exampleMangga ini datang dari kebun ayah saya atau exampleSurat itu datang dari kantor pos. Tanpa bagian yang menunjukkan asal setelahnya kalimat terasa belum selesai, jadi bentuk seperti not thiskopi ini datang Jawa terdengar keliru karena nama tempat asal harus didahului kata penghubung asal itu, kalimat yang benar perlu kata penghubung itu seperti dalam examplekopi ini datang dari Jawa.
English works exactly the same here with come from, so trust that instinct. The word datangto come from in this use tells you where someone or something originates, and it never travels alone — it always brings its partner word for 'from' and then the place of origin. Think of it as in patternkopi ini datang dari Jawathis coffee comes from Java or patternsaya datang dari BandungI come from Bandung. So you can say exampleSaya datang dari BandungI come from Bandung to say where you're from, or exampleMangga ini datang dari kebun ayah sayathis mango comes from my father's garden or exampleSurat itu datang dari kantor posthat letter comes from the post office. Without that 'from' part the sentence feels unfinished. not thiskopi ini datang Jawathis coffee comes Java sounds wrong for exactly that reason; you need the full shape as in examplekopi ini datang dari Jawathis coffee comes from Java.
Kata yang sedang dipelajari adalah datang dan pada pemakaian ini ia dipakai untuk membicarakan waktu yang belum terjadi dan masih ada di depan sekarang. Makna ini tidak berdiri sendiri sebagai perbuatan, ia hidup sebagai penutup di belakang ungkapan waktu dengan susunan kata waktu dulu, lalu penghubung waktu, lalu kata ini di paling belakang. Polanya dapat dirasakan seperti patterntahun yang akan datang atau patternminggu yang akan datang atau patternhari yang akan datang. Contoh yang wajar adalah exampleTahun yang akan datang saya pindah rumah atau exampleMinggu yang akan datang ibu pergi ke desa atau exampleSaya sibuk pada hari yang akan datang. Kata ini di sini menerangkan kapan, bukan menceritakan orang bergerak, jadi jangan memakainya sendirian di depan sebagai pelaku waktu, bentuk seperti not thisDatang sangat sibuk terdengar keliru karena untuk maksud waktu yang belum terjadi penutur asli selalu memakai susunan lengkap dengan nama waktu di depannya seperti dalam exampleminggu yang akan datang sangat sibuk.
In English you can say *next week* in one little word. Indonesian spells it out — the week that will come. That last word is datangcoming, and here it doesn't mean anyone moving, it just marks time still in front of you. So you always start with the time word, then add *yang akan*, then close with datangcoming at the very end, as in patterntahun yang akan datangnext year or patternminggu yang akan datangnext week or patternhari yang akan datangthe coming day. You'll hear it like exampleTahun yang akan datang saya pindah rumahNext year I'm moving house or exampleMinggu yang akan datang ibu pergi ke desaNext week Mom is going to the village. You can also put it after a preposition, as in exampleSaya sibuk pada hari yang akan datangI'm busy in the coming days. Don't let that last word stand alone as the subject. not thisDatang sangat sibukComing is very busy sounds wrong. The time name has to come first, as in exampleminggu yang akan datang sangat sibuknext week is very busy.
Untuk makna ini kata itu dipakai sebagai benda yang bisa dilihat dan dipegang, dan biasanya muncul sebagai pelaku atau sebagai benda yang dibicarakan di awal atau di tengah kalimat. Susunannya sederhana, kata ini bisa berdiri sendiri sebagai pokok kalimat atau diikuti kata yang menerangkan ciri atau asalnya, dan bisa juga diawali kata penunjuk atau kata jumlah. Polanya bisa dirasakan seperti patterndaun itu + ciri atau patterndaun + nama tumbuhan. Karena itu pelajar akan sering mendengarnya dalam kalimat yang menggambarkan warna, keadaan, atau kegiatan yang mengenai bagian tumbuhan yang tipis dan hijau itu. Misalnya exampleDaun itu hijau. atau exampleDaun pisang itu lebar. atau exampleIbu memetik daun teh.. Dalam kalimat itu kata yang ditandai daun selalu menunjuk pada helai tipis yang tumbuh di ranting. Bentuk yang perlu dihindari untuk satu helai adalah not thisdedaunan itu hijau, karena bentuk itu dipakai untuk banyak helai sekaligus seperti hamparan dedaunan, bukan untuk satu helai yang sedang ditunjuk.
The word daunleaf is the thin, green, touchable thing that grows on a branch. You'll meet it as the thing being talked about, near the start or middle of a sentence. It can stand alone as the subject, or be followed by what kind it is or what plant it comes from, on the feel of patterndaun itu + cirithat leaf + description or patterndaun + nama tumbuhanleaf + plant name. So you hear it in sentences about color, condition, or what someone does to that part, like exampleDaun itu hijau.That leaf is green. or exampleDaun pisang itu lebar.That banana leaf is wide. or exampleIbu memetik daun teh.Mother is picking tea leaves. For one leaf you're pointing at, don't use not thisdedaunan itu hijauthe foliage is green, because that is for many leaves together as a sweep of foliage, not for a single leaf.
Pada makna ini kata itu tidak berdiri sendiri, melainkan selalu menempel langsung pada nama benda yang punya bagian pipih untuk mengayuh atau membuka dan menutup. Susunannya adalah kata ini di depan lalu langsung diikuti nama bendanya tanpa kata penghubung di antara keduanya, seperti pola patterndaun + nama benda. Susunan itu yang membuat pendengar paham bahwa yang dimaksud adalah bagian pipihnya, bukan bendanya yang utuh. Contoh yang wajar adalah exampleDaun pintu itu rusak. atau exampleDaun jendela itu terbuka. atau exampleDaun dayung itu patah.. Di semua contoh itu bagian yang ditandai daun pintu dan daun jendela dan daun dayung menunjuk pada lembaran pipih dari benda tersebut. Susunan dengan kata penghubung seperti not thisdaun dari jendela terdengar janggal dan tidak dipakai penutur asli untuk makna ini, karena hubungan bagian dan bendanya dinyatakan dengan menempel langsung tanpa penghubung.
Think of any flat sheet that does the work for the object, like the part that swings, opens, or pushes. In English you would say panel or blade, and you put this word directly in front of the name of the thing, with nothing in between, as in patterndaun + nama bendadaun + name of object. That tight pairing is what tells the listener you mean the flat part, not the whole thing. So exampleDaun pintu itu rusak.The door panel is damaged. means the swinging panel itself, and daun pintudoor panel never means the whole doorway. The same is true for exampleDaun jendela itu terbuka.The window panel is open. where daun jendelawindow panel is the movable shutter, and exampleDaun dayung itu patah.The paddle blade is broken. where daun dayungpaddle blade is the flat end that goes in the water. Don't add a connector as English instinct with of might tempt you to. not thisdaun dari jendelaleaf from a window sounds strange and native speakers simply don't use it for this meaning.
Makna ini dipakai untuk benda tipis yang lepas satu per satu dan bisa dipegang dengan tangan. Dalam kalimat kata ini muncul sebagai kata benda yang dihitung, jadi susunannya adalah angka atau kata jumlah di depan, lalu kata ini, lalu nama bendanya di belakang. Polanya terasa seperti patterntiga + daun + nama benda tipis atau patternsedaun + nama benda tipis. Dengan susunan itu pendengar paham bahwa yang dihitung adalah lembarannya satu per satu. Contohnya exampleSaya membawa tiga daun kartu. atau exampleDia meminta sedaun kertas. atau exampleAda dua daun kertas rokok di atas meja.. Bagian yang ditandai daun kartu dan sedaun kertas menunjukkan satu lembar yang terpisah. Susunan terbalik seperti not thiskertas daun adalah keliru untuk makna ini, karena kata yang menunjukkan lembaran harus ada di depan nama bendanya, bukan di belakang.
For paper, cards, anything thin that comes off one by one and you can hold in your hand, English says sheet of. Indonesian does the same counting job, but the counter goes right in front of the noun, like patterntiga + daun + nama benda tipisthree sheets of a thin thing or patternsedaun + nama benda tipisone sheet of a thin thing. You count the sheets first, then you name what they are, so the listener hears you are counting separate leaves. So exampleSaya membawa tiga daun kartu.I brought three playing cards. is three counted sheet by sheet, and exampleDia meminta sedaun kertas.She asked for a sheet of paper. is asking for one separate sheet. Put it backward, like not thiskertas daunpaper daun, and it breaks, because for this meaning the sheet-word has to sit before the thing to show you are counting sheets.
Dalam pembicaraan tentang komputer kata ini dipakai sebagai istilah untuk titik paling ujung yang sudah tidak punya cabang lagi di bawahnya. Susunannya biasanya sebagai bagian dari frasa istilah, yaitu kata lain seperti simpul di depan lalu kata ini di belakang, dan frasa itu lalu menjadi pelaku atau penjelas dalam kalimat. Polanya bisa dirasakan seperti patternsimpul daun + keterangan. Contoh yang wajar adalah exampleSimpul daun menyimpan data akhir. atau exampleSetiap simpul daun tidak punya cabang. atau exampleData akhir ada di simpul daun.. Pada contoh itu frasa yang ditandai simpul daun menunjuk pada titik ujung tempat simpan data akhir. Ungkapan yang merangkainya secara bebas seperti not thisdaun pohon data tidak dipakai dan akan membingungkan, karena istilah untuk makna ini sudah tetap dengan susunan simpul di depan dan kata ini di belakang.
In computer talk this is the very tip with nothing branching below it, where the final data sits. English does the same thing with a tree image, so the idea will feel familiar. You don't meet it alone — it comes locked at the end of simpul daunleaf node, which then works as the subject or description in the sentence, as in patternsimpul daun + keteranganleaf node + description. So you imitate exampleSimpul daun menyimpan data akhir.The leaf node stores the final data. or exampleSetiap simpul daun tidak punya cabang.Every leaf node has no branches.. Don't rearrange it freely into something like not thisdaun pohon datadata tree leaf — with the words in the wrong order it just confuses, because the term is fixed.
Untuk menyatakan siapa yang ikut serta dalam suatu kegiatan, dipakai kata dengan yang diikuti nama orang atau kelompok orang. Susunan yang wajar adalah pelaku melakukan perbuatan lalu ditambah bagian ini di belakang, sehingga polanya dapat dirasakan seperti patternpergi dengan teman atau patternmakan dengan keluarga. Dalam susunan itu kata ini selalu menempel pada orang yang diajak bersama, bukan pada tempat atau waktu. Perhatikan kalimat exampleSaya pergi dengan teman. yang artinya kegiatannya dilakukan berdua, tidak sendiri. Kalimat lain adalah exampleDia tinggal dengan ibunya. yang menjelaskan bahwa tempat tinggalnya bersama, dan exampleAnak itu bermain dengan adiknya. yang menjelaskan teman bermainnya. Jika orangnya lebih dari satu, tetap sama susunannya seperti dalam exampleKami belajar dengan guru.. Bentuk seperti not thisSaya dengan pergi teman. tidak dipakai karena susunannya terbalik dan pendengar sulit memahami siapa berbuat apa dan dengan siapa, jadi letakkan bagian ini sesudah perbuatan seperti pada contoh yang benar agar mudah ditiru.
To say who joins you in doing something, use denganwith followed by that person or group. It works just like *with* in English, and it lives in the same place in the sentence — after the action, not before it. Think of it as verb first, companion second, as in patternpergi dengan temango with a friend or patternmakan dengan keluargaeat with family. In that slot denganwith always sticks to the person you are with, never to a place or time. So exampleSaya pergi dengan teman.I went with a friend. means you didn't go alone, you went together. Likewise exampleDia tinggal dengan ibunya.He lives with his mother. tells who he shares a home with, exampleAnak itu bermain dengan adiknya.That child is playing with his younger sibling. tells who the playmate is, and exampleKami belajar dengan guru.We study with a teacher. works the same even when more people are involved. Don't flip the order as in not thisSaya dengan pergi teman.I with go friend.. It breaks the link between what was done and who it was done with, so keep the companion phrase after the action and just copy the models above.
Untuk menyatakan alat atau bahan yang dipakai untuk berbuat sesuatu, dipakai kata dengan yang diikuti nama alat atau bahan itu. Susunan yang wajar adalah perbuatan disebut dulu lalu alatnya menyusul di belakang, sehingga polanya terasa seperti patternmemotong dengan pisau atau patternmenulis dengan pensil. Dalam susunan ini kata tersebut selalu menempel langsung pada bendanya. Contohnya exampleIbu memotong roti dengan pisau. menjelaskan pisau adalah alat untuk memotong, dan exampleAdik menggambar dengan krayon. menjelaskan krayon adalah alat untuk menggambar. Untuk bahan pun sama, seperti dalam exampleMereka membuat kue dengan tepung dan telur. yang menyebut bahan untuk membuat. Bentuk seperti not thisSaya dengan memotong roti. tidak dipakai karena kata ini harus diikuti bendanya, bukan diikuti perbuatan, jadi ikuti susunan perbuatan ditambah kata ini ditambah nama alat atau bahan seperti pada contoh yang benar.
This one works just like English, so your instincts are good here. To name the tool or material you do something with, use denganwith placed right in front of that thing, after you have already said the action, like patternmemotong dengan pisauto cut with a knife. The order matters: action first, tool second, with denganwith stuck directly to the noun. So exampleIbu memotong roti dengan pisau.Mother cuts bread with a knife. tells you the knife is what does the cutting, and exampleAdik menggambar dengan krayon.Little sibling draws with crayons. tells you the crayons are what does the drawing. It is the same for ingredients, as in exampleMereka membuat kue dengan tepung dan telur.They make cake with flour and eggs. Because denganwith must be followed by the thing, not by the action, not thisSaya dengan memotong roti.I with cut bread. does not work. Keep it as action plus denganwith plus tool or material, just like in the good examples.
Untuk menjelaskan bagaimana suatu perbuatan dilakukan, dipakai kata dengan yang diikuti kata yang menyatakan sifat atau keadaan. Susunan yang wajar adalah kata ini ditambah kata sifat itu diletakkan sesudah perbuatan yang diterangkannya, sehingga polanya terasa seperti patternbekerja dengan cepat atau patternberbicara dengan lembut. Dalam susunan itu bagian ini menjawab pertanyaan bagaimana perbuatannya terjadi. Contohnya exampleDia berlari dengan cepat. menjelaskan larinya seperti apa, dan exampleIbu berbicara dengan lembut. menjelaskan cara ber bicaranya. Contoh lain adalah exampleMereka bekerja dengan baik. yang menjelaskan hasil atau cara kerjanya. Bentuk seperti not thisDia dengan cepat berlari. terdengar dipaksakan dalam percakapan sehari-hari karena penutur biasa meletakkan keterangan cara itu di belakang perbuatan, jadi tirulah susunan perbuatan dulu baru bagian ini seperti pada contoh yang benar.
English packs "how" into one word — quickly, softly. Indonesian does it with two: denganwith plus an adjective. So patternbekerja dengan cepatto work quickly is literally "work with quick," but you hear it as quickly, and patternberbicara dengan lembutto speak softly as softly. Think of denganwith here as your -ly maker. Put it after what it describes. exampleDia berlari dengan cepat.He runs quickly. tells you what his running was like, exampleIbu berbicara dengan lembut.Mom speaks softly. tells you how she spoke, and exampleMereka bekerja dengan baik.They work well. tells you how they worked. It answers how it happened. Don't move it in front like English sometimes can. not thisDia dengan cepat berlari.He runs quickly. feels forced — everyday speakers put the action first, then the how. Copy that order from the good examples and you'll sound natural.
Untuk menyatakan bahwa dua hal sama, mirip, atau cocok satu sama lain, dipakai rangkaian yang memuat kata dengan sesudah kata yang menyatakan kesamaan atau kecocokan. Susunan yang wajar adalah hal pertama disebut, lalu kata penanda kesamaan, lalu kata ini, lalu hal kedua sebagai pembanding, sehingga polanya terasa seperti patternsama dengan ibu atau patternsesuai dengan aturan. Dalam susunan itu kata ini selalu menghubungkan hal yang dibandingkan ke hal pembandingnya. Contohnya exampleWajah anak itu mirip dengan ibunya. menyatakan wajah dan ibu memiliki kemiripan. Contoh lain adalah exampleUkuran sepatu ini sama dengan sepatuku. yang menyatakan ukurannya tidak berbeda. Untuk kecocokan pun sama, seperti dalam exampleKeputusan itu sesuai dengan aturan. yang menyatakan keputusan dan aturan saling cocok. Bentuk seperti not thisMirip ibunya dengan. tidak dipakai karena kata penghubungnya harus berada di depan hal pembandingnya dan tidak boleh tertinggal di belakang sendirian, jadi ikutilah susunan lengkap seperti pada contoh yang benar.
When you say two things are the same or fit each other, English switches prepositions — *same as*, *similar to*, *in accordance with*. Indonesian doesn't. After a word of sameness or fit you link to the thing you're comparing to with denganwith. Think of it as one block: first thing, sameness word, then denganwith, then the comparison. That gives you patterns like patternsama dengan ibusame as Mom or patternsesuai dengan aturanin accordance with the rules. So exampleWajah anak itu mirip dengan ibunya.That child's face looks like his mother. is literally face, like, linked to mother. exampleUkuran sepatu ini sama dengan sepatuku.These shoes are the same size as mine. says the sizes aren't different. exampleKeputusan itu sesuai dengan aturan.That decision is in accordance with the rules. says decision and rule match. Don't strand that link at the end, the way English can strand a preposition. not thisMirip ibunya dengan.like his mother with. doesn't work. denganwith has to sit right in front of the comparison, so just follow the full order in the good examples.
Kata yang dipelajari di sini selalu muncul tepat sebelum nama tempat untuk menunjukkan letak sesuatu berada atau suatu kejadian berlangsung. Susunannya dapat diingat sebagai pola patterndi + nama tempat di mana bagian setelah di harus berupa tempat seperti rumah, pasar, atau nama kota, dan seluruh keterangan tempat ini biasanya terletak sesudah kata kerja atau sesudah bagian utama kalimat. Misalnya dalam kalimat exampleIbu ada di dapur. terlihat bahwa di berdiri di depan nama ruangan untuk menjelaskan di mana seseorang berada, dan dalam kalimat exampleTas saya ada di meja. terlihat susunan yang sama untuk menjelaskan letak benda. Untuk pelajar pemula cara paling aman adalah selalu memakai bentuk terpisah dengan spasi, seperti dalam exampleKami tinggal di Padang. Bentuk yang ditulis serangkai seperti not thisdirumah tidak dipakai untuk makna ini karena penulisan serangkai memberi kesan awalan pembentuk kata kerja, sedangkan makna ini membutuhkan kata lepas yang diikuti nama tempat dengan spasi.
Think of diat as English *at* — but broader. Where English splits between *at, in,* and *on*, Indonesian uses this one small word for all location. It always comes as a separate word right before a place, the pattern patterndi + nama tempatat + place name. It tells where someone is or where something happens, and it usually comes after the verb or main part of the sentence. So exampleIbu ada di dapur.Mother is in the kitchen. puts diat in front of the room to say where she is, and exampleTas saya ada di meja.My bag is on the table. does the same for an object. For now the safest habit is to always write it separate, with a space, as in exampleKami tinggal di Padang.We live in Padang. Never join it like not thisdirumahat home — written together it looks like a verb-forming prefix, not the free-standing location word you need here.
Kata yang dipelajari di sini muncul tepat sebelum sebutan waktu untuk menjelaskan kapan suatu kejadian berlangsung. Susunannya dapat diingat sebagai pola patterndi + sebutan waktu di mana bagian setelah di harus berupa nama waktu seperti pagi hari, siang hari, malam hari, atau nama bulan, dan seluruh keterangan waktu ini biasanya terletak di awal kalimat atau sesudah bagian utama kalimat. Misalnya dalam kalimat exampleAyah pulang di malam hari. terlihat bahwa di berdiri di depan sebutan waktu untuk menjelaskan kapan perbuatan terjadi, dan dalam kalimat exampleAcara itu diadakan di bulan Juni. terlihat susunan yang sama untuk menjelaskan kapan acara berlangsung.
In English you switch prepositions for time — at night, in June — but here one little word does that job when it sits right before a time name. Think of it as patterndi + sebutan waktudi + time expression, where what follows is a time like the morning, the night, or a month. That whole time phrase usually comes at the start of the sentence or after the main action. So exampleAyah pulang di malam hari.Dad comes home at night. tells you when he comes home, and exampleAcara itu diadakan di bulan Juni.That event was held in June. tells you when it happened.
Dalam percakapan sehari-hari masyarakat Minangkabau kata ini dipakai tepat sebelum sebutan orang atau tempat yang menjadi tujuan, sasaran, atau titik awal suatu gerakan atau pemberian. Susunannya dapat diingat sebagai pola patternkata kerja + di + tujuan di mana bagian setelah di harus berupa orang yang dituju atau tempat yang dituju, dan seluruh bagian ini biasanya terletak sesudah kata kerja seperti pergi, datang, memberi, atau mengirim. Misalnya dalam kalimat exampleAmbo pai di pasa. terlihat bahwa di berdiri di depan nama tempat untuk menunjukkan arah tujuan pergi, dan dalam kalimat exampleApo ko dibari di adiak. terlihat susunan yang sama untuk menunjukkan orang yang menjadi sasaran pemberian. Pemakaian ini hidup dalam suasana akrab dan lisan, sering disertai kata-kata khas daerah, sehingga pendengar langsung memahami bahwa yang dimaksud adalah arah atau sasaran perbuatan.
In Minangkabau everyday talk dito points where an action is headed, who it's for, or where it started from. Think *to*, as English does it. After a verb of going, coming, giving, or sending you get patternkata kerja + di + tujuanverb + di + destination, where what follows dito has to be the person or place aimed at. So exampleAmbo pai di pasa.I went to the market. isn't about being at the market, it's about heading to it, and exampleApo ko dibari di adiak.What did you give to your younger sibling? isn't about location either, it's about who got something. It's warm, spoken language, so once you hear that little dito before a person or place after the verb, you know you're hearing direction or target.
Kata dia dipakai untuk menyebut satu orang yang sedang dibicarakan, bukan orang yang berbicara dan bukan lawan bicara. Dalam kalimat, kata ini paling sering berdiri di awal kalimat sebagai pelaku, lalu diikuti oleh bagian yang menerangkan apa yang dilakukan atau bagaimana keadaannya. Susunan yang paling wajar adalah pelaku dulu, baru keterangan setelahnya, seperti dalam pola patterndia + kata kerja atau patterndia + kata sifat atau patterndia + kata benda sebagai keterangan. Dengan susunan itu pelajar bisa langsung membuat kalimat dengan meletakkan dia di depan, misalnya exampleDia makan nasi. dan exampleDia lelah. dan exampleDia guru.. Sekali nama orangnya sudah jelas, dia dipakai untuk menggantikan nama itu supaya tidak diulang, misalnya exampleSari sakit. Dia tidak masuk sekolah.. Selain di awal kalimat, dia juga bisa berdiri sesudah kata kerja sebagai orang yang menerima perbuatan, seperti dalam pola patternkata kerja + dia, misalnya exampleSaya lihat dia. dan exampleIbu memanggil dia.. Kata ini juga bisa berdiri sesudah kata depan seperti dengan atau untuk atau dari, misalnya exampleSaya pergi dengan dia. dan exampleKue ini untuk dia.. Bentuknya tidak berubah, tetap dia di semua posisi itu. Karena dia hanya untuk satu orang, kalimat seperti not thisDia pergi bersama teman-teman. Mereka semua naik bus. Dia semua senang. terasa keliru pada bagian terakhirnya, sebab yang senang itu banyak orang, jadi harus memakai kata untuk banyak orang, bukan dia yang hanya untuk satu orang.
Use diahe when you are talking about one person, not yourself and not the person you are talking to. It most often comes first, as the doer, followed by what he does or how he is. Just put diahe in front and you already have a sentence, in the pattern patterndia + kata kerjahe + verb or patterndia + kata sifathe + adjective or patterndia + kata benda sebagai keteranganhe + noun as a description. So exampleDia makan nasi.He eats rice. and exampleDia lelah.He is tired. and exampleDia guru.He is a teacher. Unlike English, the form never changes. Where English switches from he to him, Indonesian keeps diahe. So diahe can also come after a verb as the one receiving the action, as in exampleSaya lihat dia.I see him., or after words like denganwith and untukfor, as in exampleSaya pergi dengan dia.I go with him. and exampleKue ini untuk dia.This cake is for him. Because diahe is only for one person, it cannot do the work of a plural. In not thisDia pergi bersama teman-teman. Mereka semua naik bus. Dia semua senang.He went with friends. They all took the bus. He all are happy. the last part feels wrong, since the ones who are happy are many people, not one he.
Kata ini dipakai untuk menyebut jumlah benda. Susunan yang paling sering dipakai adalah kata ini langsung diikuti kata benda, tanpa tambahan apa pun pada kata bendanya. Jadi polanya bisa diingat sebagai patterndua + kata benda. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleSaya punya dua kelereng atau exampleAda dua buku di meja. Dalam kalimat itu dua selalu berdiri sebelum kata benda dan menerangkan berapa banyak bendanya. Kata benda setelahnya tidak perlu diubah bentuknya, cukup bentuk biasa saja seperti dalam exampledua anak atau exampledua hari. Satu bentuk yang perlu dihindari adalah menambahkan ulang pada kata benda setelah kata ini, seperti dalam not thisdua kelereng-kelereng, karena dalam susunan ini jumlahnya sudah jelas dari kata dua itu sendiri, sehingga kata bendanya tidak perlu diulang.
This one is simple counting, as in exampleSaya punya dua kelerengI have two marbles or exampleAda dua buku di mejaThere are two books on the table. Just use patterndua + kata bendatwo + noun, with duatwo right before the noun to say how many there are. Where English changes the noun, Indonesian doesn't. You say exampledua anaktwo children and exampledua haritwo days with the noun left in its normal form, no -s, no other change. And for the same reason, don't pluralize by doubling. not thisdua kelereng-kelerengtwo marbles sounds wrong because the number already makes the amount clear — duatwo does the job on its own.
Kata ini dipakai dengan awalan tertentu untuk menunjukkan posisi dalam barisan. Bentuknya ditulis serangkai sebagai kedua dan susunan yang wajar adalah bentuk itu dipakai untuk menyebut orang atau benda yang posisinya tepat setelah yang pertama. Bentuk ini sering muncul sebelum kata benda, dengan pola seperti patternanak kedua atau patternhari kedua, dan juga bisa berdiri sendiri sebagai penyebut posisi dalam kalimat seperti exampleDia anak kedua atau exampleIni hari kedua saya di sini. Dalam pemakaian itu kedua selalu menempel pada hal yang dibicarakan dan menunjukkan tempatnya dalam urutan. Penulisan yang perlu diperhatikan adalah bentuk ini ditulis tanpa spasi, sehingga bentuk seperti not thiske dua tidak dianjurkan karena penutur asli selalu menuliskannya sebagai satu kata yang utuh.
To talk about the spot right after first, you use keduasecond. Where English puts that word before the noun, here it follows the noun, in a pattern like patternanak keduathe second child or patternhari keduathe second day. Think "child second," "day second," not "second child" word-for-word. It works the same when it stands alone to identify someone's place, as in exampleDia anak keduaHe is the second child or exampleIni hari kedua saya di siniThis is my second day here. Notice the spelling too. It is always one solid word, so not thiske duasecond with a space looks wrong to a native eye — keep it joined as keduasecond.
Untuk menceritakan kejadian yang sudah lewat, kata ini biasanya berdiri di awal kalimat atau di depan kata kerja, lalu diikuti penjelasan tentang apa yang pernah terjadi, di mana, atau bagaimana keadaannya waktu itu. Susunan yang wajar adalah seperti dalam pola patterndulu + saya / dia / kami + kata kerja atau patternsaya + dulu + kata kerja, misalnya dalam kalimat exampleDulu saya tinggal di desa yang kecil atau exampleDulu dia bekerja sebagai penjual buah atau exampleSaya dulu tidak bisa berenang. Dengan susunan seperti itu pendengar langsung mengerti bahwa yang dibicarakan sudah selesai dan terjadi pada waktu yang lampau. Kata ini tidak dipakai untuk kejadian yang belum terjadi atau yang akan terjadi besok atau nanti, jadi bentuk seperti not thisDulu saya akan pergi besok terasa keliru karena waktu dalam kalimat itu bertentangan, satu menunjuk ke masa lalu dan satu menunjuk ke masa depan, sedangkan untuk rencana yang akan datang cukup dipakai kata waktu untuk masa depan tanpa kata ini.
When you want to tell what used to be true, English reaches for *used to* or *once* or *back then*. This word does that job. It puts the whole sentence in finished past time, then you add what happened, where, or what things were like. You'll usually hear it in one of two places: right at the start of the sentence, as in patterndulu + saya / dia / kami + kata kerjadulu + I / he or she / we + verb, or right after the subject, as in patternsaya + dulu + kata kerjaI + dulu + verb. Both sound natural, and a listener immediately knows you're talking about long ago. So you can imitate exampleDulu saya tinggal di desa yang kecilI used to live in a small village or exampleDulu dia bekerja sebagai penjual buahShe used to work as a fruit seller or exampleSaya dulu tidak bisa berenangI couldn't swim before. Don't use it for the future. not thisDulu saya akan pergi besokIn the past I will go tomorrow sounds wrong because the two times fight each other, one pointing back and one pointing forward. For tomorrow's plans, just use a future time word on its own.
Untuk menerangkan bahwa seseorang atau sesuatu sudah tidak lagi seperti itu sekarang, kata ini diletakkan di belakang kata benda yang diterangkannya, seolah-olah menjadi sifat tambahan untuk kata benda itu. Susunan yang wajar mengikuti pola patternkata benda untuk orang atau tempat atau barang + dulu, misalnya dalam kalimat exampleBeliau guru saya dulu yang maksudnya orang itu pernah menjadi guru tetapi sekarang bukan lagi, atau exampleKami melewati rumah kami dulu yang maksudnya rumah itu pernah ditempati tetapi sekarang sudah pindah, atau exampleIni kantor saya dulu yang maksudnya tempat itu pernah menjadi kantor tetapi sekarang sudah berganti. Karena kedudukannya sebagai penjelas kata benda, kata ini tidak boleh ditaruh di depan kata benda itu, jadi susunan seperti not thisdulu guru saya atau not thisdulu rumah kami untuk maksud yang sama terasa janggal dan tidak dipakai, yang benar tetap menaruhnya sesudah kata bendanya.
To say a person, place, or thing is no longer what it once was, English puts the word in front, my former teacher. Indonesian puts it after the noun, almost like an extra description attached to that noun. It follows patternkata benda untuk orang atau tempat atau barang + dulua noun for a person, place, or thing + former. So exampleBeliau guru saya duluShe is my former teacher means she was your teacher but isn't anymore, exampleKami melewati rumah kami duluWe passed our former house means you used to live there but have moved, and exampleIni kantor saya duluThis is my former office means it used to be your office but isn't now. Because it works as a noun modifier, it cannot move to the front, so not thisdulu guru sayamy former teacher or not thisdulu rumah kamiour former house for that same meaning sounds odd and is not used. Keep it after the noun.
Kata ini sering dipakai untuk bercerita tentang tempat tinggal yang sangat besar, tempat semua manusia, hewan, dan tumbuhan ada bersama. Dalam kalimat, kata ini biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi didahului oleh kata tempat atau kata jumlah. Susunan yang paling wajar adalah kata depan yang artinya lokasi diikuti kata ini, atau kata yang artinya semua dan bulat diikuti kata ini, lalu kalimat dilanjutkan seperti biasa. Dengan susunan itu pelajar bisa berkata tentang jumlah negara, tentang perjalanan jauh, atau tentang sesuatu yang ada di mana-mana. Contoh susunan itu hidup dalam kalimat yang bisa ditiru seperti exampleAda banyak negara di dunia dan exampleMereka berjalan keliling dunia dan exampleSeluruh dunia punya udara yang sama. Pola yang bisa dipegang adalah patterndi + dunia untuk menyatakan lokasi dan patternkeliling + dunia atau patternseluruh + dunia untuk menyatakan luasnya.
Think of it as home at the biggest scale, the planet where people, animals and plants all live together. You almost never use it alone — you set it up first with an idea of place or wholeness, then continue the sentence as normal. For simply being located somewhere, use patterndi + duniain the world, as in exampleAda banyak negara di duniaworld||There are many countries in the world. For covering great distance, use patternkeliling + duniaaround the world, as in exampleMereka berjalan keliling duniaworld||They traveled around the world. And for something everywhere at once, use patternseluruh + duniathe whole world, as in exampleSeluruh duniaworld punya udara yang sama||The whole world has the same air. English needs *the*, Indonesian doesn't — just learn each chunk as one piece.
Kata ini dipakai untuk menyebut tempat hidup sehari-hari yang khas, misalnya tempat belajar, tempat bekerja, atau tempat melakukan kesukaan. Susunan yang wajar untuk makna ini adalah kata ini langsung diikuti nama kegiatan atau nama tempat kegiatan itu, tanpa kata penghubung di tengah. Jadi polanya melekat, kata ini di depan dan nama bidangnya tepat di belakangnya. Setelah kelompok kata itu, kalimat dilanjutkan seperti biasa dengan kata kerja atau kata sifat. Contoh kelompok kata itu adalah dunia sekolah dan dunia musik dan dunia kerja. Dalam kalimat yang utuh susunan itu terdengar wajar seperti exampleSaya suka dunia musik dan exampleDia baru masuk dunia kerja dan exampleIni cerita dari dunia sekolah. Pola yang bisa diingat adalah patterndunia + nama kegiatan. Bentuk seperti not thisdunia di musik tidak dipakai untuk makna ini karena penutur asli tidak memberi jarak dengan kata penghubung, nama kegiatannya langsung menempel di belakang kata ini.
English says the dunia musikworld of music, with an *of* in the middle. This word drops it. You just stick the activity name right behind it, no connector, no pause: dunia musikworld of music, dunia sekolahworld of school, dunia kerjaworld of work. Think of it as naming the everyday life you live in — studying, working, doing what you love — and then you continue the sentence normally with a verb or adjective, like exampleSaya suka dunia musikworld of music||I like the world of music and exampleDia baru masuk dunia kerjaworld of work||He just entered the world of work and exampleIni cerita dari dunia sekolahworld of school||This is a story from the world of school. Remember it as patterndunia + nama kegiatandunia + activity name. Don't insert a preposition the way English tempts you to. not thisdunia di musikworld in music sounds wrong to an Indonesian ear because for this meaning the activity has to sit tight directly after the word.
Kata ini bisa dipakai sebagai pelaku dalam kalimat, maksudnya banyak sekali manusia yang melakukan sesuatu secara bersama-sama. Susunan yang wajar untuk makna ini adalah kata ini menjadi pokok kalimat, sering didahului kata yang artinya semua, lalu diikuti kata kerja. Dengan susunan itu pelajar bisa bercerita tentang apa yang ditonton, didengar, atau diketahui oleh banyak manusia. Contoh kalimat yang memakai susunan itu adalah exampleSeluruh dunia menonton pertandingan itu dan exampleSeluruh dunia tahu namanya. Pola yang bisa dipegang adalah patternseluruh dunia + kata kerja. Bentuk jamak seperti not thisdunia-dunia tidak dipakai untuk makna ini karena kata ini sendiri sudah mengandung arti banyak manusia, jadi tidak perlu diulang.
In English you say the whole world is watching when you really just mean everybody. Indonesian does exactly the same with duniaworld. It is used as the subject of the sentence, meaning huge numbers of people all doing the same thing together — watching, hearing, knowing something. It usually comes with the word for whole or entire first, then a verb, like in exampleSeluruh duniaworld menonton pertandingan itu||The whole world watched that match and exampleSeluruh duniaworld tahu namanya||The whole world knows his name. Think of it as patternseluruh dunia + kata kerjathe whole world + verb and you can say what everyone saw or knows. Don't make it plural. not thisdunia-duniaworlds is not used for this, because the singular already contains the idea of all those people.
Kata ini dipakai untuk berbicara tentang uang, barang, dan kesenangan hidup sekarang yang cepat habis dan tidak bertahan lama. Dalam kalimat, kata ini biasanya muncul sebagai benda yang dikejar, dicari, atau dicintai, sering setelah kata yang artinya harta atau setelah kata kerja yang artinya mengejar. Susunan yang wajar adalah kata kerja atau kata benda di depan, lalu kata ini di belakang sebagai tujuannya. Contoh pemakaian yang wajar adalah harta dunia dan mengejar dunia dan cinta dunia. Dalam kalimat yang utuh susunan itu terdengar seperti exampleDia hanya mengejar dunia dan exampleHarta dunia akan habis dan exampleJangan terlalu cinta dunia. Pola yang bisa diingat adalah patternmengejar + dunia dan patternharta + dunia.
Here duniaworldly things, the material world is the stuff itself — money, possessions, the pleasures of life right now that run out fast and don't last. English needs extra words like material or worldly to get that idea; Indonesian just uses this one word as the target. You'll usually see it second, after what you do with it. harta duniaworldly riches is what you hold, mengejar duniachasing after worldly things is what you do, cinta dunialove of worldly things is how you feel toward it. So you say exampleDia hanya mengejar duniaworldly things||He only chases after worldly things, exampleHarta duniaworldly akan habis||Worldly riches will run out and exampleJangan terlalu cinta duniaworldly things||Don't love worldly things too much. Just remember patternmengejar + duniato chase + worldly things and patternharta + duniariches + of this world.
Kata ini dipakai untuk menerangkan tingkatan perlombaan atau gelar yang paling tinggi, yang pesertanya datang dari banyak negara. Susunan yang wajar untuk makna ini adalah kata ini diletakkan di belakang nama gelar atau nama perlombaan, bukan di depan. Nama gelar atau perlombaannya dulu, lalu kata ini sebagai penutup untuk menunjukkan tingkatannya. Contoh kelompok kata dengan susunan itu adalah juara dunia dan gelar dunia dan kejuaraan dunia dan piala dunia. Dalam kalimat yang utuh susunan itu dipakai seperti exampleDia juara dunia lari dan exampleTim itu menang di kejuaraan dunia dan exampleTahun ini ada piala dunia sepak bola. Pola yang bisa dipegang adalah patternjuara + dunia dan patternkejuaraan + dunia. Susunan terbalik seperti not thisdunia juara terdengar keliru karena penutur asli selalu meletakkan nama gelar di depan dan kata ini di belakang.
In English *world* comes first — world champion, World Cup — so your instinct will be to put it first in Indonesian too. Don't. For the top, international level of a competition or title, the title comes first and this word comes last to close it. So you get juara duniaworld champion and gelar duniaworld title, also kejuaraan duniaworld championship and piala duniaWorld Cup. Think of the pattern as patternjuara + duniaworld champion and patternkejuaraan + duniaworld championship: the prize, then the level. In a full sentence that order stays, as in exampleDia juara dunia lariShe is the world champion in running and exampleTim itu menang di kejuaraan duniaThat team won at the world championship and exampleTahun ini ada piala dunia sepak bolaThis year there is the soccer World Cup. Flipping it like not thisdunia juaraworld champion sounds wrong, because a native speaker always expects the name of the title first.
Kata ini hidup dalam percakapan santai untuk menyatakan penolakan atau menyatakan bahwa sesuatu tidak terjadi, tidak ada, atau tidak seperti itu. Susunan yang paling wajar adalah kata ini diletakkan di depan kata kerja, kata sifat, atau ungkapan yang menyatakan ada dan punya, sehingga menjadi penjelas yang membalikkan artinya menjadi negatif. Pola itu bisa diingat sebagai patternenggak + kata kerja atau kata sifat, misalnya untuk menolak ajakan, untuk bilang tidak tahu, tidak mau, tidak enak, atau tidak ada. Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleSaya enggak ikut ke pasar hari ini dan exampleBadan saya enggak enak sejak kemarin serta exampleDi kulkas enggak ada susu lagi. Selain di depan kata lain, kata ini juga bisa berdiri sendiri sebagai jawaban singkat waktu ditanya atau ditawari sesuatu, dengan nada santai dan bersahabat, seperti dalam exampleMau tambah nasi? Enggak, sudah cukup. Untuk pelajar, penting untuk merasakan bahwa kata ini selalu terasa akrab dan tidak resmi, sehingga cocok dipakai dengan teman, keluarga, atau dalam obrolan sehari-hari, tetapi tidak dipakai dalam surat resmi, pidato, atau tulisan yang serius. Satu pemakaian yang tidak dianjurkan adalah menumpuk dua kata penolak dalam satu klausa seperti dalam not thisSaya enggak tidak mau ikut, karena satu penolak saja sudah cukup untuk membuat kalimat menjadi negatif, dan tumpukan itu terdengar janggal bagi penutur asli.
Think of it as your all-purpose casual *no, not, don't* — one relaxed word that flips what follows into the negative. It goes right in front of a verb, an adjective, or an expression of existence, as in patternenggak + kata kerja atau kata sifatenggak + a verb or adjective. That gives you exampleSaya enggak ikut ke pasar hari iniI'm not coming to the market today for turning down plans, exampleBadan saya enggak enak sejak kemarinI've felt unwell since yesterday for saying how you feel, and exampleDi kulkas enggak ada susu lagiThere's no milk left in the fridge for saying something isn't there. It can also stand alone as a friendly short answer when you're offered something, like in exampleMau tambah nasi? Enggak, sudah cukupWant more rice? No, I've had enough. It always feels warm and informal, perfect with friends and family and in everyday chat, but out of place in a formal letter or serious writing. And one negator is enough — don't stack two in one clause, so not thisSaya enggak tidak mau ikutI don't not want to come sounds strange to native ears.
Kata ini sering dipakai untuk membicarakan hal baik yang kamu terima karena sesuatu menolong kamu. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi kata benda yang berdiri sesudah kata yang menyatakan ada atau tidak ada. Kamu akan sering mendengar susunan seperti patterntidak ada gunanya atau patternada gunanya lalu diikuti perbuatan atau keadaan. Misalnya kamu bisa meniru exampleMinum air putih ada gunanya untuk badan. atau exampleTidak ada gunanya marah lama-lama.. Bentuk tanya juga sangat biasa dipakai untuk menanyakan hasil yang didapat, seperti exampleApa gunanya kamu datang pagi-pagi?. Kata guna sendiri tidak berubah bentuk dan tidak perlu diberi awalan atau akhiran untuk makna ini. Cukup letakkan sesudah patternada atau patterntidak ada atau sesudah patternapa untuk bertanya. Perhatikan bentuk yang tidak dianjurkan seperti not thisberguna air ini. Susunan itu terasa janggal karena untuk menyatakan hal baik yang diterima penutur asli memakai patternada gunanya, bukan mengubah kata ini menjadi kata kerja di depan kata benda.
Think "what's the good in it?" rather than "useful." For this meaning gunabenefit stays a little noun for the benefit you get because something helped you, and it lives after a word for existence. You say patternada gunanyathere's benefit in it when there is some good to be had, and patterntidak ada gunanyathere's no benefit in it when there isn't, then you add the action or situation. Imitate exampleMinum air putih ada gunanya untuk badan.Drinking plain water does your body good. and exampleTidak ada gunanya marah lama-lama.There's no use staying angry for a long time. The question is just as common, to challenge what someone gets from what they did. Imitate exampleApa gunanya kamu datang pagi-pagi?What's the point of you coming so early? Think of patternapawhat here as "what" plus that same noun: what benefit? Don't change the word. It needs no prefix or ending for this, just put it after patternadathere is or patterntidak adathere is no or after question-word apa. So do not make it into a verb in front of a noun like not thisberguna air inithis water is useful, which sounds odd. A native speaker wanting to say the water does you good stays with patternada gunanyathere's benefit in it.
Kata ini dipakai untuk menjelaskan kerja yang dimiliki sebuah benda, alat, atau bagian tubuh. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi pokok kalimat yang diterangkan oleh kata kerja atau kegiatan. Susunan yang wajar adalah patterngunanya + adalah + kegiatan atau patternguna + nama benda + adalah + kegiatan. Kamu bisa meniru kalimat seperti exampleGunanya kipas adalah membuat angin. atau exampleGuna kulit pisang ini adalah menjadi pupuk. atau exampleGunanya tangan adalah memegang barang.. Kata guna di sini tetap berbentuk kata benda dan tidak diberi awalan. Ia muncul di awal kalimat lalu diikuti penjelasan tentang kerja benda itu. Hindari susunan yang tidak dipakai seperti not thisguna baik kipas ini. Kata sifat yang menilai bagus atau jelek tidak diletakkan langsung di belakang kata ini untuk menjelaskan kerja benda, yang dipakai adalah penjelasan kegiatan sesudah patternadalah.
Think of this gunafunction as the job that belongs to an object, a tool, or a part of the body. It starts the sentence as the subject, and then you explain that job with an action. Where English would reach for used for, the shape here is patterngunanya + adalah + kegiatanits function is an activity or patternguna + nama benda + adalah + kegiatanthe function of a thing is an activity. Imitate exampleGunanya kipas adalah membuat angin.The function of the fan is to make wind. or exampleGuna kulit pisang ini adalah menjadi pupuk.The function of this banana peel is to become fertilizer. or exampleGunanya tangan adalah memegang barang.The function of hands is to hold things. It stays a noun with no prefix, and the real work comes after patternadalahis. Don't put a judging adjective right after it, like not thisguna baik kipas inithe good function of this fan.
Kata ini dipakai di awal keterangan yang menjelaskan maksud dari sebuah perbuatan. Dalam kalimat letaknya ada di depan kelompok kata yang berisi tujuan, dan seluruh kelompok itu biasanya ada di belakang perbuatan utama. Polanya bisa diingat sebagai patternperbuatan + guna + tujuan. Tujuan itu bisa berupa kata kerja dasar atau kata benda. Kamu bisa meniru kalimat seperti exampleSaya datang pagi guna belajar. atau exampleDia menabung guna membeli sepeda. atau exampleKami berkumpul guna rapat.. Kata guna di sini tidak berubah dan tidak memakai imbuhan apa pun. Bentuk yang perlu dihindari adalah not thisguna untuk belajar. Kata ini sendiri sudah membawa arti tujuan, jadi tidak perlu ditambah kata depan lain di belakangnya, cukup langsung memakai kata kerja atau kata benda tujuannya.
Use gunafor when you want to say why an action was done. It introduces the purpose, so it sits right in front of the goal, and that whole purpose phrase normally comes after the main action. Think of it as patternperbuatan + guna + tujuanaction + for + purpose. That purpose can be a plain verb or a noun, as in exampleSaya datang pagi guna belajar.I came in the morning to study. or exampleDia menabung guna membeli sepeda.She is saving to buy a bicycle. A noun works the same way, as in exampleKami berkumpul guna rapat.We gathered for a meeting. gunafor never changes form. And because it already means purpose by itself, don't stack another purpose word after it. not thisguna untuk belajarfor to study sounds doubled to an Indonesian ear — just go straight to the verb or noun.
Kata ini dipakai untuk membicarakan kebaikan hati seseorang yang suka menolong dan sikap tahu berterima kasih atas pertolongan itu. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi kata benda yang berdiri sesudah kata kerja yang berhubungan dengan ingatan dan balasan. Kamu akan sering melihat susunan seperti patterningat guna atau patternmembalas guna atau patternmelupakan guna. Kamu bisa meniru kalimat seperti exampleAnak itu ingat guna orang tuanya. atau exampleDia ingin membalas guna temannya yang menolong. atau exampleJangan melupakan guna orang yang baik padamu.. Kata guna di sini tidak diberi imbuhan dan selalu berkaitan dengan orang, bukan dengan barang. Bentuk yang tidak dianjurkan misalnya not thisguna meja ini besar. Kalimat seperti itu tidak dipakai karena untuk makna ini kata ini hanya menjelaskan kebaikan hati antar orang dan rasa terima kasih, sehingga selalu dipakai bersama orang yang menolong dan orang yang ditolong.
In English you remember *someone's kindness* and repay it — Indonesian packs that whole human exchange into gunakindness. Think of it as kind-heartedness on both sides: someone likes to help, and the person helped feels grateful. That is why you will almost always find it right after a verb of memory or payback, in set pairings like patterningat gunaremembering kindness or patternmembalas gunarepaying kindness or patternmelupakan gunaforgetting kindness. Just imitate the shape, with no affix added to it, as in exampleAnak itu ingat guna orang tuanya.That child remembers his parents' kindness. or exampleDia ingin membalas guna temannya yang menolong.He wants to repay the kindness of the friend who helped him. or exampleJangan melupakan guna orang yang baik padamu.Don't forget the kindness of people who have been good to you. Notice there are always two people in the picture: the one who helped and the one who was helped.
Kata ini menunjuk pada benda yang besar dan tinggi sehingga biasanya dipakai sebagai kata benda dalam kalimat. Kedudukannya sering menjadi pelaku atau pokok pembicaraan di awal kalimat, atau muncul sesudah kata tempat seperti dalam pola patterndi gunung untuk menyatakan berada di sana, pola patternke gunung untuk menyatakan pergi ke sana, dan pola patterndari gunung untuk menyatakan berasal dari sana. Kata ini juga sering diikuti penunjuk seperti dalam patterngunung itu atau patterngunung ini, atau diikuti kata yang menjelaskan sifat seperti tinggi, besar, atau indah, dan bisa menjadi nama tempat bila diikuti nama tertentu seperti dalam pola patternGunung Bromo. Untuk memakai makna ini pelajar dapat meniru kalimat seperti exampleKami melihat gunung dari jauh. yang menempatkan kata gunung sebagai benda yang dilihat, atau exampleGunung itu sangat tinggi dan besar. yang menempatkan kata itu sebagai pokok yang dijelaskan, atau exampleMereka naik ke gunung pada pagi hari. yang memakai pola tempat untuk menyatakan tujuan perjalanan. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thissebuah gunung-gunung karena kata sebuah sudah menyatakan satu sehingga kata bendanya tidak perlu diulang, cukup memakai patternsebuah gunung bila maksudnya hanya satu.
gunungmountain is a noun for something big and tall that you can see from far away. Like in English, it can be the thing doing something or the thing you're talking about, and the thing seen, as in exampleKami melihat gunung dari jauh.We see the mountain from far away. or the topic described, as in exampleGunung itu sangat tinggi dan besar.That mountain is very tall and big. It works naturally with place words. Use patterndi gunungon the mountain to be there, patternke gunungto the mountain to go there, as in exampleMereka naik ke gunung pada pagi hari.They climb to the mountain in the morning., and patterndari gunungfrom the mountain to come from there. You can point to one with patterngunung ituthat mountain or patterngunung inithis mountain, describe it with words like tall, big, or beautiful, and make a place name by adding a name, as in patternGunung BromoMount Bromo. Don't say not thissebuah gunung-gununga mountains. The word sebuaha already means one, so just say patternsebuah gununga mountain for one.
Untuk menghitung tanggal orang memakai kata hari sebagai satuan waktu dari pagi sampai pagi lagi. Makna ini hidup dalam susunan yang menyebut jumlah atau nama. Susunan yang paling sering adalah angka ditambah kata ini untuk menyebut lama waktu, seperti dalam pola patterntiga hari atau patterntujuh hari. Dengan susunan itu pelajar bisa berkata exampleSaya tinggal di desa tiga hari. atau exampleIbu sakit selama dua hari.. Susunan lain adalah kata ini ditambah nama atau penunjuk untuk menyebut tanggal tertentu, seperti dalam pola patternhari Senin atau patternhari ini. Contohnya exampleHari ini hari Jumat. dan exampleBesok hari Minggu kami pergi ke rumah nenek.. Kata ini berdiri sebagai kata benda yang tidak perlu diberi akhiran untuk makna ini, cukup dipakai polos setelah angka atau sebelum nama tanggal.
To count dates on the calendar you use hariday for one full turn from morning to the next morning. Where English needs extra words — *for* and a plural *-s* — Indonesian just puts the number right before it. Once you have patterntiga harithree days you have the model for any length of time, and you use it plain, with no ending to learn. So you can say exampleSaya tinggal di desa tiga hari.I stayed in the village for three days. It works the other way too, to name a particular date. Put hariday before a day-name or pointer, as in patternhari SeninMonday or patternhari initoday. That gives you exampleHari ini hari Jumat.Today is Friday.
Waktu ketika langit terang dari pagi sampai sore juga memakai kata hari, selalu bersama kata siang menjadi siang hari. Makna ini hidup bukan untuk menghitung tanggal, melainkan untuk menyebut bagian waktu yang ada cahaya matahari. Susunannya biasanya sebagai keterangan waktu di awal atau di akhir kalimat, sering dengan kata depan pada dalam pola patternpada siang hari. Pelajar bisa memakai pola itu seperti dalam kalimat examplePada siang hari udara sangat panas. atau exampleAnak-anak bermain di taman pada siang hari.. Tanpa kata depan pun susunan ini wajar, misalnya exampleSiang hari kami makan di warung. dan exampleBurung itu terbang hanya pada siang hari.. Bentuk ini selalu utuh memakai dua kata itu bersama, karena satu kata saja tidak memberi arti terang ini.
Think of light, not the calendar. The bright stretch from morning to afternoon has its own name, siang haridaytime. In English that idea is one word, in Indonesian it is always two words together. One word alone does not give you this sunny meaning, so learn the pair as a whole. It usually works as a time expression at the start or the end of a sentence, often with the preposition tucked in as patternpada siang hariin the daytime. You can copy that straight into use, as in examplePada siang hari udara sangat panas.In the daytime the air is very hot. or exampleAnak-anak bermain di taman pada siang hari.The children play in the park in the daytime. You can also leave the preposition out and it still sounds natural, like exampleSiang hari kami makan di warung.In the daytime we eat at a small food stall. and exampleBurung itu terbang hanya pada siang hari.That bird flies only in the daytime.
Untuk bercerita tentang masa yang panjang dalam hidup orang banyak, orang memakai kata hari sebagai kata benda yang berarti masa. Makna ini hidup dalam susunan kata ini ditambah kata yang menerangkan suasana masa itu, seperti dalam pola patternhari tua atau patternhari sulit. Dengan susunan itu pelajar bisa berkata exampleSekarang mereka hidup senang setelah hari sulit itu lewat. atau exampleAyah menabung untuk hari tua.. Susunan lain yang wajar adalah kata depan ditambah frasa ini untuk menunjuk masa yang akan datang atau masa yang sudah lewat, misalnya examplePada hari yang akan datang kita akan bertemu lagi. dan examplePada hari bahagia itu semua orang tertawa.. Kata ini di sini selalu menunjuk bentangan waktu yang lama, bukan satu tanggal, jadi dipakai dengan kata sifat tentang hidup seperti tua, sulit, atau bahagia.
English does this too when you say *in days to come* or *hard days*, and haridays works the same way. It is haridays plus a word that describes what life feels like then, as in patternhari tuaold age or patternhari sulithard times. With that you can say exampleSekarang mereka hidup senang setelah hari sulit itu lewat.Now they live happily after those hard times have passed. or exampleAyah menabung untuk hari tua.Father is saving for old age. You will also see it after a preposition to point to time ahead or time behind, like examplePada hari yang akan datang kita akan bertemu lagi.In days to come we will meet again. and examplePada hari bahagia itu semua orang tertawa.In those happy times everyone laughed. Think long stretch, never one date.
Kalau ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dan orangnya terikat untuk melakukannya, pakai kata harus sebelum perbuatan itu disebut. Susunannya selalu patternpelaku + harus + kata kerja, jadi kata harus berdiri di depan kata kerja dan menerangkan kata kerja itu. Misalnya dalam kalimat exampleKamu harus minum obat. susunannya jelas terlihat karena kata harus ada sebelum perbuatan minum obat dan memberi tahu bahwa perbuatan itu terikat dan tidak bisa ditinggalkan. Contoh lain yang memakai susunan yang sama adalah exampleAnak-anak harus datang pagi. dan exampleSaya harus membayar besok., di sini pun kata harus selalu muncul sebelum datang pagi dan sebelum membayar besok. Bentuknya tidak berubah dan tidak diberi imbuhan apa pun, cukup dipakai begitu saja di depan kata kerja. Karena itu bentuk seperti not thisKamu diharus datang pagi. tidak dipakai, sebab untuk maksud ini penutur asli tidak membuat kata harus menjadi bentuk pasif, melainkan membiarkannya tetap utuh di depan kata kerja.
When something can't be skipped and you're tied to doing it, put harusmust right before the verb. The order is always patternpelaku + harus + kata kerjasubject + must + verb, so it feels just like English must. In exampleKamu harus minum obat.You must take medicine. it sits in front and makes the action binding, just as in exampleAnak-anak harus datang pagi.The kids must come in the morning. and exampleSaya harus membayar besok.I must pay tomorrow.. It never changes form and never takes affixes, just use it as is. That's why not thisKamu diharus datang pagi.You are must come in the morning. doesn't work — native speakers never turn harusmust into a passive, they leave it whole before the verb.
Ada perbuatan yang kalau dikerjakan tidak dilarang dan kalau ditinggalkan pun tidak apa-apa, untuk sifat seperti itu dipakai kata harus sebagai penjelas di bagian belakang. Susunannya adalah patternnama perbuatan + itu + harus atau patternhukumnya + harus, jadi kata harus menjadi penutup yang menerangkan kedudukan perbuatan yang sudah disebut di depan. Misalnya dalam kalimat exampleMakan daging itu harus. yang diterangkan adalah makan daging, sedangkan kata harus ada di belakang untuk mengatakan sifatnya. Contoh lain dengan susunan yang sama adalah exampleMinum kopi setelah makan itu harus. dan exampleHukumnya harus., di sini pun kata harus tetap di belakang dan tidak berpindah ke depan. Bentuknya dipakai begitu saja tanpa diubah menjadi kata benda, jadi bentuk seperti not thisMakan daging itu keharusan. tidak dipakai untuk maksud ini, sebab penutur asli mempertahankan bentuk harus yang pendek itu di akhir untuk menyatakan sifat tersebut.
Some acts carry no ban and no blame if you skip them. To give that status, put haruspermissible last, after the act has already been named. The shape is patternnama perbuatan + itu + harusthat act is permissible or patternhukumnya + harusits ruling is permissible. In exampleMakan daging itu harus.Eating meat is permissible., what is being described is makan dagingeating meat, and haruspermissible just closes the sentence with its status. The same ending appears in exampleMinum kopi setelah makan itu harus.Drinking coffee after eating is permissible. and exampleHukumnya harus.Its ruling is permissible. — it stays at the back, it never moves to the front. Keep the short form as is; not thisMakan daging itu keharusan.Eating meat is an obligation. is not used for this meaning, native speakers keep the brief haruspermissible at the end.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah hasil yang dipakai untuk menyebut angka akhir atau nilai akhir setelah orang ikut lomba atau ujian atau percobaan. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah hasil lalu diikuti nama kegiatannya, sehingga membentuk pola seperti patternhasil ujian atau patternhasil lomba. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleHasil ujiannya bagus. atau exampleHasil lombanya belum keluar.. Kata hasil juga sering diberi akhiran penunjuk milik seperti dalam exampleHasilnya sepuluh. yang artinya angka akhirnya adalah sepuluh. Untuk tingkat dasar cukup berlatih menaruh hasil di depan nama kegiatan lalu menambahkan keterangan tentang baik buruknya atau tentang sudah keluar atau belum. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thismenghasilkan ujian karena tambahan awalan itu mengubah artinya menjadi membuat sesuatu, bukan menyebut angka akhir, jadi untuk menyebut nilai akhir cukup memakai hasil ujian tanpa awalan tambahan.
For this kind of final number, English and Indonesian line up nicely. The word is hasilresult, and you put it right in front of the name of the event, just like you put *result* in front in English. That gives you patterns like patternhasil ujianexam result or patternhasil lombacontest result. Once you have that, you just add a comment about it — was it good or bad, is it out yet or not. So you can imitate exampleHasil ujiannya bagus.Her exam result is good. and exampleHasil lombanya belum keluar.The contest result isn't out yet.. You'll also see it very often with that little ending that means *the*, as in exampleHasilnya sepuluh.The result is ten., where ten is the final score. Don't try to make it into a verb for this meaning. not thismenghasilkan ujianto produce an exam sounds like making an exam, not talking about the score. For the score, plain hasil ujianexam result with nothing added is enough.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah hasil untuk menyebut barang atau banyaknya barang yang dibuat lewat kerja dan usaha. Susunan yang paling wajar adalah hasil diikuti tempat asalnya atau jenis barangnya, sehingga membentuk pola seperti patternhasil sawah atau patternhasil dapur. Pola itu dipakai dalam kalimat seperti exampleIni hasil sawah kami. atau exampleIbu membawa hasil dapurnya ke pasar.. Pelajar juga bisa memakai kata penunjuk seperti dalam exampleHasil kebun ini banyak. untuk menyatakan jumlah barangnya banyak. Untuk tingkat dasar cukup berlatih menaruh hasil di depan kata yang menyebut sawah atau kebun atau dapur. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisberhasil sawah karena tambahan awalan itu mengubah artinya menjadi sukses dalam usaha, bukan menyebut barangnya, jadi untuk menyebut barangnya cukup memakai hasil sawah.
Use hasilproduct to talk about things made by work and effort, the stuff itself and how much of it there is. English wants the name of the thing, rice or cakes, but Indonesian often just says where it came from. Put hasilproduct first, then the place, like patternhasil sawahproduce from the rice field or patternhasil dapurproduce from the kitchen. That gives you exampleIni hasil sawah kami.This is our rice-field produce. or exampleIbu membawa hasil dapurnya ke pasar.Mother takes her kitchen produce to the market. You can also point at it to talk about amount, as in exampleHasil kebun ini banyak.This garden produce is a lot. For now just practice putting hasilproduct in front of the word for the field, garden, or kitchen.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah hasil untuk menyebut uang yang masuk karena bekerja atau berdagang atau menyewakan sesuatu. Susunan yang paling wajar adalah hasil diikuti kata yang menyebut sumber uangnya, sehingga membentuk pola seperti patternhasil kerja atau patternhasil jualan. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleAyah memakai hasil kerjanya untuk belanja. atau exampleHasil jualannya seratus ribu.. Uang itu dipandang sebagai sesuatu yang diterima dan bisa dipakai, disimpan, atau dihitung jumlahnya. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thishasil uang karena susunannya terbalik dan tidak dipakai penutur asli, yang wajar adalah menyebut sumbernya seperti dalam hasil kerja atau hasil jualan.
For money that comes in from working, selling, or renting something out, use hasilincome. English puts the source first with *from* — *income from work* — but Indonesian puts it second, right after hasilincome. Once you learn that order you can build patternhasil kerjaincome from work or patternhasil jualanincome from selling yourself, and then use them like exampleAyah memakai hasil kerjanya untuk belanja.Dad uses his earnings from work to shop for groceries. or exampleHasil jualannya seratus ribu.Her income from selling was a hundred thousand. Think of it as money received that you can use, save, or count. Don't flip it around into not thishasil uangmoney income — natives don't say that. Name the source instead, as in hasil kerjaincome from work or hasil jualanincome from selling.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah hasil untuk menyebut uang wajib yang dibayar pemilik tanah kepada penguasa pada zaman dulu. Susunan yang paling wajar adalah kata kerja membayar lalu diikuti hasil dan kata yang menyebut tanah atau penguasanya, sehingga membentuk pola seperti patternmembayar hasil tanah. Dengan pola itu pelajar bisa memahami kalimat seperti examplePetani membayar hasil tanah kepada raja. atau exampleHasil tanah itu untuk penguasa.. Makna ini hanya dipakai bila ceritanya tentang zaman dulu dan tentang kewajiban kepada raja atau tuan tanah, bukan tentang masa sekarang. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thismembayar hasilnya bagus karena tambahan keterangan tentang baik atau buruk tidak cocok untuk menyebut kewajiban membayar itu, yang wajar adalah menyebut kepada siapa dibayar seperti dalam examplePetani membayar hasil tanah kepada raja..
Here hasilland tax is the required money a landowner had to pay to the ruler in old times. Think of it as a duty you hand upward, so it almost always appears with paying and with who receives it, in a shape like patternmembayar hasil tanahto pay the land tax. That gives you examplePetani membayar hasil tanah kepada raja.The farmer paid the land tax to the king. or exampleHasil tanah itu untuk penguasa.That land tax is for the ruler. Only use it when the story is set in the past and is about obligation to a king or landlord, not for payments today. So don't add a judgment about good or bad, like not thismembayar hasilnya baguspaying its result is good, which doesn't fit. Just say who paid it to whom.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah berhasil yang dipakai untuk menyatakan usaha atau percobaan yang berjalan lancar sampai tujuannya tercapai. Makna ini tidak hidup dalam bentuk pendek saja, melainkan selalu dalam bentuk dengan awalan ber, yaitu berhasil. Susunan yang paling wajar adalah orang yang berusaha sebagai pelaku di depan, lalu berhasil, lalu diikuti apa yang dicapai, sehingga membentuk pola seperti patterndia berhasil lulus. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleDia berhasil lulus ujian. atau exampleKami berhasil sampai tepat waktu.. Untuk tingkat dasar cukup berlatih menaruh berhasil setelah pelaku dan sebelum kata yang menyebut tujuan yang tercapai. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisdia hasil lulus ujian karena tanpa awalan ber kalimat itu tidak lengkap dan tidak dipakai penutur asli, yang wajar adalah exampleDia berhasil lulus ujian..
English needs *in* — succeed *in* something. berhasilto succeed doesn't. The person who tries comes first, then berhasilto succeed, then directly what was achieved, as in patterndia berhasil lulusshe managed to pass. So you can say exampleDia berhasil lulus ujian.She managed to pass the exam. or exampleKami berhasil sampai tepat waktu.We managed to arrive on time.. Think of it as managed to, with no extra word in between. Just don't shorten it. not thisdia hasil lulus ujianShe managed to pass the exam. doesn't work for this meaning — you need the full berhasilto succeed form, as in exampleDia berhasil lulus ujian.She managed to pass the exam..
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan tempat rasa di dalam diri, seperti senang, sedih, sayang, atau marah. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi pokok kalimat atau menjadi bagian keterangan rasa, sering didahului kata milik seperti saya, kamu, mereka, atau ibu, lalu diikuti kata yang menerangkan keadaan rasa. Pola yang bisa ditiru adalah patternhati saya + keadaan rasa dan patterndi dalam hati + keinginan atau doa. Pelajar bisa memakai pola itu untuk berkata tentang dirinya sendiri tanpa harus menyebut bagian tubuh. Contohnya exampleHati saya senang karena kamu datang. yang menempatkan kata milik di depan lalu keadaan rasa di belakang untuk menyatakan senang. Contoh lain exampleHati ibu sedih mendengar kabar itu. yang memakai susunan yang sama untuk orang lain. Untuk keinginan yang tidak diucapkan, susunannya berbeda, kata depan di dalam menunjukkan sesuatu yang disimpan, seperti dalam exampleDi dalam hati saya ingin pulang.. Kata ini juga sering muncul setelah kata kerja yang menunjukkan keadaan batin, seperti dalam exampleHati mereka tenang setelah berdoa.. Bila ingin memakai kata sifat yang kuat, cukup menambahkannya di belakang tanpa imbuhan tambahan pada kata ini, dan kalimat tetap terdengar wajar bagi penutur asli.
In English you just say *I am happy*, but Indonesian often gives that feeling a place to live. You make this word the subject, add who it belongs to like patternhati saya + keadaan rasamy heart + a feeling-state, and then add how it feels. So exampleHati saya senang karena kamu datang.My heart is glad because you came. is the natural way to say you're glad, and the same frame works for someone else, as in exampleHati ibu sedih mendengar kabar itu.Mom's heart is sad hearing that news. You can also use it after a verb of inner state, as in exampleHati mereka tenang setelah berdoa.Their hearts are calm after praying. For something you want but don't say out loud, the shape changes to patterndi dalam hati + keinginan atau doainside the heart + a wish or prayer, something kept inside, as in exampleDi dalam hati saya ingin pulang.Inside, I want to go home. Just put a strong feeling word after, with no extra affix, and it will sound natural.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan organ di perut kanan atas yang berwarna merah kecokelatan, yang bekerja membersihkan darah dan membuat cairan untuk pencernaan, serta menunjukkan potongan daging organ itu yang dimasak. Susunan yang paling wajar adalah kata ini diterangkan oleh asal hewannya, dengan pola patternhati + ayam atau sapi atau kambing. Pola itu dipakai di pasar, di dapur, dan di rumah makan untuk menyebut bahan makanan. Contohnya exampleIbu membeli hati ayam di pasar. yang meletakkan kata ini setelah kata kerja membeli dan sebelum keterangan tempat. Contoh lain exampleHati sapi ini dimasak dengan bumbu pedas. yang menempatkan kata ini sebagai pokok kalimat lalu diikuti keterangan cara memasak. Untuk menyebut bagian tubuh di dalam perut, susunannya bisa memakai kata penunjuk tempat, seperti dalam exampleHati ada di perut kanan atas.. Pelajar cukup memakai kata ini tanpa imbuhan, karena imbuhan tidak menambah makna organ atau bahan makanan ini dan kalimat sudah jelas bagi penutur asli.
In English liver is both the organ and the food, and this word works exactly the same way. It means the reddish-brown organ in the upper right belly that cleans the blood, and also the piece of that organ you cook and eat. You will most often hear it with the animal named right after it, in patternhati + ayam atau sapi atau kambingliver + chicken or beef or goat. That is the natural way to name it as an ingredient at the market, in the kitchen, and at a food stall. For example, exampleIbu membeli hati ayam di pasar.Mother bought chicken liver at the market. puts it after the verb and before the place. Or exampleHati sapi ini dimasak dengan bumbu pedas.This beef liver is cooked with spicy seasoning. puts it first as the subject, then says how it is cooked. For the body part itself you can place it with a location, as in exampleHati ada di perut kanan atas.The liver is in the upper right belly. Just use it plain, with no added ending. By itself it is already clear to an Indonesian speaker whether you mean the organ or the dish.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan organ di dalam dada yang memompa darah dan berdetak. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi pokok kalimat lalu diikuti kata kerja yang menunjukkan detak atau debar, dengan pola patternhati + berdetak atau berdebar. Pola itu dipakai untuk menceritakan keadaan badan saat berlari, kaget, atau gugup. Contohnya exampleHati saya berdebar setelah lari jauh. yang memakai kata milik lalu kata kerja debar untuk menunjukkan detak yang cepat dan kuat. Contoh lain exampleHati anak itu berdetak kencang. yang menempatkan keterangan kencang di belakang untuk menjelaskan kerasnya detak. Untuk bertanya tentang keadaan badan, susunan tanya juga wajar, seperti dalam exampleKenapa hati kamu berdebar?. Kata ini dipakai tanpa imbuhan dalam susunan ini, karena bentuk dasarnya sudah cukup untuk menunjukkan organ di dada yang sedang bekerja itu.
This is the physical pump in your chest, the thing you feel when you run, get startled, or get nervous. English and Indonesian line up neatly here: you make it the subject and then say what it's doing, as in patternhati + berdetak atau berdebarheart beating or pounding. exampleHati saya berdebar setelah lari jauh.My heart was pounding after a long run. works just like "my heart" in English, with the owner first and then the pounding, fast and strong after effort. You can add how it feels at the end, as in exampleHati anak itu berdetak kencang.That child's heart was beating hard., and a question about the body works the same way, as in exampleKenapa hati kamu berdebar?Why is your heart pounding? Just use the plain base form, with no affix; that alone is enough to point to the organ working in the chest.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan gambar tanda sayang yang bentuknya mudah dikenali, yaitu dua lengkung di atas dan ujung runcing di bawah. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi benda yang digambar, ditempel, atau dikirim, sering didahului kata seperti gambar, stiker, atau kartu, dengan pola patterngambar hati atau stiker hati. Pola itu dipakai untuk menyebut bendanya, bukan untuk menyebut perbuatan menggambar. Contohnya exampleAnak itu menggambar hati di kartunya. yang meletakkan kata ini setelah kata kerja sebagai hasil gambar. Contoh lain exampleAda stiker hati di pesan itu. yang memakai kata ada di depan untuk menunjukkan keberadaan gambar itu. Untuk menyebut jumlah atau warna juga wajar, seperti dalam exampleDia mengirim tiga hati berwarna merah.. Pelajar cukup memakai bentuk dasar tanpa imbuhan, karena bentuk dasarnya sudah menunjukkan gambar tanda itu dengan jelas.
This meaning is just the little love sign you already know in English, with two curves on top and a pointed tip at the bottom. You talk about it as a thing you draw, stick on, or send, often with a word like picture, sticker, or card in front, in the pattern patterngambar hati atau stiker hatiheart picture or heart sticker. That pattern names the object itself, not the act of drawing. So you can say exampleAnak itu menggambar hati di kartunya.The child drew a heart on her card. where it comes after the verb as the result of the drawing. To point out that one is there, you can say exampleAda stiker hati di pesan itu.There is a heart sticker in that message. Number and color work just as you'd expect, as in exampleDia mengirim tiga hati berwarna merah.She sent three red hearts. Just use the basic form, with no added affixes, since it already clearly means that picture sign.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan bagian paling dalam yang lunak di tengah buah atau batang tumbuhan. Susunan yang paling wajar adalah kata ini diterangkan oleh nama tumbuhan atau bagiannya, dengan pola patternhati + nama buah atau batang. Pola itu dipakai untuk menyebut bagian tengah yang bisa diambil atau dimasak. Contohnya exampleIbu memotong hati batang pisang untuk sayur. yang menempatkan frasa itu setelah kata kerja sebagai bahan yang dipotong. Contoh lain exampleHati buah nangka itu lunak dan manis. yang menempatkan frasa itu sebagai pokok kalimat lalu diikuti kata sifat yang menjelaskan tekstur dan rasa. Untuk menunjukkan letak, susunan dengan kata depan di tengah juga wajar, seperti dalam exampleBagian yang lunak ada di hati buah itu.. Bentuk dasar tanpa imbuhan sudah cukup untuk makna ini, dan tidak perlu tambahan lain agar terdengar wajar.
English does this too with heart of palm or heart of an artichoke, and this use works the same way. You name what it is the middle of, with patternhati + nama buah atau batangcore of + fruit or stem name. That whole phrase is the soft inner part you can take out or cook, as in exampleIbu memotong hati batang pisang untuk sayur.Mother cut the banana-stem core for vegetables. It can open a sentence as what you then describe for texture and taste, as in exampleHati buah nangka itu lunak dan manis.That jackfruit core is soft and sweet. And to talk about place you can put it after for where the soft part sits, as in exampleBagian yang lunak ada di hati buah itu.The soft part is in the core of that fruit. Just use the plain base form, no extra affixes are needed to sound natural.
Kata ini dipakai untuk menceritakan orang, hewan, atau tumbuhan yang badannya masih bekerja dan masih bernapas, jadi belum mati. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi keterangan utama tentang subjek, dan sering didahului oleh kata yang menyatakan masih berlangsung. Susunan yang paling wajar adalah subjek yang berupa makhluk lalu diikuti kata ini, kadang dengan kata penegas masih di depannya. Polanya bisa diingat seperti patternpola patternorang atau hewan itu + masih + hidup. Dengan susunan itu pelajar bisa membuat kalimat seperti examplekalimat exampleNenek saya masih hidup atau examplekalimat exampleIkan itu masih hidup atau examplekalimat exampleTanaman ini masih hidup karena disiram setiap hari. Kata ini sendiri sudah cukup untuk arti ini, jadi tidak perlu ditambah awalan. Bentuk seperti not thisbentuk not thismenghidup tidak dipakai untuk menceritakan makhluk yang belum mati dan akan terdengar keliru.
This one is about breathing, not yet dead — a person, an animal, or even a plant whose body is still working. In a sentence it is the main thing you say about the subject, and you will very often hear it with the word for still leading into it. English speakers can just think patternorang atau hewan itu + masih + hidupthat person or animal + still + to be alive. That order feels natural, and it gives you sentences like exampleNenek saya masih hidupMy grandmother is still alive, or exampleIkan itu masih hidupThat fish is still alive, or exampleTanaman ini masih hidup karena disiram setiap hariThis plant is still alive because it is watered every day. The base form already does all the work here, so leave it alone. Adding a prefix to make not thismenghidupto be alive will sound wrong for this meaning.
Kata ini dipakai untuk menceritakan tempat orang pulang, tidur, dan menetap setiap hari. Dalam kalimat kata ini menjadi keterangan utama, dan sesudahnya hampir selalu ada keterangan tempat yang diawali kata tempat. Susunannya adalah orang sebagai subjek, lalu kata ini, lalu kata tempat, lalu nama tempatnya. Polanya seperti patternpola patternsaya + hidup + di + nama tempat. Contoh yang wajar adalah examplekalimat exampleSaya hidup di desa atau examplekalimat exampleMereka hidup di kota kecil atau examplekalimat exampleKeluarga itu hidup di rumah nenek. Kata tempat itu penting dan tidak boleh hilang. Kalimat tanpa kata tempat seperti not thisbentuk not thisMereka hidup desa terdengar tidak lengkap dan keliru, harus memakai kata di sebelum nama tempat.
This word tells where someone goes home, sleeps, and settles every day. In a sentence it works as the main verb, and it almost always needs a place after it. Think of the order as patternsaya + hidup + di + nama tempatI + live + in + place name. The place part is required and it has to start with diin. For example, exampleSaya hidup di desaI live in a village, or exampleMereka hidup di kota kecilThey live in a small town, or exampleKeluarga itu hidup di rumah nenekThat family lives at grandmother's house. English speakers want to keep the preposition too, just like you keep *in* in *live in a village*. Without it the sentence feels unfinished and wrong, as in not thisMereka hidup desaThey live village. You have to put diin before the place name.
Kata ini dipakai untuk menceritakan bagaimana orang menjalani hari-harinya dan bagaimana ia mendapatkan uang atau rezeki untuk kebutuhan. Dalam kalimat kata ini menjadi keterangan utama tentang subjek orang, dan sesudahnya biasanya ada keterangan cara atau sumbernya. Susunan yang wajar adalah subjek orang, lalu kata ini, lalu keterangan cara seperti dengan cara sederhana atau keterangan sumber seperti dari pekerjaan tertentu. Polanya seperti patternpola patterndia + hidup + dari + pekerjaan atau bantuan atau patternpola patternmereka + hidup + dengan + cara tertentu. Contohnya examplekalimat exampleDia hidup dari berdagang atau examplekalimat exampleMereka hidup dengan sederhana atau examplekalimat exampleNenek itu hidup dari bantuan anaknya. Keterangan sesudah kata ini menjelaskan keadaan sehari-hari dan sumber rezekinya.
This use is about how someone gets by day to day, where the money or support for daily needs comes from. After the verb you almost always say how or where from, either the source you live off or the manner you live in. Think in two shapes, patterndia + hidup + dari + pekerjaan atau bantuanhe/she lives off a job or help or patternmereka + hidup + dengan + cara tertentuthey live in a certain way. With patterndia + hidup + dari + pekerjaan atau bantuanhe/she lives off a job or help, you name trading, a job, or another person's help. With patternmereka + hidup + dengan + cara tertentuthey live in a certain way, you describe the daily condition, simply, in hardship, in luxury. So imitate exampleDia hidup dari berdagangHe makes a living by trading, exampleMereka hidup dengan sederhanaThey live simply and exampleNenek itu hidup dari bantuan anaknyaThat grandmother lives off support from her child.
Kata ini dipakai untuk menceritakan benda atau hal yang masih menyala, masih berjalan, dan belum padam atau hilang. Pelakunya bukan orang yang bernapas, melainkan seperti lampu, mesin, atau hal yang terus ada seperti ingatan dan kebiasaan. Dalam kalimat kata ini menjadi keterangan utama tentang benda atau hal itu. Susunannya adalah nama benda atau hal itu sebagai subjek, lalu kata ini, kadang dengan kata masih di depannya untuk menegaskan belum padam. Polanya seperti patternpola patternlampu atau mesin itu + masih + hidup. Contoh yang wajar adalah examplekalimat exampleLampu itu masih hidup atau examplekalimat exampleMesin mobil masih hidup atau examplekalimat exampleAdat itu masih hidup di desa kami. Kata ini berdiri sesudah subjek benda dan tidak perlu awalan tambahan.
Where English says on or running, Indonesian uses the same word for a lamp that hasn't gone out, an engine that hasn't stopped, or a memory or tradition that hasn't disappeared. The thing itself is the subject, followed directly by the word with no extra prefix, often with the word for still in front to stress it hasn't gone out yet, as in patternlampu atau mesin itu + masih + hidupthat lamp or machine + still + on. So you say exampleLampu itu masih hidupThe lamp is still on or exampleMesin mobil masih hidupThe car engine is still running or exampleAdat itu masih hidup di desa kamiThat custom is still alive in our village.
Kata ini dipakai untuk menggambarkan tempat atau suasana yang penuh orang, suara, dan kegiatan sehingga tidak sepi. Dalam kalimat kata ini menerangkan kata benda tempat dan posisinya menempel langsung di belakang kata benda itu tanpa kata penghubung. Susunannya adalah kata benda tempat lalu diikuti kata ini. Polanya seperti patternpola patternpasar atau jalan + hidup. Contoh yang wajar adalah examplekalimat examplePasar itu hidup atau examplekalimat exampleJalan ini hidup pada malam hari atau examplekalimat exampleAcara itu hidup karena banyak musik dan tarian. Kata ini tidak berdiri sendiri sebagai keterangan utama di sini, melainkan melekat pada kata benda tempat untuk menjelaskan suasananya yang ramai.
Think of a place full of people, sound, and movement — anything but quiet and empty. That's what this word adds to a place noun. You put it directly behind the noun, with no linking word in between, like patternpasar atau jalan + hidupmarket or street + lively. So you get examplePasar itu hidupThat market is lively or exampleJalan ini hidup pada malam hariThis street is lively at night or exampleAcara itu hidup karena banyak musik dan tarianThat event is lively with lots of music and dance. It isn't standing alone here, it's attached to the place to describe its busy, buzzing atmosphere.
Kata ini dipakai untuk membicarakan masa saat orang, hewan, atau tumbuhan ada di dunia, dari lahir sampai mati. Dalam kalimat kata ini menjadi benda yang bisa dimiliki, dihitung, atau dijelaskan dengan kata sifat. Susunan yang wajar adalah kata ini sebagai subjek atau objek, sering didahului kata penunjuk atau kata milik seperti ini, itu, saya, atau nya. Polanya seperti patternpola patternhidup + saya atau ini atau itu. Contohnya examplekalimat exampleHidup ini singkat atau examplekalimat exampleHidupnya bahagia atau examplekalimat exampleDia menceritakan hidupnya. Dalam susunan seperti ini kata ini bisa diberi kata di depan atau di belakangnya karena kedudukannya sebagai benda.
This is life as a thing you can talk about, the time a person, animal, or plant has in the world from birth until death. In a sentence it acts like a noun, something that can be owned, counted, or described, and it sits in the usual noun places as subject or object with other words before or after it. You will usually hear it with a pointer or an owner, in the shape patternhidup + saya atau ini atau ituhidup + my or this or that, which tells you whose life or which life is meant. That is why exampleHidup ini singkatThis life is short works as a subject followed by an adjective, and exampleHidupnya bahagiaHer life is happy works with ownership built right in. It can also be something you talk about to others, as in exampleDia menceritakan hidupnyaShe told about her life, where it sits as the object being told.
Kata ini diteriakkan dengan lantang sebagai seruan untuk memberi dukungan dan doa agar orang, kelompok, atau gagasan tetap kuat dan menang. Ucapannya berdiri sendiri dan tidak dirangkai menjadi kalimat panjang. Susunannya sangat pendek, yaitu kata ini lalu diikuti nama yang didukung, dengan tanda seru dalam tulisan dan nada tinggi dalam ucapan. Polanya seperti patternpola patternHidup + nama yang didukung + tanda seru. Contoh yang wajar adalah examplekalimat exampleHidup Indonesia! atau examplekalimat exampleHidup tim kita!. Seruan ini diucapkan sekali dengan semangat, bukan dipakai untuk bercerita dengan tenang. Pemakaian seperti not thisbentuk not thisDia hidup kemarin di lapangan untuk maksud memberi dukungan terdengar keliru karena seruan ini tidak dipakai sebagai bagian cerita tentang waktu kemarin.
Think of English `long live...!` rather than `live` as in being alive — this is a shout, not a description. You yell it loudly, once, on its own to cheer someone on and wish them strength and victory, with high energy in your voice and an exclamation mark in writing. It never grows into a long calm sentence. It is just this word followed by the person, team, or idea you support, like patternHidup + nama yang didukung + tanda seruHidup + the name you support + exclamation mark, as in exampleHidup Indonesia!Long live Indonesia! or exampleHidup tim kita!Long live our team! Because of that, you can't tuck it into a quiet story about the past to mean cheering. Something like not thisDia hidup kemarin di lapanganHe lived yesterday on the field will just sound wrong if what you meant was a cheer.
Makna ini hidup sebagai benda di dalam kalimat, jadi posisinya bisa menjadi pelaku atau pokok pembicaraan, atau muncul sesudah kata yang menyatakan adanya sesuatu. Susunan yang paling sering dipakai adalah susunan untuk menyatakan ada atau tidak ada, lalu susunan untuk menerangkan benda itu dengan kata yang menjelaskan kuat atau lemahnya. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternAda hujan ditambah keterangan waktu, dan pola patternhujan deras serta patternhujan ringan untuk memberi sifat. Contoh yang memakai susunan pertama adalah exampleAda hujan tadi malam. dan contoh yang memakai susunan kedua adalah exampleHujan deras membuat jalan basah. serta exampleHujan ringan turun pagi ini.. Kata ini juga bisa menjadi pelaku yang melakukan sesuatu pada benda lain, seperti dalam exampleHujan membasahi baju di jemuran.. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisHujan air jatuh dari langit. karena kata kata itu sendiri sudah berarti titik air yang jatuh, jadi menambah kata untuk air di depannya menjadi berlebihan dan tidak dipakai penutur asli.
In English you need an *it* to talk about the weather — it rained, it’s raining. In Indonesian this idea is just a thing, and you say that thing exists. That’s why the most useful shape is patternAda hujanthere is rain plus a time. You don’t need a verb for raining, you just announce it: exampleAda hujan tadi malam.There was rain last night. Once it’s a thing you can also describe it and make it the subject. For strength you put a word after it, like patternhujan derasheavy rain for a hard downpour and patternhujan ringanlight rain for a drizzle. So you can say exampleHujan deras membuat jalan basah.Heavy rain made the road wet. and exampleHujan ringan turun pagi ini.Light rain fell this morning. It can even do something to another thing, as in exampleHujan membasahi baju di jemuran.Rain soaked the clothes on the line. Don’t add the idea of water in front. not thisHujan air jatuh dari langit.Rain water falls from the sky. sounds redundant to an Indonesian ear, because the word already means drops of water falling — adding water is like saying rain-water rain.
Makna ini hidup sebagai perbuatan di dalam kalimat, jadi posisinya menjadi bagian yang menceritakan apa yang terjadi, bukan menjadi nama benda. Susunan yang wajar tidak memerlukan pelaku orang, cukup diawali keterangan waktu lalu diikuti perbuatan itu, atau perbuatan itu didahului kata yang menyatakan sudah mulai, sedang berlangsung, atau akan terjadi. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternSudah turun hujan, patternSedang turun hujan, dan patternAkan turun hujan. Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleTadi malam sudah turun hujan. dan exampleSekarang sedang turun hujan. serta exampleSore ini akan turun hujan.. Keterangan tempat atau cara juga bisa ditambah di belakang, seperti dalam exampleTadi turun hujan deras di kampung saya.. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk menyatakan kejadian ini adalah not thisHujan di luar. karena tanpa bagian perbuatan itu kalimatnya terasa belum lengkap dan tidak menceritakan peristiwa jatuhnya air, sedangkan susunan yang lengkap memakai kata sebagai satu kesatuan perbuatan.
English needs a fake subject to rain — *it* in *it is raining* means nothing at all. Indonesian does the opposite and skips the subject entirely. Here the meaning lives as the action of the sentence, what happened. You just start with when, then give the action, or put a word for already, in-progress, or will happen in front of it. Think in whole chunks you can copy: patternSudah turun hujanIt has rained, patternSedang turun hujanIt is raining, and patternAkan turun hujanIt is going to rain. That gives you exampleTadi malam sudah turun hujan.It rained last night. and exampleSekarang sedang turun hujan.It is raining right now. and exampleSore ini akan turun hujan.It will rain this afternoon. You can still add how or where after, as in exampleTadi turun hujan deras di kampung saya.It rained heavily earlier in my village. Don't shorten it to just the thing itself, like not thisHujan di luar.Rain outside. In English that also feels unfinished — *rain outside* tells you nothing until you add *is* or *is falling*.
Makna ini hidup sebagai benda yang menerangkan banyaknya sesuatu yang datang sekaligus dan bertubi tubi, jadi susunannya selalu menempel langsung di depan nama benda atau kejadian yang jumlahnya sangat banyak. Susunan yang wajar adalah kata ini diikuti langsung nama bendanya tanpa penghubung lain, sehingga terbentuk satu kelompok kata yang berarti guyuran besar. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternhujan peluru dan patternhujan uang serta patternhujan pukulan. Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleHujan peluru terdengar dari jauh. dan exampleHujan pukulan mengenai tubuhnya. serta exampleHujan uang jatuh kepadanya setelah ia menang.. Kelompok kata itu lalu bisa menjadi pelaku atau pokok pembicaraan dalam kalimat yang lebih panjang. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisTurun hujan pukulan ke tubuhnya. karena untuk menyatakan banyaknya pukulan yang datang bersamaan penutur asli memakai susunan tempel langsung itu sebagai satu benda, bukan memakai susunan perbuatan turun dari langit.
When you want a huge amount coming all at once, English reaches for shower of. Indonesian does the same idea by sticking the word directly in front of the thing, with nothing in between. So patternhujan pelurushower of bullets works like one noun meaning a massive volley, just as patternhujan uangshower of money and patternhujan pukulanshower of punches do. That whole unit can then act as the subject of a longer sentence, as in exampleHujan peluru terdengar dari jauh.A shower of bullets was heard from far away. and exampleHujan pukulan mengenai tubuhnya.A shower of punches hit his body. Don't build it like weather with a verb for falling from the sky, so don't write not thisTurun hujan pukulan ke tubuhnya.Punches rain down onto his body.
Kata ini dipakai untuk menyebut perempuan yang melahirkan dan membesarkan anak. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi pelaku di awal kalimat atau menjadi pemilik yang diterangkan dengan kata lain. Susunan yang paling sering adalah kata ini diikuti kata pemilik seperti kata untuk saya atau kamu, atau diikuti nama orangnya. Pola itu bisa dilihat seperti patternibu saya dan patternIbu Rina. Setelah susunan itu, kalimat dilanjutkan dengan kegiatan atau keadaan, misalnya exampleIbu saya memasak di dapur. dan exampleIbu Rina bekerja di rumah sakit.. Kata ini juga bisa berdiri sendiri sebagai pelaku bila lawan bicara sudah tahu ibu siapa yang dimaksud, misalnya exampleIbu sedang tidur di kamar.. Untuk bentuk milik saya, penulisannya disambung tanpa tanda hubung seperti ibuku. Bentuk seperti not thisibu-ku tidak dianjurkan karena tanda hubung tidak dipakai di sini dan penutur asli selalu menulisnya sambung.
This word means mother, the woman who gave birth to and raised a child. You will most often see it as the subject at the start of a sentence, with its owner right after it, as in patternibu sayamy mother and patternIbu RinaRina's mother, much like English Mom with a capital when it goes with a name. That whole phrase is then followed by what she does or how she is, as in exampleIbu saya memasak di dapur.My mother is cooking in the kitchen. When everyone already knows whose mother you mean, it can stand alone as the subject, as in exampleIbu sedang tidur di kamar.Mom is sleeping in the bedroom. For my, it is written joined together as ibukumy mother, always as one word, so not thisibu-kumy mother with a hyphen is not used.
Kata ini dipakai sebagai sapaan hormat ketika berbicara langsung dengan perempuan dewasa yang belum tentu dikenal dekat. Susunannya selalu sebagai panggilan di awal kalimat dan sering diikuti tanda koma lalu isi pembicaraan, polanya seperti patternIbu, .... Kata ini juga bisa diikuti nama depan orang yang disapa, polanya seperti patternIbu Sari .... Contoh yang wajar dipakai di toko atau di sekolah adalah exampleIbu, berapa harganya? dan exampleSelamat pagi, Ibu Sari.. Huruf pertama ditulis besar karena ini sapaan kepada lawan bicara, seperti Ibu. Bentuk dengan akhiran milik seperti not thisibuku tidak dipakai untuk menyapa orang yang belum dikenal karena akhiran itu memberi arti milik saya, sedangkan sapaan ini hanya untuk memanggil lawan bicara dengan hormat.
When you're speaking directly to an adult woman you don't know well — in a shop, at school — English reaches for ma'am, and Indonesian does the same thing with IbuMa'am. It always comes first, as the call that opens what you want to say, usually followed by a comma, in the shape patternIbu, ...Ma'am, ... like exampleIbu, berapa harganya?Ma'am, how much is it? Because it is addressing the person in front of you, you write it with a capital, as IbuMa'am. If you know her first name you can add it right after, in the shape patternIbu Sari ...Ms Sari ..., as in exampleSelamat pagi, Ibu Sari.Good morning, Ms Sari.
Kata ini dipakai menempel langsung di depan kata benda lain untuk menunjukkan bagian yang paling utama, paling besar, atau menjadi pusat dari kelompoknya. Susunannya selalu kata ini dulu baru kata bendanya, polanya seperti patternibu + kata benda. Susunan itu tidak bisa dibalik dan tidak bisa disisipi kata lain di tengahnya. Contoh yang sering dipakai adalah ibu kota untuk kota pusat sebuah negara dan ibu jari untuk jari yang paling besar di tangan. Dalam kalimat penuh contohnya adalah exampleIni ibu kota negara itu. dan exampleIbu jari saya sakit.. Susunan terbalik seperti not thiskota ibu keliru karena susunan yang benar menempatkan kata ini di depan sebagai penanda pusat atau bagian utama.
English uses completely separate words for these ideas, like capital and thumb, but Indonesian builds them with the same formula: patternibu + kata bendamain + noun. The first part sits directly in front and marks the thing as the central, biggest, or most important one in its group. So ibu kotacapital city is the central city of a country, and ibu jarithumb is the big finger on the hand, as in exampleIni ibu kota negara itu.This is that country's capital. and exampleIbu jari saya sakit.My thumb hurts. You can't flip the order or slip another word in between. The marker has to stay glued to the front to do its job.
Kata ini dipakai waktu kamu pergi bersama orang lain dan melakukan hal yang sama dengan mereka, bukan pergi sendiri dan bukan hanya melihat dari jauh. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah pelaku dulu di depan, lalu ikut, lalu kegiatan yang dilakukan bersama. Kegiatannya biasanya kata kerja seperti pergi, makan, main atau belajar, dan bisa ditambah keterangan tempat. Pola sederhananya bisa diingat seperti patternsaya ikut pergi atau patterndia ikut makan. Misalnya kalau teman mengajak ke pasar dan kamu mau pergi bersama mereka, kamu bisa berkata exampleSaya ikut pergi ke pasar. Kalau ada acara makan bersama, kamu bisa berkata exampleDia ikut makan bersama kami. Untuk ajakan yang pendek, kalimatnya bisa hanya berisi ajakan dan kata ini saja seperti exampleAyo ikut. Untuk makna ini bentuknya selalu ikut saja tanpa awalan, jadi jangan menambah awalan yang tidak perlu seperti dalam not thisSaya mengikut pergi ke pasar, karena penutur asli untuk pergi bersama secara sederhana memakai ikut saja dan bentuk dengan awalan itu terdengar salah di sini.
Think of going *with* people and doing the same thing they do, not going alone and not just watching. The order to rely on is the person first, then ikutgo along, then the shared activity, with a place added if you need it, like patternsaya ikut pergiI'm going along or patterndia ikut makanshe's joining in eating. So if friends are headed out and you want to go with them, you can say exampleSaya ikut pergi ke pasarI'm going along to the market. For a shared meal it would be exampleDia ikut makan bersama kamiShe ate along with us. A short invitation can be just that invitation plus the word, as in exampleAyo ikutCome along. Keep it to plain ikutgo along here, with no prefix. English speakers often reach for something like follow, but not thisSaya mengikut pergi ke pasarI'm going along to the market sounds wrong for this simple going-together idea — native speakers just use ikutgo along on its own.
Kata yang perlu diperhatikan di sini adalah ingin. Kata ini dipakai untuk menyampaikan keinginan, dan posisinya selalu di depan hal yang diinginkan, tidak pernah di belakang. Susunan yang paling sering dipakai sangat sederhana, yaitu pelaku lalu ingin lalu apa yang diinginkan, seperti dalam pola patternSaya ingin + kata kerja dan patternSaya ingin + kata benda. Kalau yang diinginkan adalah perbuatan, setelah ingin langsung ditaruh kata kerja tanpa tambahan apa pun, misalnya dalam kalimat exampleSaya ingin makan atau dalam kalimat exampleMereka ingin pergi ke pasar. Kalau yang diinginkan adalah benda atau minuman atau makanan, setelah ingin langsung ditaruh kata benda, misalnya dalam kalimat exampleSaya ingin kopi atau dalam kalimat exampleAnak itu ingin susu. Untuk bertanya, susunan yang sama tetap dipakai, hanya intonasi atau kata tanya yang berubah, seperti dalam kalimat exampleKamu ingin makan apa? atau dalam kalimat exampleApakah Ibu ingin teh?. Untuk menyatakan tidak mau, kata penolakan ditaruh di depan ingin, bukan di belakang, seperti dalam pola patterntidak ingin + kata kerja dan contoh exampleSaya tidak ingin makan. Perlu dijaga agar urutan ini tidak terbalik, sehingga bentuk seperti not thisSaya makan ingin tidak dipakai karena menaruh ingin di belakang perbuatan, padahal penutur asli selalu menaruhnya di depan perbuatan atau benda yang diinginkan.
The word to watch here is inginwant. It always goes in front of what you want, never behind it, with the person first and then what is wanted. Where English needs *to*, as in want *to* eat, Indonesian puts the verb straight after, with nothing in between, as in patternSaya ingin + kata kerjaI want + verb, for example exampleSaya ingin makanI want to eat. If what you want is a thing, you put the noun straight after in the same way, as in patternSaya ingin + kata bendaI want + noun, for example exampleSaya ingin kopiI want coffee. A question keeps the same order, you just change the intonation or add a question word, as in exampleKamu ingin makan apa?What do you want to eat? To say you don't want something, the negative goes in front, as in patterntidak ingin + kata kerjadon't want + verb, for example exampleSaya tidak ingin makanI don't want to eat. So never flip the order. A form like not thisSaya makan inginI eat want sounds wrong because it puts inginwant after the action, while native speakers always put it before the action or thing wanted.
Kata ini dipakai ketika tangan bisa menjangkau bendanya atau benda itu ada di dekat orang yang sedang berbicara, dan susunan yang paling sering dipakai adalah kata ini berdiri sendiri di awal kalimat sebagai pokok lalu diikuti penjelas tentang benda itu, polanya bisa dirasakan seperti patternIni + penjelas sehingga orang langsung paham apa yang ditunjuk tanpa menyebut namanya berulang kali, misalnya dalam exampleIni buku saya atau dalam exampleIni mahal atau dalam exampleIni siapa, dalam susunan seperti itu ini tidak perlu ditempel pada kata lain dan sudah cukup menjadi pokok kalimat. Susunan lain yang sangat alami adalah kata benda dulu baru kata penunjuk di belakangnya dengan pola patternkata benda + ini, di sini ini menempel langsung pada kata benda untuk menegaskan benda yang dekat itu yang dimaksud, seperti dalam exampleBuku ini baru atau dalam exampleOrang ini ramah atau dalam exampleHari ini panas, susunan ini terasa sopan dan jelas karena pendengar tahu bendanya dulu lalu diberi tanda dekat. Kata ini juga bisa berdiri di akhir sebagai benda yang diinginkan atau dibicarakan setelah kata kerja, misalnya dalam exampleSaya mau ini atau dalam exampleSaya suka ini, di sini ini menjadi sasaran perbuatan. Untuk pelajar tingkat awal cukup memakai bentuk dasar tanpa imbuhan apa pun, karena bentuk seperti not thisdiini tidak dipakai penutur asli dan terdengar rusak, kata dasarnya saja sudah lengkap untuk menunjuk, jadi simpanlah bentuk dasar itu dan letakkan sesuai tiga tempat wajar tadi yaitu di awal sebagai pokok, di belakang kata benda, atau di belakang kata kerja sebagai sasaran.
Use inithis only for something close to you, something you could reach out and touch, where English would say this and not that. The most useful way to use it is alone at the start of a sentence, as the subject, with the description after it, like patternIni + penjelasThis + description. You don't repeat the name of the thing, you just point with your words, as in exampleIni buku sayaThis is my book or exampleIni mahalThis is expensive or exampleIni siapaWho is this?. It also comes right after a noun to pin down which one you mean, the near one, in the pattern patternkata benda + ininoun + this. The listener hears the thing first, then the pointer, as in exampleBuku ini baruThis book is new or exampleOrang ini ramahThis person is friendly. Even exampleHari ini panasToday is hot works this way, today as the day close to you. And it can sit after a verb as the thing you want or are talking about, as in exampleSaya mau iniI want this or exampleSaya suka iniI like this. Just keep inithis in its plain base form and put it in one of those three natural places, at the start as the subject, behind the noun, or behind the verb.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah kata itu menempel di belakang kata benda, atau berdiri sendiri sebagai pengganti benda yang dimaksud. Kalau menempel, polanya adalah patternkata benda + itu, misalnya patternbuku itu, patternorang itu, patternhari itu. Posisi di belakang ini penting karena menunjukkan benda mana yang sedang dibicarakan, yaitu benda yang jauh dari orang yang bicara, atau benda yang sudah sama-sama diketahui. Perhatikan kalimat exampleBuku itu di atas meja. Di sini patternbuku itu berarti bukunya ada di sana, tidak dekat dengan yang bicara. Contoh lain exampleOrang itu teman saya, yang dibicarakan adalah orang yang ada di jauh sana, bukan di sini. Kata itu juga bisa dipakai untuk waktu yang jauh atau sudah lewat, seperti dalam exampleHari itu saya sakit. Selain menempel, kata itu bisa berdiri sendiri sebagai pokok kalimat atau sebagai benda yang dikenai perbuatan, seperti dalam exampleItu rumah saya atau exampleSaya mau itu. Dalam kedua kalimat itu, pendengar diajak melihat ke arah yang jauh dari pembicara. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisitu buku untuk menyebut buku yang jauh. Susunan itu terasa terbalik bagi penutur asli karena penunjuk jarak jauh selalu ditaruh di belakang kata bendanya, bukan di depannya, jadi harus dikatakan examplebuku itu.
English puts the pointer before the noun, Indonesian puts it after. For something far from you, you say patternbuku ituthat book, not the other way around. The pattern is patternkata benda + itunoun + that — the thing first, then the pointer, as in patternorang ituthat person and patternhari ituthat day. It tells the listener to look over there, not here, or to think of something you both already know. So exampleBuku itu di atas mejaThat book is on the table means the book is over there on the table, and exampleOrang itu teman sayaThat person is my friend points to someone over there. It works for time too: exampleHari itu saya sakitI was sick that day is a day distant or past. ituthat can also stand alone for the far thing, as subject or object, in exampleItu rumah sayaThat is my house or exampleSaya mau ituI want that. Never say not thisitu bukuthat book for this; to an Indonesian ear it sounds backwards. If you mean that book over there, it has to be examplebuku ituthat book.
Makna ini hidup dalam susunan kalimat yang sangat khusus, yaitu kata itu diletakkan tepat sesudah pokok kalimat dan sebelum penjelasan yang menerangkannya. Polanya bisa diingat sebagai patternpokok kalimat + itu + penjelasan. Pokok kalimatnya biasanya orang atau hal yang sudah jelas, seperti patterndia, patternkamar itu, atau nama orang, sedangkan penjelasannya biasanya kata yang menerangkan siapa atau bagaimana dia. Contoh yang paling jernih adalah exampleDia itu guru. Di sini itu tidak menunjuk ke benda yang jauh, melainkan mengikat patterndia dengan patternguru, sekaligus memberi penekanan kecil supaya pendengar memperhatikan siapa yang dibicarakan sebelum mendengar keterangannya. Contoh lain exampleIbu itu baik sekali, kata itu muncul sesudah patternibu dan sebelum penjelasan patternbaik sekali. Susunan ini sering dipakai dalam percakapan santai untuk menyorot topik pembicaraan. Yang perlu diperhatikan, kata itu dalam susunan ini tidak boleh dipindah ke akhir kalimat. Bentuk seperti not thisDia guru itu dengan maksud memberi penekanan pada patterndia tidak dipakai penutur asli untuk tujuan ini, karena kalau ditaruh di akhir, fungsinya berubah dan penekanan serta ikatan antara pokok kalimat dan penjelasannya menjadi hilang.
You'll hear this most in relaxed conversation, when someone wants to spotlight who they're talking about before saying something about them. English does that with your voice — *she* is a teacher — Indonesian does it by tucking this little word right after the subject. The shape is fixed, so learn it as a shape: patternpokok kalimat + itu + penjelasansubject + itu + description. Say the person first, add ituthe little spotlight word, then give the description that belongs to them. That's what happens in exampleDia itu guruShe's a teacher. The middle word isn't pointing at anything, it's tying the two halves together and telling the listener, pay attention to *her* first, then hear what about her. Same with exampleIbu itu baik sekaliMom is really kind — person first, then what she's like. Because the job depends on position, you can't move it to the end. not thisDia guru ituShe's a teacher doesn't work as a way to stress the subject; once it leaves that middle slot the tie between subject and description is lost.
Makna ini hidup di tengah alur pikiran yang bersambung, ketika kalimat pertama menggambarkan keadaan dan kalimat berikutnya berisi langkah lanjutannya. Susunannya adalah ada jeda dulu, lalu kata itu membuka bagian akibatnya. Polanya dapat dirasakan sebagai patternkeadaan sudah terjadi + itu + akibatnya. Kata itu di sini menjadi jembatan yang berkata bahwa karena keadaan tadi sudah begitu, maka hal berikut ikut terjadi. Misalnya exampleUangnya sudah habis, itu dia pulang jalan kaki. Bagian pertama memberi keadaan, bagian sesudah itu memberi akibat yang mengikuti keadaan itu. Contoh lain exampleToko itu sudah tutup, itu kami makan di rumah. Penutur memakai itu untuk melanjutkan cerita ke keputusan akhirnya. Tekanannya bukan pada benda tertentu, melainkan pada urutan kejadian. Pemakaian yang tidak dianjurkan adalah menaruh kata ini di awal cerita tanpa keadaan sebelumnya, seperti not thisItu kami pergi ke pasar yang diucapkan tiba-tiba tanpa konteks. Penutur asli akan merasa bingung karena tidak jelas keadaan apa yang disambung, jadi kalimat akibat seperti itu perlu didahului oleh keadaan yang menjadi sebabnya.
Think of this one as *then* or *so*, not pointing at a thing but carrying a story forward to its result. You need two parts with a break in between: first you state a situation that is already settled, then after a pause ituthen opens what follows from it. The feel is patternkeadaan sudah terjadi + itu + akibatnyathe situation has already happened + then + its consequence. So in exampleUangnya sudah habis, itu dia pulang jalan kakiHis money was all gone, so he walked home, the first half gives the condition, the part after ituthen gives the outcome that follows it. Same with exampleToko itu sudah tutup, itu kami makan di rumahThe shop was already closed, so we ate at home — the speaker is moving the narrative on to the final decision. That's why you can't start cold with not thisItu kami pergi ke pasarThen we went to the market. With no prior situation to hook onto, a native speaker is left wondering *then* after what.
Makna ini hidup dalam susunan yang menggambarkan perubahan keadaan. Polanya biasanya berupa orang atau benda sebagai pokok pembicaraan, lalu diikuti kata yang sedang dipelajari, lalu diikuti keadaan yang baru. Pola itu bisa ditulis sebagai patternSubjek jadi keadaan baru. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah jadi. Keadaan yang baru itu paling sering berupa sifat atau jenis yang baru, misalnya besar, dingin, dokter, atau ayah. Contoh kalimat yang bisa ditiru adalah exampleAnak itu jadi besar. dan exampleAir itu jadi dingin. serta exampleDia jadi dokter.. Dalam percakapan sehari hari pola ini juga sering dipakai untuk cerita tentang perubahan yang pelan pelan, misalnya exampleLangit jadi gelap.. Perlu diperhatikan bahwa kata sifat atau kata benda sesudah kata ini tidak boleh diberi kata depan tambahan yang mengubah arah makna. Bentuk seperti not thisjadi dari besar tidak dipakai penutur asli untuk menyatakan perubahan ini karena kata depan itu justru mengaburkan keadaan barunya.
Think of this one as become. You name the person or thing, then jadibecome, then the new state, with nothing in between. English reaches for get, turn, grow up, go dark — Indonesian uses the same word for all of that, in the shape patternSubjek jadi keadaan barusubject becomes a new state. That new state is usually just an adjective or a new role, placed directly after: exampleAnak itu jadi besar.The child became big. exampleAir itu jadi dingin.The water became cold. exampleDia jadi dokter.She became a doctor. It is also the natural way to tell a slow change as it happens, like exampleLangit jadi gelap.The sky grew dark. Do not add an extra little word to point toward the result the way English sometimes does with from or into. not thisjadi dari besarbecome from big sounds blurred to an Indonesian ear, because the word after jadibecome should already be the new state itself.
Makna ini hidup sebagai penghubung di antara dua bagian kalimat. Susunannya adalah bagian pertama berisi alasan atau keadaan, lalu diikuti kata yang sedang dipelajari, lalu diikuti bagian kedua berisi akibat atau simpulan. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah jadi. Polanya bisa diingat sebagai patternAlasan, jadi akibat. Bagian penghubung ini biasanya diletakkan di awal bagian kedua, sering sesudah koma atau sesudah titik. Contoh yang wajar dan bisa langsung ditiru adalah exampleHujan deras, jadi kami di rumah saja. dan exampleToko itu tutup, jadi saya pulang. serta exampleDia sakit, jadi tidak masuk kerja.. Dalam percakapan susunan ini membantu pendengar memahami bahwa bagian kedua terjadi karena bagian pertama. Bentuk seperti not thisJadi hujan deras kami di rumah tidak dianjurkan karena menaruh kata penghubung ini di depan alasan sehingga pendengar bingung mana yang menjadi akibat.
Think of this one exactly like *so* in English. You say the reason first, then jadiso, then the result, so the listener knows the second part happened because of the first. You can remember it as patternAlasan, jadi akibatreason, so result. It sits at the start of the second part, usually right after a comma or a period, as in exampleHujan deras, jadi kami di rumah saja.It's pouring, so we're just staying home. and exampleDia sakit, jadi tidak masuk kerja.She's sick, so she's not going to work. Don't flip it around. A form like not thisJadi hujan deras kami di rumahSo it's pouring hard we're at home puts jadiso in front of the reason, and a listener won't know which part is the result.
Makna ini hidup dalam susunan yang menceritakan bahwa rencana atau acara benar benar terjadi. Polanya biasanya berupa nama acara atau rencana sebagai pokok pembicaraan, lalu diikuti kata yang sedang dipelajari di bagian akhir kalimat sebagai kata kerja utama. Pola itu bisa ditulis sebagai patternAcara itu jadi. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah jadi. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleAcara kemarin jadi. dan exampleRapat besok jadi. serta exampleLiburan kami jadi.. Untuk bertanya tentang kepastian, penutur asli sering mengucapkan exampleBesok jadi pergi?. Untuk membatalkan, bentuk yang wajar adalah memakai kata ingkar di depannya seperti dalam exampleAcara itu tidak jadi.. Bentuk seperti not thisAcara itu jadikan tidak dipakai untuk makna ini karena imbuhan itu mengubah susunan kalimat menjadi perintah untuk membuat sesuatu, bukan untuk menyatakan bahwa acara benar benar terlaksana.
You use jadigo ahead, happen for plans when you mean it really happened, it wasn't cancelled. English says *the meeting is on* or *is still going ahead*, with the key word up front. Indonesian does it backwards: name the plan first, then put jadigo ahead, happen last as the main verb, like patternAcara itu jadithat event is on. That is why you will hear exampleAcara kemarin jadi.Yesterday's event went ahead. and exampleRapat besok jadi.Tomorrow's meeting is on. and exampleLiburan kami jadi.Our vacation is on. The shape is the same every time, plan first, confirmation last. To check that a plan is still certain, ask with it in the middle, as in exampleBesok jadi pergi?Are we still going tomorrow? To cancel it, just add the negative word in front of it, as in exampleAcara itu tidak jadi.That event didn't happen. Never add the ending you see in not thisAcara itu jadikanmake that event. That turns the sentence into an order to make something, not a statement that the plan went ahead.
Makna ini hidup menempel langsung di belakang kata benda yang menceritakan barang. Susunannya adalah nama barang, lalu diikuti kata yang sedang dipelajari sebagai penjelas sifat barang itu. Polanya bisa ditulis sebagai patternkata benda jadi. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah jadi. Artinya barang itu sudah selesai dibuat dan tinggal dipakai, tanpa perlu dijahit atau dibuat lagi. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya beli baju jadi. dan exampleDi pasar ada kue jadi. serta exampleIbu suka roti jadi.. Susunan ini wajar dipakai saat berbelanja atau membicarakan barang sehari hari. Bentuk seperti not thisjadi baju saya beli tidak dipakai penutur asli untuk makna ini karena menaruh kata ini di depan kata benda sehingga susunannya terasa terbalik dan pendengar sulit memahami barang apa yang dimaksud.
In English you say ready-made clothes, with the description first. In Indonesian this idea works the other way round. You name the thing first, then add jadiready-made right behind it to say it's already finished and ready to use, no more sewing or making needed. That order is fixed as patternkata benda jadinoun + ready-made. So you imitate exampleSaya beli baju jadi.I bought ready-made clothes. and exampleDi pasar ada kue jadi.There are ready-made cakes at the market. and exampleIbu suka roti jadi.Mom likes ready-made bread. It's very handy for shopping and everyday things. Don't flip it to the English order like not thisjadi baju saya beliready-made clothes I bought — a listener expects the item first and will be lost about what you're talking about.
Makna ini hidup sebagai kata kecil yang berdiri sendiri atau membuka jawaban singkat untuk menyatakan setuju. Susunannya sangat pendek, sering hanya satu kata di awal giliran bicara, kadang diikuti anggukan atau kalimat lanjutan tentang kesepakatan. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah jadi. Contoh yang bisa ditiru dalam percakapan adalah exampleJadi, kita berangkat jam tujuh. dan exampleJadi. Saya ikut. serta exampleJadi, kita makan di sini saja.. Kata ini diucapkan dengan nada ringan dan bersahabat sebagai tanda menerima ajakan atau putusan bersama. Bentuk seperti not thisMenjadilah saya ikut tidak dipakai untuk menyatakan persetujuan ini karena imbuhan itu mengubahnya menjadi perintah, bukan menjadi tanda setuju yang lembut.
If someone suggests a plan and you want to say yep, deal, I'm in, that little yes can just be jadiokay then. It lives on its own or opens a short reply, right at the start of your turn, often with a nod and a light, friendly tone, then you can add what you agreed to. Try sounding like exampleJadi, kita berangkat jam tujuh.Okay then, we leave at seven. or exampleJadi. Saya ikut.Okay then. I'm in. or exampleJadi, kita makan di sini saja.Okay then, let's just eat here. Don't dress it up. not thisMenjadilah saya ikutLet me join turns it into a kind of command, not that soft sign that you're accepting an invitation or a joint decision.
Makna ini hidup sebagai kata benda nama tanda bintang. Susunannya seperti nama lain pada umumnya, bisa menjadi pokok pembicaraan atau penjelas sesudah kata yang menerangkan zodiak. Polanya bisa ditulis sebagai patternzodiak saya Jadi. Kata yang sedang dipelajari di sini adalah Jadi. Lambangnya digambarkan sebagai kambing bertanduk dan waktunya sekitar akhir bulan Desember sampai pertengahan bulan Januari. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleZodiak saya Jadi. dan exampleDia lahir bulan Januari, bintangnya Jadi. serta exampleJadi ada di antara dua belas zodiak.. Dalam kalimat, kata ini ditulis dengan huruf awal besar karena merupakan nama. Bentuk seperti not thismenjadi Januari tidak dipakai untuk menyebut nama tanda bintang ini karena bentuk berimbuhan itu mengubahnya menjadi kata kerja, bukan nama.
This one is simply a name — the name of a star sign, JadiCapricorn. Think of it like any other name. It can start a sentence as what you're talking about, or come after a word for star sign to explain which one, as in the pattern patternzodiak saya Jadimy zodiac is Capricorn. Its symbol is a horned goat, for people born from around late December to mid-January. You can imitate exampleZodiak saya Jadi.My zodiac is Capricorn. and exampleDia lahir bulan Januari, bintangnya Jadi.She was born in January, her star sign is Capricorn. as well as exampleJadi ada di antara dua belas zodiak.Capricorn is one of the twelve zodiac signs. Watch the capital letter. In a sentence you always write it with a capital J, because it is a proper name, not an ordinary word.
Makna ini hidup sebagai kata benda di dalam kalimat. Susunannya biasanya sesudah kata tempat seperti patterndi jalan atau patternke jalan atau sesudah kata sifat yang menjelaskan ukurannya. Kata ini menjadi pokok yang dibicarakan, lalu dijelaskan dengan kata lain sesudahnya. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleJalan ini lebar. dan exampleAnak itu main di jalan. serta exampleMobil berhenti di tengah jalan. Susunan lain yang sangat biasa adalah patternjalan raya untuk menyebut jalan besar untuk mobil dan patternseberang jalan untuk menyebut sisi yang lain seperti dalam exampleToko itu di seberang jalan. Pelajar bisa memakai pola patterndi jalan kecil atau patternke jalan besar untuk menunjukkan tempat orang dan kendaraan lewat.
This meaning is about the physical strip you walk or drive on. Where English splits road and street, this one word covers both, and you'll usually meet it after a place word like patterndi jalanon the road or patternke jalanto the road. It acts as the thing being talked about, then described by what follows, as in exampleJalan ini lebar.This road is wide. You'll also see it for where people and vehicles are, as in exampleAnak itu main di jalan.That child is playing in the road. and exampleMobil berhenti di tengah jalan.The car stopped in the middle of the road. Two very common combinations are worth learning whole: patternjalan rayamain road, highway for a big road for cars, and patternseberang jalanacross the road for the other side, as in exampleToko itu di seberang jalan.That shop is across the road.
Makna ini hidup sebagai kata kerja di tengah kalimat. Susunannya adalah orang atau kendaraan sebagai pelaku di depan, lalu kata ini sebagai perbuatan, lalu sering disusul kata tempat dengan kata depan ke atau di. Susunan itu bisa didahului kata waktu seperti patternsudah jalan atau patternsedang jalan atau patternakan jalan Perhatikan contoh yang memakai susunan lengkap itu exampleSaya jalan ke pasar. dan exampleKami jalan di taman pagi ini. serta exampleMobil itu jalan pelan. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternSaya jalan ke... dengan mengisi titik-titik dengan nama tempat. Pemakaian seperti not thisSaya jalanan ke pasar. tidak dipakai untuk makna ini karena tambahan itu mengubah kata menjadi benda, sedangkan di sini yang dibutuhkan adalah kata kerja yang berdiri sendiri.
This is the doing-word for moving on foot, and for a vehicle moving too. Think person or car first as the doer, then the action, then often a place to finish, as in exampleSaya jalan ke pasar.I walk to the market. and exampleKami jalan di taman pagi ini.We walk in the park this morning. and exampleMobil itu jalan pelan.That car moves slowly. English splits walk and go or drive, but here one verb covers both. You can add time in front, like patternsudah jalanhave already walked, patternsedang jalanare walking right now or patternakan jalanwill walk, without changing the verb itself. To make your own, copy patternSaya jalan ke...I walk to... and just fill in a place. Don't add an ending, as in not thisSaya jalanan ke pasar.I road to the market. — that turns the doing-word into a thing, and the sentence falls apart.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang menjelaskan akal untuk berhasil. Susunannya biasanya sesudah kata patternada jalan atau patterncari jalan atau patternjalan untuk lalu disusul perbuatan yang ingin dicapai. Kata ini tidak berdiri untuk tempat lewat, tetapi untuk jawaban atas kesulitan. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleAda jalan untuk hemat air. dan exampleIbu cari jalan supaya anak mau makan. serta exampleKami sudah menemukan jalan untuk masuk. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternada jalan untuk hemat dengan mengganti bagian akhir sesuai kebutuhan, misalnya hemat uang atau cepat selesai.
English also uses patternjalan untuka way to for this, an idea that makes something work, an answer to a difficulty. It usually comes as patternada jalanthere is a way or patterncari jalanlook for a way or patternjalan untuka way to, followed by what you want to achieve, as in exampleAda jalan untuk hemat air.There is a way to save water. and exampleIbu cari jalan supaya anak mau makan.Mom is looking for a way to get the child to eat. And once the idea is found, as in exampleKami sudah menemukan jalan untuk masuk.We have already found a way to get in. You can copy patternada jalan untuk hematthere is a way to save and just change the ending to fit what you need.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang bersanding dengan nama kegiatan atau benda yang bergerak. Susunannya adalah kata ini di depan, lalu nama kegiatannya di belakang seperti patternjalan cerita atau patternjalan rapat atau patternjalan acara Setelah itu biasanya ada penjelasan tentang lancar atau lambat atau berhenti. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleJalan cerita itu seru. dan exampleJalan rapat hari ini lancar. serta exampleJalan mobil itu mundur pelan. Pola yang bisa ditiru adalah patternjalan rapat lancar atau patternjalan acara cepat untuk menceritakan proses dari awal sampai akhir.
English says a story runs and a meeting runs, and this is that idea. Think of it as a noun placed in front of the activity, to talk about how that activity unfolds from start to finish, as in patternjalan ceritathe running of the story or patternjalan rapatthe running of the meeting. What follows is usually how it went — smooth, fast, slow, or stuck. So exampleJalan rapat hari ini lancar.Today's meeting ran smoothly. is just describing the process, not a street and not walking. The same pattern works for something actually moving, as in exampleJalan mobil itu mundur pelan.That car moved backward slowly., where you are describing the movement itself. Once you hear patternjalan rapat lancara meeting running smoothly you have the model: the word first, the event second, then the comment on how it ran.
Makna ini hidup sebagai kata benda sesudah kata memberi dan membuka. Susunannya biasanya patternberi jalan atau patternbuka jalan atau patternminta jalan lalu sering disusul kata patternuntuk dan perbuatan yang ingin dicoba. Kata ini menjadi pokok yang diberikan kepada orang supaya ia bisa mencoba. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleBeri saya jalan untuk bicara. dan exampleGuru membuka jalan untuk murid bertanya. serta exampleSaya minta jalan untuk coba sekali lagi. Pola yang bisa langsung ditiru adalah patternberi saya jalan untuk... dengan mengisi titik-titik dengan perbuatan, misalnya bicara atau coba.
This use lives after give and open. patternberi jalangive an opportunity or patternbuka jalanopen up an opportunity or patternminta jalanask for an opportunity hands someone room to try something, and it is often followed by patternuntukto plus the action you want to attempt. Think of it as a chance being passed over: exampleBeri saya jalan untuk bicara.Give me a chance to speak. and exampleSaya minta jalan untuk coba sekali lagi.I ask for a chance to try one more time. For an English speaker, just copy patternberi saya jalan untuk...give me a chance to... and fill in the action, like speaking or trying.
Makna ini hidup sebagai kata benda sesudah kata penghubung. Susunannya biasanya patternlewat jalan atau patternmelalui jalan lalu disusul nama orang atau benda atau kejadian yang menghubungkan. Orang atau benda itu bukan tempat untuk lewat, tetapi penghubung supaya barang atau kabar bisa sampai. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleUang itu dikirim lewat jalan kakak saya. dan exampleKabar itu sampai melalui jalan guru. serta exampleIa pesan tiket lewat jalan temannya. Pola yang bisa ditiru adalah patternlewat jalan teman dengan mengganti kata terakhir sesuai penghubungnya.
This use of wordroad has nothing to do with walking down something. Think of English *via* or *through a person*, as in "I got it through my brother." It lives after a connector. You'll see patternlewat jalanvia or patternmelalui jalanvia followed by a person or thing or event that makes the connection, like exampleUang itu dikirim lewat jalan kakak saya.The money was sent via my sibling. The sibling isn't a place to pass through, just the link that gets the money there. The same idea is in exampleKabar itu sampai melalui jalan guru.The news arrived via the teacher. and exampleIa pesan tiket lewat jalan temannya.He ordered the ticket via his friend. Just copy patternlewat jalan temanvia a friend and swap the last word for whoever your go-between is.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang bersanding dengan nama benda di langit. Susunannya adalah kata ini di depan, lalu nama bendanya di belakang seperti patternjalan planet atau patternjalan satelit atau patternjalan bulan Setelah itu biasanya ada penjelasan tentang bentuk lengkungnya. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleJalan planet itu melingkar. dan exampleJalan satelit itu bundar. serta exampleJalan bulan mengelilingi bumi. Pola yang bisa ditiru adalah patternjalan satelit melingkar untuk menjelaskan alur gerak benda di ruang angkasa.
When English says orbit, this word goes first and then the name of the thing in the sky, like patternjalan planeta planet's orbit or patternjalan satelita satellite's orbit. After that you usually describe its curved shape, as in exampleJalan planet itu melingkar.The planet's orbit is circular. You can copy that shape with patternjalan satelit melingkara satellite's orbit is circular to describe the line something follows as it moves through space.
Untuk menyatakan lama waktu, kata ini hidup di belakang angka. Polanya bisa dirumuskan seperti patternangka ditambah jam, misalnya angka satu, dua, tiga lalu diikuti kata ini. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul setelah kata kerja yang menceritakan kegiatan, untuk menjawab pertanyaan berapa lama kegiatan itu berlangsung. Sebelum menulis contoh, pahami dulu susunannya, yaitu kegiatan lalu angka lalu kata ini. Contohnya seperti exampleSaya menunggu dua jam dan exampleDia belajar satu jam setiap hari serta exampleKami berjalan tiga jam ke desa itu. Untuk bertanya tentang lama waktu, polanya adalah patternberapa ditambah jam, seperti dalam exampleBerapa jam kamu tidur tadi malam dan exampleBerapa jam perjalanan dari sini ke kota. Kata ini tidak perlu diubah bentuknya ketika angkanya banyak, tetap dipakai dalam bentuk yang sama. Bentuk seperti not thismenjam tidak dipakai untuk menyatakan lama waktu, jadi untuk makna lama waktu selalu gunakan angka yang diikuti kata ini dalam kalimat yang menceritakan kegiatan.
To say how long you did something, keep the number first and this word right after it, in a patternangka ditambah jamnumber plus hour pattern. The order in the sentence is the activity, then the number, then the word, answering how long it lasted. So you get exampleSaya menunggu dua jamI waited for two hours, exampleDia belajar satu jam setiap hariShe studies for one hour every day and exampleKami berjalan tiga jam ke desa ituWe walked for three hours to that village. Unlike English, the word never changes for more than one — no added -s, the same form works for one or three. To ask about duration, start with patternberapa ditambah jamhow many hours, as in exampleBerapa jam kamu tidur tadi malamHow many hours did you sleep last night? and exampleBerapa jam perjalanan dari sini ke kotaHow many hours is the trip from here to town?
Untuk menyatakan benda penunjuk waktu, kata ini berperan sebagai kata benda biasa yang bisa menjadi pelaku atau penderita dalam kalimat. Susunan yang wajar adalah kata ini bisa berdiri sendiri, bisa diikuti kata penjelas tempat atau milik, dan bisa didahului kata penunjuk. Polanya dapat digambarkan seperti patternjam ditambah tangan untuk benda yang dipakai di pergelangan dan patternjam ditambah dinding untuk benda yang digantung di tembok, juga seperti patternjam ditambah saya untuk menyatakan milik. Contoh kalimatnya seperti exampleJam dinding itu besar dan exampleJam tangan saya hilang serta exampleSaya membeli jam baru kemarin. Kata ini juga bisa dijelaskan keadaannya dengan kata sifat, misalnya dalam exampleJam ini rusak dan exampleJam di dapur mati. Bentuk seperti not thisngejam tidak dipakai sebagai kata kerja untuk makna benda ini, jadi kalau ingin menceritakan benda itu tetap gunakan kata ini sebagai kata benda dalam susunan kalimat di atas.
For the thing you look at to know the time, this word works just like an ordinary noun, as subject or object. Where English splits into two different words, clock versus watch, Indonesian uses the same word with a helper after it, like patternjam ditambah dindingwall clock for the one hung on the wall and patternjam ditambah tanganwristwatch for the one worn on the wrist, and like patternjam ditambah sayamy clock to say whose it is. So you can say exampleJam dinding itu besarThat wall clock is big and exampleJam tangan saya hilangMy watch is lost. As an object it works the same way, as in exampleSaya membeli jam baru kemarinI bought a new watch yesterday. You can also describe its condition, as in exampleJam ini rusakThis clock is broken and exampleJam di dapur matiThe clock in the kitchen is dead. It stays a noun, so don't turn it into a verb like not thisngejamto clock.
Untuk menyatakan waktu yang ditunjuk angka, kata ini hidup di depan angka dan tidak bisa dipisah dari angka itu. Susunannya adalah kata ini lalu angka, dan sesudah angka boleh ditambah keterangan bagian hari. Polanya bisa ditulis seperti patternjam ditambah angka, dan pola yang lebih lengkap seperti patternjam ditambah angka ditambah pagi. Contoh yang wajar adalah exampleSekarang jam lima dan exampleKereta datang jam tujuh pagi serta exampleToko tutup jam sembilan malam. Untuk bertanya, susunannya adalah kata ini lalu kata tanya, seperti dalam exampleSekarang jam berapa dan exampleAcara mulai jam berapa. Angka setelah kata ini menunjukkan titik waktunya, dan keterangan sesudahnya menjelaskan pagi, siang, sore, atau malam. Bentuk seperti not thisjam ke lima tidak dipakai untuk menyatakan titik waktu seperti ini, jadi gunakan selalu kata ini langsung diikuti angka tanpa kata penghubung di antaranya.
Where English splits the job between at, five, and o'clock, this does it in one block that stays glued to the number. The pattern is patternjam ditambah angkajam plus a number, as in exampleSekarang jam limait's five o'clock now. To pin down morning or night you just add it after the number, like patternjam ditambah angka ditambah pagijam plus a number plus morning, as in exampleKereta datang jam tujuh pagithe train comes at seven in the morning and exampleToko tutup jam sembilan malamthe store closes at nine at night. A question works the same way, with the question word right after, as in exampleSekarang jam berapawhat time is it now? and exampleAcara mulai jam berapawhat time does the event start?. Never put anything in between, so not thisjam ke limajam fifth is not used for a time like this.
Untuk melarang orang lain melakukan sesuatu, letakkan jangan di depan kata kerja, sebagai kalimat perintah yang melarang. Susunannya sangat tetap, yaitu patternjangan + kata kerja, kadang dilanjutkan dengan keterangan tempat atau benda yang berhubungan dengan larangan itu. Dengan susunan ini pembicara tidak sedang menceritakan sesuatu, melainkan meminta lawan bicara supaya tidak melakukannya. Misalnya untuk melarang duduk di suatu tempat, ucapkan exampleJangan duduk di sini. Untuk melarang menyentuh sesuatu, ucapkan exampleJangan sentuh gelas itu, masih panas. Larangan juga bisa ditujukan kepada lebih dari satu orang, susunannya tetap sama, misalnya exampleJangan berisik, adik sedang tidur. Dalam percakapan yang sopan kata ini sering didahului kata lembut untuk meminta, tetapi jangan tetap berada tepat di depan kata kerjanya, misalnya exampleTolong jangan pergi dulu. Perlu diingat bahwa bentuk ini khusus untuk melarang lawan bicara, sehingga tidak dipakai untuk menceritakan diri sendiri yang tidak melakukan sesuatu. Bentuk seperti not thisSaya jangan pergi ke kantor hari ini. terdengar keliru karena pembicara sedang bercerita tentang dirinya, bukan melarang orang lain, untuk maksud seperti itu gunakan pernyataan biasa, bukan larangan ini.
To tell someone not to do something, put jangandon't directly in front of the verb. Think of it as starting a command with don't, with the very fixed shape patternjangan + kata kerjadon't + verb, then adding the place or thing the ban is about if you need it, as in exampleJangan duduk di sini.Don't sit here. and exampleJangan sentuh gelas itu, masih panas.Don't touch that glass, it's still hot. It works the same whether you're talking to one person or several, as in exampleJangan berisik, adik sedang tidur.Don't be noisy, my little sibling is sleeping. You can soften it with please in front, but jangandon't stays glued to the verb, as in exampleTolong jangan pergi dulu.Please don't go yet. Just don't use this to talk about yourself. It is only a command to the listener, not a way to say you aren't doing something. not thisSaya jangan pergi ke kantor hari ini.I don't go to the office today. sounds wrong for that reason — for I-statements you need an ordinary statement, not this prohibition form.
Untuk memakai kata ini, letakkan kata ini sesudah orang yang sedang dibicarakan dan sebelum kegiatan atau keadaan yang dilakukan orang itu. Dengan susunan seperti itu pendengar langsung paham bahwa ada tambahan pelaku atau tambahan hal yang sama. Pola yang paling sering dipakai terlihat seperti dalam patternsaya juga ikut atau patterndia juga datang, yaitu orangnya disebut dulu, lalu juga, lalu kegiatannya. Perhatikan kalimat exampleSaya juga ikut ke pasar.. Di situ orang yang berbicara ikut, dan dari kata juga pendengar tahu ada orang lain selain pembicara yang ikut ke pasar. Contoh lain adalah exampleAdik juga menangis.. Di situ yang menangis adalah adik, dan kata juga memberi tahu bahwa selain adik ada orang lain yang menangis. Contoh lain lagi adalah exampleMereka juga lelah.. Di situ keadaan lelah berlaku untuk mereka, sekaligus memberi tahu bahwa ada pihak lain yang lelah juga. Kata ini tidak diletakkan paling depan sendiri sebelum orangnya, jadi bentuk seperti not thisJuga saya ikut ke pasar. terdengar janggal dan tidak dipakai karena pendengar menunggu dulu siapa yang dibicarakan sebelum mendengar keterangan tambahan itu.
Think *also, too*, but with a fixed spot. Say who you're talking about first, then jugaalso, too, then what they do, as in patternsaya juga ikutI'm coming too or patterndia juga datangshe's coming too. So exampleSaya juga ikut ke pasar.I'm also going to the market. tells your listener that you are going, and that someone else besides you is going. In exampleAdik juga menangis.My little sibling cried too., the one crying is your sibling, and jugaalso, too signals that someone else cried as well. The same goes for a state, as in exampleMereka juga lelah.They're tired too. — they're tired, and someone else is tired besides them. Don't start with it. not thisJuga saya ikut ke pasar.Also I'm going to the market. feels unfinished and odd, because the listener wants to hear who first before hearing that there's an addition.
Untuk memakai kata ini, letakkan kata ini sebelum kata yang menjelaskan sifat atau keadaan, sedangkan hal yang dinilai disebut sebelumnya. Dengan susunan seperti itu pendengar paham bahwa sifat itu ada pada tingkat menengah, tidak rendah tetapi tidak paling tinggi, nilainya pantas diperhatikan. Pola yang wajar terlihat seperti dalam patterntas itu juga berat atau patternruangan itu juga dingin, yaitu halnya disebut dulu, lalu juga, lalu sifatnya. Perhatikan kalimat exampleTas itu juga berat.. Di situ beratnya tas dinilai pada tingkat menengah ke atas, terasa lumayan dan perlu diperhitungkan. Contoh lain adalah exampleJalan itu juga jauh.. Di situ jauhnya jalan dinilai sedang, tidak dekat tetapi masih dalam batas yang bisa ditempuh, sehingga perlu persiapan. Contoh lain lagi adalah exampleKamar itu juga bersih.. Di situ kebersihan kamar dinilai lumayan baik dan memuaskan pada tingkat sedang. Kata ini tidak diletakkan sebelum hal yang dinilai sambil memisahkan sifat ke belakang, jadi bentuk seperti not thisJuga berat tas itu. terdengar janggal dan tidak dipakai karena pendengar tidak tahu lebih dulu hal apa yang sedang dinilai tingkatnya.
This jugaquite is about level — not low, but not extreme, enough to notice and take into account. Like English *quite*, it sits right before the adjective, but only after you have already named the thing you are judging. So the order is thing, then jugaquite, then quality, as in patterntas itu juga beratthat bag is quite heavy. Thus exampleTas itu juga berat.That bag is quite heavy. means it is heavy enough to matter, and exampleJalan itu juga jauh.That road is quite far. means it is not close and needs some preparation, but still manageable. Do not start with jugaquite, as in not thisJuga berat tas itu.Quite heavy, that bag., because the listener does not yet know what you are measuring.
Untuk makna ini susunan kalimat yang paling wajar menaruh kadang di depan kata kerja atau di awal kalimat sebelum pelaku. Dengan susunan itu pelajar bisa berkata bahwa suatu kebiasaan tidak terjadi setiap hari dan hanya terjadi pada beberapa waktu saja. Pola yang aman untuk ditiru adalah patternSaya kadang minum kopi dan patternKadang saya minum kopi, di mana pelaku boleh disebut dulu lalu diikuti kata ini lalu kata kerja, atau kata ini membuka kalimat lalu diikuti pelaku dan kata kerja. Perhatikan contoh yang memang memakai susunan itu seperti exampleSaya kadang makan di luar. dan exampleKadang saya pergi ke pasar pada hari Minggu. dan exampleAnak-anak kadang bermain di taman sore hari.. Dalam kalimat seperti itu kata ini menerangkan kata kerja sesudahnya, bukan menerangkan benda, sehingga pelajar tinggal mengganti kata kerja dengan kegiatan yang dikenal seperti makan, minum, pergi, atau bermain. Untuk tingkat dasar cukup memakai kalimat pendek dengan satu kegiatan dan keterangan waktu yang sederhana, dan tidak perlu menambah imbuhan apa pun karena bentuk dasar ini sudah lengkap untuk makna sesekali. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya minum kadang kopi., karena kata ini diselipkan di antara kata kerja dan benda yang diterangkan kata kerja itu, sehingga kalimat terdengar terputus dan tidak wajar bagi penutur asli, sedangkan tempatnya yang wajar adalah sebelum kata kerja atau di awal kalimat.
For a habit that happens only now and then, put kadangsometimes right before the verb, or at the very start of the sentence before the person doing it. English lets you tuck *sometimes* at the end, but in Indonesian stick to those two spots. The safe shapes to copy are patternSaya kadang minum kopiI sometimes drink coffee and patternKadang saya minum kopiSometimes I drink coffee — person first, then kadangsometimes, then verb, or kadangsometimes first, then person, then verb. It works like exampleSaya kadang makan di luar.I sometimes eat out. and exampleKadang saya pergi ke pasar pada hari Minggu.Sometimes I go to the market on Sunday. and exampleAnak-anak kadang bermain di taman sore hari.The children sometimes play in the park in the afternoon. In that position it describes the verb after it, not a thing, so to make your own sentence just swap in another activity you know, like eating, drinking, going, or playing, with a short simple time. The plain form is already complete, with nothing to add. Don't split the verb from its object, as in not thisSaya minum kadang kopi.I drink sometimes coffee.. To a native ear that sounds broken, because kadangsometimes belongs before the verb or at the start, not wedged between.
Susunan yang wajar untuk syarat ini memakai dua bagian dalam satu kalimat, bagian syarat di depan dan bagian akibat di belakang, atau sebaliknya bagian akibat dulu baru bagian syarat, dan bagian syarat selalu dibuka dengan kata kalau lalu diikuti keadaan yang dibayangkan, sedangkan bagian lain berisi apa yang terjadi kalau keadaan itu benar-benar ada, polanya bisa dirasakan sebagai patternkalau + keadaan, + akibat atau sebagai patternakibat + kalau + keadaan, jeda di tengah biasanya terdengar jelas dalam ucapan dan tertulis dengan koma bila bagian syarat ada di depan, misalnya dalam kalimat exampleKalau hujan, saya di rumah saja bagian depan menyebut keadaan yang belum tentu terjadi dan bagian belakang menyebut akibatnya, begitu juga dalam kalimat exampleKalau lapar, makan dulu yang cocok dipakai untuk memberi saran dengan lembut, dan dalam kalimat exampleSaya senang kalau kamu datang urutannya dibalik, akibat disebut dulu dan syarat disebut belakangan, untuk memakai pola ini pelajar cukup menaruh keadaan yang disyaratkan tepat sesudah kalau dan menaruh akibatnya di bagian lain, bentuk yang tidak dianjurkan adalah menaruh kalau sendirian di ujung tanpa lanjutan seperti dalam not thisSaya senang kalau karena pendengar masih menunggu keadaan apa yang dimaksud, jadi syaratnya harus disebut lengkap sesudah kata itu.
This is the little word for setting a condition, the way *if* works in English. You make one sentence with two halves: the imagined condition, and what happens if it's true. Put the condition first, patternkalau + keadaan, + akibatif + situation, + result, as in exampleKalau hujan, saya di rumah sajaIf it rains, I'll just stay home, or put the result first, patternakibat + kalau + keadaanresult + if + situation, as in exampleSaya senang kalau kamu datangI'm happy if you come. Either order is natural. The condition part always opens with kalauif followed directly by the imagined situation, while the other half holds the result. When the condition comes first you pause after it, written with a comma, and that pause tells the listener where the condition ends and the result begins. That shape is also handy for soft advice, like exampleKalau lapar, makan duluIf you're hungry, eat first. Just don't leave kalauif hanging at the end with nothing after it, as in not thisSaya senang kalauI'm happy if. The listener is still waiting to hear what the condition actually is, so always finish it completely.
Susunan untuk menunjuk bahan pembicaraan ini selalu menaruh kata penunjuk itu di paling depan ujaran, tepat sebelum orang atau hal yang ingin dibahas, lalu diikuti jeda dan dilanjutkan dengan komentar tentang orang atau hal itu, polanya dapat dirasakan sebagai patternKalau + orang atau hal, + komentar, orang atau hal itu biasanya berupa kata ganti atau kelompok kata benda yang pendek dan komentar sesudah jeda menjelaskan pendapat atau kebiasaan atau pilihan, misalnya dalam kalimat exampleKalau saya, saya suka teh bagian depan hanya menunjuk siapa yang dibicarakan dan bagian belakang memberi komentar tentang orang itu, begitu juga dalam kalimat exampleKalau hari Minggu, toko itu tutup bagian depan menunjuk waktu yang dibicarakan dan bagian belakang memberi keterangan tentang waktu itu, dan dalam kalimat exampleKalau baju ini, warnanya bagus bagian depan menunjuk barang dan bagian belakang memberi penilaian, untuk memakai pola ini pelajar cukup menyebut orang atau hal tepat sesudah kalau lalu berhenti sejenak dan menyampaikan komentarnya, bentuk yang tidak dianjurkan adalah menaruh kata kerja langsung sesudah kata penunjuk tanpa menyebut dulu siapa atau apa yang ditunjuk seperti dalam not thisKalau suka, saya suka teh karena pendengar tidak tahu siapa atau apa yang sedang dibahas, jadi sebutkan dulu orang atau halnya dengan jelas sebelum memberi komentar.
Use kalauas for to point to the person or thing you want to talk about next. Put it at the very front of what you say, right before that person or thing, pause for a beat, then add your comment about them. It feels like the pattern patternKalau + orang atau hal, + komentaras for + person or thing, + comment, which is just how English uses as for with a comma. That first part only names the topic, usually a pronoun or a short noun phrase, and the second part gives an opinion or habit or choice about it, as in exampleKalau saya, saya suka tehas for me, I like tea where you first point to yourself and then comment, or exampleKalau hari Minggu, toko itu tutupas for Sundays, that shop is closed where you point to a time and then say something about it, or exampleKalau baju ini, warnanya bagusas for this shirt, the color is nice where you point to an item and then judge it. To use it, just name the who or what directly after kalauas for, pause, then say your comment. Don't put a verb straight after it without naming the topic first, like not thisKalau suka, saya suka tehas for like, I like tea, because the listener has no idea who or what you are talking about. Name them clearly first, then comment.
Susunan untuk membuka isi pikiran atau rasa atau ucapan ini menaruh kata sambung itu di tengah kalimat, sesudah kata kerja yang menyatakan kegiatan batin atau ujaran dan sebelum isi yang ingin disampaikan, polanya dapat dirasakan sebagai patternkata kerja batin atau ujaran + kalau + isi, kata kerja di depan biasanya berupa pikir atau rasa atau bilang atau tahu dan bagian isi sesudah kalau berupa kalimat lengkap yang menjelaskan apa yang dipikirkan atau dirasakan atau diucapkan, misalnya dalam kalimat exampleSaya pikir kalau besok hujan bagian depan menyebut kegiatan berpikir dan bagian belakang menyebut isi pikirannya, begitu juga dalam kalimat exampleDia bilang kalau dia lelah bagian depan menyebut kegiatan berkata dan bagian belakang menyebut isi ucapannya, dan dalam kalimat exampleSaya tahu kalau toko itu murah bagian depan menyebut pengetahuan dan bagian belakang menyebut isi yang diketahui, untuk memakai pola ini pelajar cukup meletakkan isi yang lengkap tepat sesudah kalau dan tidak memenggalnya, bentuk yang tidak dianjurkan adalah menaruh kata depan yang memutus hubungan langsung antara kata kerja itu dan isi seperti dalam not thisSaya pikir tentang kalau besok hujan karena kata depan itu membuat kalimat terasa terputus dan tidak wajar, jadi biarkan kata kerja itu bertemu langsung dengan kalau lalu sambung dengan isi yang utuh.
English often drops that — I think it'll rain. Indonesian keeps the link. After a verb of thinking, feeling, knowing or saying, put kalauthat directly after it, then give what was thought or felt or said as a full sentence, as in patternkata kerja batin atau ujaran + kalau + isimental or speech verb + kalau + content. So exampleSaya pikir kalau besok hujanI think that it will rain tomorrow names the thinking first and then the whole thought, and exampleDia bilang kalau dia lelahHe said that he was tired names the saying first and then the whole message, and exampleSaya tahu kalau toko itu murahI know that that shop is cheap names the knowing first and then what is known. Just let the verb meet kalauthat with nothing in between. Don't break it with a preposition as in not thisSaya pikir tentang kalau besok hujanI think about that it will rain tomorrow, which sounds cut off and unnatural.
Untuk makna ini susunan yang paling sering dipakai adalah angka lalu kata yang sedang dipelajari, jadi rumusnya bisa diingat sebagai patternangka + kali. Angka itu menerangkan berapa banyak kejadian sudah atau harus terjadi, dan seluruh kelompok kata itu biasanya menempel pada kata kerja atau menutup kalimat. Pelajar bisa memakai kali setelah satu, dua, tiga dan seterusnya, juga setelah kata tanya jumlah seperti dalam patternberapa kali. Contoh yang wajar adalah exampleSaya minum obat tiga kali sehari. dan exampleSaya sudah dua kali ke sana.. Susunan yang sama dipakai untuk berhitung perkalian, di mana angka pertama dikali angka kedua, misalnya dalam exampleDua kali tiga sama dengan enam.. Kata ini tidak berubah bentuk ketika jumlahnya banyak, jadi jangan menambah huruf lain di ujungnya seperti dalam not thistiga kalis karena bentuk itu tidak dipakai penutur asli dan akan terdengar janggal.
To count how often something happens you put the number first, then kalitimes, as in patternangka + kalinumber + times. It works just like *times* in English, after satuone, duatwo, tigathree and so on, and after a question about amount, like patternberapa kalihow many times. The whole phrase usually sits with the verb or at the end of the sentence, telling how many times it happened or has to happen: exampleSaya minum obat tiga kali sehari.I take medicine three times a day. or exampleSaya sudah dua kali ke sana.I have been there twice. You use the same order for multiplication, first number times second number: exampleDua kali tiga sama dengan enam.Two times three equals six. Unlike English, the word never changes for plural. Don't add an *s* the way English adds it in *times*, so not thistiga kalisthree times is wrong and will sound strange to a native speaker.
Untuk makna ini kata yang dipelajari hidup sebagai benda, jadi ia bisa menjadi pelaku atau menjadi tempat dalam kalimat dan sering didahului kata tempat atau kata penunjuk ukuran dan bagian. Susunan yang sangat wajar adalah kelompok tempat seperti dalam patterndi kali dan patternke kali, serta kelompok bagian seperti dalam patterntepi kali dan patternair kali. Kata ini juga bisa diberi sifat tentang ukuran atau keadaan, misalnya dalam patternkali besar dan patternkali kering. Contoh kalimat yang biasa diucapkan adalah exampleAnak-anak berenang di kali. dan exampleIbu mencuci pakaian di tepi kali.. Dalam kalimat itu kali merujuk pada aliran air yang mengalir di alam, tempat orang bisa mandi, mencuci, memancing, atau menyeberang dengan perahu kecil.
For this meaning, kaliriver is simply river — a natural flow of water where people bathe, wash, fish, or cross in a small boat. You will most often meet it as a place, which gives the very natural patterndi kaliin the river and patternke kalito the river, and as part of a larger phrase for its parts, like patterntepi kalithe riverbank and patternair kaliriver water. It can also take a description of size or condition, as in patternkali besarbig river and patternkali keringdry river. That is how it works in everyday sentences like exampleAnak-anak berenang di kali.The children swim in the river. and exampleIbu mencuci pakaian di tepi kali.Mother washes clothes at the riverbank.
Untuk makna ini kata yang dipelajari berdiri sebagai keterangan keraguan di awal ujaran, sebelum seluruh isi pernyataan. Susunan yang wajar adalah patternKali + pernyataan lengkap, di mana pembicara menyampaikan dugaan yang belum pasti kebenarannya. Tekanan kalimat ada pada pernyataan sesudahnya, sedangkan kata di depan hanya memberi sinyal bahwa pembicara tidak yakin. Contoh yang biasa dipakai dalam percakapan santai adalah exampleKali dia sedang sakit, makanya tidak masuk hari ini. dan exampleKali hujan sore ini, bawa payung saja.. Dalam kedua contoh itu kali menunjukkan bahwa pembicara hanya menebak keadaan dan memberi saran atau penjelasan berdasarkan tebakan itu.
Think of this as *maybe*, but locked to the very front of what you say. You put kalimaybe first to warn the listener that everything after it is just a guess, then you give the full thought normally, like patternKali + pernyataan lengkapmaybe + a complete statement. So the weight isn't on the kalimaybe itself, it's on the guess that follows. exampleKali dia sedang sakit, makanya tidak masuk hari ini.Maybe he's sick, that's why he didn't come in today. You don't know he's sick, you're offering it as the likely explanation. exampleKali hujan sore ini, bawa payung saja.Maybe it will rain this afternoon, just bring an umbrella. Again you're not sure, you're suggesting just in case.
Untuk makna ini kata yang dipelajari hidup di ujung ujaran sebagai penguat rasa, dan posisinya tidak bisa dipindah ke depan. Susunan yang wajar adalah kata yang menerangkan sifat atau keadaan lalu ditutup dengan kata ini, seperti dalam patternkata sifat + kali. Penguat ini membuat rasa kagum, kesal, heran, atau takjub terdengar lebih kuat dan sangat lisan. Contoh yang wajar adalah examplePedas kali sambal ini! dan exampleCantik kali baju barumu!. Dalam contoh itu kali berdiri paling akhir dan menekan makna kata sebelumnya. Jangan meletakkannya di depan kata sifat seperti dalam not thiskali pedas sambal ini! karena susunan depan itu tidak dipakai untuk makna penguat ini dan terdengar bukan bahasa penutur asli.
English puts the booster in front, as in very spicy. Here it goes at the very end. You give the description first, then close with kalivery to crank up the feeling, as in patternkata sifat + kaliadjective + very. It is spoken, emotional language for delight, annoyance, surprise or amazement — wow, so much. examplePedas kali sambal ini!This sambal is so spicy! and exampleCantik kali baju barumu!Your new top is so beautiful! both get their punch from that final word pressing on what came just before. Don't flip it to the front the English way, as in not thiskali pedas sambal ini!This sambal is so spicy! — that order isn't used for this meaning and will sound foreign.
Untuk makna ini kata yang dipelajari hidup sebagai nama benda yang bisa dimakan, jadi ia berperilaku seperti nama hewan lain di pasar atau di dapur. Susunan yang wajar adalah sebagai pelaku atau penderita dalam kalimat, sering didahului kata kerja membeli, memancing, menggoreng, atau memasak, dan bisa diterangkan dengan kata sifat tentang ukuran atau jumlah. Contoh yang biasa dipakai adalah exampleIbu membeli kali di pasar untuk digoreng. dan exampleKali di kolam itu besar-besar.. Dalam kalimat seperti itu kali merujuk pada hewan air tawar berkulit licin tanpa sisik dan berkumis panjang yang hidup di kolam atau sawah dan biasa dimasak sebagai lauk.
Think of kalicatfish the way you think of chicken in English, as food you buy and cook rather than an animal you just look at. It acts in a sentence like any other edible animal, as the thing someone buys, catches, fries, or cooks, and you can describe it by size or by how many there are. That gives you sentences like exampleIbu membeli kali di pasar untuk digoreng.Mom bought catfish at the market to fry. and exampleKali di kolam itu besar-besar.The catfish in that pond are big. In that use kalicatfish means a freshwater fish with smooth, scaleless skin and long whiskers around its mouth, the kind that lives in ponds or rice fields and is cooked to eat with rice.
Untuk makna ini kata yang dipelajari hidup sebagai sebutan jabatan, jadi ia berperilaku seperti gelar atau nama peran dalam masyarakat. Susunannya biasanya berdiri sendiri sebagai pelaku dalam kalimat atau menempel sebelum nama orang dan sebelum kata kerja memimpin, memutuskan, atau menghadiri acara adat dan pemerintahan. Sifatnya hormat dan resmi, dan hanya dipakai di lingkungan adat dan pemerintahan tertentu di Sulawesi Selatan. Contoh yang wajar adalah exampleKali itu memimpin rapat adat kemarin. dan exampleWarga menunggu keputusan kali untuk pesta panen.. Dalam kalimat seperti itu kali menunjuk pada orang yang memegang kedudukan tinggi, bukan pada benda atau tempat.
In South Sulawesi this kalihigh official is not an ordinary word, it is a title. Think like Reverend or Chief — formal, respectful, and tied to custom and local government there. You will usually meet it on its own as the person doing something, especially leading, deciding, or attending a traditional or official event. It can also sit right in front of a person's name, marking that person as the office-holder. For example, exampleKali itu memimpin rapat adat kemarin.The Kali led the customary meeting yesterday. And exampleWarga menunggu keputusan kali untuk pesta panen.The villagers are waiting for the kali's decision for the harvest feast. In those sentences the kalihigh official is always the person of high rank, the one everyone looks to.
Kata ini dipakai untuk menunjuk orang yang ada di depan kita dan sedang kita ajak bicara. Pemakaiannya akrab dan sejajar, cocok untuk teman, adik, atau orang yang seumur dan sudah dekat, dan tidak dipakai untuk orang yang perlu disapa dengan hormat seperti guru, pimpinan, atau orang yang lebih tua yang belum akrab. Makna ini hidup dalam susunan kalimat yang mudah ditebak. Susunan yang paling sering adalah kata ini berdiri di awal kalimat sebagai pelaku, lalu diikuti kata kerja, kata sifat, atau keterangan. Pola itu bisa ditandai seperti patternkamu di awal kalimat, lalu kata kerja atau kata sifat. Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleKamu mau minum teh? dan exampleKamu tinggal di mana? serta exampleKamu capek?. Dalam kalimat seperti itu, kamu menunjuk pendengar, dan pendengar langsung tahu bahwa pertanyaan atau cerita itu tentang dirinya. Susunan lain yang wajar adalah kata ini berdiri setelah kata kerja atau setelah kata depan sebagai orang yang menerima atau yang diajak bersama. Polanya bisa dirasakan seperti kata depan lalu kata ini di belakangnya, misalnya setelah untuk atau dengan atau dari. Contohnya adalah exampleIni untuk kamu. dan exampleSaya mau pergi dengan kamu.. Di sini pun kamu tetap menunjuk orang yang diajak bicara, hanya posisinya pindah ke belakang. Perlu dijaga agar kata ini tidak dipakai untuk menyapa orang yang harus dihormati. Kalimat seperti not thisKamu sudah datang, Bapak? terdengar tidak sopan karena orang yang dipanggil Bapak tidak cocok disapa dengan kamu. Untuk situasi itu pilih sapaan hormat, jangan memakai kata ini.
English *you* works for everyone, from your best friend to your boss. Indonesian kamuyou doesn't. It's warm and equal, only for someone right in front of you that you're talking to — a friend, a younger sibling, someone your age you're close to. You'll most often hear it as the subject, right at the start, as in patternkamu di awal kalimat, lalu kata kerja atau kata sifatyou at the start of the sentence, then a verb or adjective. So exampleKamu mau minum teh?Do you want tea? and exampleKamu tinggal di mana?Where do you live? Your listener instantly knows the question is about them. Even a short exampleKamu capek?Are you tired? works the same way. It can also move to the back, after a verb or preposition like untukfor or denganwith, as the person receiving or joining in. exampleIni untuk kamu.This is for you. and exampleSaya mau pergi dengan kamu.I want to go with you. still point to the same person you're talking to. Just don't stretch it upward. not thisKamu sudah datang, Bapak?Have you arrived, Sir? sounds rude, because a BapakSir needs a respectful address, not kamuyou.
Kata kapan dipakai ketika penutur ingin menanyakan waktu terjadinya sesuatu, misalnya harinya, tanggalnya, atau jamnya. Makna ini hidup dalam kalimat tanya, dan susunannya hampir selalu menempatkan kata tanya itu di paling depan, lalu diikuti oleh isi peristiwa yang ditanyakan, biasanya pelaku ditambah perbuatan atau keadaan. Polanya dapat dirasakan sebagai patternKapan + pelaku + perbuatan, di mana bagian setelahnya menjelaskan peristiwa apa yang waktunya dicari. Dengan susunan itu penutur dapat bertanya misalnya exampleKapan kamu datang? atau exampleKapan ayah berangkat ke kantor? atau exampleKapan ujian dimulai?. Jawaban yang diharapkan bukan ya atau tidak, melainkan keterangan waktu, misalnya besok, hari Senin, atau jam tujuh pagi. Intonasi naik di akhir dan tanda tanya dalam tulisan menandai bahwa kalimat itu meminta informasi. Perlu diperhatikan bahwa kata ini tidak memakai kata depan waktu di depannya, sehingga bentuk seperti not thisDi kapan kamu datang? tidak dipakai. Kata kapan sendiri sudah mengandung arti pada waktu bilamana, jadi kata depan menjadi kelebihan dan membuat kalimat terdengar janggal bagi penutur asli.
Use kapanwhen when you want to ask when something happens — what day, what date, what time. Like in English, it goes at the very front of the question, followed by the event you're asking about. Think of it as patternKapan + pelaku + perbuatanWhen + who + does what, as in exampleKapan kamu datang?When are you coming? or exampleKapan ayah berangkat ke kantor?When does Dad leave for the office? or exampleKapan ujian dimulai?When does the exam start? The answer isn't yes or no, but a time: tomorrow, on Monday, at seven in the morning. In speech your voice rises at the end, in writing you add a question mark. Don't add a time preposition in front of it. English lets you say "at what time," but not thisDi kapan kamu datang?At when are you coming? sounds wrong to an Indonesian ear. kapanwhen already means at what time, so the extra word just gets in the way.
Susunan yang dipakai makna ini selalu meletakkan karena di tengah, di antara bagian yang menceritakan kejadian dan bagian yang menceritakan alasan. Polanya bisa dirasakan sebagai patternkalimat tentang apa yang terjadi + karena + kalimat lengkap tentang alasannya. Bagian alasan itu harus kalimat lengkap, artinya ada yang diceritakan dan ada yang menerangkan, misalnya siapa ditambah apa yang dilakukan atau apa yang dirasakan. Contohnya exampleSaya di rumah karena saya sakit. Bagian depan menceritakan kejadian, lalu karena membuka alasan, lalu examplesaya sakit berdiri sebagai kalimat kecil yang lengkap. Contoh lain exampleIa tertawa karena film itu lucu. Alasannya examplefilm itu lucu juga lengkap dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat. Untuk pelajar tingkat awal, cara berlatih yang paling aman adalah membuat dulu satu kalimat pendek yang lengkap, lalu menyambungnya di belakang dengan karena dan satu kalimat pendek lain sebagai alasan, seperti exampleKami pulang karena kami lelah. Bila kalimat berhenti tepat pada kata sambung itu tanpa lanjutan, kalimat menjadi gantung dan tidak selesai, misalnya not thisSaya senang karena. Pendengar akan menunggu lanjutan berupa kalimat alasan yang lengkap, jadi jangan berhenti di situ, selalu selesaikan dengan siapa dan kenapa.
karenabecause always sits in the middle, between what happened and why it happened. Think of it as what happened + karenabecause + a full little sentence giving the reason. That reason has to be complete by itself, with someone and what they do or feel. In exampleSaya di rumah karena saya sakit.I'm at home because I'm sick., the reason examplesaya sakitI'm sick could stand alone as its own sentence. Same with exampleIa tertawa karena film itu lucu.She laughed because the film is funny. — examplefilm itu lucuthe film is funny is whole on its own. The safest way to practice is to make two short complete sentences first, then join them. Like exampleKami pulang karena kami lelah.We went home because we're tired. And just like in English, you can't stop right on the word. not thisSaya senang karena.I'm happy because. feels unfinished and leaves the listener waiting. Always finish it with who and why.
Susunan yang dipakai makna ini menempel langsung pada kata yang menunjukkan penyebab. Polanya bisa dirasakan sebagai patternkarena + kata benda. Kata benda itu bisa berupa benda atau keadaan, nama orang, atau kata untuk kejadian, dan tidak perlu ditambah kata lain di antaranya. Dalam kalimat, gugusan ini biasanya muncul di belakang untuk menjelaskan sebab dari kejadian di depannya. Contohnya exampleJalan basah karena hujan. Penyebabnya hanya satu kata benda, yaitu hujan. Contoh lain exampleAcara batal karena banjir. Penyebabnya adalah banjir. Kata itu juga bisa dipakai dengan nama orang sebagai penyebab, misalnya exampleKelas ramai karena Rina. Artinya kehadiran atau perbuatan orang bernama itu yang menjadi sebab keramaian. Untuk berlatih, pelajar bisa membuat kalimat tentang akibat di depan, lalu menambahkan karena dan langsung satu kata benda penyebab, seperti exampleIa pulang karena demam. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menyisipkan kata depan lain di antara keduanya, misalnya not thiskarena dari hujan Penutur asli tidak menambahkan kata seperti itu, cukup katakan langsung karena hujan tanpa tambahan.
To explain a cause, you can use patternkarena + kata bendabecause of + noun stuck right together, with nothing in between. The cause is just one noun — a thing, a condition, an event, even a person's name — and the whole phrase usually comes at the end to explain what happened before it. For example, exampleJalan basah karena hujan.The road is wet because of rain. The cause is simply hujanrain. Similarly, exampleAcara batal karena banjir.The event was canceled because of flooding. where the cause is banjirflood. A name works the same way. exampleKelas ramai karena Rina.The class is noisy because of Rina. means her presence or what she did caused the noise. Just build an effect first, then add karenabecause of plus the one noun, like exampleIa pulang karena demam.He went home because of a fever. Don't add another preposition in the middle, like not thiskarena dari hujanbecause of from rain. Native speakers just say karena hujanbecause of rain directly.
Susunan yang dipakai makna ini selalu menempatkan kata yang sedang dipelajari tepat di depan nama tempat atau arah, sesudah kata yang menyatakan gerak. Pelajar dapat membayangkannya sebagai jembatan kecil antara perbuatan bergerak dan tujuannya, sehingga yang mendengar langsung tahu ke mana gerak itu menuju. Pola yang wajar dapat ditiru seperti patternpergi ke pasar atau patternpulang ke rumah, yaitu perbuatan bergerak dulu, lalu ke, lalu nama tempatnya. Contoh yang hidup dalam percakapan sehari-hari adalah exampleSaya pergi ke pasar. dan exampleIbu pulang ke rumah jam lima. serta exampleMereka jalan ke sekolah pagi ini.. Dalam setiap kalimat itu ke tidak berdiri sendiri dan tidak berpindah tempat, melainkan selalu menempel di depan pasar atau rumah atau sekolah untuk menandai tujuan. Ada susunan yang perlu dihindari yaitu not thisSaya pergi ke di pasar.. Bentuk itu keliru karena ke sudah cukup untuk menunjukkan tujuan gerak, sehingga tidak perlu ditambah kata penanda tempat lain di belakangnya, cukup katakan exampleSaya pergi ke pasar. agar terdengar wajar dan mudah dipahami.
Your anchor is English to. keto doesn't do the moving itself, it is the little bridge between a movement verb and where that movement is headed, so the listener hears the destination right away. It always sticks right in front of the place or direction, after the movement: movement first, then keto, then the place, as in patternpergi ke pasargo to the market or patternpulang ke rumahgo home. That gives you everyday sentences like exampleSaya pergi ke pasar.I go to the market. and exampleIbu pulang ke rumah jam lima.Mom goes home at five. and exampleMereka jalan ke sekolah pagi ini.They walk to school this morning.. In each one keto stays glued in front of pasarmarket or rumahhome or sekolahschool to mark the destination. Don't double it up, as in not thisSaya pergi ke di pasar.I go to at the market.. keto is already enough to show the goal, so just say exampleSaya pergi ke pasar.I go to the market. and it sounds natural and easy to follow.
Makna ini hidup sebagai kata yang mengisi kedudukan perbuatan dalam kalimat, biasanya untuk menyatakan keinginan atau ajakan berpindah menuju suatu tempat dalam obrolan santai. Susunannya wajar bila pelaku, yang sering dihilangkan dalam percakapan, diikuti oleh penanda keinginan atau ajakan seperti mau atau ayo atau yuk, lalu kata yang sedang dipelajari, lalu nama tempat tujuan. Pola yang dapat langsung ditiru adalah seperti patternmau ke rumah Sinta atau patternayo ke pantai. Contoh yang sangat sering terdengar adalah exampleAku mau ke rumah Sinta sore ini. dan exampleKita ke pantai, yuk. serta exampleKamu mau ke mana?. Dalam kalimat-kalimat itu ke berperan sebagai inti perbuatan, bukan sekadar penanda tambahan, sehingga dapat didahului oleh mau dan dapat menutup maksud pergi tanpa perlu menambah kata perbuatan lain. Ada bentuk yang perlu dihindari yaitu not thisSaya menge ke pasar.. Bentuk itu keliru karena kata ini dipakai begitu saja tanpa awalan apa pun untuk menyatakan maksud berpindah, sehingga cukup katakan exampleSaya mau ke pasar. agar terdengar alami seperti penutur asli.
In casual chat you can talk about heading somewhere with just keto go, with no extra verb for going needed. English always wants go, so your instinct is to add more, but here that little word does the whole job. The person is often dropped, and you'll usually hear a word of wanting or inviting right before it, as in patternmau ke rumah Sintawant to go to Sinta's house or patternayo ke pantailet's go to the beach. That's why exampleAku mau ke rumah Sinta sore ini.I want to go to Sinta's house this afternoon. and exampleKita ke pantai, yuk.Let's go to the beach. sound complete, and a very common question is simply exampleKamu mau ke mana?Where do you want to go?. Just use it as is after mauwant to and never try to conjugate it. not thisSaya menge ke pasar.I menge to the market. is wrong, just say exampleSaya mau ke pasar.I want to go to the market. and you'll sound natural.
Kata kecil untuk ukuran fisik biasanya hidup setelah kata benda yang diterangkan, lalu bisa juga menjadi keterangan setelah kata itu dalam kalimat lengkap. Pola yang paling sering dipakai adalah patternkata benda + kecil seperti dalam patternrumah kecil atau patterntas kecil, dan pola kalimat patternkata benda itu kecil seperti dalam exampleRumah itu kecil. dan exampleKamar saya kecil.. Dengan susunan itu penutur menggambarkan wujud benda atau luas tempat yang tidak besar sehingga terlihat sempit dan mudah dipegang, dimasuki, atau dilihat sekaligus. Contoh lain yang wajar adalah exampleTas ini kecil, hanya muat dompet. dan exampleToko itu kecil, hanya ada dua meja.. Susunan itu tidak boleh dibalik menjadi not thiskecil rumah karena dalam bahasa Indonesia kata benda selalu disebut dulu baru sifatnya, jadi bentuk terbalik itu terdengar janggal dan tidak dipakai penutur asli.
English puts small before the noun, Indonesian does the opposite. To describe physical size, put kecilsmall after the thing you are describing, in the pattern patternkata benda + kecilnoun + small, as in patternrumah kecilsmall house or patterntas kecilsmall bag. You can use the same order to describe the subject at the end of a sentence, as in exampleRumah itu kecil.That house is small. and exampleKamar saya kecil.My room is small.. It means not big and not spacious, tight and easy to take in at once, like in exampleTas ini kecil, hanya muat dompet.This bag is small, it only fits a wallet. and exampleToko itu kecil, hanya ada dua meja.That shop is small, there are only two tables.. Never reverse it into not thiskecil rumahsmall house — with the adjective first it sounds strange and native speakers don't use it.
Kata kecil untuk umur yang belum dewasa biasanya dipakai untuk menerangkan orang atau hewan, dan susunannya paling wajar muncul setelah kata yang menunjukkan orang atau hewan itu. Pola yang sering terdengar adalah patternanak kecil atau patternkucing kecil, dan dalam kalimat lengkap dipakai sebagai keterangan seperti dalam exampleAnak itu masih kecil. dan exampleKucing saya masih kecil.. Contoh lain yang biasa diucapkan adalah exampleWaktu kecil, dia tinggal di desa. dan exampleAnjing itu masih kecil, belum bisa berjalan jauh.. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thiskekecil karena kata ini dipakai dalam bentuk dasar tanpa awalan atau akhiran ketika menerangkan umur, penambahan imbuhan itu tidak dikenal penutur asli dan membuat kalimat sulit dipahami.
For this kind of young, English says young but Indonesian says kecilyoung. You use it for a person or an animal who isn't grown up yet, and it most naturally comes right after the word for that person or animal, as in patternanak kecilyoung child or patternkucing kecilyoung cat. In a full sentence you will often hear it as a description of someone, like exampleAnak itu masih kecil.That child is still young. or exampleKucing saya masih kecil.My cat is still young. It can also set a time in life, as in exampleWaktu kecil, dia tinggal di desa.When young, they lived in a village. It stays in this simple base form. Don't add extra affixes to it, so not thiskekecil'kekecil' — incorrect form will just confuse people.
Kata kecil untuk jumlah yang tidak seberapa biasanya muncul setelah kata benda yang menunjukkan sesuatu yang bisa dihitung atau diukur banyaknya, atau menjadi keterangan di akhir kalimat. Pola yang wajar adalah patterngaji kecil atau patternpeluang kecil, dan dalam kalimat dipakai seperti dalam exampleGaji saya kecil. dan exampleUang yang dia bawa kecil.. Makna ini menggambarkan bahwa yang ada, yang didapat, atau yang tersisa hanya sedikit sehingga terasa kurang. Contoh lain yang sering dipakai adalah examplePorsi makan di warung itu kecil. dan exampleKeuntungan bulan ini kecil.. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thismengecilkan gaji untuk maksud ini karena bentuk dengan awalan dan akhiran itu berarti membuat sesuatu menjadi lebih sempit, bukan menggambarkan jumlah yang memang sedikit sejak awal.
For amounts, kecillittle works differently than you'd expect from English. Where you would put *small* before the noun, Indonesian puts it after, or at the end of the sentence as the description. So you say patterngaji kecila small salary and patternpeluang kecila small chance, not the other way around. In a full sentence that becomes exampleGaji saya kecil.My salary is small. and exampleUang yang dia bawa kecil.The money he brought is little. The feeling is always the same: what there is, what you get, or what is left is only a little, so it feels not enough. That's also why you hear things like exampleKeuntungan bulan ini kecil.This month's profit is small. Just don't try to make a verb out of it here. not thismengecilkan gajishrinking the salary sounds like physically making something narrower, not like a salary that was already little to begin with.
Kata kecil untuk nilai yang rendah biasanya muncul setelah kata yang menunjukkan kejadian, persoalan, atau ucapan, dan juga bisa menutup kalimat sebagai keterangan. Pola yang wajar adalah patternmasalah kecil atau patternhal kecil, dan dalam kalimat dipakai seperti dalam exampleItu masalah kecil. dan exampleJangan marah untuk hal kecil.. Dengan susunan itu penutur menyampaikan bahwa sesuatu tidak perlu diutamakan, tidak perlu dirisaukan, atau tidak perlu didengar sungguh-sungguh karena pengaruhnya rendah. Contoh lain yang biasa terdengar adalah exampleSuara itu kecil, tidak perlu dipikirkan. dan exampleKesalahan itu kecil, sudah dimaafkan.. Pemakaian yang keliru adalah not thiskecilkan masalah itu untuk maksud ini karena bentuk perintah dengan akhiran itu berarti meminta seseorang mengubah ukuran sesuatu, bukan menyatakan bahwa nilainya rendah.
You can use kecilminor, unimportant the way English uses *small* in *a small matter* — not about size, but about value. It tells the listener this doesn't need to be prioritized, worried about, or taken too seriously because its effect is low. You'll usually find it right after a word for an event, problem, or remark, as in patternmasalah kecila minor problem or patternhal kecila minor matter. That whole phrase then works in a sentence, for example exampleItu masalah kecil.That's a minor problem. and exampleJangan marah untuk hal kecil.Don't get angry over a minor matter. The same idea can close out a thought, as in exampleKesalahan itu kecil, sudah dimaafkan.That mistake was minor, it's already forgiven. Don't try to make the verb form for this, like not thiskecilkan masalah itushrink that problem. With that ending it sounds like you're asking someone to physically shrink something, not saying it doesn't matter.
Kata ini dipakai untuk orang atau hewan yang pindah dari dalam ke luar. Susunannya sangat sederhana. Pelaku ada di depan, lalu kata ini, lalu tempat asal dengan kata depan dari. Polanya bisa diingat seperti ini patternSaya keluar dari rumah dan patternDia keluar dari kelas. Kata depan dari penting karena menunjukkan tempat awalnya di dalam. Lihat contoh yang bisa langsung ditiru exampleSaya keluar dari rumah jam tujuh pagi. Contoh lain exampleAnak-anak keluar dari kelas ke halaman. Kata ini tidak perlu benda setelahnya, cukup pelaku dan tempat asal. Bentuk yang perlu dihindari adalah memakai dua kata depan sekaligus seperti not thisSaya keluar dari di rumah karena kata dari sudah cukup untuk menunjukkan asal, tidak perlu ditambah di.
This one is only for a person or an animal moving from inside to outside. The order is simple: who goes, then this word, then where they started, introduced by the little word that means from. Think of it like patternSaya keluar dari rumahI go out of the house and patternDia keluar dari kelashe/she goes out of the classroom. English says out *of*, Indonesian says the equivalent of out *from*, and that starting-point word matters because it tells the listener you were inside before. You can imitate exampleSaya keluar dari rumah jam tujuh pagiI leave the house at seven in the morning. You can also add where you go to, as in exampleAnak-anak keluar dari kelas ke halamanthe children go out from the classroom to the yard. You don't need an object after it, just who and where-from. Don't stack two little location words together, so avoid not thisSaya keluar dari di rumahI go out from in the house — the word for from is already enough, you don't need to add the word for in.
Kata ini dipakai untuk sesuatu yang tadinya tidak terlihat lalu menjadi terlihat. Susunannya adalah benda yang terlihat itu di depan, lalu kata ini, sering diikuti tempat asalnya dengan kata dari. Polanya seperti patternBunga keluar dari tanah dan patternKepala keluar dari air. Perhatikan contoh yang wajar dipakai exampleBunga itu keluar dari tanah di pagi hari. Contoh lain exampleKepalanya keluar dari balik selimut. Yang penting adalah bendanya menjadi kelihatan, bukan pindah jauh. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambahkan benda yang sama dua kali seperti not thisBunga keluar bunga dari tanah karena cukup menyebut bendanya satu kali di depan sebagai pelaku.
This use is all about something becoming visible that you couldn't see before. The thing that appears comes first, then this word, then where it appeared from, like in patternBunga keluar dari tanaha flower appears from the soil and patternKepala keluar dari aira head appears from the water. That order matters because the flower or the head is the doer, already sitting up front. You get sentences like exampleBunga itu keluar dari tanah di pagi harithat flower appeared out of the soil in the morning and exampleKepalanya keluar dari balik selimuthis head appeared from under the blanket. The point is suddenly being seen, not traveling a long way. So say the thing just once, at the start. Don't repeat it after, as in not thisBunga keluar bunga dari tanahthe flower appears flower from the soil, which sounds wrong to an Indonesian ear.
Kata ini dipakai kalau sesuatu yang dibaca banyak orang menjadi ada. Susunannya adalah nama barang itu di depan, lalu kata ini. Kadang ditambah waktu atau tempat. Polanya seperti patternKoran keluar pagi ini dan patternNilai keluar kemarin. Kata ini menunjukkan barang itu sekarang bisa dilihat atau dibaca. Lihat contoh yang bisa ditiru exampleKoran baru keluar pagi ini. Contoh lain exampleTiket kereta sudah keluar dan bisa dibeli. Contoh lain exampleNilai ujian keluar kemarin sore. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambah akhiran yang tidak perlu seperti not thisKoran mengeluaran pagi ini karena untuk makna ini cukup memakai bentuk dasar saja tanpa imbuhan.
Think of English *is out*, as in the results are out or tickets are out. That's exactly what this verb does. Put the thing first, then the verb, then an optional time or place, like patternKoran keluar pagi inithe newspaper comes out this morning and patternNilai keluar kemarinthe grades came out yesterday. You're not saying someone carried it out, just that it now exists and people can see or read it. Copy the shape in exampleKoran baru keluar pagi iniThe new newspaper came out this morning. It works the same for other things people wait for, as in exampleTiket kereta sudah keluar dan bisa dibeliTrain tickets are already out and can be bought and exampleNilai ujian keluar kemarin soreThe exam scores came out yesterday afternoon. Don't add extra affixes to try to make it transitive. not thisKoran mengeluaran pagi iniThe newspaper comes out this morning sounds wrong for this meaning — the plain base form is enough.
Kata ini dipakai kalau seseorang berhenti menjadi anggota di suatu tempat. Susunannya adalah orangnya di depan, lalu kata ini, lalu dari, lalu nama tempatnya. Polanya seperti patternDia keluar dari kantor dan patternDia keluar dari sekolah. Sesudah itu orang itu tidak punya tugas dan tidak punya hak lagi di tempat itu. Lihat contoh exampleAyah keluar dari kantor tahun lalu. Contoh lain exampleKakak keluar dari perkumpulan sepak bola. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisDia mengeluari kantor karena bentuk dengan imbuhan seperti itu tidak dipakai untuk makna berhenti menjadi anggota, cukup memakai bentuk dasar saja.
English switches verbs here — quit a job, leave school, drop out of a club. Indonesian keeps the same construction: the person first, then this word, then from, then the place. Once it happens, that person has no duties and no rights there anymore. So you get patterns like patternDia keluar dari kantorHe quit the office and patternDia keluar dari sekolahHe left school. The place can be work, school, or any group. For example, exampleAyah keluar dari kantor tahun laluDad quit the office last year, meaning he no longer works there, and exampleKakak keluar dari perkumpulan sepak bolaMy older sibling quit the soccer club, meaning membership is over. Just use the basic form as in those sentences. Don't try to add a prefix to make it transitive, as in not thisDia mengeluari kantorHe quit the office — that form isn't used for this meaning of leaving membership.
Kata ini dipakai sebagai nama tempat untuk lewat dari dalam ke luar. Susunannya selalu menempel di belakang kata benda tempat, seperti pintu atau jalan. Polanya seperti patternpintu keluar dan patternjalan keluar. Kata ini tidak berdiri sendiri sebagai kerja, tetapi menjadi bagian dari nama itu. Lihat contoh kalimat yang bisa ditiru exampleDi mana pintu keluar?. Contoh lain exampleJalan keluar ada di sebelah kanan. Letak katanya selalu di belakang, tidak di depan. Bentuk yang keliru adalah membalik letaknya seperti not thiskeluar pintu karena nama tempatnya harus di depan dan kata ini di belakang.
Think of this one not as an action but as part of a place name, the way out through a building. It never stands alone, it always sticks right behind the noun for the place, as in patternpintu keluarexit door and patternjalan keluarway out. That order is the trap for English speakers. In English *exit* comes first, as in exit door. Here it's the opposite — the place first, this word second. Copy it that way in a sentence like exampleDi mana pintu keluar?Where is the exit? or exampleJalan keluar ada di sebelah kananThe exit is on the right. Don't flip it around like not thiskeluar pintuexit door. The place has to lead and this word follows.
Kata ini dipakai sebagai benda yang bisa berdiri sendiri dalam kalimat. Susunan yang paling sering adalah di awal kalimat sebagai pelaku, atau sesudah kata yang menyatakan punya, tinggal bersama, dan sesudah kata depan yang menyatakan bersama atau untuk. Pola yang bisa ditiru adalah patternkeluarga saya ... untuk menyatakan milik, dan patternsaya punya keluarga di ... untuk menyatakan keberadaan. Contoh yang wajar adalah exampleKeluarga saya tinggal di Surabaya. dan exampleSaya punya keluarga di Medan. serta exampleSaya pulang bersama keluarga. . Kata ini sering ditemani kata yang menyatakan milik seperti keluarga saya atau keluarga kami , atau kata yang menyatakan besar kecil seperti keluarga besar . Bila ingin menyebut anggotanya, susunannya adalah menyebut kata ini lalu menyebut anggotanya dalam kalimat berikutnya, misalnya exampleKeluarga saya ada empat orang. . Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya keluarga. karena tanpa kata yang menyatakan punya atau bagian, kalimat itu terdengar belum lengkap, yang wajar adalah exampleSaya punya keluarga. atau exampleSaya tinggal dengan keluarga. .
In English you say *my family does something* or *I have family somewhere*, and Indonesian works the same way. Think of keluarga sayamy family as a thing that can start a sentence and act, as in exampleKeluarga saya tinggal di Surabaya.My family lives in Surabaya. following the pattern patternkeluarga saya ...my family .... To say that family exists for you, you need *have*. You say exampleSaya punya keluarga di Medan.I have family in Medan., on the pattern patternsaya punya keluarga di ...I have family in .... You also meet it after *with* and *for* ideas, like exampleSaya pulang bersama keluarga.I went home with my family. It almost never appears bare. It likes a possessor, keluarga sayamy family or keluarga kamiour family, or a size word like keluarga besarextended family, literally big family. And to count people you state it first, then the number next: exampleKeluarga saya ada empat orang.My family is four people, there are four people in my family. So don't try not thisSaya keluarga.I am family. to mean you have one — without *have* or a part it sounds unfinished. Say exampleSaya punya keluarga.I have a family. or exampleSaya tinggal dengan keluarga.I live with family.
Kata ini dipakai sebagai benda untuk menyebut satu kelompok barang yang bentuk dan cara kerjanya mirip. Susunan yang paling wajar adalah kata ini ditempel langsung di depan nama kelompok barang itu, tanpa kata penghubung di antaranya. Pola yang bisa ditiru adalah patternkeluarga Galaxy atau patternkeluarga ThinkPad , di mana bagian kedua adalah nama kelompoknya. Contoh yang wajar adalah examplePonsel ini masuk keluarga Galaxy. dan exampleLaptop ini termasuk keluarga ThinkPad. serta exampleProgram ini masih dalam satu keluarga dengan program yang lama. . Kata ini juga bisa berdiri sebagai pelaku di awal kalimat bila kelompoknya sudah jelas, misalnya exampleKeluarga ini terkenal hemat baterai. . Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSatu keluarga ponsel ini rusak. untuk menyebut satu buah barang saja, karena makna ini selalu untuk menyebut kelompoknya, bukan satu barangnya, yang wajar untuk satu barang adalah exampleSatu ponsel ini rusak. .
Think of how English says the Galaxy family or the ThinkPad family, a whole lineup of models that look alike and work alike. That is exactly what this word does. Put it directly in front of the lineup name, with nothing in between, like patternkeluarga Galaxythe Galaxy family or patternkeluarga ThinkPadthe ThinkPad family. From there you can say a product belongs to that group, as in examplePonsel ini masuk keluarga Galaxy.This phone is in the Galaxy family. and exampleLaptop ini termasuk keluarga ThinkPad.This laptop belongs to the ThinkPad family. It also works for software, as in exampleProgram ini masih dalam satu keluarga dengan program yang lama.This program is still in the same family as the old program. Once everyone knows which lineup you mean, it can stand alone as the subject, as in exampleKeluarga ini terkenal hemat baterai.This family is known for saving battery. Do not use it to count one item. not thisSatu keluarga ponsel ini rusak.One family of phones is broken. sounds like a whole group broke. For one broken item, just say exampleSatu ponsel ini rusak.This one phone is broken.
Kata kembali ini menceritakan perbuatan bergerak pulang ke tempat asal. Dalam kalimat susunannya sangat jelas, siapa yang bergerak disebut dulu sebagai pelaku, lalu kembali menjadi perbuatan utamanya, dan kalau perlu tempat tujuannya disebut sesudahnya dengan pengantar arah. Polanya bisa diingat seperti patternSaya kembali atau patternSaya kembali ke rumah. Perhatikan contoh yang wajar diucapkan sehari-hari exampleSaya kembali ke rumah sore ini dan exampleIbu sudah kembali dari pasar. Di sini kembali selalu berdiri sendiri sesudah pelaku, tidak perlu benda apa pun sesudahnya, cukup tambah keterangan tempat bila ingin lengkap. Untuk pelajar baru cukup berlatih dengan pelaku yang sederhana lalu tambah tempat dengan ke atau dari. Ada susunan yang perlu dihindari yaitu not thisSaya kembali rumah. Susunan itu terdengar janggal karena tujuan tempat sesudah kembali hampir selalu memakai ke, jadi bentuk yang wajar adalah exampleSaya kembali ke rumah.
This use of kembalito go back is about physically moving back to where you started. The order is simple: name who is moving first, then kembalito go back as the main verb, as in patternSaya kembaliI go back. If you want to add where, put it after with a direction word, as in patternSaya kembali ke rumahI go back home. You will often hear things like exampleSaya kembali ke rumah sore iniI'm going back home this afternoon and exampleIbu sudah kembali dari pasarMom has already come back from the market. Notice there is no object after it, just an optional place phrase with keto for destination or darifrom for origin. English lets you say go home with no preposition, so not thisSaya kembali rumahI go back home can feel natural to you, but in Indonesian it sounds off. A place after kembalito go back almost always needs keto, so stick with exampleSaya kembali ke rumahI go back home.
Kata kembali ini dipakai untuk memberi tahu bahwa suatu perbuatan diulang satu kali lagi. Susunannya khas, perbuatan yang diulang disebut dulu sebagai kata kerja, lalu kembali diletakkan tepat di belakang kata kerja itu untuk memberi keterangan pengulangan. Polanya bisa diingat seperti patterncoba kembali atau patterntulis kembali. Perhatikan contoh yang biasa dipakai exampleTolong tulis kembali nama kamu dan exampleBesok saya datang kembali ke sini. Di sini kembali bukan perbuatan utamanya, melainkan penjelas yang menempel pada kata kerja di depannya, sehingga yang diulang adalah menulis dan datang itu. Posisi ini penting dijaga agar terdengar alami dalam percakapan sehari-hari. Ada bentuk yang sebaiknya tidak dipakai untuk maksud ini yaitu not thiskembali tulis nama kamu. Bentuk itu terdengar janggal karena untuk menyatakan pengulangan kembali diletakkan sesudah kata kerja, jadi bentuk yang wajar adalah exampletulis kembali nama kamu.
To say you did something one more time, use kembaliagain right behind the verb for that action. Think of it as stuck to the verb, not floating at the end of the sentence the way *again* does in English. The pattern is like patterncoba kembalitry again or patterntulis kembaliwrite again, as in exampleTolong tulis kembali nama kamuplease write your name again and exampleBesok saya datang kembali ke siniI'll come here again tomorrow. In those sentences kembaliagain isn't the main action. It's just a helper explaining the verb in front of it, so what's repeated is the writing and the coming. Keep that order and you'll sound natural. Don't put it in front like not thiskembali tulis nama kamuwrite your name again. For this meaning kembaliagain goes after the verb, so the natural version is exampletulis kembali nama kamuwrite your name again.
Untuk menanyakan sebab dari sesuatu, kata ini dipakai di awal kalimat tanya, kemudian diikuti oleh isi kejadian yang ingin diketahui alasannya. Susunan yang wajar dapat diingat sebagai patternKenapa + kalimat? dengan nada bertanya di akhir. Misalnya untuk menanyakan alasan seseorang, kamu bisa meniru exampleKenapa kamu tidak masuk hari ini? atau untuk menanyakan keadaan suatu benda kamu bisa memakai exampleKenapa pintu itu dikunci? atau untuk menanyakan alasan suatu kegiatan kamu bisa memakai exampleKenapa kita harus menunggu di sini? Kata yang dibahas di sini yaitu kenapa selalu membuka pertanyaan dan tidak dipakai untuk menjawab. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisKenapa jalan macet, jadi saya terlambat. karena di situ penutur sebenarnya ingin memberi alasan, bukan bertanya. Untuk memberi alasan, pakailah karena misalnya dengan pola yang tetap dalam bahasa Indonesia, sedangkan kata tanya ini hanya untuk meminta alasan dari lawan bicara.
To ask for the reason behind something, start your question with kenapawhy and then just add the situation you're curious about, like patternKenapa + kalimat?Why + sentence? with your voice rising at the end. You can copy exampleKenapa kamu tidak masuk hari ini?Why didn't you come in today? to ask about a person, exampleKenapa pintu itu dikunci?Why is that door locked? to ask about a thing, or exampleKenapa kita harus menunggu di sini?Why do we have to wait here? to ask about an action. That word always opens a question, it never gives the answer. Don't say not thisKenapa jalan macet, jadi saya terlambat.Why the traffic was jammed, so I was late. when you mean to explain yourself. That's a job for karenabecause, not for asking the other person why.
Kata ini dapat diucapkan sendirian sebagai seruan yang sangat pendek ketika kamu tidak mendengar ucapan lawan bicara atau tidak menangkap maksudnya, lalu kamu ingin ia mengulanginya. Susunannya berdiri sendiri sebagai satu ujaran utuh tanpa tambahan kata lain, diucapkan dengan nada naik di akhir. Polanya cukup diingat sebagai patternKenapa? Misalnya temanmu berkata pelan lalu kamu tidak dengar, kamu cukup menjawab dengan exampleKenapa? dan ia akan mengulang kalimatnya. Dalam percakapan cepat seruan ini sering disertai tatapan meminta penjelasan, dan cukup diucapkan sekali. Yang tidak dianjurkan adalah not thisKenapa yang kamu katakan tadi tentang jam berangkat itu? jika maksudmu hanya meminta orang mengulang karena tidak dengar. Untuk maksud meminta pengulangan itu, jangan menambah keterangan panjang di belakangnya, cukup ucapkan bentuk pendeknya saja yaitu kenapa dengan nada bertanya.
If you didn't hear someone, you can ask for a repeat with that one word alone. Just say exampleKenapa?Pardon? with your voice rising at the end, and wait. It stands as a whole utterance, often with a look that asks for clarification, and once is enough. For English ears this feels like asking for a reason, but here it just means "say that again?" Think of it as your kenapapardon? in a questioning tone. Don't build it out into a full question. If you only missed the words, not thisKenapa yang kamu katakan tadi tentang jam berangkat itu?What was that you just said about the departure time? is too much. Keep it short.
Kata kerja ini dipakai sebagai benda dalam kalimat. Posisinya sering menjadi pokok kalimat atau menjadi hal yang dibicarakan setelah kata kerja. Susunan yang wajar adalah di awal kalimat sebagai pokok, atau setelah kata yang menunjukkan punya, selesai, mulai, dan banyak. Di sekitarnya sering ada kata penunjuk atau kata sifat yang menjelaskan berat, banyak, atau sulitnya perbuatan itu. Polanya bisa ditiru seperti patternkerja saya selesai atau patternkerja ini berat. Perhatikan contoh yang bisa langsung dipakai dalam percakapan sehari hari exampleKerja saya hari ini banyak dan exampleKerja ini sudah selesai serta exampleKerja mencuci itu berat. Dengan susunan seperti itu pendengar langsung paham bahwa yang dibicarakan adalah perbuatan itu sendiri, tenaga dan waktu yang dipakai untuk menyelesaikannya.
English also lets you use kerjawork as a thing you can talk about, not something someone is doing. You put it at the start as the subject of the sentence, the act itself that takes your energy and time. It often comes with a word that points to it or describes how heavy, big, or hard it is, like in patternkerja saya selesaimy work is finished or patternkerja ini beratthis work is heavy. Once you have that shape you can just swap in your situation. Try it with exampleKerja saya hari ini banyakMy work today is a lot and exampleKerja ini sudah selesaiThis work is already finished, and with a specific activity like exampleKerja mencuci itu beratWashing work is hard. With that order the listener hears immediately that you are talking about the doing itself, not who is doing it.
Kata kerja ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan mata pencaharian untuk biaya hidup. Dalam kalimat susunannya sering muncul setelah kata yang menyatakan mencari, punya, mendapat, atau membutuhkan. Jadi polanya adalah kata kerja seperti itu dulu, baru kata ini di belakangnya sebagai hal yang dicari atau dimiliki. Pola itu bisa diingat seperti patterncari kerja atau patternpunya kerja di pasar. Contoh yang wajar dan sering didengar adalah exampleSaya sedang cari kerja di toko dan exampleKakak saya punya kerja di sekolah serta exampleBapak dapat kerja di pabrik. Bentuk not thispekerjakan tidak dipakai untuk makna ini karena bentuk itu berarti menyuruh orang lain melakukan sesuatu, bukan memiliki mata pencaharian untuk biaya hidup, jadi untuk menyatakan mata pencaharian tetaplah memakai pola tanpa imbuhan itu.
The word kerjajob here is a thing you can look for, have, or get to pay for living — a livelihood like teaching or selling. So it doesn't stand alone, it comes after a verb like look for, have, get, or need. Think in the shape of patterncari kerjalooking for a job or patternpunya kerja di pasarhaving a job at the market, where the wanting or having comes first and kerjajob is what is wanted or had. That gives you everyday sentences like exampleSaya sedang cari kerja di tokoI am looking for a job at a shop, exampleKakak saya punya kerja di sekolahMy older sibling has a job at a school, and exampleBapak dapat kerja di pabrikMy father got a job at a factory. Don't use not thispekerjakanto employ someone for this. That form means getting someone else to do something, not holding a livelihood yourself, so for your own job stick to the plain form.
Kata kerja ini dipakai sebagai perbuatan yang dilakukan seseorang. Dalam kalimat posisinya menjadi inti perbuatan setelah orangnya disebut. Susunan yang paling wajar adalah orangnya dulu di depan, lalu kata ini, lalu keterangan tempat atau waktu seperti di kantor, di toko, di pabrik, pagi hari, atau setiap hari. Polanya bisa diingat seperti patternSaya kerja di toko atau patternDia kerja pagi hari. Contoh yang bisa langsung ditiru adalah exampleSaya kerja di kantor dan exampleIbu kerja di pasar setiap pagi serta exampleAdik kerja di pabrik sekarang. Bentuk not thisdikerja tidak dipakai untuk makna ini, seperti dalam not thisSaya dikerja di toko, karena bentuk itu membuat orangnya menjadi pihak yang dikenai perbuatan, padahal yang dimaksud adalah orangnya sendiri yang melakukan kegiatan itu, jadi pakailah susunan orang ditambah kata ini secara langsung.
kerjato work is something a person does, so the person comes first and kerjato work comes right after as the core of the sentence, followed by where or when. Think like patternSaya kerja di tokoI work in a shop or patternDia kerja pagi hariShe works in the morning. There is no am, is, or -s to add as in English, just person + verb directly. You can copy exampleSaya kerja di kantorI work in an office and exampleIbu kerja di pasar setiap pagiMom works at the market every morning and exampleAdik kerja di pabrik sekarangMy younger sibling works in a factory now. Don't use not thisdikerjato be worked on for this, as in not thisSaya dikerja di tokoI am worked on in a shop. That form turns the person into someone receiving the action, when you mean they are the one doing it.
Kata kerja ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan acara ramai dan bahagia. Dalam kalimat susunannya sering muncul setelah kata yang menunjukkan ada, membuat, mengadakan, atau datang ke suatu tempat. Jadi polanya adalah kata penanda acara dulu, baru kata ini sebagai nama acaranya, sering ditambah keterangan tempat atau waktu. Pola yang bisa ditiru adalah seperti patternada kerja di rumah atau patterndatang ke kerja. Contoh yang wajar diucapkan adalah exampleMinggu depan ada kerja di rumah tante dan exampleKami datang ke kerja nikah sepupu serta exampleKeluarga itu buat kerja besar. Dalam susunan seperti itu pendengar memahami bahwa yang dimaksud adalah pesta makan bersama dengan banyak tamu untuk merayakan hari bahagia.
You'll hear kerjaparty used as the name for a big, happy occasion, lots of guests eating together to celebrate a happy day. It comes after a word that says the event exists, is being thrown, or is being visited, often with a place or time added. Just think in English like have a party or come to the party. You can copy patternada kerja di rumahthere's a party at the house and patterndatang ke kerjacome to the party, as in exampleMinggu depan ada kerja di rumah tantenext week there's a party at my aunt's house and exampleKami datang ke kerja nikah sepupuwe went to my cousin's wedding party.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah kita untuk menyebut kelompok yang berisi orang yang bicara bersama orang yang diajak bicara. Orang yang diajak bicara selalu ikut di dalamnya. Dalam kalimat susunan yang paling sering adalah sebagai pelaku di awal kalimat dengan pola patternkita + kata kerja dan pola ini langsung memberi ajakan atau rencana bersama misalnya dalam kalimat examplekita makan dulu, ya atau dalam kalimat examplekita berangkat jam delapan pagi atau dalam kalimat examplekita kerjakan tugas ini bersama. Susunan lain yang wajar adalah sesudah kata depan sebagai orang yang dituju misalnya dalam kalimat exampledia akan datang dengan kita atau dalam kalimat examplemereka sudah menunggu kita di depan. Susunan yang juga sangat sering adalah menempel langsung di belakang kata benda untuk menyatakan milik bersama dengan pola patternkata benda + kita misalnya dalam kalimat examplerumah kita dekat pasar atau dalam kalimat examplekelas kita mulai besok. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thiskitanya karena akhiran itu tidak dipakai penutur asli untuk menambah arti milik atau penegas pada kata ini dan bunyinya terasa janggal sehingga cukup memakai kita saja tanpa tambahan apa pun.
The word to learn here is kitawe, you included for a group that holds both you talking and the person you're talking to. In English *we* is vague, but kitawe always pulls the listener inside, so you're never talking about others without them. You'll meet it most often up front as the doer, in patternkita + kata kerjawe + verb, and that order itself feels like a plan or invitation together, as in examplekita makan dulu, yalet's eat first, okay? or examplekita berangkat jam delapan pagiwe leave at eight in the morning. It can also come later as the person aimed at, as in exampledia akan datang dengan kitashe will come with us. And it sticks right behind a thing to say it's shared, in patternkata benda + kitanoun + kita for our, as in examplerumah kita dekat pasarour house is near the market. Don't add anything to it. not thiskitanyakitanya sounds strange to native ears for this meaning, so just use kitawe on its own.
Kata yang perlu dikuasai di sini adalah kita untuk menyebut diri sendiri saja dalam obrolan santai. Pemakaiannya terasa akrab dan hanya cocok dipakai dengan teman atau orang yang sudah dekat dalam situasi tidak resmi. Dalam kalimat susunan yang paling wajar adalah sebagai pelaku di awal kalimat dengan pola patternkita + kata kerja + keterangan misalnya dalam kalimat examplekita lagi sibuk, nanti telepon lagi atau dalam kalimat examplekita sudah makan tadi atau dalam kalimat examplekita berangkat dulu, ya. Susunan lain yang juga sering adalah menempel langsung di belakang kata benda untuk menyatakan milik sendiri dengan pola patternkata benda + kita misalnya dalam kalimat exampletas kita ketinggalan di rumah atau dalam kalimat examplemotor kita sedang dipakai adik. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini untuk diri sendiri dalam surat atau pidato yang resmi misalnya dalam kalimat not thiskita mengajukan lamaran pekerjaan ini karena dalam situasi resmi penutur asli mengharapkan kata yang netral dan sopan untuk diri sendiri sedangkan pemakaian santai seperti itu terdengar tidak sopan dan tidak pada tempatnya.
With close friends you can use kitaI to mean just yourself, in a warm, casual way. It doesn't include the person you're talking to, it just sounds friendly and relaxed. You'll most often hear it first in the sentence as the doer, in the shape patternkita + kata kerja + keterangankita + verb + the rest, as in examplekita lagi sibuk, nanti telepon lagiI'm busy at the moment, I'll call back later. It can also stick right after a thing to mean yours, in the shape patternkata benda + kitanoun + kita, as in exampletas kita ketinggalan di rumahI left my bag at home — literally the bag belongs to that same friendly self. Don't carry this into serious writing or speaking. not thiskita mengajukan lamaran pekerjaan iniI am submitting this job application sounds out of place and impolite in a formal setting, where people expect a neutral, polite word for yourself.
Kata ini paling sering dipakai untuk menyebut minuman yang biasa dinikmati di rumah atau di warung. Dalam kalimat kata ini berperan sebagai benda, jadi wajar bila muncul sebagai pelaku atau sebagai sesuatu yang diminum, dipesan, dibuat, atau dibeli. Pola yang sangat biasa adalah pelaku ditambah kata kerja minum lalu diikuti kata ini, seperti dalam patternpola yang artinya seseorang menikmati minuman itu. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya minum kopi di pagi hari. dan exampleIbu membuat kopi panas untuk ayah.. Kata ini juga sering diterangkan oleh kata sifat yang menjelaskan rasa atau suhu, seperti dalam exampleKopi manis ini sangat enak. dan exampleDia memesan kopi hangat di warung.. Untuk menyebut bendanya sendiri cukup memakai kopi, tanpa imbuhan apa pun, karena imbuhan tidak diperlukan untuk makna minuman ini. Kalau ingin menyebut takarannya, penutur asli memakai kata takar untuk gelas atau cangkir, seperti dalam exampleSecangkir kopi ada di meja.. Pemakaian seperti dalam not thissebuah kopi panas terdengar janggal untuk minuman, karena untuk minuman yang disajikan dalam cangkir penutur asli memilih kata takar, bukan kata untuk benda kecil pada umumnya.
kopicoffee is the drink itself, the warm dark brew you have at home or at a small neighborhood stall. It acts as a thing in the sentence, so it shows up as what is drunk, ordered, made, or bought. The most natural pattern for an English speaker is simply someone drinks it, as in exampleSaya minum kopi di pagi hari.I drink coffee in the morning. You can also make it, as in exampleIbu membuat kopi panas untuk ayah.Mother makes hot coffee for father. It is often described by taste or temperature placed right after it. That gives you exampleKopi manis ini sangat enak.This sweet coffee is very delicious. and exampleDia memesan kopi hangat di warung.She orders warm coffee at the stall. Use plain kopicoffee with no affix. And where English casually says a coffee, Indonesian does not. For one serving you need a cup-word, as in exampleSecangkir kopi ada di meja.A cup of coffee is on the table. not thissebuah kopi panasa hot coffee sounds odd, because that little general counter is not used for a drink served in a cup.
Kata ini dipakai sebagai benda untuk menyebut lembaran atau berkas yang dibuat sama persis dengan aslinya agar bisa disimpan lagi atau dibagikan. Dalam kalimat kata ini berperan sebagai benda, jadi sering muncul sebagai sesuatu yang disimpan, diminta, diberikan, atau dibawa. Pola yang wajar adalah kata ini diikuti keterangan tentang benda aslinya, seperti dalam patternpola yang menunjuk pada lembaran tiruan dari surat tertentu. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya menyimpan kopi paspor di dalam tas. dan exampleDia membawa kopi surat itu ke kantor.. Kata ini juga bisa menjadi pelaku dalam kalimat yang menjelaskan keberadaannya, seperti dalam exampleKopi dokumen itu ada di meja.. Untuk makna ini cukup memakai bentuk dasar kopi tanpa imbuhan, karena bentuk dasar itu sendiri sudah berarti lembaran atau berkas tiruan tersebut.
This use of kopicopy is a thing, not an action — a sheet or file made exactly like the original so you can keep it again or share it. It behaves like any object that is kept, asked for, given, or carried. Where English needs *of*, as in *copy of the passport*, Indonesian just puts the original right after it, with no extra word. That gives you sentences you can imitate like exampleSaya menyimpan kopi paspor di dalam tas.I keep a copy of my passport in my bag. and exampleDia membawa kopi surat itu ke kantor.She brought a copy of that letter to the office. It can also start the sentence as the subject that is somewhere, as in exampleKopi dokumen itu ada di meja.The copy of that document is on the table. For all of this you just use the plain form kopicopy, with no added affix — that form already means the duplicate itself.
Kata ini dipakai sebagai benda untuk menyebut tulisan utuh yang sudah siap dibawa ke percetakan untuk dijadikan buku atau majalah. Dalam kalimat kata ini berperan sebagai benda, jadi wajar muncul sebagai sesuatu yang dikirim, diterima, dibaca, atau diperiksa sebelum dicetak. Pola yang biasa adalah kata kerja yang berhubungan dengan penerbitan lalu diikuti kata ini, seperti dalam patternpola yang menggambarkan kegiatan memeriksa tulisan yang akan dicetak. Contoh yang bisa ditiru adalah examplePenulis mengirim kopi ke penerbit. dan exampleEditor memeriksa kopi sebelum dicetak.. Kata ini juga dapat menjadi pelaku yang dijelaskan keadaannya, seperti dalam exampleKopi itu sudah siap untuk dicetak.. Untuk makna ini dipakai bentuk dasar kopi tanpa imbuhan, karena bentuk dasar itu sendiri sudah menunjuk pada naskah yang siap cetak tersebut.
This kopimanuscript is a thing, not an action — the complete piece of writing ready to take to the printer to become a book or magazine. You will usually see it after a publishing verb, as the thing being sent, received, read, or checked before printing, in a pattern like patternpolachecking the manuscript. Think of it the way English thinks of *manuscript*: a finished draft waiting for production. You can imitate sentences like examplePenulis mengirim kopi ke penerbit.The writer sent the manuscript to the publisher. and exampleEditor memeriksa kopi sebelum dicetak.The editor checked the manuscript before it was printed. It can also be the subject being described, as in exampleKopi itu sudah siap untuk dicetak.That manuscript is ready to be printed. Use just the base form. No affix is needed because the base already means that print-ready text.
Kata ini dipakai untuk menyebut perbuatan membuat sesuatu yang baru menjadi sama persis dengan contoh aslinya, seperti tulisan atau berkas di komputer. Makna perbuatan ini tidak hidup dalam bentuk dasar saja, melainkan hidup dalam bentuk berimbuhan, terutama bentuk dengan awalan meng yang berarti pelaku melakukan perbuatan itu. Susunan yang wajar adalah pelaku ditambah bentuk berimbuhan itu lalu diikuti benda yang dibuat sama, seperti dalam patternpola yang menggambarkan seseorang membuat tiruan dari suatu berkas. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya mengopi file itu dari komputer teman. dan exampleDia mengopi tulisan itu dengan rapi.. Bentuk yang diawali di dipakai bila yang ditekankan adalah benda yang ditiru, seperti dalam exampleFile itu dikopi kemarin.. Bentuk berimbuhan yang perlu diingat adalah mengopi untuk pelaku yang berbuat dan dikopi untuk benda yang ditiru. Pemakaian bentuk dasar tanpa imbuhan untuk perbuatan ini tidak wajar, seperti dalam not thisSaya kopi file itu., karena tanpa awalan kalimat itu tidak menunjukkan perbuatan, jadi untuk makna ini selalu gunakan bentuk berimbuhannya.
English copy stays the same no matter who does what, but this action only lives in its affixed shapes. For the person doing it you need the active form mengopito copy, as in exampleSaya mengopi file itu dari komputer teman.I copied that file from a friend's computer. and exampleDia mengopi tulisan itu dengan rapi.She copied that writing neatly. When the focus is on the thing duplicated, you need the passive shape dikopicopied, as in exampleFile itu dikopi kemarin.That file was copied yesterday. Don't strip the verb back to its base for this meaning. not thisSaya kopi file itu.I copy that file. sounds unfinished because without the affix there is no action, so always keep the affixed form.
Untuk makna ini susunannya selalu sesudah perbuatan. Polanya bisa dirasakan sebagai patternkata kerja + lagi. Artinya perbuatan itu sudah pernah selesai lalu dikerjakan dari awal sekali lagi. Kata lagi tidak berdiri sendiri dan tidak ditaruh sebelum kata kerja, ia menempel di belakang kata kerja sebagai penutup keterangan pengulangan. Pelajar bisa memakai pola ini dengan mengganti kata kerjanya sesuai kebutuhan lalu menaruh lagi tepat di belakangnya. Misalnya exampleCoba lagi. memberi tahu lawan bicara untuk memulai percobaan dari awal. Kalimat exampleDatang lagi besok. berarti kedatangan yang sudah terjadi hari ini diulang dari awal besok. Kalimat exampleTulis lagi namamu. berarti tulisan yang sudah selesai diminta untuk dibuat dari awal. Bentuk seperti not thislagi coba. tidak dianjurkan karena susunannya terbalik dan penutur asli tidak menaruh lagi sebelum kata kerja untuk maksud pengulangan dari awal seperti ini.
Think of this as English *again*, and it sits in the same place. You do the action first, then you close it with lagiagain, as in patternkata kerja + lagiverb + again. It means the thing was already finished and now you do it over from the start. So exampleCoba lagi.Try again. means start the attempt over, exampleDatang lagi besok.Come again tomorrow. means today's visit is done and you repeat the visit tomorrow, and exampleTulis lagi namamu.Write your name again. means what was written is done and you write it fresh. Just swap in the verb you need and keep lagiagain right behind it. Don't flip it around like not thislagi coba.again try, with lagiagain before the verb. Native speakers won't put it there for this repeat-from-the-start meaning.
Untuk makna ini susunannya berhubungan dengan jumlah. Polanya bisa dirasakan sebagai patternnama barang + jumlah + lagi. Artinya pembicara sudah punya atau sudah menyebut sejumlah barang lalu meminta atau menyebut tambahan di atas jumlah itu. Kata lagi selalu jatuh sesudah sebutan jumlahnya, bukan sebelum jumlah. Pelajar bisa memakai pola ini waktu memesan atau meminta dengan menyebut dulu barangnya, lalu menyebut jumlah tambahannya, lalu menutup dengan lagi. Misalnya kalimat exampleSaya mau kopi satu lagi. dipakai waktu segelas kopi sudah ada lalu pembicara ingin tambah segelas. Kalimat exampleTambah nasi satu piring lagi. dipakai waktu sepiring nasi sudah habis lalu pembicara ingin tambah sepiring. Kalimat exampleIbu beli mangga tiga lagi. berarti di atas mangga yang sudah ada masih ada tambahan tiga buah. Bentuk seperti not thislagi satu kopi. tidak dianjurkan karena menaruh lagi sebelum jumlah sehingga susunannya terdengar janggal dan bukan cara biasa meminta tambahan jumlah.
When you want more of something you already have, your English instinct is to put more before the number, as in one more coffee. In Indonesian that order is flipped. Think of it as patternnama barang + jumlah + lagiitem + amount + more: name what you want first, then say how much extra, then close with lagimore. So exampleSaya mau kopi satu lagi.I want one more coffee. means one glass is already there and you want another one on top of it. exampleTambah nasi satu piring lagi.Add one more plate of rice. is what you say when a plate is finished and you want another plate. exampleIbu beli mangga tiga lagi.Mom bought three more mangoes. means on top of the mangoes already there, there are three extra. That final position matters. A form like not thislagi satu kopi.more one coffee puts lagimore before the amount, and to an Indonesian ear it sounds off, not the normal way to ask for an extra amount.
Untuk makna ini susunannya menandai kegiatan yang belum selesai. Polanya bisa dirasakan sebagai patternpelaku + lagi + kegiatan. Artinya pada saat bicara kegiatan itu masih berjalan. Kata lagi ditaruh di antara siapa yang berbuat dan apa yang sedang dibuat, hampir seperti jembatan yang menyambung keduanya. Pelajar bisa memakai pola ini dengan menyebut dulu orangnya, lalu lagi, lalu kegiatan yang masih jalan. Misalnya kalimat exampleSaya lagi makan. berarti kegiatan makan masih berlangsung waktu kalimat diucapkan. Kalimat exampleDia lagi tidur. berarti kegiatan tidur belum selesai. Kalimat exampleMereka lagi bermain di taman. berarti kegiatan bermain masih jalan di tempat itu. Bentuk seperti not thislagi saya makan. tidak dianjurkan karena menaruh lagi sebelum pelaku sehingga susunannya tidak wajar untuk menandai kegiatan yang masih berjalan.
English shows an unfinished action with am, is, are plus -ing. Indonesian shows it with position. Name the person first, then put lagiin the middle of in the middle, then the action, almost like a bridge holding the two together: patternpelaku + lagi + kegiatanperson + in the middle of + activity. Keep that order and it means it's happening right as you speak. exampleSaya lagi makan.I'm eating. means the eating hasn't finished yet. exampleDia lagi tidur.He's sleeping. means the sleep is still going on. exampleMereka lagi bermain di taman.They're playing in the park. means the playing is still underway there. Don't start with lagiin the middle of, as in not thislagi saya makan.I'm eating., because putting it before the person sounds wrong for an action still in progress.
Untuk makna ini susunannya menyambung dua hal yang sejajar. Polanya bisa dirasakan sebagai patternhal pertama + lagi + hal kedua. Artinya selain hal pertama sudah ada, hal kedua ikut ada di sampingnya pada orang atau benda yang sama. Kata lagi duduk di tengah sebagai penghubung, tidak di depan dan tidak di belakang sendiri. Pelajar bisa memakai pola ini dengan menyebut dulu sifat atau barang pertama, lalu lagi, lalu sifat atau barang kedua. Misalnya kalimat exampleDia cantik lagi pintar. menyampaikan bahwa pada orang yang sama ada dua sifat yang berdampingan. Kalimat exampleDia membawa tas lagi buku. menyampaikan bahwa dua barang dibawa bersama. Kalimat exampleRumah itu besar lagi bersih. menyampaikan bahwa dua keadaan melekat pada rumah yang sama. Bentuk seperti not thislagi cantik pintar. tidak dianjurkan karena lagi ditaruh di depan sehingga tidak menyambung apa pun.
Think of it like *and* in English, but for two things living side by side in the same person or thing. You name the first one, then put lagiand also in the middle as the link, then add the second one — patternhal pertama + lagi + hal keduafirst thing + and also + second thing. So exampleDia cantik lagi pintar.She is beautiful and also smart. means both qualities belong to her at once. It works for things you carry too: exampleDia membawa tas lagi buku.She brings a bag and also books. The position is the point. It has to sit between the two things it joins, not alone at the front, so not thislagi cantik pintar.and also beautiful smart doesn't work.
Untuk makna ini susunannya selalu di bagian penutup. Polanya bisa dirasakan sebagai patternpenjelasan + lagi di ujung ujaran. Artinya kata sebelum lagi itu dirasakan jauh lebih kuat, lebih penuh, lebih sungguh. Kata lagi sendiri tidak menambah perbuatan atau jumlah, tugasnya hanya mendorong rasa kata di depannya ke tingkat paling tinggi. Pelajar bisa memakai pola ini dengan membuat kalimat lengkap dulu lalu menaruh lagi paling belakang sebagai penekan. Misalnya kalimat exampleHarga di toko itu mahal lagi. membuat rasa mahalnya terdengar sangat kuat. Kalimat exampleJalannya jauh lagi. membuat rasa jauhnya terdengar sangat kuat. Kalimat exampleSambal ini pedas lagi. membuat rasa pedasnya terdengar sangat kuat. Bentuk seperti not thislagi mahal harga di toko itu. tidak dianjurkan karena lagi ditaruh di depan sehingga daya dorong untuk menguatkan kata sebelumnya hilang.
English puts the booster up front, as in really expensive. In this use, Indonesian puts it at the very end. Think of it as patternpenjelasan + lagidescription + lagi, where you make a complete statement first and then add lagiabsolutely last as the push. That final lagiabsolutely adds no action and no amount. Its only job is to drive the word just before it to its strongest, fullest feeling, like very or really in English, so your instinct to put it before the description will mislead you. For example, exampleHarga di toko itu mahal lagi.The price at that shop is really expensive. makes the expensiveness feel extreme. exampleJalannya jauh lagi.The way there is really far. makes the farness feel extreme. exampleSambal ini pedas lagi.This chili sauce is really spicy. makes the spiciness feel extreme. Because the force comes from following the description, position is everything. A form like not thislagi mahal harga di toko itu.lagi expensive the price at that shop does not work, since lagiabsolutely is no longer behind what it is meant to strengthen.
Kata ini paling sering dipakai sebagai benda yang bisa disukai, didengar, dinyanyikan, atau diminta. Dalam kalimat, kata ini biasanya muncul di belakang kata kerja seperti suka, dengar, nyanyi, atau putar, dan juga bisa berdiri di depan sebagai pelaku kalimat. Pola yang sangat biasa adalah patternmenyanyi satu lagu dan patternsuka lagu ini serta patternlagu baru untuk menerangkan cirinya. Perhatikan contoh yang bisa langsung ditiru exampleSaya suka lagu ini dan exampleIbu menyanyi satu lagu untuk anak dan exampleKami dengar lagu baru di radio. Kata ini tidak bisa dipakai sendiri sebagai kata kerja, jadi bentuk seperti not thisSaya lagu setiap pagi itu keliru karena tidak ada kata kerja di dalamnya, harus ditambah kata kerja seperti menyanyi atau mendengar agar kalimat menjadi lengkap dan wajar.
Think of lagusong as a thing you can like, hear, sing, or play, just like song in English. It lives after verbs, as the thing being liked or sung or heard, but it can also come first as the subject doing nothing itself, simply being new or familiar. That is why you will most often meet it in little chunks like patternmenyanyi satu lagusong||sing one song and patternsuka lagusong ini||like this song, or with a simple description after it like patternlagusong baru||new song. You can copy sentences directly, for example exampleSaya suka lagusong ini||I like this song and exampleKami dengar lagusong baru di radio||We hear a new song on the radio. The key for an English speaker is that it is only a noun, never an action on its own. You cannot use it as the verb of the sentence, so not thisSaya lagusong setiap pagi||I song every morning makes no sense. There is no verb in there. You have to add the verb around it, sing it or hear it, to make the sentence complete.
Makna ini hidup dalam susunan yang menerangkan suara orang ketika bicara, membaca, atau bernyanyi, yaitu bagaimana suara itu naik, turun, cepat, lambat, lembut, atau keras. Susunannya hampir selalu memakai pemilik suara di belakangnya, seperti suara milik dia atau milik ibu, atau memakai kata yang menunjukkan naik turunnya. Pola yang wajar adalah patternlagu suaranya dan patternlagu bicaranya dan patternlagunya lembut. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleLagu suaranya lembut dan pelan dan exampleLagu bicaranya cepat waktu dia marah dan exampleLagunya tinggi di akhir kalimat. Susunan terbalik seperti not thissuara lagu tidak dipakai untuk makna ini karena penutur asli selalu meletakkan kata ini di depan untuk menerangkan irama, lalu diikuti kata suara atau bicara beserta pemiliknya.
In English you say the tone of her voice, with tone at the front of the idea but after the voice. In Indonesian this idea starts with laguintonation itself, as the tune of how someone sounds when they speak, read, or sing — rising, falling, fast, slow, soft, loud. So you almost always name the owner of the voice right after it, like in patternlaguintonation suaranya||the intonation of her voice and patternlaguintonation bicaranya||the intonation of her speaking, or you add how it sounds, like in patternlaguintonationnya lembut||her intonation is gentle. Imitate that order, as in exampleLaguIntonation suaranya lembut dan pelan||The intonation of her voice is soft and slow and exampleLaguIntonationnya tinggi di akhir kalimat||Her intonation is high at the end of the sentence. Don't flip it to not thissuara laguintonation||voice intonation, which an Indonesian speaker would not use for this rhythm of the voice.
Makna ini dipakai sebagai benda untuk menceritakan cara orang bersikap dan bergerak yang terlihat oleh orang lain, misalnya ramah, sombong, atau marah. Dalam kalimat, kata ini sering muncul dengan akhiran yang menunjuk orangnya, atau sesudah kata yang berarti banyak dan sesudah kata jangan untuk melarang. Pola yang wajar adalah patternlagunya sombong dan patternbanyak lagu dan patternjangan banyak lagu. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleLagunya sombong hari ini dan exampleAnak itu banyak lagu dan exampleJangan banyak lagu, duduk yang baik. Kata ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai keterangan sifat tanpa penjelas, jadi kalimat seperti not thisDia lagu itu tidak lengkap dan terdengar aneh, harus ditambah penjelas tentang sikapnya atau memakai pola dengan banyak agar maksudnya jelas.
You can use laguattitude to talk about the way someone is acting that you can actually see, like being friendly, arrogant, or angry. English would just say *attitude*, and it works the same way — you always have to say whose attitude and what it's like. That is why you will almost always hear it in a pattern like patternlaguattitudenya sombong||his attitude is arrogant, as in example[Laguattitudenya sombong hari ini||His attitude is arrogant today. The other very common version is with the word for *a lot*, patternbanyak laguattitude||acting up, as in exampleAnak itu banyak laguattitude||That kid is acting up. It is also the normal way to tell someone to stop it: exampleJangan banyak laguattitude, duduk yang baik||Don't mess around, sit properly. You cannot just leave it alone, so not thisDia laguattitude||He is attitude sounds unfinished to an Indonesian ear. Add what the behavior is, or use the version with *a lot* to make the meaning clear.
Untuk menunjukkan orang atau barang yang tidak sama dengan yang sudah ada, kata lain selalu muncul sesudah kata benda, tidak pernah di depannya, sehingga susunannya adalah kata benda dahulu lalu kata ini, dan sering dibantu dengan kata penghubung yang, yang menghasilkan pola patternkata benda + (yang) + lain dan pola patternyang lain untuk menggantikan kata benda yang sudah jelas, misalnya kalau sudah bicara tentang satu baju lalu mau menunjuk baju yang tidak sama itu, penutur asli akan berkata exampleSaya mau baju yang lain atau kalau sudah bicara tentang satu hari lalu mau menunjuk hari yang tidak sama, akan berkata exampleSaya datang hari lain, dan kalau sudah jelas siapa atau apa yang dibicarakan, cukup berkata exampleSaya mau yang lain atau exampleDia pergi dengan orang lain, jadi pelajar bisa langsung menempelkan kata ini di belakang kata benda untuk menunjuk yang tidak sama itu, sedangkan susunan terbalik seperti not thislain orang terdengar keliru karena menaruh kata ini di depan kata benda, padahal tempatnya yang wajar adalah di belakang kata benda.
Where English puts it in front — other shirt, another day — Indonesian puts lainother after the noun, never before it. Think noun first, then other. That gives you patternkata benda + (yang) + lainnoun + (yang) + other, often with a little linking word in the middle, as in exampleSaya mau baju yang lainI want a different shirt and exampleSaya datang hari lainI'll come another day. Once it's clear what you're talking about, you can drop the noun and just say patternyang lainthe other one, as in exampleSaya mau yang lainI want the other one. It works for people too: exampleDia pergi dengan orang lainShe left with someone else. Just don't flip it to English order. not thislain orangother person sounds wrong, because that word belongs behind the noun, not in front of it.
Untuk mengeluarkan satu orang atau satu hal dari hitungan kelompok, kata lain dipakai di paling depan kalimat dan langsung ditempelkan pada nama orang atau hal yang dikeluarkan itu, lalu diikuti dengan keterangan tentang seluruh kelompoknya, sehingga polanya adalah patternLain + nama yang dikeluarkan + , + keterangan kelompok, misalnya untuk menyatakan bahwa seluruh kelompok sudah pulang kecuali satu nama, penutur asli akan berkata exampleLain Rina, semua anak sudah pulang, dan untuk menyatakan bahwa seluruh kelompok setuju kecuali satu orang, akan berkata exampleLain dia, semua setuju, jadi pelajar bisa memakai kata ini dengan cara menyebut lebih dulu siapa yang dikeluarkan lalu menyebut keadaan kelompoknya, sedangkan susunan seperti not thisSemua anak sudah pulang lain Rina tidak dipakai untuk maksud ini karena menaruh kata ini di belakang kalimat, padahal tempatnya yang wajar untuk maksud mengeluarkan dari hitungan adalah di depan kalimat.
In English you can tack your exception on at the end, but with this use of lainexcept you have to start with it. Name who is left out first, then state what is true of the rest of the group, as in patternLain + nama yang dikeluarkan + , + keterangan kelompokExcept + excluded name + , + group statement. So you imitate exampleLain Rina, semua anak sudah pulangExcept for Rina, all the kids have gone home and exampleLain dia, semua setujuExcept for him, everyone agrees — exception up front, group after it. Don't move it to the back the English way, as in not thisSemua anak sudah pulang lain RinaAll the kids have gone home except Rina. For this meaning that order just isn't used.
Kata laku ini dipakai untuk berbicara tentang cara seseorang berbuat dan bersikap kepada orang lain. Dalam kalimat kata ini menjadi benda yang dibicarakan, jadi sering muncul dengan akhiran nya yang menunjuk kepada orang tertentu, atau muncul bersama kata yang menerangkan sifatnya. Pola yang paling wajar adalah patternlakunya baik atau patternlaku yang baik dan lawannya dengan kata tidak baik atau kurang baik. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat utuh yang menilai cara bersikap itu, misalnya exampleLakunya baik kepada semua orang atau exampleLakunya tidak baik kepada temannya. Dalam kalimat seperti itu laku tidak berdiri sendiri sebagai perbuatan, melainkan selalu diikuti penilaian tentang baik atau tidak baik, sopan atau tidak sopan, sehingga pendengar paham bahwa yang dinilai adalah sikap dalam hubungan dengan orang lain.
lakubehavior is about how a person acts and treats other people. You talk about it as the thing under discussion, so it usually points to someone in particular and comes with a judgment attached. The most natural shapes are patternlakunya baikhis behavior is good or patternlaku yang baikgood behavior, and the opposite with not good or less good. That lets you make a full comment on someone's manner, like exampleLakunya baik kepada semua orangHis behavior is good toward everyone or exampleLakunya tidak baik kepada temannyaHis behavior is not good toward his friend. Think of it in English less as a single act and more as conduct: lakubehavior never really stands alone, it wants good or not good, polite or impolite right after it, so your listener hears you are judging how someone treats others.
Kata laku ini dipakai untuk barang yang dijual dan cepat habis karena banyak orang mau membeli. Dalam kalimat kata ini terletak di belakang nama barang atau menjadi keterangan utama setelah kata penunjuk, karena fungsinya menerangkan keadaan barang itu. Pola yang wajar adalah patternbarang itu laku, misalnya nama makanan atau pakaian lalu diikuti kata itu atau ini lalu kata ini. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleBaju itu laku dan exampleMakanan ini laku, dan untuk barang yang sangat cepat habis bisa ditambah kata yang menguatkan sesudahnya seperti dalam exampleBaju itu laku keras. Susunan itu tidak bisa dibalik dengan menaruh kata ini di depan nama barang, sehingga bentuk seperti not thislaku baju itu terdengar salah karena tempat kata ini memang selalu di belakang, bukan di depan nama barang.
lakuselling well is for things for sale that go fast because lots of people want to buy them. Where English would put an adjective in front, like a hot-selling shirt, Indonesian puts this word behind, as a description of the state of the goods after the name and pointer word. The natural shape is patternbarang itu lakuthat item is selling well, as in exampleBaju itu lakuThat shirt is selling well and exampleMakanan ini lakuThis food is selling well. For something that sells out very fast you add a strengthener after it, as in exampleBaju itu laku kerasThat shirt is selling extremely well. You can't flip the order and put it in front of the thing. not thislaku baju ituthat shirt is selling well sounds wrong because its place is always behind, never in front.
Kata laku ini dipakai untuk kertas berharga seperti uang atau karcis yang menurut aturan masih boleh dipakai. Dalam kalimat kata ini menjadi keterangan tentang kertas itu dan sering muncul bersama kata yang menunjukkan waktu berlaku, seperti masih untuk yang masih boleh dipakai atau tidak lagi untuk yang sudah tidak boleh dipakai. Pola yang wajar adalah patternuang ini masih laku atau patterntiket itu tidak laku lagi. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleUang ini masih laku dan exampleTiket itu tidak laku lagi. Karena kata ini menyatakan boleh atau tidak boleh dipakai menurut aturan, bukan menyatakan tingkat atau jumlah, kata ini tidak dipakai dengan penguat tingkat, sehingga bentuk seperti not thisuang itu sangat laku tidak dianjurkan dan cukup memakai masih atau tidak lagi untuk menjelaskan keadaannya.
For money or a ticket, lakuvalid means it can still be used under the rules. Think of English valid in the same way: it is an on-or-off description of the paper itself, not how much of it you have or how well it works. So you naturally pair it with time, saying it is still good or it is good no longer, as in exampleUang ini masih lakuThis money is still valid and exampleTiket itu tidak laku lagiThat ticket is no longer valid. For that same reason you do not grade it. Just as English does not really say very valid, not thisuang itu sangat lakuthat money is very valid sounds wrong. Just say whether it still counts or not.
Untuk makna ini susunannya selalu sesudah kata kerja yang menyatakan bergerak atau mengirim, lalu biasanya disusul kata penghubung yang menyatakan tujuan atau penerima. Kamu bisa mengingatnya sebagai perbuatan lalu cara menempuhnya lalu ke mana tujuannya. Kata langsung sendiri duduk tepat di belakang kata kerja itu karena ia menerangkan cara perjalanan atau cara pengiriman itu terjadi. Pola yang paling sering dipakai adalah seperti patternpergi langsung ke suatu tempat atau patternmengirim sesuatu langsung kepada seseorang atau patternpulang langsung ke rumah. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleSaya pergi langsung ke sekolah. dan exampleIbu mengirim paket langsung ke nenek. dan exampleMereka naik bus langsung ke kota.. Dalam ketiga kalimat itu tidak ada tempat singgah dan tidak ada orang lain di antara pengirim dan penerima, perjalanannya satu jalur terus sampai tujuan. Pelajar perlu tahu bahwa tujuan itu hampir selalu perlu dinyatakan dengan jelas memakai kata penghubung, jadi tujuan tidak bisa ditempel begitu saja. Bentuk seperti not thisSaya pergi langsung sekolah. terdengar janggal karena tidak ada penghubung yang menyambungkan perbuatan ke tujuannya, harus ada kata yang menunjukkan arah seperti pada contoh yang benar di atas.
With this meaning, langsungdirectly describes a trip or delivery with no stops and no middleman, one straight line to the destination. It sits right behind a verb of moving or sending, because it explains how that movement happens. Think of it as action, then how, then where to, as in patternpergi langsung ke suatu tempatgo directly to a place or patternmengirim sesuatu langsung kepada seseorangsend something directly to someone, like exampleSaya pergi langsung ke sekolah.I go directly to school. and exampleIbu mengirim paket langsung ke nenek.Mom sends the package directly to Grandma. Just as in English, the destination can't just be stuck on. It almost always needs to be stated clearly with a linking word for direction or recipient, so a form like not thisSaya pergi langsung sekolah.I go directly school. sounds off for the same reason it does in English — it's missing that little *to*.
Untuk makna ini susunannya selalu menempel di belakang kata benda yang menyatakan tayangan atau pemberitaan. Sifatnya menerangkan kata benda itu, dan tempat sifat dalam kalimat memang sesudah kata bendanya. Pola yang paling alami adalah seperti patternsiaran langsung atau patternliputan langsung atau patternacara langsung. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleKita menonton siaran langsung pertandingan itu. dan exampleIni liputan langsung dari pasar. dan exampleAcara itu disiarkan langsung di televisi.. Dalam kalimat-kalimat itu yang dilihat atau didengar terjadi pada saat yang sama dengan saat menonton atau mendengar, bukan putaran ulang dari kemarin. Pelajar perlu tahu bahwa pasangannya sudah tetap, kata benda dulu baru kata langsung, dan pasangan ini bisa menjadi keterangan atau pelengkap di akhir kalimat. Bentuk seperti not thislangsung siaran pertandingan itu terdengar terbalik dan tidak dipakai karena sifatnya harus berada di belakang kata benda yang diterangkannya, bukan di depannya.
For this meaning English puts langsunglive before the noun, Indonesian puts it after. You say *live broadcast*, they say patternsiaran langsunglive broadcast with the noun first, and the same fixed order gives patternliputan langsunglive coverage. That order is not optional. Think of langsunglive here as an adjective describing the broadcast itself, and in Indonesian adjectives follow the noun they describe. So you get exampleKita menonton siaran langsung pertandingan itu.We watched the live broadcast of that match. and exampleIni liputan langsung dari pasar.This is live coverage from the market. In both cases what you see or hear is happening at the same moment you are watching, not a replay from yesterday. Because the pair already works as a description, it can sit comfortably at the end as extra information, as in exampleAcara itu disiarkan langsung di televisi.That show was broadcast live on television. Just don't flip it to English order. not thislangsung siaran pertandingan itulive broadcast of that match sounds backwards and is not used.
Untuk makna ini susunannya berhubungan dengan perintah atau ajakan untuk berbuat sekarang tanpa menunda. Kata langsung biasanya muncul di awal kalimat atau tepat sebelum kata kerja yang harus dilakukan, karena ia memberi tekanan pada waktu berbuatnya. Pola yang hidup dalam percakapan sehari-hari adalah seperti patternlangsung makan atau patternlangsung tidur atau patternlangsung kerjakan sekarang. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleLangsung makan, nasinya masih panas. dan exampleKalau sakit, langsung minum obat. dan exampleAyo langsung berangkat sekarang.. Dalam kalimat-kalimat itu orang diminta bergerak pada saat itu juga, tidak menunggu sore atau besok. Pelajar perlu tahu bahwa makna ini sering muncul bersama kata yang menunjukkan saat ini atau bersama nada menyuruh, jadi kalimatnya terasa mendesak dan hangat. Bentuk seperti not thisSaya sangat langsung. tidak dipakai untuk makna ini karena kata ini di sini bukan sifat yang bisa dikuatkan dengan penanda tingkat, ia adalah penanda waktu yang harus menempel pada perbuatan yang diminta dilakukan.
The word langsunglive works much like English *live* does. It tells you you are watching or hearing something at the very moment it is happening, on air, not a recording played back later.
Kata ini dipakai sebagai benda yang menunjukkan tempat yang luas dan berair asin. Dalam kalimat kata ini paling sering muncul sesudah kata depan tempat dan arah, karena orang membicarakan berada di sana, pergi ke sana, atau datang dari sana. Pola yang paling sering ditiru adalah pola tempat dengan kata depan, seperti dalam pola patterndi laut untuk menyatakan berada di sana, pola patternke laut untuk menyatakan pergi ke sana, dan pola patterndari laut untuk menyatakan asal. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleAyah bekerja di laut. dan exampleBesok pagi kami pergi ke laut. dan exampleNelayan itu baru datang dari laut. Kata ini juga bisa menjadi pelaku atau pokok kalimat di awal kalimat, seperti dalam kalimat exampleLaut itu sangat luas. dan exampleLaut terlihat biru pada pagi hari. Untuk menerangkan keadaannya, kata ini sering diikuti kata sifat, seperti dalam frasa laut yang tenang dan laut yang biru, lalu frasa itu dipakai dalam kalimat exampleKami suka laut yang tenang. Kata ini juga sering muncul bersama kata yang menunjukkan bagian atau ciri, seperti dalam frasa tepi laut dan air laut, misalnya dalam kalimat exampleAnak-anak bermain di tepi laut. dan exampleAir laut terasa asin. Bentuk dasarnya yaitu laut sudah cukup untuk makna ini, tidak perlu ditambah imbuhan. Jangan memakai kata ini sendirian sebagai kata kerja, seperti dalam bentuk yang keliru not thisSaya laut kemarin. Bentuk itu tidak dimengerti penutur asli karena kata ini adalah nama tempat, bukan kegiatan. Kalau maksudnya pergi, harus memakai kata kerja dan kata depan, seperti dalam kalimat benar exampleSaya pergi ke laut kemarin.
lautsea is a place-noun, the wide salty water itself. Think of English *the sea* — Indonesian doesn't need anything like *the*, the bare form is already enough. You'll meet it most after words for location and direction, because people talk about being there, going there, or coming from there. Get comfortable with patterndi lautat sea for being there, as in exampleAyah bekerja di laut.Father works at sea., with patternke lautto the sea for going there, as in exampleBesok pagi kami pergi ke laut.Tomorrow morning we are going to the sea., and with patterndari lautfrom the sea for coming from there, as in exampleNelayan itu baru datang dari laut.That fisherman has just come back from the sea. It can also start a sentence as the subject, as in exampleLaut itu sangat luas.The sea is very vast. And it often pairs with what belongs to it, like tepi lautthe edge of the sea in exampleAnak-anak bermain di tepi laut.The children are playing at the seaside. and air lautseawater in exampleAir laut terasa asin.Seawater tastes salty. Don't use it by itself as an action, like not thisSaya laut kemarin.I sea yesterday.. A native speaker won't understand that, because it's a name, not something you do. If you mean going, add the verb and direction, as in exampleSaya pergi ke laut kemarin.I went to the sea yesterday.
Kata ini dipakai untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak dan terbentang luas sampai seperti tidak ada ujungnya. Makna ini hidup dalam bentuk berimbuhan yaitu lautan, dan susunan yang paling wajar adalah bentuk itu langsung diikuti nama benda yang jumlahnya banyak itu, tanpa kata penghubung. Polanya dapat diingat sebagai patternlautan + kata benda, artinya hamparan luas dari benda tersebut. Contoh yang sering dipakai adalah frasa lautan manusia untuk orang yang sangat banyak, frasa lautan api untuk api yang menyebar sangat luas, dan frasa lautan cahaya untuk cahaya yang terbentang luas. Frasa itu kemudian dipakai dalam kalimat utuh, misalnya exampleLapangan itu penuh dengan lautan manusia. dan exampleDari jauh kami melihat lautan api di bukit itu. dan examplePada malam hari kota itu terlihat seperti lautan cahaya. Dalam kalimat, frasa ini biasanya berada di belakang kata depan seperti dengan dan seperti, atau menjadi pelengkap setelah kata kerja. Pelajar tingkat dasar cukup menghafal frasa yang sudah jadi itu lalu menaruhnya dalam kalimat sederhana. Bentuk tanpa akhiran tidak dipakai untuk makna ini, sehingga bentuk seperti not thislaut manusia terdengar janggal dan tidak dimengerti sebagai gambaran jumlah yang sangat banyak. Harus memakai bentuk lengkap dengan akhiran, seperti dalam frasa benar lautan manusia yang dipakai dalam kalimat exampleDi pasar itu ada lautan manusia.
In English you can say a sea of people, and Indonesian does the same thing with lautansea of. Think of a huge amount spread so wide it feels endless, then just name the thing directly, with no extra word in between, as in patternlautan + kata bendasea of + noun. That gives you ready-made phrases like lautan manusiasea of people for a huge crowd, lautan apisea of fire for fire spread widely, and lautan cahayasea of lights for light stretched everywhere, used in a full sentence like exampleLapangan itu penuh dengan lautan manusia.The field was full of a sea of people. and examplePada malam hari kota itu terlihat seperti lautan cahaya.At night the city looked like a sea of lights. You will usually see the phrase after denganwith or sepertilike, or as the complement after a verb, so for now just memorize the whole phrase and drop it into a simple sentence. Do not drop the ending, because not thislaut manusiasea people sounds odd and does not give that image. Keep the full form lautan manusiasea of people, as in exampleDi pasar itu ada lautan manusia.There is a sea of people at that market.
Kata yang sedang dipelajari adalah lebih dan tugasnya menerangkan bahwa satu hal memuat sifat atau jumlah yang bertambah bila diletakkan bersebelahan dengan hal lain. Makna ini hidup dalam susunan kalimat perbandingan, yaitu kata ini diletakkan di depan kata yang menerangkan sifat atau jumlah, lalu sering dilanjutkan dengan bagian yang menjadi pembanding. Pola yang paling sering dipakai adalah patternlebih + kata sifat + daripada dan patternlebih + banyak atau sedikit atau besar atau kecil dan kata jumlah lain. Dengan pola itu kalimat menjadi jelas karena pendengar tahu sifat apa yang dibandingkan dan apa pembandingnya, misalnya dalam kalimat exampleKamar ini lebih dingin daripada kamar itu. terlihat bahwa kata ini berdiri sebelum kata sifat lalu pembandingnya disebut sesudahnya, dan dalam kalimat exampleSaya mau teh yang lebih manis. pembandingnya tidak disebut karena sudah sama-sama dipahami dari keadaan, tetapi susunannya tetap sama yaitu kata ini di depan kata sifat. Untuk jumlah susunannya juga sama, seperti dalam kalimat exampleDia membawa lebih banyak buku. di mana kata ini berdiri sebelum kata jumlah dan sesudahnya ada benda yang dihitung. Perlu diperhatikan bahwa kata ini tidak bisa digabung dengan penguat lain di depannya, sehingga bentuk seperti not thislebih sangat murah tidak dipakai karena penguatnya sudah terkandung di dalam makna perbandingan itu sendiri dan penutur asli cukup berkata examplelebih murah untuk menyampaikan maksud tersebut.
To compare two things, put lebihmore right before the adjective, where English would often just add -er. The usual shape is patternlebih + kata sifat + daripadamore + adjective + than, so both what you're measuring and what you're measuring against are clear, as in exampleKamar ini lebih dingin daripada kamar itu.This room is colder than that room. You can leave the second half out when it's already obvious from the situation. The order stays the same, lebihmore still before the adjective, as in exampleSaya mau teh yang lebih manis.I want sweeter tea. For amounts it works the same way with patternlebih + banyak atau sedikit atau besar atau kecil dan kata jumlah lainmore + many or few or big or small and other amount words, with the counted thing after: exampleDia membawa lebih banyak buku.They brought more books. Don't stack another intensifier on it. not thislebih sangat murahmore very cheap sounds wrong because the comparison already does that work — examplelebih murahcheaper is enough.
Kata yang sedang dipelajari adalah lebih dan tugasnya menunjuk pada bagian yang tinggal karena tidak semua dipakai, tidak semua dimakan, atau tidak semua dibayar. Makna ini hidup dalam susunan kalimat sebagai kata benda, yaitu kedudukannya bisa menjadi pokok kalimat atau menjadi bagian yang dikenai perbuatan, dan sering muncul bersama akhiran yang membuat maknanya menjadi sudah pasti bagian sisa yang mana. Pola yang wajar adalah patternada lebih atau ada lebihnya untuk menyatakan sisa itu masih ada, dan patternsimpan atau ambil atau berikan + lebihnya untuk menyatakan sisa itu diperlakukan seperti benda. Misalnya dalam kalimat exampleNasi masih ada lebihnya di dapur. terlihat bahwa kata ini menjadi benda yang masih ada, dan dalam kalimat exampleLebihnya tolong simpan untuk besok. terlihat bahwa kata ini menjadi pokok kalimat lalu ada perintah tentang sisa itu. Dalam urusan membayar pola yang sama juga dipakai, seperti dalam kalimat exampleUang seratus ribu itu ada lebih dua puluh ribu. di mana kata ini menunjuk pada uang yang tinggal sesudah pembayaran. Perlu diperhatikan bahwa kata ini dalam kedudukan seperti ini tidak bisa berdiri langsung di depan benda tanpa penghubung yang menjelaskan hubungan milik atau jumlah, sehingga susunan seperti not thisSaya lebih roti. tidak dipakai karena pendengar tidak tahu apa hubungan antara pelaku dan sisa itu, sedangkan penutur asli akan memakai kalimat lengkap seperti exampleSaya masih punya lebih roti. atau exampleRoti masih ada lebihnya. untuk menyatakan sisa itu dengan jelas.
English *more* is slippery, but this lebihthe leftover is not that. Think of it as a thing, the part that stays because it wasn't all used, eaten, or paid. It acts like a noun in the sentence — the thing that is still there, or the thing you do something to. You'll usually hear it as patternada lebih atau ada lebihnyathere is leftover or there is the leftover to say a remainder still exists, as in exampleNasi masih ada lebihnya di dapur.There is still leftover rice in the kitchen. Once it's that definite leftover, you treat it like an object: patternsimpan atau ambil atau berikan + lebihnyasave or take or give + the leftover, as in exampleLebihnya tolong simpan untuk besok.Please save the leftover for tomorrow. The same idea works for money, as in exampleUang seratus ribu itu ada lebih dua puluh ribu.That hundred thousand has twenty thousand leftover. You can't just put it straight next to a noun, so not thisSaya lebih roti.I leftover bread. doesn't work — the listener can't tell what the connection is. Make the relation clear with a full phrasing like exampleSaya masih punya lebih roti.I still have some leftover bread. or exampleRoti masih ada lebihnya.There is still leftover bread.
Untuk memakai makna ini, letak kata ini ada di tengah kalimat, sesudah orang yang memakai mata dan sebelum hal yang ada di depan mata. Pola yang paling sering dipakai adalah seperti dalam patternsaya lihat + yang ada di depan. Hal yang ada di depan itu bisa orang, hewan, benda, warna, atau gerak. Kata lihat sendiri sudah cukup untuk menunjukkan perbuatan memakai mata, jadi pelajar bisa langsung memakai bentuk ini tanpa tambahan lain. Kalau ingin menyuruh orang lain memakai mata, kata ini bisa ditaruh di depan, seperti dalam patternlihat + yang ada di depan. Perhatikan contoh yang memakai pola ini exampleSaya lihat burung di pohon dan exampleDia lihat foto baru itu serta untuk menyuruh exampleLihat mobil merah itu. Dalam kalimat itu, yang dilihat memang benar ada di depan dan bisa ditangkap dengan mata saat itu juga.
In English you say you see something right in front of you, and Indonesian puts it together the same way. The person comes first, then lihatsee, then the thing your eyes catch, as in patternsaya lihat + yang ada di depanI see + what's in front of me. That thing can be a person, an animal, an object, a color, or movement, as long as it is really there to be seen in that moment. lihatsee already means using your eyes, so you don't need any extra helper word. You can just say exampleSaya lihat burung di pohonI see a bird in the tree or exampleDia lihat foto baru ituHe sees that new photo. To tell someone else to use their eyes, just start with the word itself, as in patternlihat + yang ada di depanlook at + what's in front of you, like exampleLihat mobil merah ituLook at that red car.
Makna ini hidup dalam kalimat yang menceritakan gerak datang ke suatu tempat. Susunannya adalah orang yang datang, lalu kata ini, lalu orang yang sedang sakit, lalu keterangan tempat kalau perlu. Polanya bisa diingat seperti dalam patternsaya lihat + orang yang sakit. Keterangan tempat biasanya memakai kata depan untuk menunjukkan di mana orang yang sakit itu berada, misalnya di rumah atau di rumah sakit. Kata lihat di sini selalu diikuti oleh orangnya, bukan oleh nama penyakit atau nama obat. Sebelum kata ini sering ada kata yang menunjukkan niat atau rencana untuk datang. Perhatikan contoh dengan susunan lengkap itu exampleBesok saya lihat nenek di rumah sakit dan exampleTadi pagi dia lihat teman di rumah. Kedua kalimat itu menunjukkan perbuatan datang menemui dan memberi dukungan, dan tempatnya disebut dengan jelas di belakang.
This lihatto visit only happens when you go to someone. You are the one coming, then comes this word, then the sick person, then where they are if you need to say it. Think of it as patternsaya lihat + orang yang sakitI visit + the sick person. What follows is always the person herself, not her illness or medicine, and what comes last is the place where you find her. You will often have a word before it that shows you mean or plan to go. That full shape is in exampleBesok saya lihat nenek di rumah sakitTomorrow I will visit Grandma at the hospital and in exampleTadi pagi dia lihat teman di rumahThis morning he visited a friend at home. Both are not just looking, but coming to be with the person and give support, with the place stated clearly at the end.
Makna ini dipakai ketika seseorang memperhatikan sesuatu supaya menjadi paham. Susunannya adalah kata ini diikuti oleh hal yang ingin dipahami, sering berupa cara, proses, atau hasil. Pola yang wajar adalah seperti dalam patternlihat + bagaimana sesuatu berjalan atau patternlihat + apa hasilnya. Kata lihat ditaruh sebelum bagian yang menjelaskan apa yang perlu dipahami itu. Perbuatan memakai mata di sini bukan tujuan akhirnya, tujuannya adalah menjadi paham sesudah memperhatikan. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleLihat cara ibu membuat kue dan exampleKita lihat hasil ujian besok serta exampleSaya mau lihat bagaimana dia bekerja. Dalam kalimat seperti itu, sesudah memperhatikan, orang menjadi tahu dan paham.
English does this too when you say *see* and mean *find out*. lihatsee works just like that when you watch something in order to understand it. The point isn't using your eyes, it's becoming clear afterward. You put lihatsee first, then the thing you want to understand, often a method, a process, or a result. Think of it as patternlihat + bagaimana sesuatu berjalansee how something goes or patternlihat + apa hasilnyasee what the result is. So you can imitate exampleLihat cara ibu membuat kueSee how mother makes cakes, where watching teaches you the method, or exampleKita lihat hasil ujian besokWe'll see the exam result tomorrow, where waiting teaches you the outcome. Same with exampleSaya mau lihat bagaimana dia bekerjaI want to see how he works — you observe first, then you know.
Kata maaf ini dipakai di awal ujaran ketika kamu merasa bersalah dan ingin mengakuinya. Susunannya paling wajar berdiri sendiri atau membuka kalimat lalu diikuti penjelasan tentang kesalahanmu. Pola yang paling sering dipakai adalah patternMaaf, saya... dan kadang ditambah kata lembut di belakangnya seperti dalam patternMaaf ya.... Kamu bisa meniru kalimat seperti exampleMaaf, saya terlambat. atau exampleMaaf ya, saya tidak sengaja. atau exampleMaaf, saya salah.. Dalam percakapan, kata ini juga bisa diucapkan sendiri dengan nada menyesal, misalnya hanya maaf sambil menunduk setelah menabrak meja orang. Bentuk seperti not thisSaya maaf terlambat. tidak dipakai karena kata ini bukan keterangan yang diletakkan setelah pelaku, melainkan pembuka pengakuan salah yang diletakkan di depan kalimat.
Use maafsorry to admit you're at fault, and put it first. In English you can say *I am sorry*, built around yourself, but here you open with the admission and then explain what you did. The natural shape is patternMaaf, saya...Sorry, I..., sometimes softened as patternMaaf ya...Sorry.... So you can say exampleMaaf, saya terlambat.Sorry, I'm late. or exampleMaaf, saya salah.Sorry, my mistake. You can even say just maafsorry on its own with a regretful tone, like after bumping someone's table. Don't say not thisSaya maaf terlambat.I'm sorry I'm late. — it puts the apology in the wrong place, after the speaker instead of at the front where the admission belongs.
Kata maaf dipakai untuk membuka percakapan dengan sopan sebelum kamu lewat, menyela, atau bertanya. Susunannya selalu di depan, lalu diikuti izin atau pertanyaan. Pola yang paling aman untuk ditiru adalah patternMaaf, boleh saya...?. Kamu bisa memakai kalimat seperti exampleMaaf, boleh saya lewat? ketika jalan tertutup orang, atau exampleMaaf, boleh saya bertanya? ketika kamu ingin menghentikan orang untuk menanyakan sesuatu, atau exampleMaaf, permisi sebentar. ketika kamu perlu menyela dengan sopan. Kata ini diucapkan dengan nada ramah dan jelas menghadap orangnya, bukan di akhir kalimat. Bentuk seperti not thisBoleh saya maaf bertanya? tidak dipakai karena kata sopan pembuka ini harus berada paling depan sebelum permintaan izin.
Use maafexcuse me as a polite opener when you need to get past, cut in, or ask something. It always goes first, then your permission or question, said warmly and facing the person. The safest shape to copy is patternMaaf, boleh saya...?Excuse me, may I...?. Say exampleMaaf, boleh saya lewat?Excuse me, may I get by? when people are blocking your way, or exampleMaaf, boleh saya bertanya?Excuse me, may I ask something? to stop someone for a question. Don't tuck it at the end like not thisBoleh saya maaf bertanya?May I excuse-me ask?, which doesn't work because the opener has to lead.
Kata maaf di sini adalah benda yang bisa diminta dan bisa diberi, yaitu bebas dari hukuman atau rasa marah karena sebuah kesalahan. Susunannya tidak berdiri sendiri, melainkan selalu ditemani kata kerja di depannya. Pola yang perlu kamu hafal adalah patternmeminta maaf untuk orang yang bersalah dan patternmemberi maaf untuk orang yang melepaskan kesalahan itu. Kamu bisa meniru kalimat seperti exampleDia meminta maaf kepada ibu. atau exampleSaya memberi maaf kepada dia. atau exampleKami sudah mendapat maaf dari bapak.. Tanpa kata kerja pendamping itu kalimat menjadi tidak lengkap, jadi bentuk seperti not thisDia maaf kepada ibu. tidak dipakai karena harus ada kata kerja yang menunjukkan meminta atau memberi.
In English you can just *forgive*, but here maafforgiveness is a thing, not an action. Think of it as freedom from anger or punishment that can be asked for and handed over. That means it never stands alone. It always needs a verb in front of it to show which direction it is moving. The guilty person uses patternmeminta maafto ask for forgiveness, and the person letting the mistake go uses patternmemberi maafto give forgiveness. You can imitate exampleDia meminta maaf kepada ibu.He asked his mother for forgiveness. or exampleSaya memberi maaf kepada dia.I forgave him. Without that helping verb the sentence feels unfinished to an Indonesian ear, so not thisDia maaf kepada ibu.He forgiveness to mother. simply isn't used.
Untuk perbuatan memasukkan makanan ke mulut lalu mengunyah dan menelan, kata ini dipakai sebagai kata kerja utama dalam kalimat. Susunan yang paling wajar adalah pelaku di depan, lalu kata ini, lalu nama makanan kalau perlu disebut. Polanya bisa diingat sebagai patternpelaku + makan + makanan. Bila makanannya sudah jelas dari keadaan, nama makanan boleh tidak disebut dan kalimat tetap lengkap karena pendengar sudah paham yang dimakan adalah makanan. Perhatikan contoh yang memakai pola lengkap dengan nama makanan exampleSaya makan nasi setiap pagi dan contoh tanpa nama makanan ketika keadaan sudah jelas exampleAnak itu sedang makan. Kata ini juga sering muncul dengan keterangan waktu atau tempat sesudahnya, seperti pagi, siang, malam, di rumah, atau di kantin, tanpa mengubah susunan dasarnya, misalnya exampleKami makan di kantin siang ini. Bentuk makan inilah yang dipakai untuk makna ini, tanpa awalan tambahan, dan dapat didahului kata penunjuk waktu seperti sudah, sedang, atau akan untuk menunjukkan kapan perbuatan terjadi, misalnya exampleDia sudah makan.
For the simple act of putting food in your mouth, chewing and swallowing, use makanto eat as the main verb. It works just like English eat, with the doer first, then the verb, then the food if you need to name it: patternpelaku + makan + makanandoer + eat + food. When it is clear from the situation what is being eaten, you can leave the food out and the sentence is still complete, because everyone understands food is meant. Compare exampleSaya makan nasi setiap pagiI eat rice every morning with the shorter exampleAnak itu sedang makanThat child is eating. You can add when or where afterwards without changing that basic order, as in exampleKami makan di kantin siang iniWe eat in the canteen this afternoon. The form stays the same, with no extra prefix, and a time word placed before it shows when it happens, as in exampleDia sudah makanHe has already eaten.
Untuk menyatakan bahwa sesuatu yang terbatas menjadi berkurang atau habis karena dipakai, kata ini dipakai sebagai kata kerja yang menghubungkan pemakai dengan barang terbatas yang berkurang itu. Susunan yang wajar adalah hal yang memakai di depan, lalu kata ini, lalu nama barang terbatas yang habis itu, dan sering ditambah kata yang menunjukkan jumlah besar. Polanya bisa diingat sebagai patternhal yang memakai + makan + waktu, uang, atau tenaga. Barang terbatas itu biasanya bukan makanan, melainkan sesuatu seperti waktu, uang, bensin, atau tenaga. Perhatikan contoh examplePerjalanan jauh itu makan banyak waktu yang artinya waktu perjalanan itu panjang sampai waktu berkurang banyak, dan contoh exampleMobil tua itu makan banyak bensin yang artinya mobil itu menghabiskan bensin sampai cepat habis. Kata jumlah seperti banyak atau besar hampir selalu ikut untuk menegaskan bahwa yang habis itu tidak sedikit, misalnya exampleAcara itu makan banyak biaya. Bentuk yang dipakai untuk makna ini adalah makan tanpa awalan tambahan, berdiri di antara hal yang memakai dan barang yang habis.
In English you can say something eats up time or money, and Indonesian works exactly that way with makanuse up. Think of the user up front, then makanuse up, then the limited supply that gets smaller, usually with a word for a large amount to stress it wasn't just a little. That gives you patternhal yang memakai + makan + waktu, uang, atau tenagasomething that uses + use up + time, money, or energy. So examplePerjalanan jauh itu makan banyak waktuThe long journey takes a lot of time isn't about food at all, it means the trip drained a lot of time, and exampleMobil tua itu makan banyak bensinThat old car uses a lot of petrol means it burns through petrol until it's quickly gone.
Untuk menyatakan bahwa bagian mesin mau mencengkeram dan bekerja sebagaimana seharusnya, kata ini dipakai sebagai kata kerja yang menerangkan bagian mesin itu sendiri. Susunan yang wajar adalah nama bagian mesin di depan sebagai pelaku, lalu kata ini sesudahnya, dan kalimat sering memakai kata penjelas tentang bisa atau tidak. Polanya bisa diingat sebagai patternrem atau bagian mesin + makan atau tidak makan. Karena maknanya tentang mau bekerja atau tidak, kata ini sering muncul bersama kata sudah, belum, masih, atau tidak. Perhatikan contoh exampleRem sepeda itu tidak makan yang artinya rem itu ditekan tetapi tidak mencengkeram sehingga tidak berhenti, dan contoh exampleRem motornya sudah makan lagi yang artinya rem itu sekarang sudah mau mencengkeram dan bekerja kembali. Bentuk yang dipakai adalah makan tanpa awalan, dan tidak perlu menyebut benda lain sesudahnya karena yang diterangkan adalah keadaan bagian mesin itu sendiri.
When a brake just won't stop you even when you squeeze it, English says it doesn't work. Indonesian makes the brake itself the doer, with makanto grip right after it. Think of it as patternrem atau bagian mesin + makan atau tidak makanbrake or machine part + grips or doesn't grip. You'll almost always hear it with a word for can or can't, or for already, not yet, still, or not, because it's about whether the part is willing to do its job now. So exampleRem sepeda itu tidak makanthat bike brake doesn't grip means you pull it but it doesn't catch, you keep rolling. While exampleRem motornya sudah makan lagihis motorbike brake is gripping again means after a problem it's catching and working properly again. Use the plain form makanto grip with no prefix, and stop there. You don't add another thing after it, because you're describing the condition of that part itself.
Untuk perbuatan mengambil bidak lawan dalam permainan di atas papan sampai bidak itu keluar dari papan, kata ini dipakai sebagai kata kerja yang menghubungkan bidak yang mengambil dengan bidak yang diambil. Susunan yang wajar adalah bidak yang bergerak di depan, lalu kata ini, lalu bidak lawan yang diambil. Polanya bisa diingat sebagai patternbidak yang jalan + makan + bidak lawan. Pola ini dipakai saat bermain dan menceritakan langkah permainan. Perhatikan contoh exampleKuda makan pion yang artinya bidak kuda bergerak ke tempat pion lawan lalu pion itu diambil dan keluar dari papan, dan contoh exampleRaja makan benteng dengan susunan yang sama. Bentuk yang dipakai adalah makan tanpa awalan, berdiri di antara dua nama bidak.
In chess talk, where English uses takes, Indonesian uses makantakes on its own with no prefix, standing between the two pieces. The mover comes first, then that word, then the victim: patternbidak yang jalan + makan + bidak lawanmoving piece + takes + opponent's piece. So exampleKuda makan pionKnight takes pawn means the knight moves there and the pawn leaves the board, just like exampleRaja makan bentengKing takes rook.
Untuk menyatakan bahwa suatu bahan atau benda merusak dan menembus permukaan lain sampai permukaan itu luka atau berlubang, kata ini dipakai sebagai kata kerja yang menghubungkan bahan yang merusak dengan bagian yang rusak. Susunan yang wajar adalah nama bahan atau benda yang merusak di depan, lalu kata ini, lalu bagian tubuh atau permukaan yang rusak. Polanya bisa diingat sebagai patternbahan atau benda tajam + makan + kulit atau permukaan. Perhatikan contoh exampleCairan keras itu makan kulit tangannya yang artinya cairan itu merusak kulit sampai kulit terluka, dan contoh examplePeluru itu makan bahunya yang artinya peluru itu masuk ke bahu dan melukainya. Bentuk yang dipakai adalah makan tanpa awalan, berdiri di antara bahan yang merusak dan bagian yang rusak.
When a substance or sharp thing bites through a surface until that surface is wounded or pierced, Indonesian joins the culprit to the injury with makaneat, with no prefix, standing right between them. Think of it as patternbahan atau benda tajam + makan + kulit atau permukaansharp substance or thing + eat + skin or surface. The damaging stuff comes first, then makaneat, then the body part or surface that gets hurt. So exampleCairan keras itu makan kulit tangannyaThat harsh liquid ate into the skin of his hand means the liquid damaged the skin until it was hurt, and examplePeluru itu makan bahunyaThat bullet ate into his shoulder means the bullet went in and wounded his shoulder.
Untuk perbuatan mengambil uang atau harta milik bersama secara curang lalu memakai sendiri padahal bukan haknya, kata ini dipakai sebagai kata kerja dengan susunan pelaku di depan, lalu kata ini, lalu nama uang atau harta itu. Polanya bisa diingat sebagai patternpelaku + makan + uang milik bersama. Nama uang itu sering disertai penjelas pemiliknya, seperti uang kas, uang rakyat, atau uang perusahaan, untuk menegaskan bahwa uang itu milik bersama. Perhatikan contoh exampleBendahara itu makan uang kas yang artinya bendahara itu mengambil uang kas bersama untuk dipakai sendiri secara curang, dan contoh examplePejabat itu makan uang rakyat dengan susunan yang sama. Bentuk yang dipakai untuk makna ini adalah makan tanpa awalan tambahan. Bentuk not thismakanan tidak dipakai untuk makna ini karena bentuk itu adalah benda, bukan perbuatan mengambil secara curang, sehingga tidak dapat berdiri sebagai kata kerja dalam pola di atas.
In English you would never say someone eats money, but in Indonesian that image is exactly how you talk about stealing what belongs to everyone. Think makanto embezzle as pocketing it for yourself, dishonestly, when it was never your right. It works as a plain verb in a fixed order, which you can remember as patternpelaku + makan + uang milik bersamaa person + makan + shared money. First comes the person who does it, then the act, then the shared money or property. That money phrase often names whose it is, to stress that it belonged to the group. Like this: exampleBendahara itu makan uang kasThe treasurer embezzled the cash fund, meaning that treasurer secretly took the joint cash to use personally. The structure is the same here: examplePejabat itu makan uang rakyatThe official embezzled public money. Keep the verb plain. not thismakananfood will not work here because that is a thing, not the dishonest act, so it cannot stand as the verb in this pattern.
Kata ini hidup sebagai penanda waktu dalam kalimat, jadi posisinya biasanya sebagai keterangan waktu di awal atau di akhir kalimat, atau sebagai pokok kalimat ketika sedang membicarakan keadaan waktu itu. Susunan yang paling wajar adalah kata ini ditemani penunjuk waktu seperti penunjuk untuk waktu yang sedang berjalan, waktu yang sudah lewat, dan waktu yang akan datang, atau ditemani penghubung waktu yang artinya pada dan kata penegas untuk bagian hari. Pola yang bisa langsung dipakai adalah seperti dalam patternmalam ini dingin dan patternpada malam hari saya tidur, yaitu penanda waktu ditambah penjelasan tentang keadaan atau kegiatan. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu seperti exampleMalam ini langit gelap. dan exampleSaya tidur pada malam hari. dan exampleNanti malam kami pulang.. Untuk menyapa orang pada waktu itu dipakai susunan sapaan yang sudah tetap seperti dalam exampleSelamat malam!. Kata ini adalah bintangnya dan tidak perlu diberi imbuhan untuk makna ini, cukup dipakai dalam bentuk dasar seperti malam. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah seperti not thisdi malam saya tidur, karena untuk makna waktu yang gelap ini penutur asli tidak memakai penghubung tempat itu sendirian di depan kata ini, yang wajar adalah memakai penghubung waktu bersama penegas bagian hari atau memakai penunjuk waktu secara langsung.
malamnight lives as a time word, usually at the start or the end of a sentence as the when, or as the subject when you're talking about the night itself. Think of it in a simple frame like patternmalam ini dingintonight is cold or patternpada malam hari saya tidurI sleep at night — the time plus what's happening or what it's like. So you can just say exampleMalam ini langit gelap.Tonight the sky is dark. and exampleNanti malam kami pulang.Later tonight we're going home. and exampleSaya tidur pada malam hari.I sleep at night. For greeting someone then, there's a fixed phrase: exampleSelamat malam!Good evening! Good night! Use the plain form malamnight here, no affix needed. And don't translate English *at night* word-for-word as not thisdi malam saya tidurat night I sleep — on its own that little place-word doesn't work in front of it. Pair the time-word directly, or use the full time phrase as in the examples.
Kata ini hidup sebagai nama benda, yaitu bahan lunak yang dicairkan untuk menutup kain dalam pekerjaan membuat motif pada kain. Susunannya wajar sebagai pokok kalimat atau sebagai benda yang dikenai pekerjaan, sering berdampingan langsung dengan kata untuk pekerjaan kain itu atau mengikuti kata kerja yang artinya mencairkan dan memanaskan. Pola yang bisa langsung dipakai adalah seperti dalam patternmencairkan malam dan patternmalam untuk batik, yaitu kata kerja untuk menyiapkan bahan diikuti kata ini, atau kata ini diikuti penjelasan gunanya. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu seperti exampleIbu mencairkan malam untuk membatik. dan exampleMalam itu menutup kain supaya warna tidak masuk.. Kata ini adalah bintangnya dalam bentuk dasar seperti malam, dan imbuhan tidak menentukan makna ini. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna bahan ini adalah seperti not thismemalam kain, karena penutur asli tidak memakai bentuk berimbuhan itu untuk menyatakan memakai bahan penutup kain, yang wajar adalah memakai susunan kata kerja biasa diikuti kata ini sebagai bendanya.
This malamwax is a thing, not an action — the soft material that gets melted to block out parts of the cloth. You'll usually find it right where you'd expect a thing: as the subject doing the covering, or as the object being melted and heated. It likes to sit next to the work it’s for, either after a preparing verb as in patternmencairkan malammelting the wax, or with its purpose stated after it as in patternmalam untuk batikwax for batik. That gives you two ready-made sentences to copy, like exampleIbu mencairkan malam untuk membatik.Mother melts the wax to make batik. and exampleMalam itu menutup kain supaya warna tidak masuk.That wax covers the cloth so the color doesn't get in. Keep it in its simple base form. Don't try to turn it into a verb for applying it — a form like not thismemalam kainwaxing the cloth isn't how native speakers say it. Just use an ordinary verb and keep this word as the thing being used.
Kata ini dipakai ketika penutur sedang memilih dan ketika penutur sedang menanyakan tempat, dan susunannya selalu menunjukkan pilihan atau tempat itu. Untuk memilih benda atau orang, susunan yang paling sering terdengar adalah kata benda diikuti kata ini, atau kata ini didahului oleh kata yang, sehingga terdengar sebagai satu kesatuan pertanyaan tentang pilihan. Susunan itu hidup di awal atau di tengah kalimat tanya, lalu sering ditutup dengan penjelasan lanjutannya. Perhatikan kalimat exampleSepatu yang mana yang kamu pakai besok? yang menanyakan pilihan dari beberapa sepatu, dan kalimat exampleKucing mana yang sakit itu? yang menanyakan pilihan dari beberapa kucing. Polanya dapat diingat sebagai patternyang mana + keterangan lanjutan dan patternkata benda + mana. Untuk menanyakan tempat, kata ini tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu didahului kata depan tempat sehingga membentuk kesatuan yang menanyakan lokasi, tujuan, atau asal. Perhatikan kalimat exampleIbu sekarang ada di mana? untuk menanyakan lokasi, kalimat exampleKamu mau pergi ke mana sore ini? untuk menanyakan tujuan, dan kalimat exampleKamu datang dari mana tadi pagi? untuk menanyakan asal. Polanya dapat diingat sebagai patterndi mana untuk lokasi, patternke mana untuk tujuan, dan patterndari mana untuk asal. Bentuk seperti not thisMana kamu tinggal? terdengar janggal bagi penutur karena untuk menanyakan tempat tinggal perlu kata depan tempat di depannya, sehingga yang wajar adalah exampleKamu tinggal di mana?.
English puts *which* and *where* first, but this word rarely works that way. For a choice from a group, it clings to the noun it is asking about, as patternkata benda + mananoun + mana or as patternyang mana + keterangan lanjutanwhich one + further details. That whole unit can open the question or sit in the middle, with the rest of the sentence trailing after it, like in exampleSepatu yang mana yang kamu pakai besok?Which shoes will you wear tomorrow? and exampleKucing mana yang sakit itu?Which cat is the sick one?. For place it never stands alone. It must have a place preposition in front of it to form one unit: patterndi manawhere, at what place for location, patternke manato where for destination, and patterndari manafrom where for origin. So you ask exampleIbu sekarang ada di mana?Where is Mom now?, exampleKamu mau pergi ke mana sore ini?Where do you want to go this afternoon?, and exampleKamu datang dari mana tadi pagi?Where did you come from this morning?. Don't translate *where do you live* word-for-word as not thisMana kamu tinggal?Where do you live? — without that preposition it sounds off. It has to be exampleKamu tinggal di mana?Where do you live?
Kata ini dipakai untuk menanyakan keadaan atau untuk meragukan cara terjadinya sesuatu, dan susunannya selalu membuka kalimat dengan rasa heran, rasa tidak percaya, atau rasa ingin tahu tentang proses. Susunan yang paling hidup adalah kata ini diletakkan paling depan, langsung diikuti kata yang menyatakan kemungkinan atau pengetahuan, lalu diikuti sisa kejadian yang diragukan. Perhatikan kalimat exampleMana bisa dia datang kalau jalannya banjir? yang meragukan cara dia bisa datang, dan kalimat exampleMana mungkin anak kecil itu mengangkat meja besar? yang menyatakan rasa tidak percaya tentang caranya. Polanya dapat diingat sebagai patternMana bisa + kejadian dan patternMana mungkin + kejadian. Ada juga susunan depan yang dipakai untuk menyatakan tidak tahu tentang cara atau keadaan, seperti dalam kalimat exampleMana saya tahu cara membuat kue itu? yang berarti penutur tidak mengetahui prosesnya. Susunan seperti not thisBisa mana dia lari cepat? tidak dipakai penutur karena kata ini harus ada di paling depan sebagai pembuka rasa heran, sehingga yang wajar adalah exampleMana bisa dia lari cepat?.
This use isn't asking for information, it's throwing up your hands at how something could possibly happen. It always opens the sentence with surprise or disbelief, then goes straight to a word about possibility or knowing, then the event you doubt. In English think *How could...?*, *How is that possible...?* or *How would I know...?* So exampleMana bisa dia datang kalau jalannya banjir?How could he come if the road is flooded? doubts the way he could come, and exampleMana mungkin anak kecil itu mengangkat meja besar?How could a small child lift a big table? says you just don't believe it. You can remember them as patternMana bisa + kejadianHow could + an event happen and patternMana mungkin + kejadianHow is it possible that + an event happened. The same opening also says you don't know the process, as in exampleMana saya tahu cara membuat kue itu?How would I know how to make that cake? Word order is fixed. not thisBisa mana dia lari cepat?How could he run fast? doesn't work because the disbelief has to come first, so it has to be exampleMana bisa dia lari cepat?How could he run fast?
Kata ini dipakai sebagai kata benda untuk menyebut tenaga gaib yang dipercaya diam di dalam orang, hewan, tumbuhan, atau benda, yang dapat mendatangkan kebaikan bila dirawat dan keburukan bila diabaikan menurut kepercayaan di kepulauan Pasifik. Sebagai kata benda, susunannya sama seperti benda lain, yaitu dapat menjadi pokok kalimat, dapat menjadi pelengkap setelah kata kerja, dan dapat diterangkan dengan kata sifat atau kata penunjuk. Perhatikan kalimat exampleMereka percaya mana tinggal di dalam batu besar itu. di mana kata ini menjadi pokok kalimat, dan kalimat exampleTetua itu merawat mana dengan doa dan sesaji. di mana kata ini menjadi pelengkap setelah kata kerja. Polanya dapat diingat sebagai patternmana + keterangan tempat dan patternmerawat mana. Untuk menyatakan jumlah atau kepemilikan, susunannya memakai kata bilangan atau kata milik di sekitarnya, seperti dalam kalimat exampleDesa itu menjaga mana yang kuat..
This noun names a sacred power believed to live inside a person, animal, plant, or object, which brings good when it is cared for and harm when it is ignored in Pacific belief. For an English ear it helps to think of it simply as a thing, like *power*, not as a verb or description. Because it is an ordinary noun, it behaves like one. It can be the subject of a sentence, as in exampleMereka percaya mana tinggal di dalam batu besar itu.they believe mana lives inside that big stone, where the pattern is patternmana + keterangan tempatmana plus a place description. It can also come after a verb as the thing being cared for, as in exampleTetua itu merawat mana dengan doa dan sesaji.the elder tends mana with prayer and offerings, which you can remember as patternmerawat manato tend mana. It can also be described like other things, for example with an adjective showing what kind it is, as in exampleDesa itu menjaga mana yang kuat.that village guards the strong mana.
Kata ini dipakai sebagai kata benda untuk menyebut makanan khusus yang dipercaya dikirim dari langit untuk bangsa Israel selama perjalanan panjang mereka di padang gurun yang kering dalam kisah kitab suci. Sebagai kata benda, susunannya sama seperti nama makanan lain, yaitu dapat menjadi pokok kalimat, dapat menjadi pelengkap setelah kata kerja makan atau memberi, dan dapat diterangkan dengan kata sifat atau keterangan asal. Perhatikan kalimat exampleMana turun setiap pagi di sekitar perkemahan mereka. di mana kata ini menjadi pokok kalimat, dan kalimat exampleMereka mengumpulkan mana sebelum matahari panas. di mana kata ini menjadi pelengkap setelah kata kerja. Polanya dapat diingat sebagai patternmengumpulkan mana dan patternmana dari langit. Untuk menerangkan sifatnya, penutur menambahkan keterangan setelahnya, seperti dalam kalimat exampleMana itu putih dan manis rasanya..
It is the special food believed to be sent from the sky for the people of Israel during their long journey through the dry wilderness, and in Indonesian it works just like any other food name. It can open a sentence as the subject, as in exampleMana turun setiap pagi di sekitar perkemahan mereka.Manna came down every morning around their camp. It can follow a verb as the thing gathered or eaten, as in exampleMereka mengumpulkan mana sebelum matahari panas.They gathered manna before the sun got hot. Just remember it as patternmengumpulkan managathering manna and patternmana dari langitmanna from heaven. To say what it was like, you add description after it, as in exampleMana itu putih dan manis rasanya.That manna was white and sweet to taste.
Kata ini dipakai untuk menyebut satu orang sebagai makhluk yang hidup, bisa berpikir, merasa, dan bicara. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi kata benda yang berdiri sendiri sebagai pelaku atau sebagai topik yang dibicarakan, sering di awal kalimat sebelum kata kerja atau kata sifat, atau sesudah kata penunjuk jumlah yang umum untuk orang. Pola yang wajar antara lain seperti patternmanusia + kata kerja dan patternseorang manusia dan patternmanusia itu. Karena itu pelajar bisa langsung memakai manusia di posisi pelaku, lalu diikuti apa yang dilakukan atau seperti apa keadaannya, misalnya dalam kalimat exampleManusia perlu makan dan minum setiap hari. dan dalam kalimat exampleSeorang manusia sedang berjalan di taman. dan dalam kalimat exampleManusia itu tersenyum kepada saya.. Kata ini juga bisa muncul sesudah kata depan untuk menerangkan tentang siapa sesuatu dibuat, seperti dalam kalimat exampleRumah ini dibuat untuk manusia.. Untuk makna ini bentuk tunggal manusia sudah cukup dan tidak perlu diberi akhiran khusus, cukup diucapkan apa adanya di dalam susunan itu. Perlu diingat ada susunan yang terdengar tidak wajar untuk menghitung orang sehari-hari, yaitu not thistiga manusia, karena untuk menyebut jumlah orang dalam percakapan biasa dipakai kata orang seperti dalam kalimat exampleAda tiga orang di kelas., sedangkan manusia dipakai untuk bicara tentang orang sebagai makhluk secara umum.
Use manusiaa human being when you mean a single person as a living creature who can think, feel, and speak. It works on its own as a noun, usually as the doer or the topic you are talking about, early in the sentence before a verb or description, as in patternmanusia + kata kerjaa human being + verb. You can also introduce one person with patternseorang manusiaa human being or point to someone already known with patternmanusia ituthat human being, then just say what they do or what they are like: exampleManusia perlu makan dan minum setiap hari.A human being needs to eat and drink every day. exampleSeorang manusia sedang berjalan di taman.A human being is walking in the park. exampleManusia itu tersenyum kepada saya.That human being smiled at me. It can also come after a preposition to say who something is for, as in exampleRumah ini dibuat untuk manusia.This house was made for human beings. For this meaning the plain singular manusiaa human being is enough, with no special ending. Just as in English you would not normally count with “three humans,” not thistiga manusiathree human beings sounds odd for everyday counting. For numbers use orangperson, as in exampleAda tiga orang di kelas.There are three people in the class., and save manusiaa human being for talking about a person as a creature in general.
Kata masalah dipakai untuk menyebut hal sulit yang harus dicari jalan keluarnya, misalnya pekerjaan yang belum selesai atau sesuatu yang tidak berjalan seperti biasa. Dalam kalimat kata ini berperan sebagai benda, jadi tidak bisa langsung dipakai untuk menceritakan perbuatan. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah dengan kata yang menunjukkan keberadaan atau kepemilikan di depannya, seperti dalam pola patternada masalah dan patternpunya masalah, lalu setelahnya bisa ditambah keterangan tentang hal sulit itu dengan kata dengan. Karena itu pelajar bisa lebih dulu mengingat polanya, baru mengisi bagian sulitnya. Contohnya kalimat exampleSaya punya masalah dengan PR saya yang artinya ada PR yang sulit dan belum selesai sehingga perlu dicari jalan keluarnya, dan kalimat exampleAda masalah dengan air di rumah yang artinya air tidak mengalir atau tidak bisa dipakai seperti biasa. Bentuk yang perlu dihindari adalah not thisSaya masalah karena susunan itu terasa kosong dan tidak lengkap bagi penutur asli, kata masalah sebagai benda perlu didahului kata seperti ada atau punya supaya jelas bahwa hal sulit itu ada pada seseorang atau di suatu tempat.
masalahproblem is a thing — a difficult thing you need to find a way out of, like unfinished work or something not running as it should. In English as in Indonesian, it is a noun, so you cannot use it on its own to describe what you are doing. Think first of the frame that says the difficult thing exists, then fill in what it is. That frame is patternada masalahthere is a problem or patternpunya masalahhave a problem, with more detail added after with with. So you can imitate exampleSaya punya masalah dengan PR sayaI have a problem with my homework, where some homework is hard and unfinished, and exampleAda masalah dengan air di rumahThere is a problem with the water at home, where the water will not flow or cannot be used normally. Do not say not thisSaya masalahI problem. To an Indonesian ear that feels empty and unfinished — as a noun, masalahproblem needs a word like is-there or have in front of it to make clear that the difficult thing exists for someone or somewhere.
Kata ini hidup di depan kata kerja atau kata sifat, sesudah orang atau benda yang diceritakan. Susunannya selalu orang atau benda itu dulu, lalu kata ini, lalu kegiatan atau keadaan yang terus berjalan sampai sekarang. Polanya bisa diingat seperti patternmasih + kata kerja atau patternmasih + kata sifat. Kata yang dipelajari di sini adalah masih. Dalam kalimat exampleAnak itu masih tidur. terlihat susunan itu dengan jelas, anak itu sebagai orangnya, lalu kata ini, lalu tidur sebagai kegiatan yang belum berhenti. Contoh lain dengan keadaan adalah exampleTeh ini masih panas. yang artinya panasnya terus ada sampai sekarang. Untuk bertanya pun susunannya sama, kata ini tetap di depan kata kerja seperti dalam exampleKamu masih bekerja di sana?. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menaruh kata ini di paling belakang seperti dalam not thisAnak itu tidur masih. karena penutur asli selalu menaruhnya sebelum kegiatan atau keadaan yang terus berlangsung, bukan sebagai penutup kalimat.
English lets still wander around a sentence, but this word has one fixed home. masihstill means something hasn't stopped yet, and it sits after the person or thing you're talking about and directly in front of the verb or adjective that is still true. Think patternmasih + kata kerjastill + verb or patternmasih + kata sifatstill + adjective. So exampleAnak itu masih tidur.That child is still sleeping. puts the ongoing action right after it, and exampleTeh ini masih panas.This tea is still hot. does the same with a state that continues until now. Questions keep the same order, with it still before the verb: exampleKamu masih bekerja di sana?Do you still work there? Don't leave it trailing at the end, like in not thisAnak itu tidur masih.That child is still sleeping., which sounds wrong because native speakers always put it before what is still going on.
Kata ini hidup di tengah kalimat untuk menerangkan jumlah yang tersisa, dan susunannya selalu diikuti kata yang menerangkan jumlah atau kepemilikan seperti ada, banyak, sedikit, atau punya. Polanya bisa diingat seperti patternmasih ada atau patternmasih banyak atau patternmasih punya. Kata yang dipelajari di sini adalah masih. Dalam kalimat exampleNasinya masih banyak. terlihat susunan itu dengan jelas, nasinya sebagai bendanya, lalu kata ini, lalu banyak yang menerangkan sisanya belum habis. Contoh lain adalah exampleSaya masih punya uang. yang artinya sebagian uang belum dipakai dan sekarang ada di tangan. Contoh lain lagi adalah exampleDi botol itu masih ada air. yang memberitahu pendengar bahwa airnya belum habis. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah berhenti hanya sampai kata ini tanpa penjelasan jumlah seperti dalam not thisNasinya masih. karena kalimat terasa menggantung dan pendengar menunggu ada kata banyak, sedikit, atau ada sesudahnya untuk melengkapkan arti sisa itu.
English lets you stop at "still" — *there's still rice* is complete. This masihstill doesn't work like that. Here it means some is left over, not used up. It lives in the middle of the sentence, and it has to be finished with a word that says what is left, in patterns like patternmasih adathere is still or patternmasih banyakthere is still a lot or patternmasih punyastill have. So in exampleNasinya masih banyak.There is still a lot of rice. you get the thing, then this word, then the amount that hasn't run out. Same idea in exampleSaya masih punya uang.I still have money. — some of the money is unspent and in your hand — and in exampleDi botol itu masih ada air.There is still water in that bottle. — the water isn't finished. Don't stop at the word itself, like not thisNasinya masih.The rice is still.. To an Indonesian ear that hangs in the air, waiting for the amount that comes after it.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah orang sebagai pelaku lalu kata masuk lalu tempat yang dituju, biasanya dengan kata depan patternSubjek + masuk + ke + ruangan. Tempat itu selalu ruangan yang punya pintu dan batas dalam luar seperti kamar, rumah, kelas, atau toko. Contohnya bisa ditiru langsung exampleDia masuk ke kamar. atau exampleIbu masuk ke rumah.. Kata depan ke boleh hilang kalau tempatnya sudah jelas dari keadaan, misalnya sambil menunjuk pintu orang berkata exampleSilakan masuk. atau exampleAyo masuk.. Bila ingin lebih sopan dan lengkap, tempatnya disebut lagi seperti dalam exampleTamu itu masuk ke ruang tamu.. Yang perlu dihindari adalah menambah arah yang bertentangan, seperti not thisDia keluar masuk ke kamar. kalau maksudnya hanya satu gerakan dari luar ke dalam, karena pendengar akan bingung apakah orangnya di luar atau di dalam.
For this meaning think of a person stepping through a door from outside to inside. The natural order is the person first, then masukto go in, to come in, then the room, usually with keto in between, as in patternSubjek + masuk + ke + ruangansomeone comes in to a room. That destination has to feel like an inside with walls and a door, a bedroom or house or classroom or shop, which is why you can just copy exampleDia masuk ke kamar.She went into the bedroom. or exampleTamu itu masuk ke ruang tamu.That guest came into the living room. Where English leans on *into*, Indonesian leans on that little keto to point to the inside. When everyone can already see the door you are pointing at, you can drop the destination and keto drops with it, just exampleSilakan masuk.Please come in. or exampleAyo masuk.Let's go in. Don't add a second, opposite direction to one single step inside, like not thisDia keluar masuk ke kamar.He goes out and in to the bedroom., because a listener will no longer know if the person is outside or inside.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah orang sebagai pelaku lalu kata masuk tanpa kata depan tempat, sering ditambah keterangan waktu atau tempat kerja, dengan pola patternSubjek + masuk + keterangan hari atau tempat kerja. Maksudnya orang itu datang dan ada di tempatnya untuk bekerja atau belajar hari itu. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleHari ini saya masuk. dan exampleBesok anak-anak masuk sekolah.. Untuk menyatakan tidak ada, cukup tambah kata tidak atau belum di depan kata itu seperti dalam exampleAyah tidak masuk kantor. atau exampleAdik belum masuk sekolah karena sakit.. Bentuk ini tidak memakai kata depan ke sesudahnya, jadi hindari susunan seperti not thisHari ini saya masuk ke sekolah untuk hadir. kalau maksudnya hanya menyatakan hadir hari itu, karena tambahan itu membuat kalimat terdengar seperti sedang berjalan lewat pintu, bukan menyatakan kehadiran.
English needs "go to work" or "go to school" to say you showed up that day. Indonesian just uses masukbe in, show up for work or school on its own, with no word for to. You say who, then masukbe in, show up for work or school, then when or where, as in patternSubjek + masuk + keterangan hari atau tempat kerjasubject + masuk + day or workplace detail. So exampleHari ini saya masuk.I'm in today. simply means you're there, working or studying. exampleBesok anak-anak masuk sekolah.The kids have school tomorrow. means they have a school day tomorrow. To say someone is absent you just put the word for not or not yet in front, like in exampleAyah tidak masuk kantor.Dad is out of the office. and exampleAdik belum masuk sekolah karena sakit.My younger sibling is out of school because they're sick. Don't add keto, into after it for this meaning. not thisHari ini saya masuk ke sekolah untuk hadir.Today I enter into the school to be present. sounds like you're describing walking through the doorway, not that you're on duty that day.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah nama benda atau orang sebagai subjek lalu kata masuk lalu nama daftar atau kelompoknya, dengan pola patternNama + masuk + nama daftar atau kelompok. Maksudnya nama itu sudah tercatat di dalam daftar, tidak perlu bergerak ke mana mana. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleNama saya masuk daftar hadir. dan exampleLagu itu masuk lima besar.. Kadang kata depan ke dalam atau dalam dipakai untuk menegaskan, seperti dalam exampleBiaya itu masuk dalam hitungan kami.. Pelajar bisa memakai pola ini untuk nomor, nama, atau judul apa pun yang ada dalam urutan. Yang perlu dihindari adalah memakai bentuk yang seolah orangnya berjalan, seperti not thisNama saya masuk ke daftar hadir ke ruangan., karena untuk makna daftar cukup menyebut nama daftarnya saja tanpa ruangan.
English says a name *is on* a list, Indonesian says it masukis included — nothing actually walks anywhere, the name is just already counted inside. The natural order is patternNama + masuk + nama daftar atau kelompoka name + is included + name of a list or group, so you just name the thing and then the list it belongs to, as in exampleNama saya masuk daftar hadir.My name is on the attendance list. and exampleLagu itu masuk lima besar.That song made the top five. You can use this for any number, name, or title that shows up in a ranking or total. Sometimes you will see ke dalaminto or dalamin added for emphasis, as in exampleBiaya itu masuk dalam hitungan kami.That cost is included in our calculation. Do not add movement to it, like not thisNama saya masuk ke daftar hadir ke ruangan.My name goes into the attendance list into the room. — for a list, just name the list itself.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah orang sebagai subjek lalu kata masuk langsung diikuti nama kelompok resminya, dengan pola patternSubjek + masuk + nama kelompok resmi. Kelompok itu biasanya punya aturan keanggotaan seperti perkumpulan, pasukan, agama, atau status warga. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleKakak masuk tentara tahun lalu. dan exampleBeliau masuk Islam.. Contoh lain untuk status resmi adalah exampleKeluarga itu masuk warga negara Indonesia.. Tidak perlu kata depan ke di depan nama kelompoknya dalam pemakaian sehari hari. Hindari susunan yang membuat seolah hanya mampir sebentar seperti not thisDia masuk ke tentara ke ruangan., karena makna ini tentang pindah status menjadi anggota yang diakui, bukan tentang melangkah lewat pintu.
In English you switch verbs — you *join* the army, you *convert to* a religion, you *become* a citizen. In Indonesian it's all masukto join, with the person first and then the official group name right after, in the pattern patternSubjek + masuk + nama kelompok resmisubject + masuk + official group name. So you can imitate exampleKakak masuk tentara tahun lalu.My older brother joined the army last year. and exampleBeliau masuk Islam.He converted to Islam., or for official citizen status, exampleKeluarga itu masuk warga negara Indonesia.That family became Indonesian citizens. Notice there's no keto in front of the group in everyday use. Don't add the English instinct for *into*. And avoid something like not thisDia masuk ke tentara ke ruangan.He walked into the army into the room., which sounds like just stepping through a door for a moment. This use is about changing status to become a recognized member.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah orang sebagai pelaku lalu kata masuk lalu nama kegiatan yang diikuti bersama orang lain, dengan pola patternSubjek + masuk + nama kegiatan. Maksudnya orang itu ambil bagian dalam kegiatan itu dari awal sampai selesai. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleDia masuk ujian jam delapan. dan examplePemuda itu masuk perang membela kampungnya.. Contoh lain yang sering dipakai adalah exampleTim kami masuk lomba lari.. Kegiatan di sini selalu ada pesertanya dan ada prosesnya, bukan ruangan dan bukan keanggotaan tetap. Hindari menambah kata arah ruangan seperti dalam not thisDia masuk ke ujian ke kamar. kalau maksudnya ikut sebagai peserta, karena tambahan tempat itu mengaburkan maksud ikut sertanya.
Think of English *enter a race*, not *go into a room*. That is what masukto take part does here — a person joins an activity alongside others and sees it through from start to finish. The natural shape is patternSubjek + masuk + nama kegiatanSubject + take part in + name of activity, with the activity named directly after masukto take part, as in exampleDia masuk ujian jam delapan.She took the exam at eight. and examplePemuda itu masuk perang membela kampungnya.That young man went to war to defend his village. You can use the same shape for a contest, like exampleTim kami masuk lomba lari.Our team entered the running race. The key is that what follows is an event with fellow participants and a process, so name it cleanly and do not add a place destination as you would for walking inside. not thisDia masuk ke ujian ke kamar.He entered into the exam into the room. blurs the point — it sounds like movement, not participating as a contender.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah benda yang berpindah sebagai subjek lalu kata masuk, dengan pola patternUang atau surat + sudah atau belum + masuk. Pelakunya bukan orang yang berjalan, melainkan gaji, transfer, pembayaran, pesan, atau surat yang sampai dan sekarang bisa dipakai atau dibaca. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleGaji sudah masuk. dan exampleUang seratus ribu masuk ke rekening saya.. Untuk surat atau pesan contohnya exampleSurat dari sekolah sudah masuk.. Kata sudah dan belum sangat sering dipakai untuk menanyakan status sampainya, seperti dalam exampleUangnya belum masuk?. Hindari membuat orang sebagai subjeknya seperti dalam not thisSaya masuk uang ke rekening. kalau maksudnya uangnya sudah sampai, karena untuk makna ini yang diletakkan di depan justru uang atau suratnya.
In English you'd say *I* sent the money, but for this meaning Indonesian puts the money itself up front. The salary, the transfer, the message is the subject, then masukarrive, be received — it's arrived and you can now use it or read it. Think patternUang atau surat + sudah atau belum + masukmoney or a letter + already / not yet + arrived , like exampleGaji sudah masuk.The pay is in. That's the natural way to say your pay has hit your account. Same idea with exampleUang seratus ribu masuk ke rekening saya.A hundred thousand rupiah came into my account. and for mail with exampleSurat dari sekolah sudah masuk.The letter from the school has come in. You'll hear this a lot as a status check: exampleUangnya belum masuk?The money hasn't come in yet? So don't make the person the subject when you mean it has arrived, as in not thisSaya masuk uang ke rekening.I put money into the account. Put the money or the letter first.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah orang sebagai pelaku lalu kata masuk lalu kata depan ke diikuti nama tempat yang terkunci seperti akun, aplikasi, atau sistem, dengan pola patternSubjek + masuk + ke + akun atau aplikasi. Maksudnya orang itu membuka kunci dengan nama pengguna dan kata sandi supaya bisa memakai layanan di ponsel atau komputer. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya tidak bisa masuk ke akun saya. dan exampleSilakan masuk ke aplikasi dulu.. Untuk menyatakan keadaan sudah terbuka, polanya cukup exampleSaya sudah masuk. setelah menyebut aplikasinya sebelumnya. Hindari memakai susunan tanpa tujuan yang jelas seperti not thisSaya masuk kata sandi. kalau maksudnya membuka akun, karena pendengar perlu tahu masuk ke mana, bukan apa yang diketik.
English *log in* is masukto log in with a destination. You put the person first, then masukto log in, then keto plus the locked place — an account, app, or system — as in patternSubjek + masuk + ke + akun atau aplikasisubject + log in + to + account or app. That keto part is essential because listeners need to hear *in to where*, not what you typed. So imitate exampleSaya tidak bisa masuk ke akun saya.I can't log in to my account. and exampleSilakan masuk ke aplikasi dulu.Please log in to the app first. Once you've already named the app, you can just describe the state as open with exampleSaya sudah masuk.I'm already logged in. Don't drop the destination, as in not thisSaya masuk kata sandi.I enter the password., when you mean opening the account.
Makna ini hidup dalam susunan yang sangat sederhana untuk menyatakan apa yang sedang diinginkan saat ini. Polanya biasanya orang yang menginginkan lalu diikuti kata ini lalu diikuti apa yang diinginkan, bisa berupa benda atau perbuatan, seperti dalam pola patternSaya mau + kata kerja atau kata benda. Kata bintangnya adalah mau dan bentuk ini tidak perlu diberi imbuhan apa pun. Bila yang diinginkan berupa benda, benda itu langsung diletakkan sesudahnya tanpa kata penghubung, misalnya exampleSaya mau kopi atau exampleDia mau air putih. Bila yang diinginkan berupa perbuatan, kata kerja langsung diletakkan sesudahnya juga tanpa kata penghubung, misalnya exampleSaya mau makan atau exampleAnak itu mau tidur. Untuk bertanya tentang keinginan orang lain susunan yang sama dipakai dengan nada tanya, misalnya exampleKamu mau teh atau kopi?. Perlu dihindari bentuk seperti not thisSaya memaui kopi karena penutur asli tidak menambahkan imbuhan apa pun pada kata ini ketika menyatakan keinginan, cukup memakai bentuk dasar saja lalu langsung menyebut yang diinginkan.
To say what you want right now, use mauwant. Think person, then mauwant, then the thing wanted, as in patternSaya mau + kata kerja atau kata bendaI want + a verb or a noun. Unlike English, there is no extra word in between. Where you say want *to* do something, Indonesian just puts the verb straight after, with no connector and no change to either word, like exampleSaya mau makanI want to eat. The same goes for things. Just put the noun straight after, like exampleSaya mau kopiI want coffee. To ask someone else, keep the same order and just use question intonation, like exampleKamu mau teh atau kopi?Do you want tea or coffee? Always leave it in this plain base form. Don't add anything to it, so not thisSaya memaui kopiI want coffee is wrong — it sounds unnatural to a native speaker.
Makna ini hidup sebagai kata bantu di depan kata kerja untuk memberi tahu bahwa sesuatu akan terjadi sesudah waktu bicara. Susunannya adalah siapa atau apa yang akan mengalami kejadian itu lalu diikuti kata ini lalu diikuti kata kerja yang menceritakan kejadiannya, seperti dalam pola patternSubjek + mau + kata kerja. Kata yang menjadi bintang adalah mau dan dipakai dalam bentuk dasar tanpa imbuhan. Keterangan waktu yang menunjukkan masa sesudahnya sering ditambahkan di awal atau di akhir kalimat agar makin jelas, misalnya exampleKami mau pergi besok pagi atau examplePesawat mau lepas landas sebentar lagi. Susunan ini juga bisa dipakai untuk benda yang tidak hidup karena yang penting adalah kejadian sesudahnya, misalnya exampleHujan mau turun. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambahkan kata penghubung di antara kata bantu dan kata kerja, seperti not thisKami mau untuk pergi besok, karena dalam susunan yang wajar kata kerja langsung mengikuti kata bantu ini tanpa kata tambahan.
To say something will happen after right now, put mauwill right in front of the main verb, with whoever or whatever it will happen to first, like patternSubjek + mau + kata kerjasubject + mau + verb. It stays in this plain form, with nothing added to it, and the main verb follows it directly. You will often make it clearer with a time phrase at the start or end, as in exampleKami mau pergi besok pagiWe will go tomorrow morning or examplePesawat mau lepas landas sebentar lagiThe plane will take off in a moment. Because this is just about a later event, the subject does not have to be a person, so exampleHujan mau turunRain is about to fall works the same way. Do not put a linking word between the helper and the verb, like not thisKami mau untuk pergi besokWe will to go tomorrow. In English you need "to" in "will to go," but here the verb must touch mauwill directly.
Makna ini hidup sebagai benda, yaitu isi hati yang mendorong seseorang. Karena maknanya adalah benda, kata bintangnya tampil dengan pembungkus yang menjadikannya benda, yaitu kemauan. Dalam kalimat kata ini bisa menjadi pelaku atau menjadi sesuatu yang dimiliki orang, dan sering diikuti pemilik seperti kemauanku atau kemauannya menurut pola patternkemauan + pemilik. Contoh pemakaian yang wajar adalah exampleKemauannya kuat untuk belajar atau exampleKemauan ayah harus dihormati. Kata ini juga bisa diterangkan dengan sifat, misalnya exampleDia punya kemauan besar. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna benda ini adalah memakai bentuk dasar tanpa pembungkus sebagai benda, seperti not thismau kuat, karena sebagai benda kata ini perlu tampil dalam bentuk berbungkus itu agar bisa menjadi pelaku kalimat atau sesuatu yang dimiliki.
This meaning lives as a thing, not an action — the drive inside the heart that pushes someone. In English you'd reach for a noun like *will*, and Indonesian does the same thing by wrapping the base into kemauanwill. Because it's a thing, it can do what things do in a sentence: be the subject, or be owned by someone. Ownership shows up right after it, in the shape patternkemauan + pemilikwill + owner, as in kemauankumy will or kemauannyahis will. So you can say exampleKemauannya kuat untuk belajarHis will to study is strong or exampleKemauan ayah harus dihormatiFather's will must be respected, and you can describe it like any other noun, as in exampleDia punya kemauan besarHe has a strong will. Don't strip off the wrapping and use the bare base as a noun, like not thismau kuatwant is strong. Without that noun form it can't work as a subject or as something possessed.
Kata ini dipakai ketika kamu ingin menegaskan bahwa sesuatu itu sungguh benar dan sungguh terjadi, jadi lawan bicara tidak ragu lagi. Rasa menegaskan ini selalu ikut di dalam kalimat, bukan sekedar tambahan yang bisa dipindah sembarangan. Susunan yang wajar dalam kalimat berita adalah subjek dulu, lalu memang, lalu kata yang ditegaskan, kata itu bisa kata kerja, kata sifat, atau keterangan yang menjelaskan keadaan. Polanya bisa ditiru seperti patternsubjek ditambah memang ditambah kata kerja atau kata sifat. Dengan susunan itu kamu bisa mengatakan exampleDia memang sakit kalau kamu ingin menegaskan bahwa sakitnya itu benar, bukan pura pura. Kamu juga bisa mengatakan exampleIni memang rumah saya untuk menegaskan bahwa rumah itu benar benar milikmu. Kalau kejadiannya sudah selesai, keterangannya tetap sesudah kata ini, misalnya exampleMereka memang sudah pulang. Dalam percakapan, kata ini juga bisa berdiri sendiri sebagai jawaban pendek yang menegaskan, misalnya ketika ditanya apakah sesuatu itu benar, kamu bisa menjawab exampleMemang dengan nada yakin. Bentuk yang tidak wajar adalah meletakkan kata ini di paling belakang seperti dalam not thisDia sakit memang, karena penegasannya harus datang sebelum kata yang ditegaskan, bukan sesudahnya, jadi pendengar akan merasa kalimat itu terbalik dan tidak selesai.
It's how you insist something is really true, so the other person stops doubting. Think of English *indeed*, but fixed in place. In Indonesian memangindeed always comes right before the word you're backing up, after the subject, like patternsubjek ditambah memang ditambah kata kerja atau kata sifatsubject plus memang plus a verb or adjective. So to insist the sickness is real, not faked, you say exampleDia memang sakitHe is indeed sick. To insist the house is truly yours, exampleIni memang rumah sayaThis is indeed my house. If it already happened, the time word still follows, as in exampleMereka memang sudah pulangThey have indeed already gone home. In conversation it can stand alone as a confident yes. Asked if something is true, you just answer exampleMemangIndeed. Don't move it to the end like English lets you do with *indeed*. not thisDia sakit memangHe sick indeed sounds backwards and unfinished to an Indonesian ear, because the stress has to arrive before what it stresses.
Kata ini dipakai untuk menyebut beberapa orang lain yang sedang dibicarakan bersama, bukan satu orang dan bukan lawan bicara. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul sebagai pelaku di awal kalimat, dengan pola seperti patternmereka + kata kerja. Contohnya bisa ditiru langsung exampleMereka tinggal di desa itu. atau exampleMereka makan bersama setiap malam.. Kata ini juga bisa muncul sesudah kata depan untuk menunjukkan kepada siapa perbuatan ditujukan, misalnya exampleSaya pergi bersama mereka. atau exampleHadiah ini untuk mereka.. Untuk menyatakan milik, kata ini diletakkan sesudah benda yang dimiliki, dengan pola seperti patternrumah mereka atau patternbuku mereka. Contoh lengkapnya adalah exampleIni rumah mereka. dan exampleSepeda mereka baru.. Bentuk yang terbalik seperti not thismereka rumah tidak dipakai untuk menyatakan milik, karena pemilik yang berupa kata ini harus diletakkan di belakang bendanya, bukan di depannya.
This word means they, several other people talked about together. You will most often meet it first in the sentence as the doer, in the shape patternmereka + kata kerjathey + verb, as in exampleMereka tinggal di desa itu.They live in that village. Where English changes to them and their, this word never changes shape. After words like with or for to show who something is aimed at, it is still the same, as in exampleSaya pergi bersama mereka.I go with them. and exampleHadiah ini untuk mereka.This gift is for them. For ownership it also stays the same, but it must come after the thing owned, in the shape patternrumah merekatheir house, as in exampleIni rumah mereka.This is their house. and exampleSepeda mereka baru.Their bicycle is new. Never reverse that order to not thismereka rumahtheir house — the owner always follows.
Kata ini dipakai sebagai perbuatan untuk memikirkan lalu menyusun sesuatu yang baru sebelum dibuat, misalnya rencana, model, aturan, atau bentuk barang. Pelakunya biasanya orang atau kelompok yang bekerja membuat rancangan itu, lalu diikuti oleh hasil yang dirancang. Susunannya adalah pelaku di depan, kata ini di tengah, dan hasil rancangan di belakang, seperti dalam pola patternpelaku + mereka + hasil rancangan. Contoh yang wajar adalah exampleArsitek itu mereka rumah kecil untuk keluarga muda. dan exampleTim itu mereka aturan baru untuk sekolah.. Kadang hasil rancangannya disebut lebih panjang, misalnya exampleIbu itu mereka gaun baru untuk acara pernikahan.. Bentuk seperti not thismerekakan baju baru tidak dianjurkan untuk makna ini, karena kata ini sendiri sudah lengkap sebagai kata kerja dan tidak perlu diberi tambahan lagi.
This verb is for thinking something through and putting it together before it is made, like a plan, a model, a rule, or the shape of an object. In English you would just say to design, and it works the same way here, with the person doing the designing first, this verb in the middle, and what gets designed last, as in patternpelaku + mereka + hasil rancangana person + mereka + the thing designed. So you can imitate exampleArsitek itu mereka rumah kecil untuk keluarga muda.The architect designed a small house for a young family. and exampleTim itu mereka aturan baru untuk sekolah.The team designed new rules for the school. The thing designed can be a little longer and still fit in the same place, as in exampleIbu itu mereka gaun baru untuk acara pernikahan.Mother designed a new dress for the wedding. Note that not thismerekakan baju barudesigning a new shirt is discouraged for this meaning, because the verb is already complete on its own and does not need that extra ending.
Kata ini dipakai sebagai perbuatan menghadirkan gambaran di dalam pikiran tentang sesuatu yang belum terlihat atau menebak apa yang akan terjadi nanti. Susunannya biasanya diawali oleh orang yang membayangkan, diikuti kata ini, lalu diikuti oleh hal yang digambarkan, seperti dalam pola patternsaya + mereka + hal yang digambarkan. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya mereka wajah kota ini sepuluh tahun lagi. dan exampleDia mereka apa yang akan terjadi besok.. Kalau yang dibayangkan berupa kejadian, sering disambung dengan kata penghubung, misalnya exampleKami mereka kalau liburan itu akan ramai.. Bentuk seperti not thismereka ke pasar kemarin tidak tepat untuk makna ini, karena makna ini selalu diikuti oleh gambaran di dalam pikiran, bukan oleh tempat tujuan pergi.
This use works like imagine, picturing something you can't see yet or guessing what will happen. You start with who is picturing, then this word, then what is pictured, as in patternsaya + mereka + hal yang digambarkanI imagine the thing pictured. You can imitate exampleSaya mereka wajah kota ini sepuluh tahun lagi.I imagine what this city will look like ten years from now. and exampleDia mereka apa yang akan terjadi besok.She imagines what will happen tomorrow. When what you picture is a whole event, it is often linked with a word meaning if, as in exampleKami mereka kalau liburan itu akan ramai.We imagine that the holiday will be crowded. not thismereka ke pasar kemarinimagine to the market yesterday is not right for this meaning, because this verb always needs a mental picture after it, not a place you go.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini meletakkan pelaku di depan, lalu kata kerja, lalu nama cairan di belakangnya. Pelaku biasanya orang yang haus, kata kerja tetap dalam bentuk dasar tanpa imbuhan tambahan, dan bagian belakangnya menjelaskan cairan apa yang masuk ke mulut lalu ditelan. Polanya bisa diingat sebagai patternpelaku + minum + nama cairan. Kata yang menjadi bintang di sini adalah minum dalam bentuk dasarnya, karena bentuk dasar itu saja sudah cukup untuk menyatakan perbuatan meneguk. Misalnya dalam kalimat exampleSaya minum air setiap pagi. terlihat siapa yang berbuat, apa perbuatannya, dan apa yang diteguk. Contoh lain yang sangat biasa dipakai adalah exampleAnak itu minum susu sebelum tidur. dan exampleKami minum teh hangat di rumah.. Untuk benda yang memang cair dan diteguk langsung dari gelas atau cangkir, susunan ini selalu terdengar wajar oleh penutur asli. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah memakai kata ini untuk benda padat yang dikunyah, seperti dalam not thisminum nasi, karena benda padat yang dikunyah memakai kata kerja lain dan tidak bisa masuk ke dalam susunan meneguk cairan ini.
The most natural order is the same as in English: the thirsty person first, then the verb, then the liquid that goes in the mouth and is swallowed. That gives you patternpelaku + minum + nama cairandoer + drink + name of liquid. The star here is minumto drink in its plain base form. It never adds anything extra, so unlike *I drink* versus *he drinks*, it stays exactly the same no matter who is thirsty. You just need who is doing it, the act of sipping, and what is being sipped, as in exampleSaya minum air setiap pagi.I drink water every morning.. Other everyday versions of the same shape are exampleAnak itu minum susu sebelum tidur.That child drinks milk before bed. and exampleKami minum teh hangat di rumah.We drink warm tea at home. For something liquid taken straight from a glass or cup, this order always sounds right. Don't stretch it to something solid that you chew, like not thisminum nasidrink rice, since chewing needs a different verb and can't fit this sipping-liquid pattern.
Makna ini hidup dalam susunan pelaku di depan, kata kerja di tengah, dan nama obat di belakangnya. Polanya dapat diingat sebagai patternpelaku + minum + obat. Kata bintangnya adalah minum dalam bentuk dasar, tanpa perlu imbuhan, dan bagian belakangnya hampir selalu diisi kata seperti obat atau vitamin untuk menunjukkan apa yang ditelan dengan sedikit air agar masuk ke tubuh. Contoh yang wajar adalah exampleIbu minum obat dua kali sehari.. Dalam kalimat itu terlihat jelas siapa pelakunya, apa perbuatannya, dan apa yang ditelannya. Contoh lain yang biasa didengar adalah exampleSaya sudah minum obat pagi ini. dan exampleAyah minum vitamin setelah makan.. Keterangan waktu atau cara seperti pagi ini atau setelah makan boleh ditambahkan di belakang untuk menjelaskan aturan pakainya, tetapi susunan intinya tetap sama dan selalu terdengar alami bagi penutur asli.
In English you take medicine, in Indonesian you minumtake it. Don't switch to another verb, just use that same basic form with no prefix or ending. Think of it as a straight line: who, then the act, then what goes into the body with a little water. The formula is patternpelaku + minum + obatsomeone + minum + medicine. The last slot is almost always obatmedicine or vitaminvitamins. So you get exampleIbu minum obat dua kali sehari.Mom takes medicine twice a day. You can see the person, the act, and what is swallowed. Once you have that core, you can add time or instructions at the end for dosage, as in exampleSaya sudah minum obat pagi ini.I already took medicine this morning. and exampleAyah minum vitamin setelah makan.Dad takes vitamins after eating.
Makna ini muncul dalam susunan pelaku di depan, kata kerja di tengah, dan benda yang diisap di belakangnya. Polanya bisa diingat sebagai patternpelaku + minum + rokok. Kata bintangnya adalah minum dalam bentuk dasar, dan bagian belakangnya diisi oleh benda seperti rokok yang asapnya dihirup ke mulut lalu dikeluarkan lagi. Contoh yang masih dipakai dalam percakapan tertentu adalah examplePaman minum rokok di teras.. Susunan itu menunjukkan siapa yang berbuat dan apa yang diisapnya. Contoh lain adalah exampleDia minum rokok kretek setiap sore.. Keterangan tempat atau waktu boleh ditambahkan di belakang tanpa mengubah susunan inti, dan kalimatnya tetap terdengar wajar dalam ragam yang memakai makna ini.
In this use the order is always who, what they do, what is smoked, as in patternpelaku + minum + rokoksomeone + minum + cigarette. The key verb is minumto smoke in its basic form, and what follows it is a thing like rokokcigarette, whose smoke is drawn into the mouth and then breathed back out. You can hear it in examplePaman minum rokok di teras.Uncle smokes a cigarette on the terrace., which simply tells you who is doing it and what he is smoking. The same core holds in exampleDia minum rokok kretek setiap sore.He smokes a kretek cigarette every afternoon. Place or time can be added at the end without changing that core, and in the varieties that use this meaning the sentence still sounds completely natural.
Makna ini hidup sebagai benda, bukan sebagai perbuatan yang dilakukan pelaku. Susunannya menempatkan kata ini sebagai sesuatu yang dibicarakan, bisa menjadi pokok kalimat di depan atau menjadi isi yang diterangkan kata lain. Pola yang mudah diingat adalah patternminum + keterangan, misalnya keterangan tentang jenis cairan atau waktu terjadinya. Kata bintangnya adalah minum yang berdiri sendiri sebagai nama kegiatan meneguk. Contoh yang wajar adalah exampleMinum pagi itu membuat badan segar.. Di sini kegiatan meneguk menjadi pokok yang dibicarakan. Contoh lain adalah exampleMinum teh hangat sangat menyenangkan., di mana jenis yang diteguk menerangkan kegiatan tersebut. Susunan seperti ini biasa dipakai ketika orang menilai, menyukai, atau menceritakan kebiasaan meneguk, dan selalu terdengar alami bagi penutur asli.
Here minumdrinking is a thing you talk about, not something someone is doing. English has to add -ing to turn it into that idea — drinking — but Indonesian keeps the same shape and just puts it where a noun goes, as the subject up front or as something described by another word. The easy shape to remember is patternminum + keterangandrinking + a description, like what kind of liquid or when it happens. So exampleMinum pagi itu membuat badan segar.Drinking that morning made the body feel fresh. has the act of sipping as the whole topic of the sentence. And exampleMinum teh hangat sangat menyenangkan.Drinking warm tea is very enjoyable. adds the kind of drink to describe that activity. You will hear this whenever people judge it, say they like it, or talk about a sipping habit, and to a native ear it sounds completely natural.
Untuk membuka sebuah perbuatan yang baru dikerjakan, susunan yang wajar adalah pelaku dulu, lalu kata mulai , lalu perbuatan yang dibuka itu dalam bentuk kata kerja tanpa tambahan apa pun di antaranya. Polanya dapat dirasakan seperti patternpelaku mulai perbuatan . Dengan susunan ini pelajar dapat langsung memakai kalimat yang sudah lengkap dan mudah ditiru seperti exampleSaya mulai belajar pukul tujuh atau seperti exampleMereka mulai makan siang bersama atau seperti exampleAyah mulai bekerja pagi ini . Dalam pemakaian sehari-hari perbuatan sesudahnya dapat berupa banyak kegiatan, dan susunannya tetap sama, pelaku di depan, kata ini di tengah, lalu perbuatan yang baru dibuka. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk susunan ini adalah not thisSaya mulai dari belajar karena ada tambahan yang tidak diperlukan di antara pembuka dan perbuatan yang dibuka, sehingga kalimat terdengar janggal dan sebaiknya tambahan itu dibuang saja agar susunannya bersih dan langsung dapat dipakai.
To say someone is just opening a new action, put the person first, then mulaistart, then the action itself as a plain verb with nothing in between, like patternpelaku mulai perbuatansubject start the action. That order never changes, so you can copy it straight into sentences like exampleSaya mulai belajar pukul tujuhI start studying at seven or exampleMereka mulai makan siang bersamathey start eating lunch together or exampleAyah mulai bekerja pagi iniDad starts work this morning. For an English speaker the trick is how bare it is. English wants to add *to* or *from*, as in start to study or start from studying, but Indonesian wants the two verbs touching. Don't add anything, as in not thisSaya mulai dari belajarI start from studying, which sounds cluttered to Indonesians. Just drop the extra word and let mulaistart sit directly in front of the action.
Untuk menyebut titik tempat waktu atau tempat itu berjalan, susunan yang wajar adalah keterangan tentang kegiatan atau keadaan dulu, lalu kata mulai , lalu tepat sesudahnya disebutkan jam, tanggal, hari, atau nama tempat yang menjadi titik awal itu. Polanya dapat dirasakan seperti patternkegiatan mulai titik awal . Dengan susunan ini pelajar dapat membuat kalimat yang jelas seperti exampleToko buka mulai jam delapan pagi atau seperti exampleLibur panjang mulai hari Jumat atau seperti examplePerjalanan jauh itu mulai Stasiun Kota . Titik awal itu selalu menempel langsung sesudah kata ini tanpa jeda kata lain, sehingga pendengar segera tahu kapan atau dari mana sesuatu berjalan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisToko buka mulai membuka pintu karena sesudah kata ini diletakkan perbuatan, bukan titik waktu atau titik tempat, sehingga susunannya tidak cocok dan pendengar menunggu keterangan titik awal yang tidak muncul.
Think of English *from* or *since*. To name the point where a time or a place starts running, put what happens first, then mulaistarting from, then the starting point itself right after it. The pattern feels like patternkegiatan mulai titik awalactivity starting from starting point. So you can say exampleToko buka mulai jam delapan pagiThe shop opens starting from eight in the morning or exampleLibur panjang mulai hari JumatThe long holiday starts from Friday. It works for place too, as in examplePerjalanan jauh itu mulai Stasiun KotaThat long journey starts from Kota Station. The time or place has to stick directly to mulaistarting from with nothing in between, so the listener hears at once when or where it begins. Don't put another action there, like not thisToko buka mulai membuka pintuThe shop opens starting from opening the door, because then there is no starting point and the listener is left waiting for one.
Kata mungkin dipakai waktu pembicara belum yakin dan ingin bilang sesuatu bisa terjadi bisa juga tidak. Makna ini hidup dalam dua susunan kalimat yang sangat biasa. Susunan pertama meletakkan kata ini di awal kalimat, lalu diikuti seluruh kalimat, seperti dalam pola patternMungkin + kalimat. Dengan susunan ini pembicara memberi jarak dari awal bahwa isi kalimatnya hanya tebakan, misalnya dalam kalimat exampleMungkin hujan sore ini. atau dalam kalimat exampleMungkin dia sedang sibuk.. Susunan kedua meletakkan kata ini di tengah kalimat, sesudah orang atau benda yang dibicarakan dan sebelum kata kerja atau kata sifat, seperti dalam pola patternOrang atau benda + mungkin + kata kerja atau kata sifat. Susunan ini terasa lebih dekat pada orangnya, misalnya dalam kalimat exampleDia mungkin sakit. atau dalam kalimat exampleKami mungkin terlambat.. Kedua susunan itu wajar dan sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, dan pelajar bisa memilih yang paling mudah, mulai dari menaruhnya di awal kalimat. Untuk makna belum yakin ini kata ini tidak perlu diberi imbuhan apa pun dan selalu berdiri sendiri. Bentuk seperti not thisPasti mungkin dia datang. tidak dipakai karena di dalamnya ada dua pesan yang bertentangan, satu bilang yakin dan satu bilang belum yakin, sehingga pendengar menjadi bingung dan kalimat terdengar aneh.
The word mungkinmaybe is for when you're not sure yet, something could happen and could not. It works just like English *maybe*, and like in English you can put it in two very normal places. The easiest is to put it right at the very start to warn from the beginning that this is only a guess, in the shape patternMungkin + kalimatMaybe + sentence, as in exampleMungkin hujan sore ini.Maybe it will rain this afternoon. You can also put it in the middle, after the person or thing you're talking about and before the verb or adjective, in the shape patternOrang atau benda + mungkin + kata kerja atau kata sifatPerson or thing + maybe + verb or adjective, as in exampleDia mungkin sakit.He might be sick. That feels a little closer to the person. Both are natural in everyday talk, so start with the one at the beginning. For this unsure meaning it always stands alone with no added affixes. Don't mix it with certainty, so not thisPasti mungkin dia datang.Definitely maybe he is coming. sounds strange, because you're saying you're sure and not sure at the same time.
Untuk memperkenalkan diri atau menanyakan orang lain, kata ini paling sering hidup dalam susunan tanya dan jawab tentang panggilan. Polanya sederhana, sesudah kata tanya tentang identitas lalu kata ini lalu pemiliknya, atau sesudah kata ini lalu kata penunjuk milik lalu isi panggilannya. Perhatikan pola seperti patternSiapa nama kamu? dan patternNama saya .... Dalam jawabannya isi panggilan itu ditaruh di belakang, misalnya dalam kalimat exampleNama saya Rina. atau exampleNama kucing itu Miko.. Untuk orang ketiga sering dipakai bentuk pendek yang menempel, seperti dalam kalimat exampleNamanya Bapak Agus. dan exampleSiapa nama ibumu?. Susunan lain yang sangat biasa adalah kata ini langsung diikuti nama tempat atau barang yang ditandai, misalnya dalam kalimat exampleNama jalan ini Jalan Melati. dan exampleNama toko itu Toko Berkah.. Kata nama di sini selalu kata benda yang menandai, bukan kerjaannya, jadi jangan menghilangkan kata penunjuk milik sehingga susunannya gantung, seperti dalam bentuk yang tidak dianjurkan not thisSaya nama Rina. karena terdengar tidak lengkap, pakailah bentuk lengkap exampleNama saya Rina. yang wajar diucapkan penutur asli.
To introduce yourself in Indonesian, don't start from "I am." Start from the word namaname. English lets you say *I am Rina* to give your name. Indonesian wants the name to belong to someone, so you use the familiar question-and-answer pair patternSiapa nama kamu?What is your name? and patternNama saya ...My name is .... The answer always puts the actual name last, after the owner: exampleNama saya Rina.My name is Rina. It works the same for animals and for other people, as in exampleNama kucing itu Miko.That cat's name is Miko. and exampleNamanya Bapak Agus.His name is Mr. Agus. That attached short form for *his/her/its name* is very common, and you will also hear the full form with the owner spelled out, like exampleSiapa nama ibumu?What is your mother's name? Places and things work the same way, with the thing marked coming right after the word for name: exampleNama jalan ini Jalan Melati.This street's name is Jalan Melati. and exampleNama toko itu Toko Berkah.That shop's name is Toko Berkah. Because namaname here is a labeling noun, not a verb, you can't drop the owner and leave it hanging. not thisSaya nama Rina.I name Rina. sounds incomplete to a native ear. Keep the owner in place with exampleNama saya Rina.My name is Rina. and it will sound natural.
Untuk menyatakan penghormatan atau peran, kata ini hidup sebagai kata benda yang disandingkan dengan sebutan kehormatan atau jabatan. Susunannya biasanya kata kerja pemberian lalu kata ini lalu sebutan kehormatan itu, atau frasa yang menerangkan bahwa seseorang memakai sebutan itu di depan atau di belakang sebutan dirinya. Polanya dapat dirasakan lewat patterndiberi nama ... dan patterndengan nama .... Misalnya dalam kalimat exampleBeliau diberi nama Adipati oleh raja. yang dimaksud bukan panggilan sehari-hari melainkan sebutan hormat yang ditaruh sesudah sebutan diri. Contoh lain dalam kalimat exampleIa memangku jabatan dengan nama Adipati. dan exampleNama Adipati itu dipakai dalam upacara resmi.. Di sini kata nama selalu ditemani sebutan peran itu di belakangnya, tidak berdiri sendiri. Karena itu hindari susunan gantung tanpa sebutan perannya seperti dalam bentuk yang tidak dianjurkan not thisBeliau diberi nama oleh raja. karena pendengar tidak tahu sebutan hormat apa yang dimaksud, lengkapilah selalu menjadi exampleBeliau diberi nama Adipati oleh raja. supaya maknanya utuh.
In this use namatitle means an honorific or office that is placed before or after how you address someone, and it never stands alone — the role itself has to come right behind it. Think in terms of patterndiberi nama ...given the title of ... for being granted that honor, and patterndengan nama ...under the title of ... for holding or bearing it. So exampleBeliau diberi nama Adipati oleh raja.He was given the title Adipati by the king. puts Adipati after the address as the granted honor, just as exampleIa memangku jabatan dengan nama Adipati.He holds office under the title Adipati. and exampleNama Adipati itu dipakai dalam upacara resmi.The title Adipati is used in official ceremonies. both keep the honor attached. That is why not thisBeliau diberi nama oleh raja.He was given a title by the king. feels hanging and incomplete — the listener is left waiting for which honor you mean. Always finish it, as in exampleBeliau diberi nama Adipati oleh raja.He was given the title Adipati by the king., so the meaning is whole.
Untuk berbicara tentang penilaian orang banyak terhadap seseorang, kata ini hidup dalam susunan penjagaan kepercayaan. Polanya biasanya kata kerja yang berarti merawat atau merusak lalu kata ini lalu kata sifat yang menilai, atau kata ini lalu kata sifat itu menjadi pokok kalimat. Perhatikan pola seperti patternmenjaga nama baik ... dan patternmerusak nama baik .... Misalnya dalam kalimat exampleIa selalu menjaga nama baik keluarganya. yang dimaksud adalah ia bersikap jujur dan rajin sehingga orang lain tetap hormat dan percaya. Contoh lain dalam kalimat examplePerbuatan itu merusak nama baik sekolah. dan exampleNama baik toko itu terjaga karena pelayanannya ramah.. Di sini kata nama hampir selalu ditemani kata penilai seperti baik atau keterangan milik seperti keluarga dan sekolah. Jangan memakai kata ini sendirian sebagai kata sifat, seperti dalam bentuk yang tidak dianjurkan not thisDia sangat nama. karena tidak menggambarkan penilaian itu, pakailah susunan lengkap seperti exampleNama baiknya terjaga. yang wajar didengar penutur asli.
English has one word for it, *reputation*, but Indonesian keeps it as a little phrase built around namaname plus baikgood — a good name that other people trust. You almost never meet it alone. It lives with verbs of looking after it or breaking it, like patternmenjaga nama baik ...to protect the good reputation of... and patternmerusak nama baik ...to damage the good reputation of..., and with whose reputation it is. So exampleIa selalu menjaga nama baik keluarganya.He always protects his family's good reputation. means he acts honestly and diligently so people keep respecting his family, while examplePerbuatan itu merusak nama baik sekolah.That deed damages the school's good reputation. It can also be the subject itself, as in exampleNama baik toko itu terjaga karena pelayanannya ramah.That shop's good reputation is kept safe because its service is friendly. or simply exampleNama baiknya terjaga.His good reputation stays intact. Just don't turn it into an English-style adjective like not thisDia sangat nama.He is very name., which says nothing to an Indonesian ear — you need the whole good-name setup to carry the judgment.
Untuk menyatakan sesuatu yang belum terjadi tetapi akan terjadi, kata nanti dipakai di dalam kalimat yang susunannya sangat lentur dan biasanya tidak perlu kata lain untuk waktu. Susunan yang paling wajar adalah nanti diletakkan di awal kalimat sebelum pelaku dan perbuatan, atau di akhir kalimat sesudah perbuatan dan benda yang dibicarakan, seperti dalam pola patternNanti saya makan dan patternSaya makan nanti. Kedua susunan itu hidup dalam percakapan sehari-hari dan keduanya terasa alami bagi penutur asli. Pelajar bisa menirunya dengan kalimat exampleNanti saya pergi ke pasar dan kalimat exampleSaya pergi ke pasar nanti. Dalam kalimat itu nanti menerangkan kapan pergi terjadi, yaitu sesudah sekarang, dan letaknya tidak mengubah artinya. Untuk kegiatan yang melibatkan orang lain susunannya sama, misalnya exampleNanti kita bicara lagi atau exampleKita bicara lagi nanti. Bentuk yang perlu dihindari adalah menggabungkan kata ini dengan keterangan waktu lampau seperti dalam not thisnanti kemarin, karena nanti selalu menunjuk ke waktu sesudah sekarang dan tidak bisa dipakai bersama waktu yang sudah lewat.
To talk about something that hasn't happened yet but will, you just use nantilater. Where English reaches for *will* or *going to*, Indonesian often needs nothing else — that one word already puts you after now. Position is very free, and moving it doesn't change the meaning. The two most natural shapes put it at the very start, before who does what, as in patternNanti saya makanLater I'll eat, or at the very end, after what is done, as in patternSaya makan nantiI'll eat later. Both sound completely normal in everyday speech. You can copy that with exampleNanti saya pergi ke pasarLater I'll go to the market and exampleSaya pergi ke pasar nantiI'll go to the market later. In both, nantilater simply says when the going happens, after now. It's the same when other people are involved: exampleNanti kita bicara lagiLater we'll talk again or exampleKita bicara lagi nantiWe'll talk again later. Just don't mix it with past time, like not thisnanti kemarinlater yesterday. Since nantilater always points ahead of now, it can't sit together with a time that is already over.
Untuk memberi peringatan, kata nanti dipakai sebagai penyambung antara permintaan atau ajakan dan akibat buruk yang akan terjadi jika permintaan itu tidak dilakukan. Susunan yang wajar adalah kalimat berisi perintah atau ajakan lebih dulu, lalu disambung dengan nanti ditambah akibat yang tidak diinginkan, seperti dalam pola patternMinum obat, nanti sakitnya tidak sembuh. Pelajar bisa memakai susunan itu secara langsung, misalnya dengan kalimat examplePakai jaket, nanti kamu sakit dan kalimat exampleCepat jalan, nanti kita terlambat. Dalam kalimat seperti itu bagian sebelum nanti berisi hal yang diminta, sedangkan bagian sesudah nanti berisi akibat buruknya jika permintaan tidak dituruti. Intonasi lisan biasanya berhenti sebentar sebelum nanti dan itu membantu pendengar memahami bahwa yang diucapkan adalah peringatan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah meletakkan akibat baik sesudah kata ini seperti dalam not thisRajin belajar, nanti kamu pintar untuk maksud peringatan, karena dalam susunan peringatan bagian sesudah nanti harus berisi hal yang buruk dan tidak disukai.
Think of this as *or else*. You give someone a command or urge first, pause briefly, then add nantiotherwise plus the bad thing that will happen if they don't listen. That order matters: what you want comes before nantiotherwise, what you don't want comes after it, as in patternMinum obat, nanti sakitnya tidak sembuhTake your medicine, otherwise your sickness won't get better. You can use it directly like that: examplePakai jaket, nanti kamu sakitPut on a jacket, otherwise you'll get sick and exampleCepat jalan, nanti kita terlambatWalk quickly, otherwise we'll be late. In speech that little pause before nantiotherwise is what tells the listener, this is a warning. So the part after it has to be unpleasant. not thisRajin belajar, nanti kamu pintarStudy hard, otherwise you'll get smart doesn't work as a warning, because becoming smart isn't a bad consequence.
Untuk menyatakan tetap diam di satu tempat dan tidak pergi sampai orang atau hal yang diharapkan datang, dipakai bentuk berimbuhan menanti karena imbuhan itulah yang memberi arti perbuatan itu. Susunan yang wajar adalah pelaku di depan, lalu menanti, lalu orang atau hal yang diharapkan, dan sering ditutup dengan tempat menunggu, seperti dalam pola patternIbu menanti ayah di rumah. Pelajar bisa meniru susunan itu dengan kalimat exampleSaya menanti kamu di depan pintu dan kalimat exampleDia menanti kabar dari dokter. Dalam kalimat itu menanti menjadi perbuatan utama dan selalu membutuhkan sesuatu yang ditunggu, sehingga kalimat tidak lengkap jika hanya berhenti pada pelakunya saja. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk arti ini adalah memakai kata dasar tanpa imbuhan sebagai kata kerja seperti dalam not thisSaya nanti kamu, karena tanpa imbuhan kalimat itu tidak terdengar lengkap dan penutur asli memakai menanti untuk menyatakan perbuatan menunggu tersebut.
When you mean staying in one place and not leaving until the person or thing you expect comes, you need menantito wait. The bare base can't do that job on its own as a verb — the verb form is what carries the action. The natural order is who is waiting, then menantito wait, then what is being waited for, often with where you wait at the end, as in patternIbu menanti ayah di rumahMom is waiting for Dad at home. Notice where English needs *waiting for*, the Indonesian just puts the person or thing right after the verb. You can copy that shape with exampleSaya menanti kamu di depan pintuI'm waiting for you in front of the door and exampleDia menanti kabar dari doktershe's waiting for news from the doctor. In sentences like these menantito wait is the main action and it always needs something waited for, so stopping right after the person leaves it unfinished. That's why not thisSaya nanti kamuI wait you doesn't work — without the verb form it sounds incomplete, and native speakers use menantito wait to express this act of waiting.
Untuk makna ini kata ini dipakai untuk menyebut wilayah yang sangat luas yang punya batas, rakyat, dan pemerintah sendiri. Dalam kalimat kata ini paling sering muncul sebagai kata benda yang berdiri sendiri menjadi pelaku atau topik pembicaraan, atau muncul bersama nama wilayahnya dengan susunan nama umum dulu baru nama khusus. Pola yang paling sering dipakai adalah patternnegara + nama negara dan patterndari / di / ke + negara + nama negara. Dengan pola pertama penutur memperkenalkan wilayah mana yang dimaksud, misalnya dalam kalimat exampleIni negara Indonesia. atau exampleItu negara Jepang. atau exampleMalaysia adalah negara yang indah.. Kata negara di situ tidak berubah bentuk dan tidak perlu diberi imbuhan apa pun. Bentuk dasarnya saja sudah cukup untuk makna ini. Dalam percakapan sehari-hari kata ini juga sering menjadi awal kalimat untuk menceritakan sesuatu tentang wilayah itu, seperti dalam kalimat exampleNegara itu besar. atau exampleNegara ini punya banyak pulau.. Di sini kata itu atau ini dipakai untuk menunjuk negara yang sedang dibicarakan. Susunan lain yang sangat penting untuk pelajar adalah untuk menyebut asal atau tempat tinggal, yaitu dengan kata depan di depannya. Untuk asal dipakai dari, untuk tempat tinggal atau lokasi dipakai di, dan untuk tujuan pergi dipakai ke. Contohnya exampleSaya dari negara Indonesia. atau exampleDia tinggal di negara Malaysia. atau exampleSaya mau pergi ke negara Jepang.. Tanpa kata depan itu kalimat menjadi tidak lengkap dan terdengar janggal. Karena itu bentuk seperti not thisSaya negara Indonesia. tidak dianjurkan, karena langsung menempelkan orang dengan wilayah tanpa penghubung yang menjelaskan hubungan asal. Penutur asli selalu menyisipkan dari untuk menyatakan saya berasal dari wilayah itu. Pada tingkat ini tidak perlu memakai bentuk jamak atau bentuk berimbuhan untuk makna ini, cukup memakai bentuk dasar dalam pola-pola di atas dan pelajar sudah bisa menyebut dan menceritakan tentang wilayah yang besar dan punya pemerintah sendiri.
negaracountry means a country, a large place with its own borders, people, and government. Where English just says the name, Indonesian often keeps the general word first. The everyday pattern is patternnegara + nama negaracountry + country name, as in exampleIni negara Indonesia.This is Indonesia. or exampleMalaysia adalah negara yang indah.Malaysia is a beautiful country. Just use the basic form, no affix and no change for plural. It also works alone as the topic, with the pointer after it — the reverse of English order. So exampleNegara itu besar.That country is big. and exampleNegara ini punya banyak pulau.This country has many islands. are a natural way to start telling something about a place. For origin, location, and destination you need the little connecting word in front, patterndari / di / ke + negara + nama negarafrom / in / to + country + country name: exampleSaya dari negara Indonesia.I am from Indonesia., exampleDia tinggal di negara Malaysia.He lives in Malaysia., exampleSaya mau pergi ke negara Jepang.I want to go to Japan. Without that connection it sounds wrong, so not thisSaya negara Indonesia.I country Indonesia. is not used.
Kata nggak dipakai waktu bicara santai dengan teman, keluarga, atau orang yang sudah akrab untuk mengatakan tidak. Susunan yang paling sering untuk makna ini adalah pelaku dulu, lalu nggak, lalu bagian yang dibilang tidak itu, bisa berupa perbuatan, keadaan, atau benda, sehingga polanya bisa diingat sebagai patternsaya atau kamu atau dia + nggak + kata kerja atau kata sifat. Dengan susunan itu pelajar bisa langsung membuat kalimat seperti exampleSaya nggak tahu atau exampleDia nggak datang kemarin atau exampleMakanannya nggak pedas. Kalau mau menolak ajakan, nggak juga bisa berdiri sendiri sebagai jawaban pendek, misalnya ketika ditanya exampleMau ikut ke pasar? jawabannya cukup exampleNggak atau exampleNggak, terima kasih. Perlu diingat nggak itu santai, jadi tidak dipakai untuk surat resmi atau bicara yang sangat hormat. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menumpuk dua penanda tidak sekaligus seperti not thisSaya nggak bukan guru, karena satu nggak saja sudah cukup untuk membuat kalimat menjadi tidak, kalimat yang wajar adalah exampleSaya nggak guru dalam obrolan santai.
In casual chat with friends, family, or people you know well, nggaknot is how you say no. Where English keeps switching between don't, didn't, isn't, and no, this one little word stays the same. Put the person first, then nggaknot, then what you're saying no to, whether it's an action, a state, or a thing. You can remember it as patternsaya atau kamu atau dia + nggak + kata kerja atau kata sifatI, you, or he/she + not + verb or adjective. That gives you exampleSaya nggak tahuI don't know, exampleDia nggak datang kemarinHe didn't come yesterday, and exampleMakanannya nggak pedasThe food isn't spicy. It can also stand alone as a short answer to turn down an invitation. If someone asks exampleMau ikut ke pasar?Want to come along to the market?, you can simply answer exampleNggakNo or soften it with exampleNggak, terima kasihNo, thank you. Just remember it is relaxed. Don't use it in a formal letter or very respectful speech. And one nggaknot is enough. Don't stack two negatives like not thisSaya nggak bukan guruI'm not not a teacher — in casual talk just say exampleSaya nggak guruI'm not a teacher.
Kata ini sering muncul setelah kata kerja yang menceritakan apa yang dilakukan orang sakit. Susunannya bisa digambarkan dengan pola seperti patternminum obat atau patternbeli obat atau patternambil obat. Dalam susunan itu kata obat berdiri di belakang kata kerja sebagai benda yang diminum atau dibeli. Pelajar bisa memakai pola yang sama untuk membuat kalimat sendiri. Misalnya exampleIbu minum obat setiap pagi menunjukkan kebiasaan minum sesuatu agar sembuh. Contoh lain exampleKemarin saya beli obat di apotek menunjukkan tempat dan perbuatan membeli bahan untuk sembuh. Ada juga susunan lain yang sangat biasa yaitu patternobat batuk atau patternobat demam, di mana kata obat berdiri di depan nama sakit untuk menerangkan sakit apa yang mau disembuhkan. Misalnya exampleIni obat batuk untuk anak. Dengan mengingat dua tempat itu, di belakang kata kerja dan di depan nama sakit, pelajar sudah bisa memakai kata ini untuk bercerita tentang sakit dan kesembuhan.
You'll meet obatmedicine right after verbs about being sick. In patterns like patternminum obattake medicine, patternbeli obatbuy medicine, or patternambil obatpick up medicine, it sits after the verb as the thing you take or buy to get well. Note the English: where Indonesian says to drink it, we usually say to take it. So exampleIbu minum obat setiap pagiMom takes medicine every morning is about a daily habit for getting better, and exampleKemarin saya beli obat di apotekYesterday I bought medicine at the pharmacy tells where and what you did to get something to heal with. It has a second very common spot: in front of the illness, to say what it cures. patternobat batukcough medicine and patternobat demamfever medicine work that way, as in exampleIni obat batuk untuk anakThis is cough medicine for a child. Remember those two places — after the verb, before the sickness — and you can already talk about being sick and getting well.
Kata ini dipakai untuk bahan kimia yang disemprotkan atau dipasang di rumah dan di kebun agar pengganggu hilang. Susunan yang paling wajar adalah kata ini berdiri di depan nama pengganggunya, seperti dalam pola patternobat nyamuk atau patternobat tikus atau patternobat rumput. Dalam pola itu bagian depan menerangkan fungsi, bagian belakang menerangkan pengganggu yang mau dibasmi. Pelajar cukup mengganti nama pengganggu di belakang untuk membuat frasa baru yang langsung dimengerti. Dalam kalimat, frasa itu sering berdiri setelah kata kerja memakai atau membeli. Misalnya exampleKami memakai obat nyamuk setiap malam. Contoh lain examplePetani itu membeli obat rumput di toko. Kadang kata ini juga berdiri sendiri setelah kata kerja menyemprot, seperti dalam exampleTolong semprotkan obat ke sarang semut itu. Dengan mengingat tempatnya di depan nama pengganggu dan di belakang kata kerja memakai, pelajar bisa meminta atau menceritakan bahan pembasmi dengan jelas.
English splits this idea up — repellent, rat poison, weed killer — but Indonesian uses the same starter for all of them. You put it right in front of the name of the pest you want gone, so you just swap that second part: patternobat nyamukmosquito repellent, patternobat tikusrat poison, patternobat rumputweed killer. Once you get that order, function first then pest, you can make a new one and be understood. You'll usually hear the whole phrase when someone talks about using or buying it, like exampleKami memakai obat nyamuk setiap malamWe use mosquito repellent every night or examplePetani itu membeli obat rumput di tokoThat farmer bought weed killer at the shop. It can also stand alone with the idea of spraying, as in exampleTolong semprotkan obat ke sarang semut ituPlease spray pesticide on that ant nest.
Kata ini bisa berdiri sebagai benda yang dimasukkan ke dalam pistol atau senapan agar senjata itu bisa menembak. Susunan yang wajar adalah kata ini menjadi benda yang diisi, dimasukkan, atau habis, seperti dalam pola patternmengisi obat atau patternobatnya habis. Dalam kalimat, kata obat sering muncul setelah kata kerja yang menceritakan menyiapkan senjata, atau sebagai pokok kalimat yang keadaannya diceritakan. Misalnya examplePrajurit itu mengisi obat ke senapannya. Contoh lain exampleObatnya habis jadi senapan tidak bisa menembak. Contoh lain lagi exampleMereka menyimpan obat di gudang senjata. Dengan mengingat susunan mengisi atau menyimpan sesuatu ke senjata, pelajar bisa memakai kata ini untuk bercerita tentang perlengkapan menembak pada masa ketika senjata masih memakai bubuk dan peluru yang dimasukkan dari depan.
This use of obatammunition is the stuff you put inside a pistol or rifle so it can fire, the powder and ball loaded from the front in older guns. Think of it as something you load, put in, use up, or store, as in patternmengisi obatloading ammunition or patternobatnya habisthe ammunition is gone. In a sentence it comes right after a verb of preparing the weapon, or as the subject whose condition is described. You can imitate examplePrajurit itu mengisi obat ke senapannyaThat soldier loaded ammunition into his rifle. Or exampleObatnya habis jadi senapan tidak bisa menembakThe ammunition is gone, so the rifle cannot fire.
Kata ini bisa menceritakan kekuatan tidak terlihat yang dipercaya membuat orang lain tunduk atau jatuh cinta. Susunannya biasanya berhubungan dengan orang yang terkena pengaruh atau orang yang memakai pengaruh itu. Pola yang wajar adalah seperti patternkena obat atau patternmemakai obat. Dalam pola pertama kata ini berdiri setelah kata yang artinya terkena, untuk menerangkan keadaan korban. Dalam pola kedua kata ini berdiri setelah kata yang artinya memakai, untuk menerangkan perbuatan pelaku. Misalnya exampleLaki-laki itu kena obat sampai tidak mau pulang menceritakan keadaan orang yang perilakunya berubah karena pengaruh gaib. Contoh lain exampleOrang itu memakai obat agar disukai menceritakan perbuatan memakai kekuatan tersebut dengan tujuan tertentu. Dengan mengingat dua susunan itu, pelajar bisa membedakan siapa yang terkena dan siapa yang memakai, dan bisa memakai kata ini untuk menceritakan kepercayaan tentang pengaruh gaib antar orang.
In English a spell is something a witch casts, but here it's talked about like a tool between people — an unseen power believed to make someone obey or fall in love. What matters is who is who, and Indonesian shows it in the word order. With patternkena obatto be under a love spell the focus is on the victim, the person affected and acting strangely because of that influence, as in exampleLaki-laki itu kena obat sampai tidak mau pulangThat man is under a love spell and won't go home. With patternmemakai obatto use a love spell the focus is on the doer, the person actively using that power for a purpose, as in exampleOrang itu memakai obat agar disukaiThat person uses a love spell in order to be liked. So listen for the verb before it: one tells you someone has been caught by it, the other tells you someone is wielding it.
Kata ini bisa berarti bahan terlarang yang membuat orang tidak sadar dengan normal atau melihat sesuatu yang tidak ada. Susunan yang wajar adalah kata ini berdiri setelah kata kerja yang menceritakan perbuatan memakai, membawa, atau menjual, seperti dalam pola patternmemakai obat atau patternmenjual obat atau patternmembawa obat. Dalam kalimat, keadaan dilarang itu sering ditegaskan dengan kata polisi, ditangkap, atau dilarang di sekitarnya. Misalnya examplePolisi menangkap orang yang menjual obat. Contoh lain exampleAnak muda itu dilarang memakai obat. Contoh lain lagi exampleMembawa obat bisa masuk penjara. Dengan mengingat susunan ini, pelajar bisa memakai kata ini untuk memperingatkan bahaya atau menceritakan kejadian melanggar hukum, bukan untuk menceritakan kesembuhan.
This use is about a forbidden substance that gets you high or makes you see things that aren't there. You'll almost always find it right after a verb for what someone does with it — using, carrying, selling — as in patternmemakai obatusing drugs or patternmenjual obatselling drugs. The sentence around it usually makes the illegality clear, with talk of police, arrest, and prison. That context is your cue for how to use it yourself, to warn about danger or report a crime, as in examplePolisi menangkap orang yang menjual obatThe police arrested the person selling drugs and exampleMembawa obat bisa masuk penjaraCarrying drugs can land you in prison.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah kalimat yang perbuatannya dibalik, yaitu yang dikenai perbuatan ditaruh di depan, kata kerja memakai awalan yang menunjukkan perbuatan itu diterima, lalu diikuti pelaku. Pola dasarnya bisa diingat sebagai patternyang dikenai perbuatan + kata kerja berawalan di- + oleh + pelaku. Dalam pola ini oleh selalu berdiri di antara kata kerja dan nama pelakunya, tidak di depan kalimat dan tidak menempel langsung pada kata kerja tanpa pelaku sesudahnya. Perhatikan exampleSurat itu ditulis oleh ibu yang menunjukkan ibu yang menulis dan surat yang menerima tulisan, atau exampleMotor saya diperbaiki oleh paman yang menunjukkan paman yang memperbaiki. Pada percakapan sehari-hari bagian pelaku kadang dihilangkan, tetapi bila pelaku disebut, tempatnya tetap di belakang oleh, seperti dalam exampleKaca itu dipecahkan oleh anak kecil. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menaruh oleh di depan kata kerja aktif, seperti not thisDia oleh memasak nasi, karena dalam susunan aktif pelakunya sudah ada di depan sebagai pokok kalimat dan tidak perlu ditandai lagi, jadi cukup katakan exampleDia memasak nasi tanpa oleh.
To say who did it, English *by* works almost the same in Indonesian, but only in a flipped sentence. You put the thing acted on first, then a passive verb, then the doer: patternyang dikenai perbuatan + kata kerja berawalan di- + oleh + pelakuthe thing acted on + passive verb + by + doer. So exampleSurat itu ditulis oleh ibuThe letter was written by Mom doesn't mean the letter did anything — Mom did the writing and the letter received it. Same with exampleMotor saya diperbaiki oleh pamanMy motorbike was fixed by uncle. In that setup olehby always sits between the verb and the doer, never at the front and never without a doer after it. In everyday talk you can leave the doer out entirely, but if you mention him, he still stays after olehby, as in exampleKaca itu dipecahkan oleh anak kecilThat glass was broken by a little kid. Don't use olehby with an active verb. not thisDia oleh memasak nasiHe by cooks rice sounds wrong because the doer is already up front as the subject and doesn't need marking again. Just say exampleDia memasak nasiHe cooks rice with no olehby at all.
Makna ini hidup dalam susunan yang menjelaskan alasan, yaitu keadaan atau peristiwa disebut dulu, lalu penyebabnya disebut sesudahnya dengan perantara kata kecil ini. Pola yang wajar adalah patternperistiwa atau keadaan + oleh + kata benda penyebab, di mana sesudah oleh harus berupa kata benda atau frasa benda yang menunjuk pada hal yang menimbulkan keadaan itu. Misalnya exampleSawah gagal panen oleh banjir menunjukkan banjir sebagai hal yang menimbulkan gagal panen, atau examplePenerbangan ditunda oleh kabut tebal menunjukkan kabut tebal sebagai hal yang menimbulkan penundaan. Bentuk yang lebih tegas sering memakai gabungan oleh karena yang diikuti alasan, seperti dalam exampleAcara dibatalkan oleh karena hujan lebat. Yang tidak dianjurkan adalah mengisi bagian sesudah oleh dengan kalimat utuh yang sudah ada pokok dan kata kerjanya sendiri, seperti not thisDia tidak masuk oleh dia sakit keras, karena tempat itu hanya untuk kata benda penyebab, jadi lebih tepat memakai kata benda saja seperti dalam exampleDia tidak masuk oleh sakit keras.
This olehbecause of is about reason, not who did it. The cause comes first, then olehbecause of introduces what caused it, in the shape patternperistiwa atau keadaan + oleh + kata benda penyebaban event or state + oleh + a noun cause. Think of English *because of*: exampleSawah gagal panen oleh banjirThe rice crop failed because of the flood names the flood as the thing that produced the failure, and examplePenerbangan ditunda oleh kabut tebalThe flight was delayed because of thick fog names the thick fog as the thing that produced the delay. A firmer version is oleh karenabecause of, followed by the reason, as in exampleAcara dibatalkan oleh karena hujan lebatThe event was cancelled because of heavy rain. What matters for an English speaker is what can follow. Like *because of*, this olehbecause of wants only a noun, a cause-thing, not a whole clause with its own subject and verb. So not thisDia tidak masuk oleh dia sakit kerasHe was absent because he is seriously ill feels wrong here, because you have filled the slot after olehbecause of with a full sentence. Trim it to just the noun cause, exampleDia tidak masuk oleh sakit kerasHe was absent because of serious illness, and the pattern holds.
Kata ini dipakai untuk menyebut satu manusia yang hidup, yang bisa bergerak dan berpikir. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi pelaku atau menjadi yang dibicarakan, lalu diikuti oleh penjelas atau oleh perbuatan. Susunannya dapat dirumuskan dengan pola seperti patternorang itu + perbuatan atau patternseorang + penjelas. Umpamanya dalam kalimat exampleOrang itu berjalan cepat. kata yang ditandai dengan kata menunjuk pada satu sosok manusia yang sedang melakukan perbuatan berjalan. Dalam kalimat lain seperti exampleSeorang anak sedang membaca. bentuk dengan awalan penunjuk satu itu dipakai untuk memperkenalkan satu manusia yang belum dikenal, lalu diikuti oleh perbuatan yang dilakukannya. Untuk makna ini tidak dipakai alat hitung benda, sehingga bentuk seperti not thissebuah orang terasa keliru karena alat hitung itu hanya untuk benda, sedangkan untuk manusia dipakai bentuk penunjuk satu yang sesuai dalam contoh di atas.
This word means one living human, one figure who can move and think. For you as an English speaker, think singular *person*, not *people*. It usually shows up as the one doing something or the one being talked about, followed by a description or an action. Like in exampleOrang itu berjalan cepat.That person walks quickly., you get that specific person and then what he or she is doing. To introduce one person you don't know yet, English just uses *a*. Here that *a* is built in before the description, as in exampleSeorang anak sedang membaca.A child is reading. — one human, then what that human is doing. Don't use the counter for things here. not thissebuah oranga person using the object counter sounds wrong, because that counter is only for objects, not for a human being.
Kata ini dipakai sebagai penolong setelah angka untuk menyatakan berapa jumlah manusianya. Susunannya selalu angka dulu lalu kata ini, dan sesudahnya boleh ditambah keterangan jenis manusianya bila perlu. Polanya dapat dilihat dalam patterndua orang atau patternlima orang. Umpamanya dalam kalimat exampleAda tiga orang di ruang itu. susunan angka ditambah kata ini langsung memberi tahu jumlah manusia di tempat itu. Dalam kalimat lain seperti exampleLima orang nelayan sedang bekerja. susunan itu diperluas dengan keterangan jenis pekerjaan, tetapi intinya tetap menghitung berapa manusianya. Bentuk seperti not thistiga ekor anak tidak dianjurkan untuk menghitung manusia karena penolong hitung itu hanya untuk hewan, sedangkan untuk manusia penolongnya adalah kata yang sedang dipelajari dalam pelajaran ini.
When you count people, English just puts the number straight in front, but Indonesian puts a little helper word after the number to say how many humans there are. The order is always number first, then the helper, as in patterndua orangtwo people. Once you have that you can add who they are after it if you need to, as in exampleLima orang nelayan sedang bekerja.Five fishermen are working., where the job comes last but the point is still counting heads. Even without that extra detail the same number-plus-helper tells you how many humans are somewhere, as in exampleAda tiga orang di ruang itu.There are three people in that room.. Don't swap in the animal counter, as in not thistiga ekor anakthree children, which is only for animals and sounds wrong for people.
Kata ini dipakai untuk menunjukkan manusia sebagai anggota suatu asal atau kelompok, misalnya kota, desa, negara, atau suku. Susunannya kata ini langsung ditempel pada nama tempat atau nama kelompok itu tanpa penghubung, seperti dalam pola patternorang + nama kota. Umpamanya dalam kalimat exampleDia orang Bandung. rangkaian yang ditandai dengan orang Bandung berarti dia adalah warga dari kota itu, bukan sekadar satu manusia. Dalam kalimat lain seperti exampleMereka orang Jawa. rangkaian yang ditandai dengan orang Jawa berarti mereka adalah anggota kelompok suku itu. Letaknya bisa sebagai keterangan setelah nama manusia, dan tidak perlu tambahan kata depan di antara kata ini dan nama kelompoknya.
You don't need a word for from here. Put this word directly in front of the city, country, village, or ethnic group, with nothing in between, as in patternorang + nama kotaa person from + city name. So exampleDia orang Bandung.She is from Bandung. doesn't just mean one human being — orang Bandungsomeone from Bandung means she belongs to that city. It's membership, the way English speakers would say she is a Bandung native. The same happens with exampleMereka orang Jawa.They are Javanese., where orang Jawaa Javanese person means they belong to that ethnic group, not just that they are people.
Kata ini dipakai untuk menunjuk manusia lain di luar diri sendiri dan di luar kelompok sendiri. Susunannya sering muncul bersama kata penunjuk lain itu, sehingga membentuk kesatuan yang utuh, seperti dalam pola patternorang lain. Umpamanya dalam kalimat exampleJangan mengambil barang milik orang lain. bagian yang ditandai dengan orang lain menunjuk pada siapa pun yang bukan diri pembicara. Dalam kalimat lain seperti exampleIa lebih memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri. kesatuan itu menjadi sasaran perbuatan memikirkan, yaitu manusia lain yang berbeda dari pelakunya. Kata ini di sini selalu menunjuk keluar, kepada pihak yang terpisah dari pembicara dan pendengarnya.
It doesn't mean people in general, it means *not you*. Think of patternorang lainother people as one fixed unit, the way English says *someone else* or *other people* — anyone outside yourself and outside your own group. So exampleJangan mengambil barang milik orang lain.Don't take things that belong to other people. isn't about a specific person, it's about whoever is not you. And exampleIa lebih memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri.She thinks more about other people than about herself. sets up that same contrast: the actor on one side, everyone else on the other. Whenever you see that pairing, read it as pointing outward, away from the speaker and listener together.
Kata ini dipakai untuk menyebut manusia yang ikut pada seorang pimpinan dan bekerja menuruti perintahnya. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul bersama pemilik atau pimpinan, misalnya setelah nama pimpinan atau dengan akhiran milik, seperti dalam pola patternorang saya atau patternorangnya. Umpamanya dalam kalimat examplePemimpin itu datang bersama beberapa orangnya. bagian yang ditandai dengan orangnya berarti bawahan yang dibawa dan diperintah oleh pimpinan itu. Dalam kalimat lain seperti exampleSaya akan menyuruh orang saya membersihkan gudang. bagian yang ditandai dengan orang saya berarti bawahan yang bekerja untuk pembicara dan akan melakukan perintah itu. Tanpa kaitan dengan pimpinan itu, makna kepatuhan dan keikutsertaan ini tidak muncul.
This isn't just a person, it's someone's person — a follower who comes along with a leader and does what they're told. English does the same thing with *my people*, *my men*, *his guys*. That's why you'll almost always see it tied to the boss, in a pattern like patternorang sayamy people or patternorangnyahis people. Without that owner, the obedience meaning disappears. So in examplePemimpin itu datang bersama beberapa orangnya.The leader came with several of his people., orangnyahis people isn't strangers, it's the subordinates he brought with him. And in exampleSaya akan menyuruh orang saya membersihkan gudang.I will have my people clean the warehouse., orang sayamy people are the workers who belong to me and will carry out my order.
Kata ini dipakai di awal bagian belakang kalimat untuk memberi alasan yang sebenarnya mengapa bagian depan terjadi. Susunannya kalimat depan dulu, lalu jeda, lalu kata ini, lalu alasan, seperti dalam pola patternkalimat utama, kata ini + alasan. Kata ini di sini tidak menunjuk manusia dan tidak menghitung jumlah. Umpamanya dalam kalimat exampleSaya tidak ikut, orang saya sedang sakit. bagian sesudah kata yang ditandai dengan orang menjelaskan alasan sebenarnya dari bagian depan, yaitu mengapa tidak ikut. Dalam kalimat lain seperti exampleAnak itu menangis, orang mainannya hilang. bagian belakang menjelaskan sebab dari tangis itu. Letaknya selalu sebagai penyambung di antara akibat dan sebab, bukan sebagai pelaku perbuatan.
Think of it as result first, reason second, with a little pause in between. You say what happened, then you add orangbecause and then the real reason why, just like patternkalimat utama, kata ini + alasanmain clause, because + reason. So exampleSaya tidak ikut, orang saya sedang sakit.I'm not coming, because I'm sick. The second half is the true explanation for the first half — why I'm not coming. In the same way, exampleAnak itu menangis, orang mainannya hilang.That kid is crying, because his toy is gone. The crying comes first, the lost toy that caused it comes after. For an English speaker this comma plus because can feel casual, almost like "seeing as" or "given that." Just hear it as one link sitting between effect and cause: effect, then reason.
Untuk makna ini susunan yang wajar adalah kata ini menjadi kata depan di depan kelompok kata benda yang menunjukkan tempat, waktu, atau pihak yang dituju, polanya dapat ditulis sebagai patternpada + tempat / waktu / orang yang dituju dan kelompok ini biasanya terletak setelah kata kerja atau setelah keterangan lain di dalam kalimat, bukan berdiri sendiri sebagai pelaku atau sebagai penutup. Pelajar perlu memperhatikan bahwa kata yang mengikuti pada selalu berupa hal yang menjadi latar atau tujuan perbuatan, misalnya waktu kejadian, tempat kejadian, atau orang yang menerima perbuatan. Contoh yang memakai susunan setelah kata kerja untuk waktu adalah examplePertemuan itu dimulai pada pagi hari, contoh yang memakai susunan setelah kata kerja untuk tempat adalah exampleMereka menunggu pada ruang tunggu itu, dan contoh untuk pihak yang dituju adalah exampleSurat itu dikirim pada ketua panitia. Dengan mengingat posisi di depan kata benda latar atau tujuan itu pelajar dapat memakai makna ini sendiri tanpa mengubah susunannya menjadi susunan lain.
Think of padaat here as English *at* — it never acts on its own, it introduces the background for what you just did. The pattern is patternpada + tempat / waktu / orang yang ditujuat + place / time / person aimed at, and that whole block normally comes after the verb, not at the front as the subject. What follows is always the setting or target, never the doer: when it happened, where it happened, or who it was directed to. So for time you imitate examplePertemuan itu dimulai pada pagi hariThe meeting started in the morning, for place exampleMereka menunggu pada ruang tunggu ituThey waited in that waiting room, and for a recipient exampleSurat itu dikirim pada ketua panitiaThe letter was sent to the committee chair. If you keep it in that spot, in front of that background noun, you can use it safely without it turning into something else.
Untuk makna ini susunan yang wajar adalah kata ini menjadi penjelas keadaan yang terletak sebagai predikat atau sebagai keterangan keadaan setelah kata penegas sudah atau telah, polanya dapat ditulis sebagai patternsudah pada dan posisinya berada setelah subjek serta dapat diikuti keterangan tambahan tentang apa yang dirasa cukup itu. Pelajar perlu memperhatikan bahwa makna ini dipakai untuk menyatakan rasa puas karena takaran, jumlah, atau keadaan sudah tidak kurang, jadi kalimatnya sering bercerita tentang kebutuhan yang terpenuhi. Contoh yang memakai susunan predikat sederhana adalah exampleGaji bulan ini sudah pada untuk kebutuhan kami, contoh yang memakai keterangan tambahan adalah exampleHasil panen tahun ini sudah pada dan membuat warga tenang. Dengan mengingat posisi sebagai penjelas kepuasan setelah subjek itu pelajar dapat memakai makna ini sendiri untuk menyatakan kecukupan.
You use this word when something is no longer short — the amount or situation already meets the need, so you feel satisfied. It sits after the subject as the predicate, almost always teamed with the word for already, as in patternsudah padaalready enough. Think of it like English is already enough: the subject first, then that sense of sufficiency, then optionally what it is enough for. That is what happens in exampleGaji bulan ini sudah pada untuk kebutuhan kamiThis month's salary is already enough for our needs, where the ending adds what need is met. You can also just stop at the relief itself, as in exampleHasil panen tahun ini sudah pada dan membuat warga tenangThis year's harvest is already enough and leaves the villagers at ease.
Untuk makna ini susunan yang wajar adalah kata ini menjadi keterangan yang terletak setelah subjek jamak dan tepat di depan kata kerja, polanya dapat ditulis sebagai patternmereka / kami / anak-anak + pada + kata kerja dan fungsinya menerangkan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh semua anggota kelompok secara bersama dan dengan cara yang sama. Pelajar perlu memperhatikan bahwa subjeknya harus dapat dipahami sebagai banyak orang atau banyak barang, karena tanpa gagasan banyak itu keterangan bersama ini tidak masuk akal. Contoh yang memakai subjek orang banyak adalah exampleAnak-anak itu pada tertawa saat mendengar cerita, contoh yang memakai subjek kami adalah exampleKami pada membawa bekal dari rumah, dan contoh yang memakai benda banyak adalah exampleSemua lampu itu pada menyala di malam hari. Dengan mengingat posisi di antara subjek jamak dan kata kerja itu pelajar dapat memakai makna ini sendiri untuk menyatakan kebersamaan perbuatan.
Think of English *all* in "they all laughed" — this little word lives in that same spot, right after a plural subject and right before the verb, as in patternmereka / kami / anak-anak + pada + kata kerjathey / we / the kids + all + verb. It says every member of the group did the same thing, together and in the same way. That plural idea is essential. Without a many-people or many-things subject, it makes no sense. So you get it with a crowd, as in exampleAnak-anak itu pada tertawa saat mendengar ceritathe kids all laughed when they heard the story, with *we*, as in exampleKami pada membawa bekal dari rumahwe all brought lunch from home, and even with things, as in exampleSemua lampu itu pada menyala di malam hariall the lamps were lit at night.
Untuk makna ini susunan yang wajar adalah kata ini menjadi kata benda yang dapat menjadi subjek, objek, atau pelengkap setelah bilangan dan kata penjelas, polanya dapat ditulis sebagai patternsatu pada / dua pada / pada pertama dan posisinya sama seperti nama satuan lain di dalam kalimat. Pelajar perlu memperhatikan bahwa yang dimaksud adalah potongan kecil pembentuk irama puisi yang berisi dua atau tiga suku kata dengan pola tekanan tertentu, jadi kalimatnya sering bercerita tentang menghitung, membaca, atau menganalisis puisi. Contoh yang memakai susunan setelah bilangan adalah exampleBait puisi itu terdiri atas empat pada, contoh yang memakai susunan sebagai objek adalah exampleGuru meminta kami menandai setiap pada dalam puisi itu, dan contoh yang memakai susunan sebagai subjek adalah examplePada kedua terdengar lebih panjang daripada pada pertama. Dengan mengingat posisi sebagai nama satuan setelah bilangan atau penjelas itu pelajar dapat memakai makna ini sendiri dalam pembicaraan tentang puisi.
This is the poetry sense, exactly like English foot, feet. It is a noun and works like any other unit word, coming after a number or a descriptor in patternsatu pada / dua pada / pada pertamaone foot / two feet / the first foot. What it means is the tiny building block of rhythm, two or three syllables with a set stress pattern, so you will meet it when you are counting, reading, or analyzing a poem, as in exampleBait puisi itu terdiri atas empat padathat stanza is made up of four feet. It can be object or subject just like other nouns, as in examplePada kedua terdengar lebih panjang daripada pada pertamathe second foot sounds longer than the first foot.
Untuk makna ini susunannya selalu di depan kata yang menerangkan sifat, jadi kata ini tidak pernah berdiri sendiri di akhir kalimat dan tidak pernah langsung menempel pada kata benda. Polanya bisa diingat sebagai patternpaling + kata sifat atau kalau bendanya disebut lebih dulu menjadi patternkata benda + yang paling + kata sifat. Dalam pola itu posisi kata ini tetap, yaitu tepat sebelum kata sifatnya, sedangkan keterangan pembanding boleh ditambah di belakang dengan memakai kata depan yang artinya dari kelompok tertentu. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleAdik saya paling tinggi di kelasnya. dan juga exampleIni mangga yang paling manis dari semua mangga di pasar.. Kata yang sedang dipelajari dalam contoh itu adalah paling. Bentuk keliru yang perlu dihindari adalah not thispaling sangat tinggi karena kata sifatnya sudah diberi tanda tingkat tertinggi sehingga tidak perlu ditambah lagi kata penguat lain di depannya, cukup katakan tingkat tertingginya saja dengan satu kata kecil ini di depan kata sifat.
Think “tallest,” not “most tall.” English often squeezes the idea into one word with -est, Indonesian keeps it separate with palingmost. It always sits right in front of the adjective, never alone at the end and never stuck straight onto a noun, as in patternpaling + kata sifatmost + adjective. When you name the noun first you stretch that to patternkata benda + yang paling + kata sifatnoun + the most + adjective, with the group you are comparing against allowed after. So exampleAdik saya paling tinggi di kelasnya.My younger sibling is the tallest in their class. and exampleIni mangga yang paling manis dari semua mangga di pasar.This is the sweetest mango of all the mangoes in the market. Once you have marked that top level you are done — not thispaling sangat tinggimost very tall tries to double-mark it and sounds wrong, just use the one little word.
Untuk makna ini kata ini dipakai sebagai perbuatan, jadi susunannya adalah pelaku atau benda yang berputar menjadi bagian depan kalimat lalu kata ini menjadi bagian tengah sebagai isi perbuatan, dan bila perlu ditambah keterangan tempat atau cara di belakangnya. Polanya bisa diingat sebagai patternbenda yang berputar + paling + keterangan. Makna ini hidup dalam kalimat yang menceritakan benda berporos yang bergerak melingkar terus menerus tanpa berhenti, bukan gerakan sekali putar atau gerakan pindah tempat. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleGasing itu paling kencang di lantai. dan juga exampleKincir itu paling terus karena tertiup angin.. Kata yang sedang dipelajari dalam contoh itu adalah paling. Bentuk keliru yang perlu dihindari adalah not thismemaling karena untuk makna perbuatan berputar ini bentuk dasarnya sudah cukup tanpa perlu ditambah awalan lagi, penutur asli memakai bentuk dasarnya saja dalam susunan di atas.
This palingto spin describes a thing spinning by itself on its axis, round and round without stopping. It is not a single turn, and it is not moving from one place to another. The spinning thing comes first as the subject, then palingto spin in the middle as the action, with how or where it spins at the end, as in patternbenda yang berputar + paling + keteranganspinning thing + paling + description. You can hear it in exampleGasing itu paling kencang di lantai.That top spins fast on the floor. and in exampleKincir itu paling terus karena tertiup angin.That pinwheel keeps spinning because the wind blows on it.. Do not add anything to the verb. not thismemalingto spin sounds wrong to native ears, the bare form is already complete for this continuous spinning action.
Kata ini menerangkan sifat sesuatu yang sudah jelas benar dan tidak meragukan lagi. Susunannya selalu menempel pada orang, barang, atau janji yang dibicarakan. Pola yang paling wajar adalah kata benda di depan lalu kata ini sebagai penjelasnya, seperti dalam pola patternjanji ayah pasti atau pola patternteman yang pasti. Dengan pola itu pelajar bisa berkata exampleJanji ayah pasti. untuk menyatakan janji itu benar-benar akan terjadi dan tidak perlu diragukan, atau berkata exampleDia teman yang pasti. untuk menyatakan dia benar-benar teman yang bisa dipegang. Kata ini juga sering berdiri sendiri sebagai penutup sesudah sesuatu sudah disebut, misalnya exampleUang itu pasti. atau exampleKemenangan kita pasti.. Di situ kata pasti tidak menjelaskan cara melakukan sesuatu, melainkan menjelaskan keadaan barang atau hal itu sendiri bahwa ia jelas dan tidak goyah. Karena itu jangan dipakai untuk menjelaskan cara bergerak atau cara bekerja, seperti dalam bentuk yang keliru not thisDia menulis pasti.. Bentuk itu keliru karena menaruh kata ini di belakang kata kerja seolah-olah menerangkan cara menulis, padahal untuk makna ini kata tersebut harus menerangkan kata bendanya, misalnya orangnya, barangnya, atau janjinya yang jelas.
Think of this pastisure as English sure, not surely. It tells you the person, thing, or promise itself is solid and beyond doubt. It almost always sits on the noun, noun first with this word as its description, as in patternjanji ayah pastidad's promise is sure or patternteman yang pastia dependable friend. So you can say exampleJanji ayah pasti.Dad's promise is sure. when you mean it will really happen and needn't be doubted, or exampleDia teman yang pasti.He is a dependable friend. when you mean he can really be counted on. It also often stands alone as a closing tag after something has been named, like exampleUang itu pasti.That money is certain. or exampleKemenangan kita pasti.Our victory is certain.. In all of these it describes the state of the thing itself, that it is clear and unshakable. So don't use it to describe how someone moves or works, like not thisDia menulis pasti.He writes in a sure way. That puts it behind a verb as if it were the manner of writing, when for this meaning it has to describe the noun — the person, the thing, or the promise that is sure.
Kata yang sedang dipelajari ini menerangkan nilai suatu hal atau orang, yaitu sangat perlu dan harus diperhatikan lebih dulu. Dalam kalimat, kata ini hidup sebagai penjelas sifat. Susunan yang paling wajar adalah kata benda lebih dulu lalu diikuti oleh kata ini, sehingga rumusnya bisa diingat sebagai patternsurat penting atau patternhal penting atau patternorang penting. Dengan susunan itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleIni surat penting. atau exampleBesok ada rapat penting. atau exampleIbu adalah orang penting bagi saya.. Susunan lain yang juga sangat sering dipakai adalah sebagai keterangan di belakang penghubung, misalnya setelah patternyang paling atau setelah kata kerja patternadalah dan patternterasa, seperti dalam exampleKesehatan adalah hal yang paling penting. atau examplePesan ini terasa penting untuk saya.. Untuk menguatkan, kata ini biasa didahului oleh penguat seperti dalam patternsangat penting atau patternpaling penting, contohnya exampleMinum air putih sangat penting.. Bentuk dasarnya yaitu penting sudah cukup untuk makna ini, tidak perlu imbuhan tambahan. Susunan yang perlu dihindari adalah meletakkan kata ini di depan kata bendanya seperti dalam not thispenting rapat, karena dalam pemakaian sehari-hari penutur asli selalu meletakkan penjelas sifat ini di belakang kata bendanya, yaitu patternrapat penting, seperti dalam exampleBesok ada rapat penting..
Use pentingimportant when a thing or person is so needed and valued it has to come first. Where English puts the description first, Indonesian puts it second. You don't say important first and then the noun, you say the noun first and then pentingimportant. That gives patternrapat pentingimportant meeting, patternsurat pentingimportant letter, and patternorang pentingimportant person, so you can say exampleIni surat penting.This is an important letter. or exampleBesok ada rapat penting.Tomorrow there is an important meeting. You can also use it as a description after a link, after patternadalahis or after patternyang palingthe most, as in exampleKesehatan adalah hal yang paling penting.Health is the most important thing. To make it stronger just add a strengthener in front, patternsangat pentingvery important or patternpaling pentingmost important, as in exampleMinum air putih sangat penting.Drinking plain water is very important. The base form pentingimportant is enough, no extra affix needed. Just never flip the order to not thispenting rapatimportant meeting, because a native speaker always puts this description after its noun.
Kata yang sedang dipelajari ini menamai sebuah bunyi, yaitu bunyi nyaring pendek seperti patternting yang terdengar ketika senar dipetik atau koin kecil jatuh dan beradu dengan benda keras. Dalam kalimat, kata ini hidup sebagai benda, jadi posisinya seperti nama barang lain, bisa menjadi pelaku kalimat atau bisa didahului oleh kata penunjuk bunyi. Susunan yang wajar adalah diawali oleh kata kerja pendengaran lalu diikuti kata ini, misalnya dengan pola patternterdengar penting atau patternbunyi penting. Dengan susunan itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleTerdengar penting dari dapur. atau exampleKoin jatuh dan terdengar bunyi penting. atau examplePenting senar gitar itu terdengar jelas.. Kata ini juga bisa diberi penunjuk seperti dalam patternpenting itu atau patternsatu penting, contohnya examplePenting itu terdengar dua kali.. Bentuk dasarnya yaitu penting sudah cukup untuk menamai bunyi ini, tidak perlu diberi awalan yang biasa dipakai untuk kata kerja atau kata sifat. Bentuk seperti not thisberpenting tidak dipakai penutur asli untuk menyebut bunyi tersebut, karena bunyi ini cukup disebut dengan bentuk dasarnya saja dalam pola seperti patternterdengar penting seperti dalam exampleTerdengar penting dari dapur..
This word names a sound, a short bright patterntingting like a plucked string or a small coin hitting something hard. It lives as a thing in the sentence, so it can act as the subject or follow a word for hearing. You will most often meet it after a hearing verb, in patterns like patternterdengar pentinga clink is heard or patternbunyi pentingclink sound, as in exampleTerdengar penting dari dapur.A clink was heard from the kitchen. or exampleKoin jatuh dan terdengar bunyi penting.A coin fell and a clinking sound was heard. It can also come first, as in examplePenting senar gitar itu terdengar jelas.The clink of that guitar string sounded clear. Because it is a noun you can point to it with patternpenting ituthat clink or count it with patternsatu pentingone clink, as in examplePenting itu terdengar dua kali.That clink was heard twice. Just use the base form pentingclink by itself, with no added prefix.
Makna ini dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang tidak bisa berjalan terus tanpa sesuatu, jadi orang itu harus punya atau melakukan sesuatu itu. Susunan yang wajar adalah orang yang merasakan kebutuhan itu ada di depan, lalu diikuti perlu, lalu diikuti apa yang dibutuhkan itu, bisa berupa benda atau perbuatan. Polanya bisa dilihat seperti patternsaya perlu air atau patternkami perlu istirahat atau patterndia perlu pergi. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleSaya perlu air. atau exampleKami perlu istirahat. atau exampleDia perlu pergi ke dokter.. Kalau yang dibutuhkan itu perbuatan, kata kerja langsung ikut setelah perlu tanpa kata tambahan, misalnya dalam exampleMereka perlu makan.. Untuk menyatakan tidak ada kebutuhan, tinggal menambah penanda negatif di depan, seperti dalam exampleSaya tidak perlu gula.. Ada susunan yang perlu dihindari yaitu menambah penghubung yang menyatakan tujuan di antara perlu dan benda yang dibutuhkan, seperti dalam not thisSaya perlu untuk air., susunan itu terdengar janggal karena setelah perlu bendanya langsung disebut saja tanpa penghubung itu.
When you can't go on without something, you say so with the person who feels the need first, then perluneed, then the thing needed. That thing can be an object or an action, as in patternsaya perlu airI need water, patternkami perlu istirahatwe need rest, or patterndia perlu pergithey need to go. So you can say exampleSaya perlu air.I need water. or exampleKami perlu istirahat.We need rest. or exampleDia perlu pergi ke dokter.They need to go to the doctor. If what you need is an action, the verb follows directly with nothing in between, unlike English *need to*. Just say exampleMereka perlu makan.They need to eat. To say there is no need, just put the negative in front, as in exampleSaya tidak perlu gula.I don't need sugar. Don't add an extra purpose-linker between the verb and a thing, as in not thisSaya perlu untuk air.I need for water. After perluneed you name the thing directly.
Makna ini dipakai untuk menyatakan bahwa suatu hal tidak bisa ditinggalkan karena berguna dan harus ada. Susunan yang wajar adalah hal yang dibicarakan itu ada di depan sebagai pokok pembicaraan, lalu perlu ada di belakang sebagai penjelas sifatnya. Pola yang sering terdengar adalah patternair bersih itu perlu atau patternsarapan itu perlu atau patternsurat itu perlu untuk pendaftaran. Dengan pola itu pelajar bisa membuat kalimat seperti exampleAir bersih itu perlu. atau exampleSarapan itu perlu untuk anak-anak. atau exampleSurat ini perlu untuk pendaftaran.. Keterangan tujuan atau kegunaannya sering ditambahkan di belakang dengan penghubung yang menyatakan tujuan, misalnya dalam exampleIstirahat yang cukup perlu untuk kesehatan.. Penutur asli juga sering meletakkan pokoknya di depan lalu menutup dengan perlu di akhir kalimat, jadi kesan yang muncul adalah hal itu memang harus ada dan tidak bisa dilewatkan.
Think in English as is necessary, not as needs. The thing you are talking about comes first as the topic, then perlunecessary comes after it to describe it, as in patternair bersih itu perluclean water is necessary or patternsarapan itu perlubreakfast is necessary. So you can say exampleAir bersih itu perlu.Clean water is necessary. or exampleSarapan itu perlu untuk anak-anak.Breakfast is necessary for children. A purpose or use is often added on at the end, as in exampleIstirahat yang cukup perlu untuk kesehatan.Enough rest is necessary for health. or exampleSurat ini perlu untuk pendaftaran.This letter is necessary for registration. Closing the sentence with perlunecessary gives the feeling that the thing simply has to be there because it is useful and cannot be left out.
Kata kecil ini dipakai untuk bercerita tentang pengalaman yang sudah terjadi, entah satu kali atau lebih dari satu kali, tanpa perlu menyebut kapan tepatnya. Maknanya selalu tentang waktu lalu yang sudah lewat, dan pendengar langsung paham bahwa yang dibicarakan adalah pengalaman, bukan rencana atau kegiatan yang sedang berjalan. Susunan kalimat yang wajar untuk makna ini adalah kata ini diletakkan di depan kata kerja, lalu diikuti bagian lain kalimat bila perlu. Pola dasarnya dapat diingat sebagai patternpernah + kata kerja. Dengan pola itu penutur asli membuat kalimat seperti exampleSaya pernah makan rendang. atau exampleKamu pernah pergi ke Jakarta?. Pada kalimat tanya, susunan itu tidak berubah, kata ini tetap di depan kata kerja, seperti dalam exampleMereka pernah melihat salju?. Untuk menjawab tidak ada pengalaman, kalimat memakai bentuk ingkar yang juga diletakkan di depan kata ini, yaitu dengan belum pernah untuk pengalaman yang sampai sekarang belum terjadi, misalnya exampleSaya belum pernah naik pesawat., dan dengan tidak pernah untuk menegaskan sama sekali tidak ada pengalaman, misalnya exampleDia tidak pernah merokok.. Karena makna ini selalu tentang waktu lalu yang tidak pasti, kata ini tidak cocok untuk kejadian dengan waktu yang sudah jelas atau untuk masa depan. Bentuk seperti not thisSaya pernah pergi besok. terasa janggal karena waktu yang dipakai menunjuk ke depan, sedangkan kata ini hanya menunjuk ke pengalaman yang sudah lewat. Bentuk seperti not thisSaya makan pernah bakso. juga keliru karena kata ini diletakkan di belakang kata kerja, padahal tempatnya yang wajar selalu di depan kata kerja.
Think of English *have you ever...?* In Indonesian you don't change the verb at all, you just put this little word in front of it, with no time mentioned, and everyone hears it as experience, not a plan or something happening now. The base to remember is patternpernah + kata kerjaever + verb. So exampleSaya pernah makan rendang.I have eaten rendang before. is simply telling a past experience, once or more, and exampleKamu pernah pergi ke Jakarta?Have you ever been to Jakarta? works the same way in a question, with the order unchanged. For no experience there are two negatives built around the same word. exampleSaya belum pernah naik pesawat.I have never been on a plane. means up to now it hasn't happened, while exampleDia tidak pernah merokok.He has never smoked. stresses not at all, ever. Because it always points to an indefinite past, you can't join it to a clear future time, so not thisSaya pernah pergi besok.I ever go tomorrow. sounds wrong, and you can't move it after the verb, so not thisSaya makan pernah bakso.I eat ever meatballs. is wrong too.
Kata ini menerangkan urutan dan selalu muncul di belakang kata benda yang dijelaskannya. Susunannya dapat diingat sebagai patternkata benda + pertama yang artinya benda atau orang itu berada di nomor satu. Kata pertama sendiri tidak berubah dan tidak perlu tambahan lain untuk makna ini. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu seperti exampleSaya anak pertama. dan exampleDia juara pertama di sekolah. dan exampleKami tinggal di lantai pertama.. Dalam setiap kalimat itu pertama menempel langsung di belakang kata benda dan memberi tahu pendengar bahwa benda atau orang itu berada sebelum nomor dua. Bentuk seperti not thispertama anak tidak dipakai karena susunannya terbalik dan terdengar janggal bagi penutur asli, jadi letakkan pertama setelah kata bendanya dan tirulah contoh di atas untuk membuat kalimat sendiri.
In English you say first in front of the noun, in Indonesian it goes behind. Think patternkata benda + pertamanoun + first — that person or thing is number one, before number two. The word pertamafirst itself never changes for this meaning, you just place it right after the noun. So you imitate exampleSaya anak pertama.I am the first child., exampleDia juara pertama di sekolah.She is the first-place winner at school. and exampleKami tinggal di lantai pertama.We live on the first floor.. In each one pertamafirst sticks directly to the noun before it and tells you which one is earliest in order. Don't flip it around like English. not thispertama anakfirst child sounds wrong to an Indonesian ear, so keep pertamafirst after its noun and build your own sentences on those models.
Kata ini menerangkan hal yang wajib didahulukan karena dianggap paling penting. Dalam kalimat kata ini biasanya berdiri di belakang kata benda yang dianggap penting itu atau berdiri sebagai keterangan yang menutup kalimat. Susunannya dapat diingat sebagai patternkata benda + pertama atau sebagai bagian penutup seperti patternbagi saya, keluarga pertama. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu seperti exampleBagi saya, keluarga pertama. dan exampleKeselamatan pertama di tempat kerja. dan exampleKesehatan pertama, pekerjaan bisa menunggu.. Dalam setiap kalimat itu pertama menunjukkan bahwa hal yang disebut harus diutamakan dan dijaga lebih dulu sebelum hal lain dikerjakan. Bentuk seperti not thispertama keluarga bagi saya tidak dipakai karena susunannya terbalik dan terdengar janggal bagi penutur asli, jadi letakkan pertama di belakang dan tirulah contoh di atas untuk membuat kalimat sendiri.
English already does this one the same way: family first, safety first. That pertamafirst also goes last, after the noun you are marking as most important, something to protect before you do anything else. Think of it as patternkata benda + pertamanoun + first, or as a closer like patternbagi saya, keluarga pertamafor me, family first. So you say exampleBagi saya, keluarga pertama.For me, family first. and exampleKeselamatan pertama di tempat kerja.Safety first at work. and exampleKesehatan pertama, pekerjaan bisa menunggu.Health first, work can wait. Don't flip it around like an English adjective. not thispertama keluarga bagi sayafirst family for me sounds backwards to an Indonesian ear, and in English it even suggests something else. Keep pertamafirst at the end and you're saying: this comes before everything else.
Kata pilih dipakai ketika kamu mengambil satu dari beberapa hal yang ada karena kamu mau atau butuh hal itu. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah pelaku dulu, lalu kata pilih, lalu nama barang atau hal yang diambil. Polanya bisa dirasakan seperti patternsaya pilih + nama barang. Dengan susunan itu kamu bisa langsung membuat kalimat yang jelas dan sopan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya exampleSaya pilih teh. artinya dari beberapa minuman yang ada kamu mengambil teh. Contoh lain exampleKamu pilih yang mana? dipakai untuk bertanya kepada orang lain tentang barang yang ia mau. Dalam situasi menawarkan, susunan yang ramah sering diawali dengan ajakan, seperti exampleSilakan pilih tempat duduk. atau exampleIbu pilih baju yang biru.. Kata pilih di sini selalu diikuti langsung oleh nama barangnya tanpa kata tambahan di tengah. Karena itu bentuk seperti not thisSaya pilih untuk teh. terdengar janggal dan tidak dipakai, kata untuk di tengah harus dibuang supaya menjadi exampleSaya pilih teh. yang alami dan mudah dipahami.
When you're taking one thing out of several because you want or need it, use pilihchoose. English works the same way here — you put the person first, then the verb, then the thing taken, with nothing in between. Think of it as patternsaya pilih + nama barangI choose + item name. That gives you clear, polite sentences right away: exampleSaya pilih teh.I choose tea. means from several drinks you're taking tea, and exampleKamu pilih yang mana?Which one do you choose? asks someone else what they want. When offering, you can lead with an invitation, like exampleSilakan pilih tempat duduk.Please choose a seat.. Just keep the item name directly after the verb. It is tempting to add a little word in the middle, but not thisSaya pilih untuk teh.I choose for tea. sounds odd and isn't used — drop that middle word to get the natural exampleSaya pilih teh.I choose tea.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang menunjukkan tempat keluar masuk di bangunan. Susunannya paling sering muncul sesudah kata kerja yang menyatakan memakai tempat itu atau sesudah kata depan yang menyatakan posisi. Pola yang paling wajar adalah patternbuka pintu dan patterntutup pintu serta patterndi depan pintu dan patterndi pintu. Dalam pola itu kata pintu sering diikuti keterangan tempat yang menjelaskan pintu yang mana, misalnya pintu kamar atau pintu rumah atau pintu depan. Perhatikan kalimat exampleTolong tutup pintu kamar. yang memakai susunan kata kerja lalu kata benda untuk menyuruh menutup tempat keluar masuk itu. Kalimat lain exampleAnak itu berdiri di depan pintu. memakai kata depan untuk menunjukkan posisi orang terhadap tempat keluar masuk itu. Kalimat exampleKunci pintu rumah sudah rusak. menunjukkan kata pintu diterangkan oleh kata lain sesudahnya untuk menjelaskan letaknya. Susunan yang terbalik tidak dipakai, jadi bentuk seperti not thispintu tutup terasa janggal karena kata kerja harus berdiri di depan kata bendanya, bukan di belakangnya.
Think of pintudoor as the opening you walk through in a building, and you'll almost always meet it after the word that uses it or places you at it, like patternbuka pintuopen the door and patterntutup pintuclose the door, or patterndi depan pintuin front of the door and patterndi pintuat the door. What comes after it tells you which one, as in pintu kamarbedroom door or pintu rumahhouse door or pintu depanfront door. Note the order flips from English — where English says bedroom door, Indonesian says door bedroom. So exampleTolong tutup pintu kamar.Please close the bedroom door. is verb then thing, asking someone to close that opening. And exampleAnak itu berdiri di depan pintu.That child is standing in front of the door. uses a preposition to place the child against that opening. In exampleKunci pintu rumah sudah rusak.The lock on the house door is already broken., the words after pintudoor narrow down which door you mean. Don't reverse it. not thispintu tutupdoor close sounds wrong because the verb has to come first.
Makna ini hidup sebagai kata benda untuk palang yang naik dan turun di jalan tempat kereta lewat. Susunannya hampir selalu tidak berdiri sendiri, melainkan ditemani kata yang menjelaskan tempat palang itu berada. Pola yang wajar adalah patternpintu perlintasan dan patternpintu kereta dan patternpintu rel. Dalam kalimat, gabungan itu menjadi pokok kalimat lalu diikuti kata kerja yang menjelaskan keadaan palang, seperti turun, naik, dibuka, atau ditutup. Perhatikan kalimat examplePintu perlintasan sudah turun. yang berarti palang itu sudah menutup jalan sehingga kendaraan harus berhenti. Kalimat lain exampleSemua motor berhenti di pintu kereta. menunjukkan posisi kendaraan menunggu di tempat palang itu berada. Kalimat examplePetugas membuka pintu perlintasan setelah kereta lewat. menunjukkan palang itu dibuka kembali setelah kereta lewat. Bentuk yang menyebut daun untuk palang ini tidak dipakai, jadi gabungan seperti not thisdaun pintu perlintasan terdengar keliru karena benda ini berupa palang panjang yang melintang, bukan lembaran yang berayun pada engsel.
Think of the long bar that comes down across the road where a train is about to pass. In Indonesian it almost never stands alone, it needs a word that tells you where that bar is, as in patternpintu perlintasanrailway crossing gate and patternpintu keretatrain gate and patternpintu relrail gate. In a sentence that whole phrase acts as the thing you are talking about, followed by a verb describing what the bar is doing, whether it is down, up, opened, or closed. So examplePintu perlintasan sudah turun.The crossing gate is already down. means the road is now blocked and vehicles have to stop, while exampleSemua motor berhenti di pintu kereta.All the motorbikes stopped at the train gate. describes vehicles waiting at the spot where the bar is. After the train is gone you get something like examplePetugas membuka pintu perlintasan setelah kereta lewat.The officer opened the crossing gate after the train passed. Don't add the word for a leaf or panel to it. not thisdaun pintu perlintasanleaf of the crossing gate sounds wrong, because this is not a flat panel swinging on hinges but a long bar lying across the road.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang menyatakan terbukanya cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Susunannya paling wajar muncul sesudah kata kerja yang menyatakan membuka atau menjadi awal dari cara itu. Pola yang sering dipakai adalah patternmembuka pintu untuk lalu diikuti kata yang menyatakan hal yang diinginkan, misalnya pekerjaan, belajar, atau usaha. Pola itu juga bisa muncul sebagai patternmenjadi pintu untuk dengan arti yang sama. Perhatikan kalimat exampleKursus itu membuka pintu untuk pekerjaan baru. yang berarti kursus itu memberi cara untuk mendapatkan pekerjaan baru. Kalimat lain exampleBeasiswa itu menjadi pintu untuk kuliah di kota besar. yang berarti beasiswa itu memberi cara untuk bisa kuliah di kota besar. Kata pintu dalam susunan ini selalu diikuti penjelasan tentang tujuan yang dibuka, tanpa penjelasan itu maknanya terasa menggantung. Susunan dengan kata depan yang menyatakan berada di dalam cara itu tidak dipakai, jadi bentuk seperti not thisdia di pintu pekerjaan baru terdengar keliru karena untuk makna ini harus dipakai susunan membuka atau menjadi jalan menuju tujuan itu.
Think of pintugateway here not as wood you swing, but as a chance that gives you a way in to something you want. English does the same thing with *door* — a course can open a door — so the image will feel familiar. In Indonesian it doesn't stand alone. It most naturally comes after a verb of opening or beginning, in the pattern patternmembuka pintu untukopen the door to followed by the thing you want, like a job, study, or business. exampleKursus itu membuka pintu untuk pekerjaan baru.That course opens the door to a new job. means the course gives you the way to get that job. The same idea can use patternmenjadi pintu untukbecome the gateway to with the same meaning. exampleBeasiswa itu menjadi pintu untuk kuliah di kota besar.That scholarship becomes the gateway to studying in a big city. means the scholarship gives you the way to be able to study there. Notice that the goal must always be named after it. Without that explanation the meaning hangs in the air. And you can't put yourself *in* it the way English sometimes says *at the door of* opportunity — a form like not thisdia di pintu pekerjaan baruhe is at the door to a new job sounds wrong. For this meaning you have to frame it as opening or becoming the way toward the goal.
Makna ini hidup sebagai kata penggolong yang dipakai sesudah angka untuk menghitung bangunan satu per satu. Susunannya selalu berupa angka lalu kata pintu lalu kata yang menyebut jenis bangunannya. Pola yang wajar adalah patterntiga pintu ruko dan patterndua pintu rumah dan patternempat pintu kontrakan. Dalam pola itu angka menjelaskan berapa banyak, kata pintu menunjukkan cara menghitungnya satu per satu, dan kata sesudahnya menjelaskan bangunan apa yang dihitung. Perhatikan kalimat exampleKeluarga itu punya dua pintu kontrakan. yang berarti keluarga itu punya dua bangunan kontrakan yang dihitung satu per satu. Kalimat lain exampleDia menyewa satu pintu ruko di pasar. yang berarti dia menyewa satu bangunan ruko dari deretan ruko. Karena kata pintu di sini sudah berfungsi sebagai alat hitung, tidak perlu ditambah alat hitung lain di depannya, jadi bentuk seperti not thisdua buah pintu kontrakan terdengar berlebihan dan tidak dipakai penutur asli.
Where English just says two houses, Indonesian counts buildings unit by unit with a special counter after the number. The order is fixed: number, counter, then what kind of building, as in patterntiga pintu rukothree shophouse units and patterndua pintu rumahtwo houses. The first part tells how many, the middle part tells you you're counting them one by one, the last part tells what is being counted. So exampleKeluarga itu punya dua pintu kontrakan.That family owns two rented houses. means they own two separate buildings, and exampleDia menyewa satu pintu ruko di pasar.He rents one shophouse unit in the market. means one unit in a row. Because that middle word is already doing the counting, don't add another counter, so not thisdua buah pintu kontrakantwo rented houses sounds redundant to native ears.
Makna ini bercerita tentang orang yang bergerak kembali ke rumah atau ke tempat asalnya setelah dari tempat lain, jadi susunan yang paling wajar menaruh orangnya dulu lalu diikuti oleh pulang sebagai perbuatan utamanya, kadang ditambah keterangan waktu atau tempat asal dengan pola seperti patternsaya pulang jam lima atau patternayah sudah pulang dari kantor. Pelajar bisa memakai pola itu untuk mengatakan kapan atau dari mana kembali, misalnya dengan kalimat exampleSaya pulang jam lima. atau exampleAnak-anak sudah pulang dari sekolah. atau exampleMari pulang.. Kata ini tidak membawa benda, bendanya tidak ikut dalam kalimat yang sama, orangnya sendirilah yang berpindah. Karena itu kalimat seperti not thisSaya pulang buku itu tidak dipakai untuk mengatakan mengembalikan barang, kalimat itu terdengar seperti orangnya sendiri yang kembali, bukan bukunya yang dikembalikan, dan untuk mengembalikan barang perlu kata lain.
pulanggo home is about you yourself moving back to your home or starting place after being somewhere else. So the natural order is the person first, then pulanggo home as the main action, with time or starting place added after, as in patternsaya pulang jam limaI go home at five or patternayah sudah pulang dari kantorDad has come home from the office. You can use that same shape to say when or from where you head back, for example exampleSaya pulang jam lima.I go home at five. or exampleAnak-anak sudah pulang dari sekolah.The children are already home from school. or simply exampleMari pulang.Let's go home. In English *return* can take an object, as in return a book, but pulanggo home never carries a thing with it. The person is the one who moves. That is why not thisSaya pulang buku ituI return that book does not work for giving something back — it sounds as if you yourself are going home, not the book, and returning an object needs a different word.
Susunan yang dipakai untuk arti ini selalu diawali pelaku lalu diikuti kata ini lalu diikuti barang yang dimiliki. Pelaku bisa orang atau kelompok, misalnya kata yang diucapkan setelah kata atau kata. Polanya bisa diingat sebagai patternSaya punya buku. Dalam pola itu posisi sesudah kata ini wajib diisi nama barang, tidak bisa kosong. Contoh yang wajar adalah exampleSaya punya kucing dan exampleDia punya rumah besar. Untuk menanyakan kepemilikan, susunan yang sama dipakai dengan nada tanya, misalnya exampleKamu punya pensil. Untuk menyatakan tidak memiliki, cukup menambahkan kata penolak di depan kata ini, misalnya exampleSaya tidak punya mobil. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya mempunya mobil karena kata ini untuk arti ini tidak diberi awalan apa pun, bentuk yang benar cukup exampleSaya punya mobil.
To say someone holds something as their own, start with who owns it, then this verb, then what is owned. Think of it as patternSaya punya bukuI have a book. Unlike English, the verb never changes for he, she, or they, and what comes after it can't be left empty — you always have to name the thing. So exampleSaya punya kucingI have a cat and exampleDia punya rumah besarShe has a big house sound complete, while the verb on its own does not. A question uses that same order, just with rising intonation, as in exampleKamu punya pensilDo you have a pencil? There is no extra word for do. To say you don't own something, you just put the negator in front of the verb, as in exampleSaya tidak punya mobilI don't have a car. For this meaning the verb takes no prefix. not thisSaya mempunya mobilI have a car feels wrong to an Indonesian ear; just say exampleSaya punya mobilI have a car.
Arti ini hidup ketika kata ini berdiri sebagai pengganti barang itu sendiri, bukan sebagai penghubung. Susunannya biasanya kata ini diikuti pemiliknya, lalu seluruh gabungan itu dipakai seperti nama benda, bisa menjadi pokok kalimat atau pelengkap. Polanya bisa diingat sebagai patternPunya saya hilang. Dalam pemakaian sehari-hari orang sering menunjuk dengan pola ini, misalnya examplePunya saya di meja atau examplePunya kamu mana. Kalimat tanya yang sangat sering dipakai adalah exampleIni punya siapa. Perlu diperhatikan cara menulisnya, bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisPunyasaya hilang yang ditulis rapat menjadi satu kata, yang benar ditulis terpisah seperti examplePunya saya hilang karena pemiliknya tetap kata yang berdiri sendiri.
Think of it as English *mine, yours* — the whole chunk patternPunya saya hilangMine is lost works like the name of a thing, the belonging itself, so you can use it as a subject or an object just where a noun would go. That's why for everyday pointing people just say examplePunya saya di mejaMine is on the table or examplePunya kamu manaWhere is yours?, and the question you'll hear constantly is exampleIni punya siapaWhose is this?. Just keep it written as two separate words, examplePunya saya hilangMine is lost, not not thisPunyasaya hilangMine is lost, because the owner still counts as its own word standing next to it.
Arti ini hidup di tengah frasa benda, sesudah nama barang dan sebelum nama pemilik. Susunannya selalu nama barang lalu kata ini lalu pemilik, sehingga jelas barang apa dan milik siapa. Polanya bisa diingat sebagai patternbuku punya saya. Contoh yang wajar adalah exampleIni buku punya saya dan exampleItu tas punya Rina. Pemilik sesudah kata ini bisa kata ganti atau nama orang, misalnya exampleSepeda punya dia rusak. Susunan ini tidak bisa ditambah kata penghubung lain di depannya, sehingga bentuk seperti not thisBuku punya dari saya tidak dianjurkan, cukup katakan exampleBuku punya saya.
This little word lives in the middle of the phrase, between the thing and its owner. Think in the order thing, then this word, then owner, as in patternbuku punya sayamy book. Where English flips it around with my or 's, Indonesian keeps that forward order. So you say exampleIni buku punya sayathis is my book and exampleItu tas punya Rinathat is Rina's bag. The owner at the end can be a pronoun or a person's name, as in exampleSepeda punya dia rusakhis bike is broken. Don't put another little linking word in front of it. A form like not thisBuku punya dari sayabook from me isn't right — just say exampleBuku punya sayamy book.
Kata ini dipakai untuk menyebut tempat orang menjalani hidup sehari-hari bersama keluarga, tempat untuk tidur, makan, dan beristirahat. Dalam kalimat kata ini biasanya menjadi benda yang dibicarakan, bisa berdiri sebagai pelaku di awal kalimat atau sebagai sesuatu yang dituju di tengah dan akhir kalimat. Pelajar perlu mengenal susunan dengan kata depan tempat dan arah karena kata ini sangat sering muncul di sana. Susunannya adalah kata depan lalu kata ini, seperti dalam pola patterndi rumah untuk menyatakan posisi, patternke rumah untuk menyatakan tujuan pergi, patterndari rumah untuk menyatakan asal berangkat, dan patternpulang ke rumah untuk menyatakan kembali setelah bepergian. Contoh yang wajar adalah exampleIbu ada di rumah sekarang. dan exampleKami makan malam di rumah setiap hari. serta exampleAyah pulang ke rumah jam enam sore. dan exampleAnak itu berjalan dari rumah ke sekolah. Kata ini juga sering diikuti kata yang menerangkan milik, seperti rumah saya atau rumah kami atau rumah orang tua , dan diikuti kata sifat yang menggambarkan ukuran atau keadaan, seperti dalam rumah besar atau rumah kecil atau rumah bersih Contoh dalam kalimat adalah exampleRumah saya dekat pasar. dan exampleMereka tinggal di rumah kecil itu. Perlu diperhatikan bentuk yang keliru seperti not thisSaya rumah sekarang. Bentuk itu keliru karena untuk menyatakan posisi orang harus memakai kata depan di depan kata ini, jadi yang benar adalah memakai di rumah seperti dalam exampleSaya di rumah sekarang.
This word means a house in the everyday family sense, the place where you sleep, eat and rest together. You will meet it most often after a word for place or direction, so learn those little chunks whole: patterndi rumahat home for where someone is, patternke rumahto the house for where someone is going, patterndari rumahfrom home for where someone starts, and patternpulang ke rumahgoing back home for coming back after being out, as in exampleIbu ada di rumah sekarang.Mom is at home now. and exampleKami makan malam di rumah setiap hari.We have dinner at home every day. as well as exampleAyah pulang ke rumah jam enam sore.Dad comes home at six in the evening. and exampleAnak itu berjalan dari rumah ke sekolah.That child walks from home to school. It can also be described by what comes after it. A possessor follows it, with the order reversed from English, so rumah sayamy house literally feels like house mine, as in exampleRumah saya dekat pasar.My house is near the market. An adjective also follows it, as in rumah besarbig house and rumah kecilsmall house, as in exampleMereka tinggal di rumah kecil itu.They live in that small house. English lets you say I'm home with no extra word, but here you cannot skip the marker for position. not thisSaya rumah sekarang.I house now is wrong for exactly that reason. You need di rumahat home, as in exampleSaya di rumah sekarang.I am at home now.
Kata ini dipakai sebagai bagian depan dari nama gedung untuk kegiatan tertentu, untuk bekerja, belajar, makan, berobat, atau beribadah. Makna kegiatan itu bukan datang dari kata ini sendirian, melainkan datang dari kata benda yang menempel langsung di belakangnya tanpa jeda dan tanpa kata penghubung. Susunannya selalu kata ini lalu langsung kata benda penjelas, seperti dalam pola patternrumah + kata benda kegiatan Contoh yang sudah tetap dan dipakai setiap hari adalah rumah sakit untuk gedung tempat orang berobat, rumah makan untuk gedung tempat orang makan, dan rumah ibadah untuk gedung tempat orang berdoa. Dalam kalimat gabungan itu menjadi satu kesatuan dan dipakai seperti satu kata benda, bisa sebagai tempat tujuan atau tempat kegiatan. Contoh yang wajar adalah exampleAdik dibawa ke rumah sakit tadi malam. dan exampleKami makan siang di rumah makan itu. serta exampleOrang datang ke rumah ibadah setiap pagi. Susunan ini tidak boleh dibalik atau disisipi kata lain, karena urutannya sudah tetap. Bentuk yang keliru adalah seperti not thissakit rumah Bentuk itu keliru karena kata penjelas harus berada di belakang kata ini, bukan di depan, jadi harus selalu rumah sakit seperti dalam exampleDokter bekerja di rumah sakit.
You'll meet this word at the front of building names, where it tells you this is a place to do something, not just any building. English hides that with completely different words like hospital and restaurant, but Indonesian builds it openly with patternrumah + kata benda kegiatanrumah plus an activity noun stuck directly together with nothing in between. That gives you everyday words like rumah sakithospital, literally for getting treatment, rumah makanrestaurant, for eating, and rumah ibadahhouse of worship, for praying. Once joined they act as one noun, often as the place where something happens, as in exampleAdik dibawa ke rumah sakit tadi malam.My little sibling was taken to the hospital last night. and exampleKami makan siang di rumah makan itu.We had lunch at that restaurant. The order is fixed, modifier after, and can't be flipped or split. not thissakit rumahsick house doesn't work, it must stay rumah sakithospital, as in exampleDokter bekerja di rumah sakit.The doctor works at the hospital.
Kata ini dipakai untuk menyatakan perbuatan menjalani hidup sebagai keluarga sendiri yang mandiri bersama pasangan dan anak setelah menikah. Untuk makna ini kata ini tidak berdiri sendiri sebagai benda, melainkan harus memakai imbuhan yang mengubahnya menjadi kata kerja, yaitu dalam bentuk berumah tangga Susunannya adalah orang sebagai pelaku di awal kalimat, lalu bentuk berimbuhan itu sebagai perbuatan, lalu bisa ditambah keterangan waktu atau tempat. Polanya adalah patternorang + berumah tangga Contoh yang wajar adalah exampleKakak saya sudah berumah tangga. dan exampleMereka berumah tangga di kota kecil. serta exampleSetelah menikah, dia berumah tangga dengan baik. Bentuk berimbuhan ini juga sering dipakai untuk menerangkan keadaan seseorang, seperti dalam sudah berumah tangga untuk orang yang sudah menjalani hidup keluarga sendiri dan belum berumah tangga untuk orang yang belum menjalani hidup seperti itu. Bentuk yang keliru adalah seperti not thisMereka rumah tangga. Bentuk itu keliru karena tanpa awalan perbuatan itu tidak lengkap dan terdengar seperti benda, jadi harus memakai bentuk lengkap berumah tangga seperti dalam exampleMereka sudah berumah tangga.
In English you can say "married" and be done, but here you can't just use the household word as a verb on its own. To talk about living on your own as an independent family with a partner after marriage, you need berumah tanggato have one's own family. Think of it as patternorang + berumah tanggasomeone has their own family, with the person first, then that action, then optionally where or when, like exampleKakak saya sudah berumah tangga.My older sibling already has their own family. or exampleMereka berumah tangga di kota kecil.They have their own family in a small town. You can also describe how someone does it, as in exampleSetelah menikah, dia berumah tangga dengan baik.After marrying, she runs her own family well. You'll see it most often as a status: sudah berumah tanggaalready has one's own family versus belum berumah tanggadoes not yet have one's own family. Never drop the verb form to say not thisMereka rumah tangga.They family., which sounds unfinished, like a thing instead of an action. It has to be berumah tanggato have one's own family, as in exampleMereka sudah berumah tangga.They already have their own family.
Kata kecil ini hidup tepat di belakang bagian yang dibatasi, jadi susunannya selalu bagian yang dibatasi dulu lalu diikuti kata ini di belakangnya, tidak pernah berdiri di depan kalimat sendiri, dan dengan susunan itu pendengar langsung paham bahwa jumlah atau pilihannya berhenti sampai di situ tanpa tambahan lain, misalnya bila yang diminum hanya teh maka kalimatnya meletakkan nama minuman itu dulu baru kata kecil ini di belakangnya seperti dalam kalimat exampleSaya minum teh saja yang bisa dipakai orang dewasa waktu ditawari kopi atau susu di ruang tamu, atau bila yang dibawa hanya satu buku maka nama bendanya diletakkan dulu seperti dalam kalimat exampleSaya bawa satu buku saja yang wajar diucapkan sebelum berangkat ke kelas, dan polanya bisa diingat sebagai patternyang dibatasi + saja sehingga untuk membuat kalimat sendiri pelajar cukup memilih satu benda atau satu kegiatan lalu menutupnya dengan kata ini seperti dalam saja pada contoh tersebut, sedangkan susunan seperti not thisSaja saya minum teh tidak dipakai karena menaruh kata ini di depan membuat pendengar tidak tahu bagian mana yang dibatasi.
In English you can move *only* around — only I, I only, I drink only tea. In Indonesian sajaonly can't move. It lives right behind the thing it limits, so the listener hears what is being closed off first, then hears the stop. So you say exampleSaya minum teh sajaI drink only tea, useful when you're offered coffee or milk and you want just tea, and you say exampleSaya bawa satu buku sajaI'm bringing only one book before class. Think of it as patternyang dibatasi + sajathe limited part + only: pick the drink, the book, the action, then close it with sajaonly. That's why not thisSaja saya minum tehOnly, I drink tea doesn't work. Put at the front, it has nothing to close, and the listener doesn't know what was meant to stop there.
Makna ini hidup dalam susunan orang atau hal yang ikut itu disebut dulu di depan lalu kata kecil ini menempel tepat di belakangnya dan setelah itu baru keterangan tentang apa yang dilakukan, jadi polanya bisa dirasakan sebagai patternorang atau hal yang ikut + saja + kegiatan dan dengan susunan itu pendengar paham ada orang lain selain yang disebut yang juga melakukan hal yang sama, misalnya dalam suasana rapat ketika sudah ada beberapa teman yang setuju lalu ingin mengatakan ibu itu pun setuju maka kalimat yang wajar adalah exampleIbu saja setuju yang bisa dipakai untuk menambah satu orang lagi ke dalam kelompok yang setuju, atau dalam percakapan di rumah ketika kakak sudah makan dan adik pun sudah makan maka kalimat yang wajar adalah exampleAyah saja sudah makan yang dipakai untuk menambah ayah ke dalam kelompok yang sudah makan, dan untuk memakai sendiri pelajar cukup menyebut orang yang ingin ditambahkan lalu meletakkan saja tepat di belakang namanya sebelum menyebutkan kegiatannya, sedangkan susunan seperti not thisSetuju saja ibu tidak dipakai karena menaruh kegiatan di depan membuat susunan ikutnya menjadi tidak jelas.
You use this when someone joins in what others are already doing. In English you'd put too at the end, but here you name the newcomer first, then put sajaalso right behind that name, before the action, like patternorang atau hal yang ikut + saja + kegiatanthe person joining in + saja + the activity. So in a meeting where friends have already agreed and you want to add her, you say exampleIbu saja setujuMother agrees too. At home, where the kids have eaten and you want to add him, you say exampleAyah saja sudah makanDad has already eaten too. Don't flip it around like not thisSetuju saja ibuMother agrees too — starting with the action leaves it unclear who is joining in.
Makna ini hidup dalam susunan kegiatan atau keadaan yang berulang itu disebut bersama keterangan waktu yang menunjukkan pengulangan, dan kata kecil ini diletakkan di belakang kegiatan atau keadaan itu untuk memberi rasa bahwa hal itu terjadi terus tanpa berhenti, jadi polanya bisa dirasakan sebagai patternkegiatan atau keadaan + saja + keterangan waktu yang berulang dan dengan susunan itu pendengar paham kejadiannya bukan sekali melainkan lagi dan lagi, misalnya untuk menceritakan anak yang setiap hari bermain gawai kalimat yang wajar adalah exampleTiap hari dia main ponsel saja yang bisa dipakai orang tua waktu mengeluh dengan nada lelah, atau untuk menceritakan teman yang setiap pagi datang terlambat kalimat yang wajar adalah exampleTiap pagi dia datang terlambat saja yang dipakai untuk menunjukkan kebiasaan yang tidak berubah, dan untuk memakai sendiri pelajar cukup memilih kegiatan yang berulang lalu menambahkan kata ini seperti dalam saja sebelum atau sesudah keterangan waktunya, sedangkan susunan seperti not thisSaja tiap hari dia main ponsel tidak dipakai karena menaruh kata ini di depan kalimat menghilangkan tempatnya yang wajar di belakang kegiatan yang berulang.
When something doesn't just happen once but again and again, English reaches for always or keeps. Indonesian can get that same tired, repetitive feeling with this little word placed right after the action or state. Think of the shape as patternkegiatan atau keadaan + saja + keterangan waktu yang berulangactivity or state + saja + repeated time expression. The repeated time does the repeating, like every day or every morning, and sajajust tucked behind what happens tells the listener it never stops. A weary parent might say exampleTiap hari dia main ponsel sajaEvery day he just plays on his phone, not once, but as a habit that won't change. In the same way exampleTiap pagi dia datang terlambat sajaEvery morning he just comes late paints a friend whose lateness is fixed. Just pick the repeating action, then add the word right after it, before or after your time expression. Don't move it to the front, as in not thisSaja tiap hari dia main ponselJust every day he plays on his phone, because it loses its place behind the habit and no longer sounds natural.
Makna ini hidup dalam susunan kata kerja dulu baru kata kecil ini tepat di belakang kata kerja itu, sering dilanjutkan dengan keterangan yang menunjukkan tanpa izin atau tanpa aturan, jadi polanya bisa dirasakan sebagai patternkata kerja + saja + tanpa izin atau tanpa aturan dan dengan susunan itu pendengar paham perbuatan itu dilakukan semaunya sendiri, misalnya untuk menceritakan tamu yang langsung masuk ke kamar tanpa mengetuk kalimat yang wajar adalah exampleDia masuk saja tanpa mengetuk pintu yang bisa dipakai waktu melapor kepada tuan rumah dengan nada keberatan, atau untuk menceritakan orang yang langsung mengambil barang di toko tanpa bertanya kalimat yang wajar adalah exampleDia ambil saja barang itu tanpa bertanya yang dipakai untuk menunjukkan perbuatan yang tidak meminta izin, dan untuk memakai sendiri pelajar cukup memilih kata kerja seperti masuk atau ambil lalu menempelkan saja tepat di belakangnya, sedangkan susunan seperti not thisSaja dia masuk tanpa mengetuk pintu tidak dipakai karena kata ini harus menempel pada kata kerja yang dilakukan semaunya itu bukan berdiri di depan kalimat.
In English just can wander around a sentence, but this sajajust, as one pleases cannot. It lives right behind the verb for the thing someone did on their own, in the shape patternkata kerja + saja + tanpa izin atau tanpa aturanverb + saja + without permission or without rules, and that position is what tells the listener the act was done as one pleases. So to report a guest who walked straight into a room you say exampleDia masuk saja tanpa mengetuk pintuHe just walked in without knocking on the door, with a tone of complaint to the host, and for someone who takes something in a shop you say exampleDia ambil saja barang itu tanpa bertanyaHe just took the item without asking, to show no permission was asked. To use it yourself, just take the verb for what was done and set sajajust, as one pleases directly after it. not thisSaja dia masuk tanpa mengetuk pintuJust he walked in without knocking on the door does not work, because the word has to cling to that verb, not stand at the front of the sentence.
Makna ini hidup dalam kalimat ajakan atau saran yang lembut, susunannya kata kerja atau ajakan disebut dulu lalu kata kecil ini diletakkan di belakangnya sebagai penutup yang menenangkan, jadi polanya bisa dirasakan sebagai patternkata kerja ajakan + saja dan dengan susunan itu pendengar merasa satu pilihan itu baik untuk dilakukan sekarang, misalnya ketika hujan turun dan jendela masih terbuka maka saran yang ramah dan wajar adalah exampleTutup saja jendelanya yang bisa dipakai kepada teman sekamar tanpa terdengar memaksa, atau ketika badan sudah lelah di kantor maka saran yang hangat adalah examplePulang saja sekarang yang dipakai untuk mendorong teman agar memilih istirahat, dan untuk memakai sendiri pelajar cukup memilih kata kerja yang ingin disarankan lalu menutupnya dengan saja dengan nada suara yang lembut, sedangkan susunan seperti not thisSaja tutup jendelanya tidak dipakai karena saran yang baik menaruh kata kerja dulu baru penutupnya di belakang.
Think of English “just” when you’re being kind, as in “just go home and rest.” That’s what sajajust — here meaning ‘you’d better’ does here. You say what you’re suggesting first, then close with it, like a soft landing, so the whole thing feels like patternkata kerja ajakan + sajasuggestion verb + saja. So if rain is coming in the open window, you don’t order your roommate — you nudge: exampleTutup saja jendelanyaJust close the window. And if a coworker is exhausted at the office, you warmly push them toward rest: examplePulang saja sekarangYou’d better just go home now. To use it yourself, pick the action you want to suggest and add sajajust / better to after it, with a gentle tone. Order matters. not thisSaja tutup jendelanyaJust close the window never works, because the suggestion has to come first and the softener belongs at the end.
Makna ini hidup tepat di belakang kata yang menjelaskan rasa atau sifat untuk membuat rasa itu terasa sangat kuat dan sungguh sungguh, jadi susunannya selalu kata sifat atau kata keterangan dulu baru kata kecil ini di belakangnya sebagai penguat, dan polanya bisa dirasakan sebagai patternkata sifat + saja sehingga pendengar paham tingkatnya sudah penuh tanpa kurang, misalnya untuk memuji sambal yang terasa sangat pedas kalimat yang wajar sambil makan adalah examplePedas saja sambal ini yang bisa dipakai di meja makan dengan wajah menahan pedas, atau untuk memuji kue yang terasa sangat manis kalimat yang wajar adalah exampleManis saja kue ini yang dipakai waktu mencicipi sepotong kue di toko, dan untuk memakai sendiri pelajar cukup memilih kata sifat seperti pedas atau manis lalu menempelkan saja tepat di belakangnya, sedangkan susunan seperti not thisSaja pedas sambal ini tidak dipakai karena penguat harus berdiri di belakang kata sifat yang dikuatkannya.
In English you say *very* before the word, in Indonesian this little booster goes after. You first say how something tastes or feels, then you add sajaextremely right behind that adjective to say it is fully, truly that way. Think of it as patternkata sifat + sajaextremely adjective. At the table, fanning your mouth over sambal, you would say examplePedas saja sambal iniThis sambal is so spicy. Tasting a bite of cake in a shop, you would say exampleManis saja kue iniThis cake is so sweet. To use it yourself, just pick the taste-word and put the intensifier directly after it. The order is fixed, so not thisSaja pedas sambal iniThis sambal is so spicy does not work, because the strength has to stand behind the word it strengthens.
Untuk makna ini kata sakit dipakai sebagai penjelas keadaan orang, biasanya menjadi inti kabar dalam kalimat. Susunan yang paling wajar adalah orangnya disebut dulu lalu diikuti kata ini, dengan pola seperti patternSaya sakit atau patternDia sakit. Kata ini bisa berdiri sendiri setelah nama orang, atau dibantu kata penanda waktu seperti sedang atau kemarin untuk menunjukkan kapan keadaannya terjadi. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleSaya sakit, jadi saya tidur di rumah dan juga exampleKemarin ibu sakit dan pergi ke dokter. Dalam susunan lain kata ini bisa menerangkan kata benda tentang orang, yaitu diletakkan setelah kata benda itu, seperti dalam pola patternanak yang sakit, contohnya dalam kalimat exampleAda anak yang sakit di kelas itu. Pelajar perlu tahu bahwa kata ini menceritakan keadaan seluruh badan yang tidak sehat, sehingga orangnya perlu istirahat, dan karena itu tidak perlu ditambah kata depan lain di belakangnya ketika dipakai seperti ini. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisSaya punya sakit karena kata ini di sini bukan benda yang dimiliki, melainkan keadaan orangnya, jadi cukup katakan exampleSaya sakit tanpa kata punya.
sakitsick tells you the state of a person, usually as the main news of the sentence. You name the person first and then add it, with no word for am or is in between, like patternSaya sakitI am sick or patternDia sakithe is sick. English needs that am or is, Indonesian does not — the person plus sakitsick is enough. It can stand alone like that, or with a time word to say when the state happened, as in exampleSaya sakit, jadi saya tidur di rumahI'm sick, so I'm staying home in bed and exampleKemarin ibu sakit dan pergi ke dokterYesterday Mom was sick and went to the doctor. It can also describe a person-noun by going after it, as in patternanak yang sakita child who is sick, for example exampleAda anak yang sakit di kelas ituThere is a child who is sick in that class. It means the whole body is unwell and needs rest, not something you own, so you don't add a word for have. not thisSaya punya sakitI have sick is wrong for this meaning — just say exampleSaya sakitI am sick.
Untuk makna ini kata sakit dipakai sebagai nama dari rasa yang tidak enak di badan. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menempel langsung di depan nama bagian tubuh tanpa kata penghubung, dengan pola seperti patternsakit perut dan patternsakit kepala dan patternsakit gigi. Kesatuan itu lalu bisa menjadi kabar dalam kalimat, misalnya exampleAdik sakit perut setelah makan itu dan exampleBapak sakit kepala dari tadi pagi. Susunan lain yang wajar adalah kata ini dipakai bersama kata rasa untuk menyebut rasanya sendiri sebagai pokok kalimat, seperti dalam pola patternrasa sakit, misalnya exampleRasa sakit di kaki saya sudah hilang. Pelajar perlu tahu bahwa nama bagian tubuh langsung mengikuti kata ini tanpa di, dan keseluruhan frasa itu sudah cukup untuk menunjukkan di mana rasa itu terasa. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya punya sakit di kepala saya karena penutur asli tidak memakai punya dan di dan pengulangan saya untuk menyatakan hal ini, cukup memakai susunan yang wajar seperti exampleSaya sakit kepala.
To talk about pain somewhere in the body, put sakitpain directly in front of the body part, with nothing in between, as in patternsakit perutstomachache and patternsakit kepalaheadache and patternsakit gigitoothache. That whole unit then tells what is wrong with someone, as in exampleAdik sakit perut setelah makan ituLittle sibling has a stomachache after eating that and exampleBapak sakit kepala dari tadi pagiDad has had a headache since this morning. You can also talk about the feeling itself as the subject with patternrasa sakitpainful feeling, as in exampleRasa sakit di kaki saya sudah hilangThe pain in my leg is gone. An English speaker will want to say it like English, with have and extra little words around it, but that sounds wrong here, like not thisSaya punya sakit di kepala sayaI have a pain in my head. Just attach the place straight onto the pain and let that be enough, as in exampleSaya sakit kepalaI have a headache.
Kata ini menerangkan bahwa dua hal tidak ada bedanya. Susunannya hampir selalu memakai pendamping sesudahnya untuk menunjukkan hal yang dibandingkan. Pola yang paling sering dipakai adalah patternyang satu sama dengan yang lain atau patternyang satu sama seperti yang lain. Artinya kata sama sendiri jarang berdiri sendirian di akhir kalimat, ia membutuhkan pasangan pembanding di belakangnya. Perhatikan contoh yang wajar ini exampleTas saya sama dengan tas kamu dan juga exampleRumah itu sama besar dengan rumah ini. Pada kalimat pertama yang dibandingkan adalah bendanya, pada kalimat kedua yang dibandingkan adalah sifatnya, yaitu besarnya. Pola lain yang sangat sering terdengar adalah patternkata benda + yang sama, misalnya exampleKami memakai baju yang sama dan exampleDia tinggal di kota yang sama dengan saya. Di sini kata yang sama menempel di belakang benda yang dibicarakan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thissama buku. Susunan seperti itu terasa janggal karena kata sama tidak ditaruh di depan benda seperti itu. Kalau maksudnya bukunya tidak beda, pakailah susunan yang wajar seperti examplebuku yang sama.
You use samasame to say two things are not different. It almost never stands alone at the end of a sentence — it needs its comparison partner after it, in the pattern patternyang satu sama dengan yang lainone is the same as the other. So imitate exampleTas saya sama dengan tas kamuMy bag is the same as your bag. You can compare the things themselves, as there, or just one quality by putting that quality right after samasame, as in exampleRumah itu sama besar dengan rumah iniThat house is just as big as this house. Another very common way is patternkata benda + yang samanoun + the same, where yang samathe same one sticks right behind the thing you are talking about: exampleKami memakai baju yang samaWe are wearing the same clothes and exampleDia tinggal di kota yang sama dengan sayaShe lives in the same city as me. Watch your English instinct here. In English same goes in front, same book, but not thissama bukusame book sounds wrong in Indonesian. You cannot put it in front like that. If the books are not different, say examplebuku yang samathe same book.
Kata ini dipakai dalam obrolan santai untuk menyambungkan orang dengan kegiatan. Tempatnya sudah tetap di dalam kalimat, yaitu di belakang kata kerja dan di depan nama orang atau kata ganti orang. Polanya dapat diingat sebagai patternkata kerja + sama + orang. Kata sama di sini tidak menerangkan bentuk atau ukuran, ia hanya menjadi penyambung antara perbuatan dan temannya. Misalnya exampleSaya makan sama ibu dan exampleAyah berbicara sama guru. Pada kedua kalimat itu kegiatannya disebut dulu, yaitu makan dan berbicara, baru disambung dengan orangnya. Contoh lain yang sangat biasa adalah exampleBesok saya pergi sama teman. Susunan yang tidak wajar adalah not thissama teman saya pergi. Susunan itu keliru karena penyambungnya ditaruh di depan sekali, padahal tempatnya yang biasa adalah sesudah kata kerja, seperti dalam examplesaya pergi sama teman. Pemakaian ini terasa akrab dan cocok untuk berbicara dengan teman atau keluarga, sedangkan untuk surat atau keadaan resmi biasanya dipakai kata sambung yang lebih formal.
In casual chat samawith works like *with*, linking what you're doing to who you're doing it with. Think of it locked in one order: patternkata kerja + sama + orangverb + sama + person. The action comes first, then samawith, then the person. So you say exampleSaya makan sama ibuI eat with Mom and exampleAyah berbicara sama guruDad talks with the teacher. You name eating and talking first, then you attach the other person. Another one you'll hear all the time is exampleBesok saya pergi sama temanTomorrow I'm going with a friend. Don't move it to the front the way English sometimes lets you do with "with." not thissama teman saya pergiwith a friend I go sounds off because the link is pulled out of place. The natural spot is after the verb, as in examplesaya pergi sama temanI go with a friend. Keep this for friends and family talk. For a letter or anything formal, you'd switch to a more formal connector.
Makna ini hidup dalam susunan yang tetap, yaitu patternsangat + kata sifat atau kata keterangan. Kata sangat selalu berdiri tepat di depan kata yang dikuatkan, tidak boleh disela kata lain, dan kalimatnya berjalan wajar dengan pokok kalimat di depan. Misalnya dalam kalimat exampleHari ini sangat dingin. penguatnya menempel pada sifat dingin sehingga rasa dinginnya terasa bertambah. Begitu juga dalam kalimat exampleDia berlari sangat cepat. penguatnya menempel pada keterangan cepat sehingga kecepatannya terasa lebih. Dalam kalimat exampleMakanan ini sangat enak. polanya sama, penguat di depan kata sifat enak. Bentuk seperti not thissangat makan tidak dianjurkan karena kata makan adalah perbuatan, bukan sifat atau keterangan, sehingga tidak ada sifat yang bisa dikuatkan dan penutur asli tidak mengatakannya dengan maksud ini.
Think of sangatvery as English *very*. It makes an adjective or adverb stronger, and it lives in one fixed shape, patternsangat + kata sifat atau kata keterangansangat + adjective or adverb, stuck right in front of the word it strengthens with nothing allowed between them, while the sentence itself runs normally with the subject first. In exampleHari ini sangat dingin.Today is very cold. it sits on *cold* so the cold feels more intense, just as in exampleDia berlari sangat cepat.She runs very fast. it sits on *fast* so the speed feels greater. exampleMakanan ini sangat enak.This food is very delicious. works the same way, the strengthener directly before *delicious*. You cannot use it on an action. not thissangat makan*very eat does not work because there is no quality to strengthen, and a native speaker would never say it with this meaning.
Makna ini hidup dalam kalimat permohonan atau harapan, dengan susunan pokok kalimat lalu sangat lalu kata kerja yang menyatakan harap atau mohon, kemudian isi yang diminta. Kata sangat diletakkan di depan kata kerja itu untuk menunjukkan bahwa permintaan disampaikan dengan hati penuh dan tidak main-main. Misalnya dalam kalimat exampleKami sangat berharap Anda bisa datang. kesungguhan itu terletak pada kata berharap yang dikuatkan dari depan. Begitu juga dalam kalimat exampleSaya sangat memohon bantuan Anda. kesungguhan terletak pada kata memohon yang didahului penguat. Pola yang sering dipakai adalah patternkami sangat mengharapkan kehadiran Anda di dalam undangan atau pengumuman. Bentuk seperti not thisSangat datang! tidak dianjurkan karena tidak ada kata kerja harap atau mohon di dalamnya, sehingga kesungguhan meminta tidak tersampaikan dan kalimatnya tidak lengkap bagi penutur asli.
You'll meet sangatearnestly in requests and wishes, where it sits right in front of a verb for hoping or begging to show you mean it with a full heart and not as a joke. English does the same thing with sincerely or earnestly, as in exampleKami sangat berharap Anda bisa datang.We earnestly hope you can come., where the weight falls on the hoping, made stronger from the front, and exampleSaya sangat memohon bantuan Anda.I earnestly beg for your help., where the weight falls on the begging. That is why invitations and announcements love the shape patternkami sangat mengharapkan kehadiran Andawe earnestly request your attendance, and why not thisSangat datang!Earnestly come! doesn't work for a native ear. With no hoping or begging verb inside, there is nothing for the earnestness to hold onto, so the request feels incomplete.
Kata ini dipakai untuk menghitung jumlah yang paling sedikit, yaitu jumlahnya hanya ada sebuah saja. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu berdiri di depan kata benda untuk menerangkan berapa jumlah benda itu. Polanya bisa diingat sebagai patternsatu + kata benda, artinya setelah kata ini langsung ada nama benda atau orang yang dihitung. Misalnya dalam pola patternsatu buku atau patternsatu orang, kata satu memberi tahu jumlah dari buku dan orang itu. Untuk memakai pola ini dalam kalimat lengkap, Anda bisa berkata exampleSaya punya satu buku. atau exampleAda satu kucing di rumah. atau exampleIbu membeli satu roti.. Dalam ketiga kalimat itu, kata satu selalu muncul sebelum nama bendanya, tidak sesudahnya, dan bentuknya tidak berubah walaupun bendanya berbeda. Perlu diingat ada bentuk yang tidak dipakai untuk menghitung seperti ini, yaitu not thissebuah satu buku. Bentuk itu keliru karena kata sebuah sendiri sudah berarti jumlahnya satu, jadi tidak perlu ditambah lagi dengan kata satu. Cukup pilih salah satu saja, katakan examplesebuah buku atau katakan examplesatu buku.
This is for counting the smallest amount, just a single one of something. Use satuone right in front of the noun you're counting, in the same order as in English. Think of it as patternsatu + kata bendaone + noun, as in patternsatu bukuone book or patternsatu orangone person. In a full sentence you can say exampleSaya punya satu buku.I have one book. or exampleAda satu kucing di rumah.There is one cat at home. or exampleIbu membeli satu roti.Mother bought one bread.. In each case satuone comes before the noun, never after it, and it doesn't change form no matter what you're counting. Don't double it up with sebuaha, which already means one by itself. not thissebuah satu bukua one book is wrong for that reason. Just pick one, either examplesebuah bukua book or examplesatu bukuone book.
Kalau kamu yang sedang bicara atau menulis dan kamu ingin bercerita tentang dirimu sebagai pelaku, letakkan saya di bagian paling depan kalimat. Susunan yang paling aman untuk ditiru adalah patternSaya + kata kerja untuk menceritakan perbuatan dan patternSaya + kata sifat untuk menceritakan keadaan, lalu bisa ditambah keterangan lain di belakangnya. Dengan susunan ini kamu bisa membuat kalimat seperti exampleSaya makan dan exampleSaya tinggal di Jakarta dan exampleSaya sakit. Perhatikan letaknya selalu di depan, karena di situlah tempat pelaku berada. Susunan seperti not thisMakan saya terasa terbalik dan tidak dipakai untuk mengatakan bahwa kamulah yang makan, jadi selalu mulai dari saya lalu ikuti dengan kata berikutnya.
When you're the one talking and you want to say what you do, start with sayaI and keep it right at the front, where the doer lives. That's just like English. The safe shape to copy is patternSaya + kata kerjaI + verb for actions, and patternSaya + kata sifatI + adjective for states, with anything else added after. That gives you exampleSaya makanI eat and exampleSaya tinggal di JakartaI live in Jakarta, and for how you are, exampleSaya sakitI am sick. Don't flip it around. not thisMakan sayaI eat feels backwards and isn't used to mean that you are the one eating, so always begin with sayaI and then say what comes next.
Ketika namamu dipanggil dan kamu ingin menyahut dengan sopan bahwa kamu mendengar dan siap, ucapkan saya sebagai ujaran yang berdiri sendiri. Susunannya bukan bagian tengah kalimat yang panjang, melainkan satu kata itu saja menjadi satu jawaban, sering diucapkan dengan suara jelas dan sedikit naik di akhir. Dalam kelas atau dalam absen pagi, sahutan itu bisa berbunyi exampleSaya atau dilengkapi dengan sapaan seperti exampleSaya, Bu dan exampleSaya, Pak. Cukup ucapkan sekali dengan lantang, tidak perlu mengulang atau menambah kalimat lain, karena satu kata itu sudah cukup sebagai tanda kamu hadir dan mendengarkan.
When your name is called, answer with sayayes all by itself to show politely that you hear and are ready. Where you would say Here or Present in English, this one word is the whole reply — say it once, clearly and loudly, with your voice lifting a little at the end. In class or morning roll call that can simply be exampleSayaYes, or with a polite address as in exampleSaya, BuYes, Ma'am and exampleSaya, PakYes, Sir. No need to repeat it or add another sentence, that single word is already enough to say you are there and listening.
Kata sedikit pada makna ini dipakai untuk mengatakan bahwa jumlah, porsi, atau lama waktu itu tidak banyak, hanya kecil saja. Susunan yang paling wajar dan paling sering didengar adalah kata kerja dulu, lalu kata ini di belakang kata kerja itu, dengan pola patternkata kerja + sedikit. Susunan itu menunjukkan cara melakukan sesuatu dengan takaran yang kecil. Misalnya untuk makan dengan porsi kecil, kalimatnya adalah exampleSaya makan sedikit. Untuk tidur yang tidak lama, kalimatnya adalah exampleSemalam saya tidur sedikit. Untuk meminta orang lain bicara dengan suara pelan dan tidak banyak, orang berkata exampleTolong bicara sedikit. Susunan yang sama juga dipakai untuk meminta waktu yang sebentar, seperti dalam exampleTunggu sedikit, ya. Makna ini juga bisa muncul di depan kata benda yang menunjukkan bahan atau minuman yang tidak bisa dihitung satu per satu, dengan pola patternsedikit + kata benda. Contoh yang wajar adalah exampleTambah sedikit gula. dan exampleMinum sedikit air. Di sini kata itu menerangkan porsinya yang kecil. Untuk makna ini ada susunan yang terdengar janggal dan sebaiknya dihindari, yaitu not thisSaya sedikit makan. Meletakkan kata itu di antara orang yang melakukan dan kata kerja membuat kalimat terdengar tidak alami, karena tempat yang wajar untuk makna jumlah kecil ini adalah di belakang kata kerja, seperti dalam exampleSaya makan sedikit.
With sedikita little in this meaning you're talking about a small amount, a small portion, or a short time. The natural place for it is after the verb, in the pattern patternkata kerja + sedikitverb + a little. You say the action first, then add the small measure, just like in English, as in exampleSaya makan sedikit.I eat a little. and exampleSemalam saya tidur sedikit.Last night I slept a little. That same after-verb spot covers speaking quietly and asking for a short wait, like exampleTolong bicara sedikit.Please speak a little. and exampleTunggu sedikit, ya.Wait a little, okay. You can also put it in front of an ingredient or drink you can't count one by one to mean a small portion, in the pattern patternsedikit + kata bendaa little + noun, as in exampleTambah sedikit gula.Add a little sugar. So don't split the subject from the verb like not thisSaya sedikit makan.I little eat. — for this small-amount idea that sounds unnatural; keep it behind the verb, exampleSaya makan sedikit.I eat a little.
Kata ini dipakai untuk menunjukkan waktu ketika orang sedang berbicara, detik ini juga. Dalam kalimat kata ini biasanya berdiri sendiri sebagai keterangan waktu dan tidak mengubah bentuk apa pun. Tempatnya lentur, bisa di awal kalimat sebelum bagian inti kalimat, bisa juga di akhir kalimat setelah apa yang sedang terjadi. Kalau di awal, kalimat terasa menegaskan bahwa yang dibicarakan terjadi saat ini. Pola yang sering terdengar adalah seperti dalam patternSekarang saya di rumah atau patternSekarang + saya sedang makan, dan kalau di akhir polanya seperti dalam patternSaya sedang makan sekarang. Perhatikan contoh yang memakai susunan awal kalimat seperti dalam exampleSekarang saya di Jakarta. yang artinya pembicara ada di Jakarta pada saat ia mengucapkan kalimat itu, atau dalam exampleSekarang ibu sedang memasak. yang artinya kegiatan memasak itu sedang berlangsung detik ini juga. Untuk susunan di akhir kalimat perhatikan dalam exampleSaya sibuk sekarang. atau dalam exampleAyah sedang bekerja sekarang.. Kata ini cukup dipakai sendirian sebagai penanda waktu, sehingga tidak perlu ditambah kata depan tempat dan waktu. Bentuk seperti dalam not thisdi sekarang tidak dipakai penutur asli dan terdengar keliru karena kata ini dengan sendirinya sudah berarti pada waktu ini tanpa perlu penanda lain.
This word means 'now' — the very second you're speaking. It works on its own as a time note and never changes form, so you don't need to build anything around it. Think like English patternSekarang saya di rumahNow I'm at home or patternSekarang + saya sedang makanNow I'm eating, with the time word first, or patternSaya sedang makan sekarangI'm eating now, with it last. Both spots are natural and flexible. Put at the start, it stresses that this is happening right now, as in exampleSekarang saya di Jakarta.Now I'm in Jakarta. — you're there as you say it — or exampleSekarang ibu sedang memasak.Mom is cooking right now. — the cooking is in progress this second. Put at the end, it sounds more matter-of-fact, as in exampleSaya sibuk sekarang.I'm busy now. or exampleAyah sedang bekerja sekarang.Dad is working now. One English instinct to drop: don't add a preposition for time or place. It already means 'at this time' by itself, so not thisdi sekarangat now sounds wrong to a native ear, just as "at now" would in English.
Kata ini dipakai untuk menjelaskan orang, barang, atau masa yang ada pada masa ini, bukan yang dulu dan bukan yang nanti. Dalam kalimat kata ini menempel langsung pada nama orang, barang, atau waktu yang diterangkannya, dan posisinya selalu di belakang nama itu tanpa kata penghubung apa pun. Pola yang hidup adalah seperti dalam patternpresiden sekarang atau patternanak-anak sekarang di mana kata ini melekat erat pada kata sebelumnya untuk memberi tahu yang mana yang dimaksud, yaitu yang ada saat ini. Perhatikan kalimat yang memakai susunan itu seperti dalam examplePresiden sekarang berasal dari Solo. yang menunjuk orang yang menjabat pada masa ini, atau dalam exampleAnak-anak sekarang suka bermain ponsel. yang menunjuk kelompok anak yang hidup pada masa ini, atau dalam exampleZaman sekarang serba cepat. yang menunjuk masa yang sedang berjalan ini. Kata ini tidak bisa diletakkan di depan nama yang diterangkannya. Susunan seperti dalam not thissekarang presiden berasal dari Solo terdengar keliru karena penutur asli selalu menaruh kata ini di belakang nama orang atau barang yang dijelaskan, bukan di depannya.
English says patternpresiden sekarangcurrent president with the describing word first. Indonesian flips it, gluing it tight right behind the person or thing you mean, with nothing in between, to pick out the one that exists at this time. So you get examplePresiden sekarang berasal dari Solo.The current president is from Solo. for the person holding the job at this time, and exampleAnak-anak sekarang suka bermain ponsel.Today's children like playing on phones. for the group living at this time, and exampleZaman sekarang serba cepat.The current era is fast-paced. for the time itself. You can't put it in front. not thissekarang presiden berasal dari SoloThe current president is from Solo. sounds wrong because a native speaker always expects it after, never before.
Kata ini sering dipakai untuk menyebut tempat anak-anak belajar bersama guru yang ada gedung dan ruang kelasnya. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul sesudah kata penunjuk tempat seperti kata sesudah kata atau sesudah kata untuk menunjukkan arah dan asal, atau di awal kalimat sebagai pelaku yang diceritakan. Pola yang paling sering ditiru adalah patternpola dan patternpola dan patternpola. Contoh yang bisa langsung ditiru adalah exampleAnak-anak belajar di sekolah. dan exampleSaya pergi ke sekolah pagi ini. dan exampleSekolah itu dekat rumah saya.. Kata ini juga bisa diikuti nama tempat untuk menyebut tempat yang jelas, seperti dalam exampleDia belajar di sekolah Pelita.. Bentuk not thisbersekolah itu besar dan bersih tidak dipakai untuk menyebut tempat yang ada gedungnya, karena bentuk berawalan itu menceritakan kegiatan, sedangkan untuk menyebut tempat yang bisa didatangi dan dilihat cukup memakai bentuk dasar tanpa imbuhan apa pun.
This meaning is the building you can walk to, see, and point at, with classrooms and a teacher inside, not the lessons or the routine. In English you say at school, to school, from school, and Indonesian works the same way. This word lives in that same spot, after a location word for where or where-to or where-from, as in exampleAnak-anak belajar di sekolah.The children study at school. and exampleSaya pergi ke sekolah pagi ini.I went to school this morning. It can also start the sentence as the thing you are talking about, as in exampleSekolah itu dekat rumah saya.That school is near my house. To pick out which building, just add its name after it, as in exampleDia belajar di sekolah Pelita.He studies at Pelita School. For the place itself, use the plain base form with nothing added. The longer verb form is for the activity of attending, so it cannot describe a big clean building, as in not thisbersekolah itu besar dan bersihgoing to school is big and clean.
Kata ini dipakai untuk menyebut rentang waktu ketika murid duduk di kelas dan mengikuti pelajaran bersama guru, misalnya dari pagi sampai siang. Dalam kalimat kata ini biasanya tidak berdiri sendiri sebagai benda, melainkan muncul dalam keterangan waktu sesudah kata seperti sesudah, sebelum, selama, atau sesudah kata kerja yang menandai mulai dan selesai. Pola yang wajar untuk makna ini adalah patternpola dan patternpola dan patternpola. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya pulang sekolah jam dua siang. dan exampleSetelah sekolah kami langsung pulang ke rumah. dan exampleSekolah mulai jam tujuh pagi.. Dalam pola itu kata tersebut menunjuk jam dan kegiatan terjadwal, sehingga wajar ditambah keterangan jam atau kata penanda waktu. Pemakaian seperti not thisSaya membangun sekolah jam tujuh. terdengar janggal untuk makna waktu ini, karena kata membangun mengajak pendengar membayangkan mendirikan bangunan, padahal yang dimaksud di sini hanya rentang waktu mengikuti pelajaran.
This use is about time, not a place — the stretch from morning to midday when students are sitting in class with a teacher. Like English *after school*, it doesn't stand alone as a thing but shows up in a time expression, after a word meaning after, before, or during, or after a verb of starting and finishing. That is why it naturally takes a clock time or other time marker, as in exampleSaya pulang sekolah jam dua siang.I come home from school at two in the afternoon. and exampleSetelah sekolah kami langsung pulang ke rumah.After school we go straight home. and exampleSekolah mulai jam tujuh pagi.School starts at seven in the morning. Notice English often needs *from* where this construction needs nothing extra. For this time meaning, not thisSaya membangun sekolah jam tujuh.I build a school at seven. sounds odd, because that verb makes a listener picture putting up a building, not just the hours spent following lessons.
Kata ini dipakai untuk menyebut proses belajar itu sendiri untuk mendapat ilmu dan menjadi pandai. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul sebagai hal yang dianggap penting dan berguna, sering menjadi pokok pembicaraan atau menjadi tujuan dari perbuatan. Pola yang wajar adalah patternpola atau kata ini muncul sesudah kata yang menyatakan manfaat dan tujuan. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSekolah membuat kita menjadi pandai. dan exampleSekolah itu penting untuk masa depan. dan exampleDia rajin belajar karena ingin berhasil di sekolah.. Dalam susunan seperti itu tekanannya ada pada usaha memahami dan menambah ilmu, bukan pada hal lain yang menyertainya. Bentuk seperti not thisSaya menyekolah matematika kemarin. tidak dipakai untuk menyebut proses belajar ini, karena bentuk berawalan me- dan berakhiran -kan itu dipakai dengan arti yang berbeda dan tidak wajar bila dipasang untuk menyebut proses mendapatkan ilmu secara umum.
Think of this one as schooling, the slow work of getting knowledge and getting smart. In English you would say education, and that emphasis on understanding matters. You will meet it where something important and useful is being talked about, often as the subject itself, or after a word that gives a benefit or a purpose, like exampleSekolah itu penting untuk masa depan.Schooling is important for the future. or exampleSekolah membuat kita menjadi pandai.Schooling makes us smart. It can also be the goal behind an action, as in exampleDia rajin belajar karena ingin berhasil di sekolah.He studies hard because he wants to succeed in school. The focus there is still on learning itself. Do not turn it into an action verb for studying something, like not thisSaya menyekolah matematika kemarin.I schooled mathematics yesterday. That longer verb form has a different use and sounds wrong for the general process of learning.
Kata ini dipakai sebagai kata kerja untuk menyatakan kegiatan pergi rutin ke tempat belajar dan ikut pelajaran bersama guru dan teman. Dalam kalimat kata ini biasanya terletak sesudah pelaku dan sering diikuti keterangan tempat dengan kata kata atau keterangan tingkatan. Pola yang paling wajar ditiru adalah patternpola dan patternpola. Contoh yang bisa langsung dipakai adalah exampleSaya sekolah di Jakarta. dan exampleAdik saya sekolah di kelas tiga. dan exampleDulu ibu saya sekolah di desa ini.. Dalam susunan itu tidak perlu ditambah kata depan lain di depan kata ini dan tidak perlu ditambah imbuhan apa pun, karena bentuk dasarnya sendiri sudah berarti melakukan kegiatan itu secara rutin. Pemakaian seperti not thisSaya menyekolah di Jakarta. keliru untuk arti melakukan kegiatan belajar ini, karena bentuk dengan awalan meny- itu berarti menyuruh atau menempatkan orang lain untuk melakukan kegiatan itu, bukan melakukan sendiri.
In English you say *go to school* with an extra verb. Here that whole routine activity — going regularly to learn with a teacher and friends — is already in one plain verb. Put it right after the doer, usually with a place or grade after it. So you can imitate exampleSaya sekolah di Jakarta.I go to school in Jakarta. and exampleAdik saya sekolah di kelas tiga.My younger sibling is in third grade. and exampleDulu ibu saya sekolah di desa ini.My mother used to go to school in this village. Don't add anything to the verb itself. The bare form already means doing it habitually. In particular, not thisSaya menyekolah di Jakarta.I go to school in Jakarta. is wrong for doing it yourself, because that longer form with the prefix means putting or sending someone else to do it, not doing it yourself.
Kata ini dipakai untuk bicara tentang seluruh anggota kelompok, tanpa ada yang tertinggal, dan kata ini sendiri sudah cukup untuk menunjuk kelompok itu. Susunan yang paling sering dipakai adalah kata ini berdiri di depan sebagai pelaku, lalu diikuti kata kerja atau kata sifat, sehingga polanya bisa dirasakan seperti patternsemua + kata kerja. Dengan susunan itu pelajar bisa langsung membuat kalimat seperti exampleSemua hadir. atau exampleSemua sudah makan. atau exampleSemua senang.. Dalam kalimat seperti itu, semua berarti tiap orang atau tiap barang yang sedang dibicarakan ikut melakukan atau ikut merasakan hal yang sama. Kalau kelompoknya sudah jelas dari keadaan, misalnya semua teman di kelas atau semua kue di piring, tidak perlu menyebut lagi siapa atau apa, cukup memakai semua di awal kalimat dan pendengar sudah mengerti bahwa tidak ada sisa. Susunan lain yang sangat wajar adalah kata ini muncul sesudah kata ganti atau kata benda yang menyebut kelompoknya, seperti dalam exampleMereka semua datang. atau exampleAnak-anak semua tertawa.. Di sini pun maknanya tetap sama, yaitu tiap anggota tanpa sisa, hanya posisi katanya berpindah ke belakang. Untuk itu perlu diperhatikan susunannya jangan dibalik menjadi not thissemua mereka datang, karena dalam pemakaian yang wajar penutur asli meletakkan kata ini sesudah kata gantinya, yaitu mereka semua, bukan sebelumnya.
In Indonesian semuaall by itself can stand for a whole group, with no one left out. If it's already clear from the situation who you mean — the friends in the class, the cakes on the plate — you don't need to name them again. Just put semuaall first as the subject, then a verb or adjective, thinking of it as patternsemua + kata kerjaall + verb. So you can say exampleSemua hadir.Everyone is here., exampleSemua sudah makan.Everyone has eaten., or exampleSemua senang.Everyone is happy., and it means every person or thing you have in mind does the same thing or feels the same way. You can also name the group first and put the word after it, as in exampleMereka semua datang.They all came. or exampleAnak-anak semua tertawa.The children all laughed.. The meaning is still every member, no leftovers, only the position moves. Just don't flip it to not thissemua mereka datangthey all come — where English puts *all* first, the natural order here is mereka semuathey all.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah kata kerja dulu lalu sendiri di belakangnya sebagai keterangan cara. Polanya bisa diingat sebagai patternmelakukan sesuatu + sendiri yang artinya tidak ada orang lain yang ikut atau membantu. Pelajar bisa memakai pola itu untuk banyak kegiatan sehari-hari misalnya exampleDia makan sendiri atau exampleSaya pergi sendiri ke warung atau exampleAnak itu tidur sendiri di kamarnya. Dalam kalimat seperti itu sendiri selalu menempel pada perbuatan dan menjawab pertanyaan tentang dengan siapa perbuatan itu dilakukan yaitu tidak dengan siapa-siapa. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisSaya dengan sendiri pergi ke pasar karena penutur asli tidak menambahkan kata penghubung di depan sendiri ketika ingin menyatakan tanpa ditemani cukup katakan exampleSaya pergi sendiri ke pasar.
In English you say by myself, on my own, but in Indonesian you don't need any extra word like with or by. You just put sendirialone right behind the verb, as a note on how you did it. Think of it as patternmelakukan sesuatu + sendiridoing something alone, meaning no one else joined or helped. It answers the question with whom, with no one. So don't add anything in front of it. not thisSaya dengan sendiri pergi ke pasarI went to the market with alone feels wrong to a native ear, just say exampleSaya pergi sendiri ke pasarI went to the market alone. In the same way exampleDia makan sendirihe eats alone means he is eating with nobody beside him.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah menyebut orangnya dulu lalu sendiri tepat di belakangnya baru kemudian perbuatannya. Polanya bisa diingat sebagai patternsaya sendiri + berbuat atau patterndia sendiri + berbuat atau patternmereka sendiri + berbuat. Fungsinya menegaskan bahwa orang itu langsung bertindak dan tidak menyuruh orang lain atau diwakili orang lain misalnya exampleSaya sendiri yang membuka pintu atau exampleIbu sendiri yang memasak untuk acara itu atau exampleMereka sendiri yang membersihkan kelas. Dalam kalimat seperti itu sendiri tidak terpisah jauh dari nama orangnya dan selalu dekat dengan pelaku yang ditegaskan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSendiri memperbaiki sepeda itu karena tidak jelas siapa pelakunya penutur asli selalu menyebut dulu pelakunya misalnya exampleAyah sendiri yang memperbaiki sepeda itu.
English does this the same way, with *myself, herself, themselves*. Put the person first, then sendirioneself right behind them, then the action — patternsaya sendiri + berbuatI myself + do something, patterndia sendiri + berbuathe/she himself/herself + does something. It means no stand-in did it for them, like exampleSaya sendiri yang membuka pintuI myself was the one who opened the door or exampleMereka sendiri yang membersihkan kelasThey themselves were the ones who cleaned the classroom. Keep sendirioneself tucked right against the person you are stressing. Don't leave that person out, as in not thisSendiri memperbaiki sepeda itu(self) fixed that bike, which sounds unfinished. Always name who first, as in exampleAyah sendiri yang memperbaiki sepeda ituDad himself was the one who fixed that bike.
Untuk makna ini susunan yang paling wajar adalah menyebut barang atau tempatnya dulu lalu menyebut pemiliknya lalu sendiri paling belakang sebagai penutup. Polanya bisa diingat sebagai patternbarang + saya + sendiri atau patternbarang + kamu + sendiri atau patternbarang + dia + sendiri. Maksudnya barang itu kepunyaan orang yang disebut itu dan bukan kepunyaan orang lain misalnya exampleIni buku saya sendiri atau exampleItu rumah dia sendiri atau exampleIni kamar tidur kami sendiri. Dalam kalimat seperti itu sendiri selalu jatuh sesudah pemilik dan tidak bisa dipindah ke depan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSendiri rumah saya besar karena diletakkan di depan penutur asli meletakkannya di belakang pemilik misalnya exampleRumah saya sendiri besar.
English says my own book, with own in the middle. Indonesian flips that to the end. Think thing first, then the owner, then sendiriown as the closer: patternbarang + saya + sendirithing + my + own. So you get exampleIni buku saya sendiriThis is my own book. It means it belongs to me and not to someone else, and the same order works for your, his, our and the rest. sendiriown always comes after the owner and can never move to the front. So not thisSendiri rumah saya besarOwn, my house is big sounds wrong to a native ear; you want exampleRumah saya sendiri besarMy own house is big.
Kata sering dipakai untuk menceritakan sesuatu yang terjadi banyak kali dan berulang, bukan hanya satu kali. Susunannya hampir selalu sama, yaitu siapa yang melakukan lalu sering lalu apa yang dilakukan, seperti dalam pola patternsaya sering makan atau patterndia sering datang. Kata sering selalu berdiri di depan kata kerja, tidak di belakang kata kerja. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu exampleSaya sering minum teh pada pagi hari yang menceritakan kebiasaan minum teh yang berulang hampir setiap pagi, dan exampleMereka sering bermain di taman yang menceritakan kegiatan bermain yang terjadi banyak kali. Contoh lain dengan susunan yang sama adalah exampleAyah sering bangun pagi. Bentuk not thisSaya makan sering di rumah tidak dianjurkan karena sering ditaruh di belakang kata kerja, padahal untuk makna ini penutur asli selalu menaruhnya di depan kata kerja, seperti dalam exampleSaya sering makan di rumah.
English lets you move *often* around — you can say I often eat and I eat often. In Indonesian seringoften doesn't move like that. Use it for something that happens many times over and over, not just once, and keep it in the same spot: who does it, then seringoften, then what they do, like in patternsaya sering makanI often eat or patterndia sering datanghe/she often comes. So you get exampleSaya sering minum teh pada pagi hariI often drink tea in the morning, a habit repeated almost every morning, and exampleMereka sering bermain di tamanThey often play in the park, playing that happens many times. Same with exampleAyah sering bangun pagiDad often wakes up early. Don't put seringoften after the verb. not thisSaya makan sering di rumahI eat often at home sounds wrong to a native speaker for this meaning. Keep it in front, as in exampleSaya sering makan di rumahI often eat at home.
Kata siapa ini dipakai waktu penutur ingin tahu orang mana yang dimaksud, biasanya nama atau identitasnya. Susunannya paling sering muncul di awal kalimat tanya, lalu diikuti penjelasan tentang orang yang dicari, dan kalimat diakhiri dengan tanda tanya dalam tulisan atau nada naik dalam ujaran. Pola yang sangat sering dipakai adalah patternSiapa + nama / ini / itu / yang + keterangan, misalnya untuk menanyakan nama seseorang atau untuk menanyakan pelaku suatu perbuatan. Contoh kalimat yang bisa langsung ditiru adalah exampleSiapa nama kamu? dan exampleSiapa yang datang kemarin? dan exampleIni siapa?. Dalam percakapan sehari-hari susunan ini dipakai begitu saja tanpa tambahan lain, cukup letakkan siapa di depan dan lawan bicara akan paham bahwa yang ditunggu adalah jawaban berupa orang. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisNama siapa kamu?, karena dalam susunan yang wajar kata siapa diletakkan di depan bila yang ditanyakan adalah nama, seperti dalam exampleSiapa nama kamu?.
Use siapawho when you want to know which person is meant, usually a name or identity, and English instinct serves you well here because it also goes first in the question. Think of patternSiapa + nama / ini / itu / yang + keteranganWho + name / this / that / who + description as your template, then wait for a person as the answer, with a question mark in writing or a rising tone in speech. You can imitate exampleSiapa nama kamu?What is your name? to ask for someone's name and exampleSiapa yang datang kemarin?Who came yesterday? to ask who did something. For pointing at someone, just say exampleIni siapa?Who is this? Don't rearrange it into not thisNama siapa kamu?What is your name?. When the name itself is what you're asking for, siapawho stays in front, as in exampleSiapa nama kamu?What is your name?
Kata siapa ini dipakai untuk menunjuk orang tanpa menyebut nama yang jelas, jadi yang dimaksud adalah orang mana saja yang memenuhi keadaan dalam kalimat. Susunannya biasanya tidak berdiri sendiri, melainkan digabung dengan kata yang menunjukkan arti mana saja atau digabung dengan penghubung yang menjelaskan perbuatannya. Pola yang paling wajar adalah patternSiapa pun + boleh / bisa + kata kerja dan patternSiapa saja + boleh / bisa + kata kerja serta patternSiapa yang + kata kerja, + kalimat lanjutan. Contoh yang bisa langsung ditiru adalah exampleSiapa pun boleh masuk. dan exampleSiapa saja bisa belajar di sini. dan exampleSiapa yang mau ikut, silakan daftar.. Dalam ketiga susunan itu siapa menjadi pokok kalimat yang artinya terbuka, tidak menunjuk satu nama tertentu, dan kalimatnya adalah kalimat berita yang diakhiri titik, bukan kalimat yang menunggu jawaban berupa nama. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisSiapa boleh masuk? bila maksudnya adalah semua orang dipersilakan, karena tanpa pun atau saja susunan itu terdengar menggantung, susunan yang wajar adalah exampleSiapa pun boleh masuk..
English asks *Who can come in?* when you want a name, and says *Anyone can come in* when you don't. Indonesian uses siapawhoever for that second idea, but you can't use it bare — you have to make it openly indefinite. The usual way is to add punever or sajaany, in the pattern patternSiapa pun + boleh / bisa + kata kerjawhoever + may / can + verb or patternSiapa saja + boleh / bisa + kata kerjaanyone + may / can + verb, as in exampleSiapa pun boleh masuk.Anyone may come in. and exampleSiapa saja bisa belajar di sini.Anyone can study here. Another common shape is patternSiapa yang + kata kerja, + kalimat lanjutanwhoever + verb, + follow-up clause, as in exampleSiapa yang mau ikut, silakan daftar.Whoever wants to come along, please sign up. In all three, siapawhoever is the open subject — any person who fits the description, no particular name in mind — and the sentence is a statement ending in a period, not waiting for an answer. That's why not thisSiapa boleh masuk?Who may come in? doesn't work for "everyone's welcome"; without punever or sajaany it sounds unfinished, hanging in the air.
Untuk menunjukkan tempat yang dekat dengan orang yang berbicara, tempat kita berdiri sekarang, kata ini hampir selalu muncul bersama kata kecil penunjuk arah di depannya. Susunan yang paling sering dipakai adalah dengan patterndi sini untuk menyatakan posisi, dengan patternke sini untuk menyatakan gerak mendekat ke arah pembicara, dan dengan patterndari sini untuk menyatakan gerak pergi meninggalkan tempat pembicara. Susunan itu bisa berdiri di awal kalimat sebagai penegas tempat, di tengah setelah kata kerja, atau di akhir kalimat sebagai keterangan. Misalnya kalau mempersilakan orang duduk dekat kita bisa berkata exampleDuduk di sini saja, kalau memanggil orang agar mendekat bisa berkata exampleTolong ke sini sebentar, dan kalau menjelaskan berangkat dari tempat sekarang bisa berkata exampleKita jalan kaki saja dari sini. Bentuk patterndi sini itu sendiri sudah lengkap dan tidak perlu tambahan kata lain di belakangnya. Dalam percakapan sangat santai kata kecil patterndi kadang terdengar hilang, tetapi untuk pelajar tingkat dasar jauh lebih aman selalu memakainya, karena tanpa kata kecil itu kalimat terdengar tidak lengkap. Bentuk seperti not thisSini ramai sekali sebaiknya dihindari dan diganti dengan exampleDi sini ramai sekali, agar susunannya jelas dan wajar didengar.
In English patterndi sinihere is just *here* and that is enough. In Indonesian that idea can't stand on its own — you almost always put a little direction word in front of it. Use patterndi sinihere for where something is, patternke sinito here for movement toward you, and patterndari sinifrom here for movement away from where you are now. That little phrase can open a sentence, sit after the verb, or close the sentence at the end. So to invite someone close you say exampleDuduk di sini sajajust sit here, to call someone over you say exampleTolong ke sini sebentarplease come here for a moment, and to start from where you are you say exampleKita jalan kaki saja dari sinilet's just walk from here. That form is already complete, you don't add anything after it. In very casual chat you will hear the patterndiat disappear, but as a beginner always keep it. Without it, not thisSini ramai sekaliit's very crowded here sounds unfinished — say exampleDi sini ramai sekaliit's very crowded here and you will always sound clear and natural.
Dalam obrolan santai dengan teman, kata ini bisa berdiri sebagai pelaku kalimat untuk menyebut diri sendiri, sama kedudukannya dengan kata untuk menyebut diri yang netral. Susunannya adalah kata ini di awal kalimat sebagai pelaku, lalu langsung diikuti keterangan tentang diri, misalnya apa yang sudah dilakukan, sedang dilakukan, atau mau dilakukan. Susunan ini hanya dipakai dalam suasana akrab dan santai, tidak dipakai dalam rapat, surat, atau pembicaraan dengan orang yang dihormati. Misalnya untuk mengatakan sudah makan bisa berkata exampleSini sudah makan, untuk menawarkan bantuan bisa berkata exampleSini saja yang bawa, dan untuk menyatakan keinginan bisa berkata exampleSini mau ikut juga. Dalam susunan ini kata tersebut sudah cukup sendiri sebagai pelaku sehingga tidak perlu ditambah lagi dengan kata lain penyebut diri di depannya. Susunan seperti not thisSaya sini sudah makan terdengar berlebihan dan tidak dipakai karena satu pelaku saja sudah cukup, cukup pilih salah satunya. Kalau ingin terdengar sopan dan netral, pakailah penyebut diri yang biasa dalam kalimat lengkap, sedangkan bentuk dalam pelajaran ini simpanlah khusus untuk gaya santai dengan teman dekat.
With close friends you can use this as simply *I*, with nothing to do with place. It goes first in the sentence as the subject, just where the neutral word for *I* would go, followed straight by what you did, are doing, or want to do. So exampleSini sudah makanI've already eaten says you've eaten, exampleSini saja yang bawaI'll be the one to carry it offers to carry something, and exampleSini mau ikut jugaI want to come too says you want to join in. Don't think of it in English as *here has eaten* — it's not pointing. It's just a relaxed, in-group way to say *I*. Save it strictly for that easy tone with people you're close to. You wouldn't use it in a meeting, in a letter, or to someone you respect. And on its own it's already a complete subject, so don't double it up. not thisSaya sini sudah makanI, I have already eaten sounds overloaded because there should only be one subject — pick one or the other. If you want to sound neutral and polite, use the normal word for *I* in a full sentence and keep this version for casual chat.
Makna ini hidup dalam susunan kata kecil yang berdiri tepat di depan kata kerja atau kata sifat untuk memberi tahu bahwa perbuatan itu telah terjadi dan selesai. Pola dasarnya bisa diingat sebagai patternsudah + kata kerja atau patternsudah + kata sifat, dan subjek biasanya ada di depannya. Misalnya dalam kalimat exampleSaya sudah makan terlihat bahwa sudah berada sebelum makan untuk menegaskan makannya telah terjadi dan sekarang selesai. Contoh lain adalah exampleDia sudah datang dan exampleKami sudah kenyang, yang memakai susunan yang sama. Untuk bertanya tentang hal yang telah terjadi polanya tetap sama, hanya intonasinya menjadi pertanyaan, seperti dalam exampleKamu sudah mandi?. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah menaruh kata ini jauh di belakang kata kerja seperti dalam not thismakan saya sudah, karena pendengar akan bingung dan susunan itu tidak dipakai penutur asli untuk menyatakan bahwa perbuatan telah terjadi.
In English you can let already drift to the end, as in "I ate already." Indonesian won't let you do that. Here this little word locks into one spot: right before the verb or adjective, after the subject, to say it has happened and is finished. Think of it as patternsudah + kata kerjaalready + verb or patternsudah + kata sifatalready + adjective. In exampleSaya sudah makanI have already eaten you can see sudahalready sitting just before makanto eat to mark the eating as done. The same order gives exampleDia sudah datangshe has already arrived and exampleKami sudah kenyangwe are already full. A question keeps the same order, only your voice changes, as in exampleKamu sudah mandi?have you showered already? Don't flip it around like not thismakan saya sudahI have eaten, which will just confuse a listener.
Makna ini hidup dalam susunan kata yang berdiri sendiri sebagai penutup keterangan tentang keadaan, biasanya terletak di akhir kalimat sesudah subjek atau sesudah penyebutan barang dan acara. Polanya dapat diingat sebagai patternpekerjaan atau makanan atau acara + sudah, artinya tidak ada lagi yang perlu dikerjakan atau dihabiskan. Misalnya dalam kalimat exampleTugas saya sudah kata sudah berdiri di akhir untuk menyatakan tugas itu tuntas dan beres. Contoh lain adalah exampleMakanannya sudah yang berarti makanannya habis dan tidak tersisa, serta exampleAcara rapatnya sudah yang berarti acaranya tuntas. Untuk pemakaian ini tidak perlu menambah kata kerja lagi di belakangnya, karena kata ini sendiri sudah menyatakan keadaan beres. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambahkan kata kerja yang belum selesai di belakangnya seperti dalam not thisTugasnya sudah mengerjakan, karena susunan itu membuat pendengar mengira perbuatan masih berjalan dan bukan tuntas.
Sometimes sudahdone doesn't need a verb after it at all. It can stand alone at the very end to close the story and say everything is settled. Think of it as patternpekerjaan atau makanan atau acara + sudahjob or food or event + done, meaning there's nothing left to do or finish up. In English you'd naturally use *is done, is finished, is over* — no action word after. So exampleTugas saya sudahMy assignment is done means the job is complete and taken care of, with sudahdone itself doing that work at the end. In the same way exampleMakanannya sudahThe food is finished means the food is all gone, and exampleAcara rapatnya sudahThe meeting is over means the event is wrapped up. Don't add another verb behind it. not thisTugasnya sudah mengerjakanHis task is already working on it sounds unfinished to an Indonesian ear, as if the doing were still going on instead of done.
Makna ini hidup dalam susunan penghubung di awal kalimat yang mempertemukan dua kejadian, kejadian pertama disebut lebih dulu lalu kejadian kedua menyusul. Polanya dapat diingat sebagai patternSudah + kejadian pertama, kejadian kedua. Misalnya dalam kalimat exampleSudah makan, kami pulang bagian Sudah makan menandai kejadian pertama yang selesai, lalu bagian kami pulang adalah kejadian kedua yang terjadi sesudahnya. Contoh lain adalah exampleSudah sampai di rumah, dia menelepon ibu dan exampleSudah selesai belajar, anak-anak bermain di luar. Koma sering membantu memperjelas batas antara kejadian pertama dan kejadian kedua, walaupun dalam percakapan sehari-hari jeda suara sudah cukup. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah hanya menyebut satu kejadian tanpa kejadian kedua seperti dalam not thisSudah makan. ketika maksudnya ingin merangkai dua kejadian, karena pendengar akan menunggu kelanjutan tentang apa yang terjadi sesudah makan itu.
This use lives at the very start of a sentence and joins two happenings in order, the finished one first and the next one after it, like patternSudah + kejadian pertama, kejadian keduaAfter + first event, second event. For example, exampleSudah makan, kami pulangAfter eating, we went home where Sudah makanafter eating marks the first happening as complete, then kami pulangwe went home is the second happening that follows it. The same shape appears in exampleSudah sampai di rumah, dia menelepon ibuAfter arriving home, she called her mother and exampleSudah selesai belajar, anak-anak bermain di luarAfter finishing studying, the children played outside. In writing a comma often makes the boundary clear, while in everyday speech a pause in the voice can do the same job. Don't stop after only the first part if you mean to link two events, as in not thisSudah makan.After eating., because the listener will still be waiting to hear what happened next.
Makna ini hidup dalam susunan seruan pendek yang diucapkan dengan tekanan tegas untuk menghentikan cerita atau perbuatan. Kata ini sering berdiri sendiri atau di awal ujaran lalu diikuti tanda seru, dan polanya dapat diingat sebagai patternSudah! atau patternSudah, cukup!. Misalnya dalam kalimat exampleSudah, jangan dilanjutkan lagi! kata Sudah di depan dipakai untuk menyetop lawan bicara karena dianggap cukup. Contoh lain adalah exampleSudah! Simpan saja ceritanya untuk besok. dan exampleSudah, ayo berhenti bermain dan pulang.. Nada suaranya biasanya menurun dan tegas, bukan datar seperti ketika memberitakan sesuatu. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakainya dengan nada datar sambil menambah keterangan waktu yang panjang seperti dalam not thisSudah kemarin sore hari yang panjang sekali ketika maksudnya menyuruh berhenti, karena pendengar tidak akan menangkap maksud menghentikan dan justru mengira pembicara sedang memberitakan waktu.
Think of English Enough! said with a hand up to cut someone off. That is what SudahEnough does here. It stands alone or jumps to the front of what you say, with an exclamation and a firm falling voice, as in patternSudah!Enough! or patternSudah, cukup!Enough, that's enough!. In exampleSudah, jangan dilanjutkan lagi!Enough, don't go on with it! the SudahEnough up front does all the stopping work — you have heard enough and the story or activity should end now. Same in exampleSudah! Simpan saja ceritanya untuk besok.Enough! Just save the story for tomorrow. and exampleSudah, ayo berhenti bermain dan pulang.Enough, let's stop playing and go home. Say it short and sharp. Do not say it flat with a long time detail like not thisSudah kemarin sore hari yang panjang sekaliIt was already yesterday in the very long afternoon when you mean to stop someone, because with that flat storytelling tone no one will hear a stop, only a report about time.
Kata suka ini hidup di tengah kalimat untuk menyatakan rasa tertarik yang jelas arahnya. Susunannya selalu mulai dari orang yang merasakan, lalu kata ini, lalu hal yang disenanginya, sehingga polanya bisa diingat sebagai patternorang yang merasa + suka + orang lain, barang, atau kegiatan. Kalau yang disukai itu barang atau orang, langsung ditempelkan setelah kata ini tanpa kata penghubung apa pun, seperti dalam kalimat exampleSaya suka teh hangat pada pagi hari dan exampleMereka suka guru baru itu. Kalau yang disukai itu kegiatan, kegiatan itu ditulis sebagai kata kerja setelah kata ini, seperti dalam kalimat exampleKami suka berenang di kolam dekat rumah dan exampleAyah suka membaca sebelum tidur. Untuk menyatakan tidak senang, tinggal menambahkan kata penolak di depannya, seperti dalam kalimat exampleSaya tidak suka makanan yang terlalu pedas. Perlu diperhatikan bentuk seperti not thisSaya suka untuk berenang setiap sore terdengar janggal karena setelah kata ini kegiatan langsung disebutkan tanpa kata penghubung, jadi cukup katakan kegiatannya secara langsung.
Think of sukato like as an arrow that points straight from you to what you enjoy. You start with the person who feels it, then sukato like, then the thing itself, a shape you can remember as patternorang yang merasa + suka + orang lain, barang, atau kegiatansomeone who feels + like + another person, a thing, or an activity. If it's a thing or a person, it attaches directly with nothing in between, as in exampleSaya suka teh hangat pada pagi hariI like warm tea in the morning and exampleMereka suka guru baru ituThey like that new teacher. If it's an activity, you just put the verb right after, as in exampleKami suka berenang di kolam dekat rumahWe like swimming in the pool near the house and exampleAyah suka membaca sebelum tidurDad likes reading before bed. To say you don't like something, you just add the negator in front, as in exampleSaya tidak suka makanan yang terlalu pedasI don't like food that is too spicy. Where English puts in a little *to*, as in *like to swim*, Indonesian wants nothing. That's why not thisSaya suka untuk berenang setiap soreI like to swim every afternoon sounds off — just name the activity directly.
Kata suka ini dipakai untuk menceritakan kejadian yang berulang. Susunannya menaruh kata ini tepat di depan kata kerja yang menceritakan kejadian itu, sehingga polanya adalah patternorang atau tempat + suka + kata kerja yang sering terjadi. Posisi di depan kata kerja ini penting karena di situlah letak arti seringnya. Misalnya untuk tempat yang selalu bermasalah saat hujan bisa dikatakan exampleJalan itu suka banjir kalau hujan turun lama, dan untuk kebiasaan yang terus terulang bisa dikatakan exampleAdik saya suka lupa membawa tas ke sekolah atau exampleKomputer ini suka mati sendiri kalau dipakai lama. Bentuk seperti not thisAdik saya lupa suka membawa tas menjadi keliru karena kata ini bergeser ke belakang kata kerja, padahal untuk arti ini ia harus berdiri di depan kata kerja untuk menandai bahwa perbuatan itu kerap terjadi.
This use of sukaoften is for events that repeat. You put it right in front of the verb for what keeps happening, like patternorang atau tempat + suka + kata kerja yang sering terjadiperson or place + suka + a verb for what often happens. That position in front is what carries the sense of often. So a place that always has trouble when it rains is exampleJalan itu suka banjir kalau hujan turun lamaThat road often floods when it rains for a long time, and a habit that keeps repeating is exampleAdik saya suka lupa membawa tas ke sekolahMy younger sibling often forgets to bring a bag to school or exampleKomputer ini suka mati sendiri kalau dipakai lamaThis computer often turns off by itself if it's used for a long time. That is why not thisAdik saya lupa suka membawa tasMy younger sibling forgets often to bring a bag is wrong — once it slips behind the verb, it no longer marks the action as something that happens again and again.
Kata suka ini bisa berdiri sebagai nama perasaan, yaitu rasa ringan dan bahagia di dalam hati ketika sesuatu yang baik datang. Sebagai nama perasaan, ia biasanya menjadi pokok pembicaraan atau menjadi bagian yang diterangkan, dengan pola seperti patternpenuh suka + di hati atau di wajah. Ia sering muncul bersama pasangannya dalam ungkapan perasaan hidup, misalnya dalam kalimat exampleHati ibu penuh suka mendengar kabar kelulusan itu dan exampleSuka tampak di wajah anak-anak saat bermain di halaman. Ia juga sering dipakai berdampingan untuk menggambarkan seluruh perjalanan perasaan, seperti dalam kalimat exampleMereka melewati suka dan duka bersama sebagai keluarga.
Here sukajoy is the feeling itself, that light, happy lift in the heart when something good arrives. Think of it as a noun you can talk about. It often sits as the subject of the sentence, or as the thing being described, in a pattern like patternpenuh suka + di hati atau di wajahfull of joy in the heart or on the face. So you get exampleHati ibu penuh suka mendengar kabar kelulusan ituThe mother's heart was full of joy hearing that graduation news and exampleSuka tampak di wajah anak-anak saat bermain di halamanJoy showed on the children's faces while playing in the yard. It also loves to appear with its partner to describe a whole emotional journey, as in exampleMereka melewati suka dan duka bersama sebagai keluargaThey went through joy and sorrow together as a family.
Kata sungai dipakai untuk menyebut aliran air besar yang ada di alam dan mengalir jauh dari tempat yang tinggi menuju laut atau danau. Dalam kalimat kata ini bekerja sebagai kata benda, jadi tempatnya mudah ditebak, sering menjadi pelaku di awal kalimat atau menjadi bagian keterangan tempat setelah kata depan. Pola yang paling aman untuk ditiru adalah patternsungai + kata sifat untuk menceritakan keadaannya, misalnya exampleSungai itu jernih atau exampleSungai ini dalam, dan pola patterndi sungai untuk menceritakan apa yang terjadi di sana, misalnya exampleAnak-anak bermain di sungai atau exampleIbu mencuci baju di sungai. Kalau menjadi pelaku, kata ini bisa langsung diikuti kata kerja, seperti dalam exampleSungai mengalir ke laut atau exampleSungai itu banjir kemarin. Untuk menunjuk sungai yang sudah jelas, pakailah penunjuk sesudahnya, seperti dalam exampleSungai itu kotor atau exampleSungai ini panjang.
sungairiver is a big natural flow of water that runs a long way from high ground down to the sea or a lake. It's a noun, so its place in a sentence is easy to spot. You can use it as the doer right at the start, followed straight by a verb, as in exampleSungai mengalir ke lautThe river flows to the sea. Most often you'll describe what it's like with patternsungai + kata sifatriver + adjective, as in exampleSungai itu jernihThat river is clear or exampleSungai ini dalamThis river is deep. Notice where English would use *the* or *that* before the word, Indonesian puts the pointer after it, as in exampleSungai itu kotorThat river is dirty or exampleSungai ini panjangThis river is long. To say what happens there, use patterndi sungaiin the river, as in exampleAnak-anak bermain di sungaiThe children play in the river.
Kata ini hidup sebagai kata kerja di belakang orang yang bercerita, lalu di depan isi yang diketahuinya. Susunan yang paling sering dipakai adalah orang ditambah kata ini ditambah jawaban atau fakta yang ada di kepala. Polanya bisa diingat seperti ini patternSaya tahu + yang saya ketahui. Dengan susunan itu pelajar bisa langsung membuat kalimat sendiri. Misalnya exampleSaya tahu jawabannya. artinya jawaban itu sudah ada di kepala dan bisa dijelaskan kalau ditanya. Contoh lain exampleDia tahu cara membuat kopi. artinya dia paham langkah-langkahnya. Untuk bilang tidak punya jawabannya, tinggal tambah kata penyangkal di depan kata ini, seperti dalam exampleSaya tidak tahu nama jalan ini.. Satu bentuk yang perlu dihindari untuk keperluan sehari-hari yang sederhana adalah not thisSaya mengetahuikan jawabannya karena imbuhan tambahan itu membuat kalimat terdengar kaku dan tidak wajar untuk percakapan biasa, cukup memakai tahu saja.
It works just like English *know* — you put the person first, then tahuto know, then the fact or skill that's already in your head and you could explain if asked. You can remember it as patternSaya tahu + yang saya ketahuiI know + what I know. So exampleSaya tahu jawabannya.I know the answer. means the answer is there ready to give, and exampleDia tahu cara membuat kopi.She knows how to make coffee. means she has the steps down. To say the answer isn't there, just use the negative as in exampleSaya tidak tahu nama jalan ini.I don't know the name of this street. For simple everyday talk, stick to tahuto know alone. not thisSaya mengetahuikan jawabannyaI know the answer. with the extra affix sounds stiff and unnatural in conversation.
Kata ini hidup sebagai kata benda untuk menyebut sejenis makanan. Susunannya sama seperti nama makanan lain, bisa menjadi pelaku atau yang dibeli dan dimakan, dan bisa diterangkan dengan kata lain di belakangnya yang menyebut cara masak atau rasa. Polanya bisa diingat seperti ini patternmembeli + tahu + cara masaknya. Misalnya exampleIbu membeli tahu di pasar. dan exampleSaya suka makan tahu goreng.. Jenis makanannya bisa diperjelas dengan tambahan di belakangnya, seperti dalam exampleTahu isi itu enak sekali. dan exampleAdik makan tahu rebus dengan nasi.. Karena kata ini di sini murni nama makanan, bentuk dengan awalan untuk kerja tidak dipakai. Bentuk seperti not thismenahui terdengar aneh dan tidak dipakai penutur asli untuk menyebut atau memasak makanan ini, jadi tetap pakai tahu tanpa imbuhan.
This tahutofu is just the name of a food, and it works the way food names work in English. You buy it, you eat it, and you can add words after it to say what kind you mean. Think of it as patternmembeli + tahu + cara masaknyabuy + tofu + how it's cooked. So you can say exampleIbu membeli tahu di pasar.Mother bought tofu at the market. and exampleSaya suka makan tahu goreng.I like eating fried tofu. That description after it is very common, to make clear which style you're talking about, as in exampleTahu isi itu enak sekali.That stuffed tofu is really delicious. and exampleAdik makan tahu rebus dengan nasi.My little brother eats boiled tofu with rice. Just keep it plain as a noun. Don't turn it into a verb.
Kata ini hidup sebagai kata kecil keterangan di dalam kalimat pengalaman, paling sering sesudah kata penyangkal untuk menyatakan sama sekali belum mengalami sesuatu sampai sekarang. Susunan yang wajar adalah orang yang bercerita ditambah kata penyangkal ditambah kata ini ditambah perbuatan yang dibicarakan. Polanya bisa diingat seperti ini patterntidak tahu + perbuatan. Misalnya exampleSaya tidak tahu pergi ke Surabaya. artinya sampai sekarang belum ada kejadian pergi ke sana. Contoh lain exampleDia tidak tahu makan durian. artinya kejadian makan itu belum pernah dialaminya sama sekali. Bentuk tanya juga sering dipakai untuk menanyakan pengalaman, seperti dalam exampleKamu tahu pergi ke sana?. Bentuk yang perlu dihindari untuk arti sudah pernah dalam kalimat berita biasa adalah hanya memakai kata ini tanpa kata penanda sudah, seperti dalam not thisSaya tahu pergi ke Surabaya karena untuk berita sudah mengalami penutur asli memakai susunan lain yang lebih jelas, sedangkan susunan dengan kata ini yang wajar adalah untuk arti belum pernah atau untuk bertanya tentang pengalaman.
This little word works where English uses *ever* and *never*, to talk about life experience up to now. The most common position is right after the negator, to mean never at all. Think of the order as the person, then not, then this word, then the action, like patterntidak tahu + perbuatanhave never done the action. So exampleSaya tidak tahu pergi ke Surabaya.I have never gone to Surabaya. means there has been no such trip up to now, and exampleDia tidak tahu makan durian.She has never eaten durian. means that eating has never happened to her at all. It is also common in a question to ask about experience, as in exampleKamu tahu pergi ke sana?Have you ever gone there? Don't use it alone to say you have done something, as in not thisSaya tahu pergi ke SurabayaI have been to Surabaya, which sounds unfinished to a native ear. The natural job for this pattern in a plain statement is *never*, with the question form saved for asking about *ever*.
Kata ini hidup sebagai kata kerja di belakang orang yang bercerita, lalu langsung di depan nama atau sebutan orang yang pernah dijumpai. Susunan yang wajar adalah orang yang bercerita ditambah kata ini ditambah nama orangnya. Polanya bisa diingat seperti ini patternSaya tahu + nama orangnya. Misalnya exampleSaya tahu Pak Budi. artinya sudah pernah bertemu sehingga ingat wajah dan namanya. Contoh lain exampleKamu tahu ibu itu? yang menanyakan apakah lawan bicara ingat orang itu karena sudah pernah berjumpa. Bentuk tanya untuk nama juga wajar, seperti dalam exampleKamu tahu namanya?. Susunan yang perlu dihindari adalah menambah kata penghubung di antara kata ini dan nama orangnya, seperti dalam not thisSaya tahu dengan Pak Budi karena penutur asli langsung menyambung ke nama orangnya tanpa kata tambahan itu.
This one is only about knowing people because you have met them before, so you remember the face and the name. Think of the order as the person telling the story, then this verb, then straight to the person they met, with nothing in between, like patternSaya tahu + nama orangnyaI know + the person's name. That gives you exampleSaya tahu Pak Budi.I know Mr. Budi., which means you have actually run into him and would recognize him. In a question it works the same way, as in exampleKamu tahu ibu itu?Do you know that woman?, asking if the other person remembers her from having met her, and also for a name itself, as in exampleKamu tahu namanya?Do you know their name?. English works the same way here — you say you know someone, not you know *with* someone — and Indonesian is strict about it too. Do not put a linking word between the verb and the person, so not thisSaya tahu dengan Pak BudiI know with Mr. Budi sounds wrong to a native speaker. Just join them directly.
Kata ini dipakai untuk menyebut waktu yang panjang, selama dua belas bulan. Pemakaiannya paling sering muncul sesudah angka, untuk menyebut umur atau jarak waktu. Susunannya adalah angka lalu kata ini, bukan sebaliknya. Polanya bisa diingat seperti patternangka + tahun, misalnya polanya terlihat dalam patterntiga tahun dan patterntiga puluh tahun. Contoh kalimat yang wajar adalah exampleUmur saya tiga puluh tahun. dan exampleSaya tinggal di sini selama dua tahun. dan exampleAnak itu berumur lima tahun.. Susunan lain yang sering dipakai adalah untuk menyebut tanggal atau kalender, dengan angka nama waktunya di belakang kata ini. Polanya seperti patterntahun 2026 atau dengan kata depan menjadi patterndi tahun 2026. Contohnya exampleSaya lahir di tahun 1995. dan exampleAcara itu terjadi pada tahun 2020.. Kata ini juga bisa dipakai dengan kata penunjuk waktu untuk menyebut posisi terhadap sekarang, seperti dalam exampletahun ini dan exampletahun lalu dan exampletahun depan. Contohnya exampleTahun ini saya belajar bahasa baru. dan exampleTahun lalu kami pindah rumah. dan exampleTahun depan dia akan sekolah.. Ada susunan yang tidak dipakai, yaitu not thistahun tiga untuk maksud tiga tahun. Susunan itu keliru karena angkanya harus di depan, jadi bentuk yang benar adalah exampletiga tahun.
This word covers a twelve-month stretch, the unit you use for age and for how long something lasts. Where English says years with an -s and adds old for age, Indonesian keeps the same form and puts the number first, as in patternangka + tahunnumber + year, for example patterntiga tahunthree years. You would say exampleUmur saya tiga puluh tahun.I am thirty years old. and exampleSaya tinggal di sini selama dua tahun.I have lived here for two years. Reversing that order does not work, so not thistahun tigayear three cannot mean three years. When you are naming the calendar year rather than counting, the order flips, giving patterntahun 2026year 2026, as in exampleSaya lahir di tahun 1995.I was born in 1995. where English often drops the word year altogether. For position relative to now you add a time word after it, like exampletahun inithis year, exampletahun lalulast year and exampletahun depannext year, for example exampleTahun lalu kami pindah rumah.Last year we moved house.
Kata ini dipakai untuk menyebut masa tanaman hidup dan tumbuh, mulai dari ditanam sampai bisa dipanen. Dalam kalimat, kata ini sering menjadi pokok kalimat dan diterangkan oleh kata yang menjelaskan hasilnya, misalnya hasilnya banyak, bagus, kering, atau gagal. Pola yang wajar adalah patterntahun ini + hasil tanaman. Contohnya exampleTahun ini panen padi bagus. dan exampleTahun ini kopi berbuah banyak. dan exampleTahun lalu panen jagung gagal.. Kata ini juga bisa diterangkan dengan nama tanaman atau kata sifat sesudahnya, untuk menjelaskan masa tumbuh itu seperti apa. Contohnya exampleTahun mangga sudah mulai. dan exampleIni tahun yang kering untuk sayur.. Bentuk seperti ini biasa muncul dalam percakapan petani atau penjual di pasar ketika membicarakan hasil kebun pada masa itu.
This is the language farmers and sellers in the market use to talk about how the gardens are doing. It means the living time from planting to harvest, what in English you would simply call a season. It usually sits as the subject of the sentence, then gets described by how the crop turned out — good, heavy, dry, or a failure, as in exampleTahun ini panen padi bagus.This season the rice harvest is good. and exampleTahun lalu panen jagung gagal.Last season the corn harvest failed. Think in the shape patterntahun ini + hasil tanamanthis season + crop result. You can also name the crop to say what kind of season it is, as in exampleTahun mangga sudah mulai.Mango season has started.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah orang yang merasa lalu kata takut lalu hal yang ditakuti, biasanya kata benda atau kata kerja tentang bahaya yang ada di depan mata. Polanya bisa diingat sebagai patternSaya takut + sesuatu yang berbahaya. Sesuatu itu ada sekarang, terlihat atau terbayang jelas, dan keinginan orang itu adalah menjauh. Misalnya exampleSaya takut anjing besar dan exampleAnak itu takut jalan gelap. Kalau yang ditakuti adalah perbuatan, kata kerja langsung ikut setelahnya tanpa penghubung, seperti dalam exampleSaya takut menyeberang jalan ramai dan exampleDia takut berenang di laut dalam. Benda itu boleh juga disebut dengan patterntakut pada + kata benda atau patterntakut kepada + kata benda, seperti exampleDia takut pada anjing. Bentuk takut tidak berubah untuk saya, kamu, dia, atau mereka. Jangan memakai bentuk not thisSaya menakuti anjing untuk rasa ini, karena bentuk itu artinya membuat orang lain menjadi gentar, bukan merasakan gentar sendiri di hati.
Think of takutafraid as afraid, not as the verb to fear. The most natural order for this feeling is the person who feels, then takutafraid, then the thing feared, usually something dangerous right in front of you, seen or vividly imagined, that you want to stay away from. You can remember it as patternSaya takut + sesuatu yang berbahayaI'm afraid of + something dangerous, as in exampleSaya takut anjing besarI'm afraid of big dogs and exampleAnak itu takut jalan gelapthat child is afraid of dark streets. If what you fear is an action, the verb follows directly with no linking word, where English needs to or of, as in exampleSaya takut menyeberang jalan ramaiI'm afraid to cross a busy road and exampleDia takut berenang di laut dalamhe's afraid to swim in the deep sea. You can also spell out the link with patterntakut pada + kata bendaafraid of + a noun or patterntakut kepada + kata bendaafraid of + a noun, like exampleDia takut pada anjinghe's afraid of dogs. takutafraid never changes for I, you, he, or they. Don't say not thisSaya menakuti anjingI scare dogs for this feeling, since that means you make someone else afraid, not that you feel it yourself.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah orang yang merasa lalu kata takut lalu penjelasan tentang hal buruk yang belum terjadi dan terus dipikirkan. Polanya sering memakai penghubung patterntakut kalau + kejadian atau patterntakut + akan + kejadian. Bagian setelah itu selalu tentang masa depan, bukan tentang benda berbahaya yang ada di depan mata. Misalnya exampleSaya takut kalau ketinggalan pesawat dan exampleIbu takut kalau anaknya sakit. Dengan pola yang kedua, contohnya exampleAyah takut akan kegagalan panen tahun ini dan exampleDia takut terlambat ke kantor. Kata takut tetap sama untuk semua orang, dan kalimatnya sering diucapkan dengan suara pelan karena hati tidak tenang. Jangan memakai bentuk not thisSaya ketakutan kalau ketinggalan pesawat untuk percakapan sehari-hari yang tenang seperti ini, karena bentuk itu menggambarkan badan gemetar dan wajah pucat saat bahaya sudah dekat, bukan pikiran yang terus memikirkan hal buruk yang mungkin terjadi nanti.
English splits this in two, but Indonesian doesn't — takutworried can also mean this quiet, nagging kind of fear. Not fright at something in front of you, but a mind that won't stop turning over something bad that hasn't happened yet. The order is always the same: the person, then takutworried, then what might happen. You'll usually hear it as patterntakut kalau + kejadianworried that + something will happen, as in exampleSaya takut kalau ketinggalan pesawatI'm worried I'll miss my flight and exampleIbu takut kalau anaknya sakitMom is worried her child will get sick. The part after is always in the future, something like exampleDia takut terlambat ke kantorHe's worried he'll be late to the office. It's often said softly, because the heart isn't calm. Don't switch it to not thisSaya ketakutan kalau ketinggalan pesawatI'm terrified I'll miss my flight here. That sounds physical and panicked, much too strong for this kind of everyday worrying.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini selalu menyebut Tuhan di belakangnya, dengan kata penghubung di tengah. Polanya adalah patterntakut akan Tuhan atau patterntakut kepada Tuhan, dan dalam percakapan sehari-hari nama Tuhan bisa disebut jelas seperti patterntakut akan Allah atau patterntakut kepada Allah. Kata takut di sini menjadi sifat hati orang yang patuh, yang membuat perilakunya baik. Misalnya exampleOrang itu takut akan Tuhan, jadi ia selalu jujur dan exampleKami takut kepada Allah, jadi kami tidak mencuri. Makna ini hidup dalam kalimat tentang ibadah, doa, dan aturan agama, bukan dalam cerita tentang bahaya sehari-hari. Kata takut tidak berubah bentuknya. Jangan memakai bentuk not thismenakuti Tuhan, karena bentuk itu artinya membuat pihak lain merasa ngeri, sedangkan di sini manusialah yang menempatkan hati dengan hormat dan patuh di hadapan Tuhan.
English has this too in the phrase God-fearing, and that is exactly what takutreverent, fearing God means here — a respectful, obedient heart that wants to do what is right. You will always hear God named after it, with a little link word in between. The pattern is patterntakut akan Tuhanto fear God, to be reverent toward God or patterntakut kepada Tuhanto fear God, to be reverent toward God, and in everyday talk people often say the name directly, as in patterntakut akan Allahto fear Allah, to be reverent toward Allah or patterntakut kepada Allahto fear Allah, to be reverent toward Allah. Think of it as a description of character, the kind you hear in talk about worship, prayer, and religious rules: exampleOrang itu takut akan Tuhan, jadi ia selalu jujurThat person fears God, so he is always honest and exampleKami takut kepada Allah, jadi kami tidak mencuriWe fear Allah, so we do not steal. The form never changes. Do not use not thismenakuti Tuhanto frighten God, which would mean making someone else feel scared, while here it is you who holds your own heart in respect and obedience before God.
Kata ini paling sering dipakai untuk menunjuk bagian tubuh di ujung lengan yang dipakai untuk memegang dan menyentuh. Dalam kalimat kata ini biasanya muncul sebagai benda yang dimiliki seseorang atau sebagai bagian yang melakukan sesuatu, sehingga susunannya sering berupa pemilik ditambah kata ini atau kata ini ditambah penjelas kanan dan kiri. Pola yang sangat biasa adalah seperti dalam patterntangan saya sakit atau patterncuci tangan atau patternangkat tangan, di mana kata ini langsung mengikuti kata kerja tanpa kata tambahan lain. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya mencuci tangan sebelum makan dan exampleDia mengangkat tangan kanan untuk bertanya serta exampleTangan anak itu kotor setelah bermain. Di sini kata ini bisa menjadi pelaku atau menjadi bagian yang dikenai perbuatan, dan penutur asli memahaminya langsung sebagai bagian tubuh yang ada jarinya. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah seperti dalam not thistangan-tanganku, karena untuk menyatakan lebih dari satu tidak perlu mengulang dan menambah akhiran milik sekaligus seperti itu, cukup katakan examplekedua tangan saya atau exampletangan saya jika sudah jelas dari keadaan.
This word is just your hand, the part at the end of your arm with fingers for holding and touching. You will most often meet it as something owned or as the body part doing something, so expect an owner plus the word, or the word plus a description on either side, like patterntangan saya sakitmy hand hurts. English speakers should notice one habit: where you must say *my* or *his* hands, Indonesian often drops the owner after a verb. You don't need extra words in patterncuci tanganwash hands or patternangkat tanganraise a hand. Just imitate exampleSaya mencuci tangan sebelum makanI wash my hands before eating and exampleDia mengangkat tangan kanan untuk bertanyaShe raises her right hand to ask a question. It can be the doer too, as in exampleTangan anak itu kotor setelah bermainThe child's hands are dirty after playing. Don't try to make a plural possessive by doubling and adding an ending at once, like not thistangan-tangankumy hands. Indonesian doesn't mark one hand versus two hands that way. Say examplekedua tangan sayaboth my hands when you need to be explicit, or simply exampletangan sayamy hand when the situation already makes it clear.
Kata ini dipakai untuk menyatakan siapa yang mengatur dan memutuskan suatu urusan. Dalam kalimat kata ini hampir selalu muncul bersama kata depan yang menunjukkan tempat kekuasaan berada, sehingga susunan yang wajar adalah kata depan yang berarti tempat ditambah kata ini ditambah orang atau kelompok yang memegang kuasa. Pola yang hidup adalah seperti dalam patterndi tangan ketua atau patternjatuh ke tangan orang lain, di mana nama orang atau jabatan diletakkan tepat di belakang kata ini. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleKeputusan ada di tangan ketua rapat dan exampleUsaha itu sekarang jatuh ke tangan adiknya serta exampleSemua urusan ada di tangan dia. Di sini kata ini tidak menunjuk benda yang bisa dipegang, melainkan menunjuk orang yang berhak mengatur, dan kalimatnya selalu menjawab pertanyaan siapa yang memutuskan. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah seperti dalam not thistangan ketua rapat tanpa kata depan di awal, karena tanpa kata depan itu rangkaian kata tersebut terdengar seperti bagian tubuh milik seseorang, bukan seperti keterangan siapa yang berkuasa, jadi perlu memakai bentuk lengkap seperti dalam exampleada di tangan ketua rapat.
English does this too, and that helps here. When control over a matter sits with someone, you put it patterndi tangan ketuain the chair's hands or say it has patternjatuh ke tangan orang lainfallen into someone else's hands. The key is that little place-word at the front. For this meaning you almost always need *di* or *ke* before the word, with the person or group who decides right after it, as in exampleKeputusan ada di tangan ketua rapatThe decision is in the hands of the meeting chair and exampleUsaha itu sekarang jatuh ke tangan adiknyaThe business has now fallen into his younger sibling's hands and exampleSemua urusan ada di tangan diaEverything is in his hands. The sentence is always answering who decides. Don't shorten it to not thistangan ketua rapatthe meeting chair's hand on its own. Without that front word it won't carry this meaning, so keep the full shape like exampleada di tangan ketua rapatis in the hands of the meeting chair.
Kata ini dipakai untuk menyebut bagian dari benda yang dipegang, ditarik, atau diputar untuk menggerakkan benda itu. Dalam kalimat kata ini biasanya menempel langsung pada nama benda tanpa kata depan, sehingga susunannya adalah kata ini ditambah nama alat atau benda yang memilikinya. Pola yang wajar adalah seperti dalam patterntangan pintu atau patterntangan jam atau patterntangan kursi, di mana nama benda diletakkan tepat di belakang kata ini untuk menjelaskan bagian dari benda apa yang dimaksud. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleTangan pintu ini patah jadi tidak bisa dibuka dan exampleTangan jam berhenti di angka dua belas serta exampleDia memegang tangan payung dengan kuat. Di sini kata ini selalu menjadi bagian dari benda, bisa menjadi pelaku dalam kalimat atau menjadi bagian yang rusak dan dipegang, dan lawan bicara memahaminya sebagai bagian alat bukan sebagai sesuatu yang lain. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah seperti dalam not thistanganan pintu, karena tambahan di akhir itu tidak dipakai penutur asli untuk menyebut bagian alat, cukup memakai bentuk dasar seperti dalam exampletangan pintu.
English has separate words for what you grab to open something, what moves around a clock, what you grip on an umbrella, but Indonesian uses the same word for all of them. You put it directly in front of the thing it belongs to, with nothing in between and no word for of. The pattern is like patterntangan pintudoor handle or patterntangan jamclock hand, where the name right behind tells you the handle of what. You can imitate exampleTangan pintu ini patah jadi tidak bisa dibukaThis door handle is broken so it can't be opened and exampleTangan jam berhenti di angka dua belasThe clock hands stopped at twelve and exampleDia memegang tangan payung dengan kuatShe held the umbrella handle tightly. Don't add an ending to make it into a part, like not thistanganan pintudoor handle — native speakers just use the plain form.
Kata kecil ini dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu tidak ada, tidak ikut, atau tidak dipakai bersama dengan yang lain. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah kata ini langsung diikuti oleh kata benda atau kelompok kata benda yang menyebutkan hal yang tidak ada itu, jadi polanya adalah patterntanpa + kata benda. Kelompok ini biasanya muncul di belakang kata kerja atau di belakang kalimat yang sudah lengkap, sebagai keterangan tambahan. Perhatikan contoh exampleSaya minum kopi tanpa gula., di sini tanpa diikuti oleh gula untuk menjelaskan bahwa gula tidak dipakai bersama kopi itu. Contoh lain exampleDia datang tanpa anaknya., artinya anaknya tidak ikut datang. Pelajar bisa mengganti bagian setelah kata ini dengan benda lain, seperti dalam exampleMereka makan tanpa sendok. atau exampleSaya tidur tanpa lampu.. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thistanpa dengan gula, karena kata ini sendiri sudah mengandung arti tidak dengan, sehingga tidak perlu ditambah lagi dengan kata dengan di belakangnya.
This little word is English *without* — it tells you something is missing, didn't come along, or wasn't used. It goes right in front of the missing thing, in the pattern patterntanpa + kata bendawithout + noun, usually tucked after a complete thought as extra information. So exampleSaya minum kopi tanpa gula.I drink coffee without sugar. means the sugar just isn't there with the coffee, and you can swap in any other missing thing: exampleDia datang tanpa anaknya.He came without his child. means his child didn't come with him, just as exampleMereka makan tanpa sendok.They eat without a spoon. and exampleSaya tidur tanpa lampu.I sleep without a light. Don't add extra help. Because this word already means *not with*, not thistanpa dengan gulawithout with sugar sounds as doubled to an Indonesian ear as *without with sugar* does to yours.
Kata ini dipakai untuk bercerita tentang isi badan, apakah badan masih kuat untuk bergerak dan bekerja atau sudah lemah. Susunan yang paling wajar adalah di belakang kata yang menyatakan punya atau tidak punya. Polanya bisa diingat seperti patterntidak punya tenaga atau patterntenaga saya habis. Kata tenaga sendiri tidak pernah berubah bentuk di sini, selalu dipakai begitu saja sebagai benda yang ada di badan. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya sakit, saya tidak punya tenaga dan exampleSesudah lari jauh, tenaga saya habis. Ada juga kalimat exampleMakan dulu supaya ada tenaga lagi. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya sangat tenaga. Itu keliru karena kata ini bukan sifat yang bisa langsung dipasang sesudah kata sangat, kata ini harus dipasang sesudah punya, ada, atau habis untuk menyatakan isi badan masih kuat atau sudah lemah.
English lets you say *I am tired* or *I am weak*, with an adjective describing you. Indonesian thinks about it differently here, as something you carry inside your body that lets you move and work. So you don't say you *are* tenagaenergy. You say you have it, you don't have it, or it's run out. The most natural shape is after a word like have or gone, as in patterntidak punya tenagahave no energy or patterntenaga saya habismy energy is gone. The word itself never changes, it's always just that noun sitting in the body. Copy sentences like exampleSaya sakit, saya tidak punya tenagaI'm sick, I have no energy and exampleSesudah lari jauh, tenaga saya habisAfter a long run, my energy is gone. A very common encouragement is exampleMakan dulu supaya ada tenaga lagiEat first so you'll have energy again. That's why not thisSaya sangat tenagaI am very energy is wrong. It tries to use an *energy* noun as if it were an adjective after *very*.
Kata ini dipakai untuk bercerita tentang usaha yang dikeluarkan waktu mengerjakan sesuatu, apakah pekerjaan itu ringan atau berat. Susunan yang paling wajar adalah di belakang kata kerja yang menyatakan perlu atau keluar. Polanya bisa diingat seperti patternbutuh banyak tenaga atau patternmengeluarkan tenaga. Di depan kata ini sering ada kata banyak, sedikit, atau besar untuk menyatakan ukuran usaha itu. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleMembersihkan rumah ini butuh banyak tenaga dan examplePekerjaan itu tidak perlu banyak tenaga. Ada juga kalimat exampleAyah mengeluarkan banyak tenaga di kebun. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisSaya tenaga untuk memasak. Itu keliru karena kalimat menjadi tidak lengkap, harus ada kata kerja yang menjelaskan hubungan dengan usaha itu, misalnya memakai patternbutuh tenaga atau patternmemakai tenaga.
This word is about the effort a job costs you, whether it feels light or heavy. In English you can just say *I efforted*, but here you can't — it never stands alone, it has to sit behind a verb that says you need it or spend it. Think in whole chunks like patternbutuh banyak tenagato need a lot of effort or patternmengeluarkan tenagato put in effort. You'll usually put patternbutuh banyak tenagato need a lot of effort type sizing words in front of it, to say how big that effort is. So you imitate exampleMembersihkan rumah ini butuh banyak tenagaCleaning this house takes a lot of effort and examplePekerjaan itu tidak perlu banyak tenagaThat job doesn't need much effort. Don't say not thisSaya tenaga untuk memasakI effort to cook. It feels unfinished to an Indonesian ear, because there's no verb linking you to the effort. You need something like patternbutuh tenagato need effort or patternmemakai tenagato use effort to complete the thought.
Kata ini dipakai untuk menyebut orang yang bekerja untuk orang lain atau untuk perusahaan. Susunan yang paling wajar adalah kata ini langsung dipakai untuk menunjuk orang itu, sering bersama angka atau kata yang menjelaskan jenis pekerjaannya. Polanya bisa diingat seperti patternlima tenaga baru atau patterntenaga medis. Contoh yang bisa ditiru adalah examplePerusahaan itu mencari lima tenaga baru dan exampleRumah sakit itu butuh banyak tenaga medis. Ada juga kalimat exampleDia bekerja sebagai tenaga kebersihan di sekolah. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thistenaga-tenaga. Itu keliru karena untuk menyatakan banyak orang tidak dipakai pengulangan, cukup memakai angka atau kata banyak di depannya, seperti patternbanyak tenaga atau patterntiga tenaga.
This word is a job word for a person who works for someone else, and English instincts about plural will trip you here. You use it straight with a number or a job type, like patternlima tenaga barufive new workers or patterntenaga medismedical workers. You can imitate examplePerusahaan itu mencari lima tenaga baruThat company is looking for five new workers and exampleRumah sakit itu butuh banyak tenaga medisThat hospital needs a lot of medical workers. It also works for a role, as in exampleDia bekerja sebagai tenaga kebersihan di sekolahShe works as a cleaner at the school. Do not add an -s idea by doubling it. not thistenaga-tenagaworkers is wrong. To say many people, just put the amount in front, with patternbanyak tenagamany workers or patterntiga tenagathree workers.
Kata ini dipakai untuk memberi tahu bahwa sesuatu sudah lewat dari ukuran yang enak atau yang pas, jadi rasanya kebanyakan dan tidak nyaman lagi. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu berdiri tepat di depan kata yang menerangkan sifat atau keadaan, bukan berdiri sendiri di akhir kalimat. Susunan yang wajar adalah pelaku atau benda yang dibicarakan, lalu terlalu, lalu kata sifat yang menunjukkan sifat itu. Polanya bisa diingat sebagai patternterlalu + kata sifat, misalnya untuk rasa, suhu, harga, ukuran, atau kecepatan. Contoh yang mengikuti pola itu adalah exampleKopi ini terlalu panas. dan exampleTas itu terlalu mahal. dan exampleJalan ke sana terlalu jauh.. Dalam tiga kalimat itu, terlalu memberi tahu batasnya sudah terlewati, dan kata setelahnya memberi tahu batas apa yang terlewati, yaitu panas atau mahal atau jauh. Bentuk ini juga bisa dipakai untuk jumlah dengan kata banyak, seperti dalam exampleHari ini terlalu banyak tamu.. Di sini terlalu tetap di depan banyak, bukan di belakang. Karena harus ditemani kata sifat atau kata jumlah di belakangnya, kata ini tidak bisa menutup kalimat sendirian. Bentuk seperti not thisMakanannya terlalu. terdengar belum selesai bagi penutur asli dan perlu dilengkapi, misalnya menjadi exampleMakanannya terlalu pedas..
English already has this exact idea in *too*, and it works the same way. terlalutoo tells you something has gone past what feels comfortable or right — not just a lot, but uncomfortably a lot. It almost always sits right in front of the word that names the quality, in the pattern patternterlalu + kata sifattoo + adjective. You say what you're talking about, then terlalutoo, then the adjective for taste, temperature, price, size, speed, and so on, like exampleKopi ini terlalu panas.This coffee is too hot. and exampleTas itu terlalu mahal.That bag is too expensive. and exampleJalan ke sana terlalu jauh.The way there is too far. It works for amount too with banyakmany, as in exampleHari ini terlalu banyak tamu.Today there are too many guests., still in front, never behind. Because it needs that adjective or amount-word after it, it can't finish a sentence alone. not thisMakanannya terlalu.The food is too. sounds unfinished to a native ear — you have to complete it, for example with exampleMakanannya terlalu pedas.The food is too spicy.
Kata ini hidup sesudah kata kerja untuk menunjukkan perbuatan yang tidak berhenti dan masih berjalan. Susunannya adalah kata kerja lalu terus, kadang juga patternterus + kata kerja dengan arti yang sama. Pola yang paling sering dipakai adalah patternkata kerja + terus, misalnya exampleHujan turun terus dari pagi sampai malam dan exampleAnak itu menangis terus karena mainannya hilang. Pelajar bisa memakai pola yang sama untuk kegiatan lain, misalnya exampleMereka berjalan terus sampai ke ujung jalan atau exampleIbu bekerja terus tanpa istirahat. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk arti ini adalah not thisterus dari hujan, karena kata ini bukan kata depan dan harus menempel pada kata kerja yang sedang berjalan, bukan membuka keterangan dengan kata depan.
If English says *keeps crying* or *keeps falling*, Indonesian says it the other way round — verb first, then teruskeeps on, continuously. Think of it as a tag on the action to say it hasn't stopped and is still going. The pattern you will hear most is patternkata kerja + terusverb + terus. So exampleHujan turun terus dari pagi sampai malamThe rain kept falling from morning till night and exampleAnak itu menangis terus karena mainannya hilangThat child kept crying because his toy was lost. You will sometimes hear patternterus + kata kerjaterus + verb in front instead, with the same meaning. Don't treat it like *from* or another little preposition, as in not thisterus dari hujan*terus from the rain. It has to stick to the verb that is still happening.
Kata ini hidup di belakang kata kerja gerak untuk menunjukkan jalan yang lurus ke depan tanpa belok. Susunannya adalah kata kerja gerak lalu terus, paling sering dengan kata jalan menjadi patternjalan terus. Contoh yang wajar adalah exampleJalan terus sampai lampu merah dan exampleDari sini lurus terus sampai ke pasar. Pelajar bisa memakai susunan yang sama untuk memberi arah, misalnya exampleNaik terus sampai lantai tiga. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisterus jalan ke pasar, karena untuk memberi arah yang lurus kata ini diletakkan sesudah kata geraknya, bukan di depannya.
When you are giving directions and you want someone to keep going without turning, put terusstraight on after the movement verb, not before it. In English you do the same with go straight on, so trust that instinct here. The combination you will hear most is with jalanto go to make patternjalan terusto go straight on. So exampleJalan terus sampai lampu merahGo straight on until the traffic light is just keep going, no turn, until you reach the light. You can strengthen it with lurus, as in exampleDari sini lurus terus sampai ke pasarFrom here go straight on all the way to the market, from here, no turns, right to the market. The same order works for other movement, like stairs or going up: exampleNaik terus sampai lantai tigaKeep going up until the third floor. Do not flip it around to not thisterus jalan ke pasargo straight on to the market. For this straight-ahead meaning, it has to live behind the movement verb.
Kata ini hidup di antara dua perbuatan untuk menunjukkan perbuatan kedua langsung terjadi sesudah perbuatan pertama tanpa jeda. Susunannya adalah perbuatan pertama, lalu terus, lalu perbuatan kedua. Contoh yang wajar adalah exampleSampai rumah terus tidur dan exampleDia pulang terus mandi. Pelajar bisa memakai pola patternsampai di tempat terus + kata kerja, misalnya exampleKami sampai hotel terus makan atau exampleAyah datang terus salat. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisterus tidur sampai rumah, karena kata ini harus berdiri di antara dua perbuatan dengan perbuatan pertama disebut dulu, bukan di awal kalimat tanpa perbuatan sebelumnya.
Think of English *then*, but tighter. This use of terusthen straight away means the second thing happens right after the first, with no pause in between. It has to sit between the two actions, with the first one said first. So exampleSampai rumah terus tidurI got home then went straight to sleep feels like crashing into bed, and exampleDia pulang terus mandiHe came home then showered right away feels like heading straight for the shower. A very handy version of that is patternsampai di tempat terus + kata kerjaarrive somewhere then straight away + verb, as in exampleKami sampai hotel terus makanWe got to the hotel then ate right away or exampleAyah datang terus salatDad arrived then prayed right away. Just don't start with it. not thisterus tidur sampai rumahstraight away sleep, got home doesn't work, because there is no first action before it to follow on from.
Kata ini hidup langsung di belakang kata benda untuk menerangkan bahwa bahan itu asli dan tidak dicampur dengan bahan lain sama sekali. Susunannya adalah kata benda bahan lalu terus, paling sering menjadi patternemas terus. Contoh yang wajar adalah exampleCincin ini dari emas terus dan exampleKalung itu terbuat dari emas terus tanpa campuran. Pelajar memakai kata ini sebagai sifat yang menempel ketat pada bendanya, misalnya dalam kalimat exampleMereka menjual emas terus di toko itu. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisterus emas, karena sebagai penerang bahan kata ini diletakkan sesudah nama bahannya, bukan di depannya.
When you mean the stuff itself is genuine and mixed with nothing else, English puts the word first, in pure gold. Indonesian does it the other way round, with teruspure sitting tight right behind the material name, in patternemas teruspure gold. Think of it as stuck to the noun it describes, so you say exampleCincin ini dari emas terusThis ring is made of pure gold and exampleKalung itu terbuat dari emas terus tanpa campuranThat necklace is made of pure gold with no mixture. It works the same as an ordinary description, as in exampleMereka menjual emas terus di toko ituThey sell pure gold at that shop. Don't flip it to English order, so not thisterus emaspure gold sounds wrong as a way to describe the material.
Kata ini dipakai untuk menyatakan bahwa sebuah kegiatan atau keadaan terus berjalan dan tidak berhenti, walaupun ada gangguan, halangan, atau alasan untuk berhenti. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu duduk di tengah kalimat, sesudah orang atau benda yang diceritakan dan sebelum kata kerja atau kata sifat yang menerangkan apa yang terus berjalan itu. Polanya bisa diingat sebagai patterndia tetap datang atau lebih umum patternorang yang diceritakan + tetap + apa yang dilakukan. Karena itu pelajar bisa langsung memakai pola itu untuk membuat kalimat sendiri. Misalnya exampleDia tetap bekerja walau sakit menunjukkan badannya sakit tetapi pekerjaannya tidak berhenti. Contoh lain exampleKami tetap jalan kaki walau hujan menunjukkan hujan tidak menghentikan keputusan untuk jalan kaki. Sering juga kalimatnya diawali dengan keadaan yang mengganggu, lalu diikuti bagian yang berisi kata ini, seperti exampleWalau lelah, anak itu tetap bermain. Bentuk yang perlu dihindari adalah menaruh kata ini jauh di belakang kalimat sebagai penutup, seperti not thisbekerja walau sakit tetap, karena penutur asli tidak menaruhnya di sana untuk makna ini dan kalimat terdengar terbalik. Letakkan selalu sebelum kata kerja atau kata sifat yang ingin ditegaskan masih terus jalan.
Think of English *still*, as in still working despite being sick. This word lives in the same place, in the middle of the sentence, after who you're talking about and just before the verb or adjective that keeps going, like patterndia tetap datangshe still comes, or more generally patternorang yang diceritakan + tetap + apa yang dilakukanthe person + still + what they do. Once you feel that slot you can build your own sentences, for example exampleDia tetap bekerja walau sakitShe still works even though she's sick, where being sick doesn't stop the work, or exampleKami tetap jalan kaki walau hujanWe still walk even though it's raining, where rain doesn't stop the walking. You can also start with the interruption first, then the continuing part, as in exampleWalau lelah, anak itu tetap bermainEven though tired, that child still plays. Don't slide it to the very end as a closer, like not thisbekerja walau sakit tetapworking, though sick, still. A native speaker won't put it there for this meaning and it sounds backwards. Keep it always right before the action or state you want to say carries on.
Kata ini dipakai untuk menerangkan sifat sesuatu yang tidak berubah, tidak berpindah-pindah, dan ada untuk waktu yang lama. Biasanya kata ini menempel langsung di belakang kata benda yang diterangkannya, sehingga susunannya adalah kata benda lebih dulu baru kata ini. Polanya bisa diingat sebagai patternalamat tetap atau patterntempat tinggal tetap. Dengan pola itu pelajar tinggal mengganti kata bendanya sesuai kebutuhan. Misalnya exampleIni alamat tetap saya artinya alamat itu dipakai terus dan tidak berganti-ganti. Contoh lain exampleAyah punya pekerjaan tetap artinya pekerjaan ayah itu bukan sementara dan berlangsung lama. Contoh lain exampleMereka punya rumah tetap di desa artinya rumah itu tempat mereka selalu ada dan tidak pindah. Kata ini dalam pemakaian ini tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan, melainkan selalu menjelaskan kata benda di depannya. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah menambahkan awalan dan akhiran sehingga menjadi kata kerja untuk makna ini, seperti not thismenetapkan alamat, karena bentuk itu sudah mempunyai tugas lain dan tidak dipakai untuk menyatakan sifat yang tidak berubah ini.
It means permanent, something that doesn't keep changing or moving around but stays for a long time. Where English puts that idea before the noun, Indonesian puts it right after the noun it describes. So think in the pattern patternalamat tetappermanent address or patterntempat tinggal tetappermanent residence, and just swap the noun for what you need. For example, exampleIni alamat tetap sayaThis is my permanent address means you keep using that address and don't switch around. exampleAyah punya pekerjaan tetapDad has a permanent job means the job isn't temporary but goes on a long time. exampleMereka punya rumah tetap di desaThey have a permanent house in the village means that's where they always are and don't move away. It only works as a description stuck behind the noun, not as an action by itself. So don't add affixes to make it a verb for this meaning, like not thismenetapkan alamatto fix an address, which belongs to a different job entirely.
Kata ini dipakai sebagai perbuatan untuk menyatakan bahwa orang atau barang masih ada di tempatnya dan tidak pindah atau pergi ke tempat lain. Dalam kalimat, kata ini menjadi isi utama kalimat, menjadi kata kerja, dan hampir selalu diikuti keterangan tempat dengan kata depan yang menunjukkan lokasi. Polanya bisa diingat sebagai patterndia tetap di rumah atau lebih umum patternorang atau barang + tetap + di + tempat. Dengan pola itu pelajar bisa membuat banyak kalimat dengan mengganti orang dan tempatnya. Misalnya exampleIbu tetap di dapur artinya ibu tidak pergi dari dapur dan masih ada di sana. Contoh lain exampleTas saya tetap di kelas artinya tas itu tidak dibawa pergi dan masih ada di kelas. Untuk menyuruh orang lain supaya tidak pergi, kata ini bisa dipakai dalam perintah yang lembut, seperti exampleTetap di sini. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah meletakkan kata ini langsung tanpa keterangan tempat ketika maksudnya adalah tidak pindah, seperti not thisdia tetap saja tanpa lanjutan, karena pendengar akan bertanya tetap di mana dan kalimat terasa belum selesai.
This meaning is an action: a person or thing is still in its place and hasn't moved or gone away. In a sentence it works as the main verb, and it almost always needs a location after it. English lets you just say "Stay!" and stop, but here that feels unfinished — your listener will be left asking where. Think of it as patterndia tetap di rumahhe stays at home, more generally patternorang atau barang + tetap + di + tempata person or thing + stay + at + place. Once you have that shape you can make many sentences just by swapping the person and the place. exampleIbu tetap di dapurMom stays in the kitchen means she hasn't left and is still there, and exampleTas saya tetap di kelasMy bag stays in the classroom means it wasn't taken away and is still there. To tell someone gently not to leave, you can use it as a soft command, like exampleTetap di siniStay here. Don't use it bare for this meaning, like not thisdia tetapthey stay with nothing after, because without the place the sentence feels incomplete.
Kata ini dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu sudah pasti benar atau pasti terjadi, tanpa keraguan lagi. Pembicara menggunakannya untuk menegaskan keyakinan atau janji. Dalam kalimat, kata ini biasanya duduk sebelum kata kerja atau kata sifat yang dipastikan itu, sesudah orang yang diceritakan. Polanya bisa diingat sebagai patternsaya tetap datang besok atau lebih umum patternorang yang diceritakan + tetap + apa yang dipastikan. Dengan pola itu pelajar bisa menegaskan rencana atau kebenaran. Misalnya exampleHarga tiket tetap lima puluh ribu artinya harganya pasti sebesar itu dan tidak berubah. Contoh lain exampleSaya tetap akan membantu kamu artinya itu janji yang pasti dan tidak ragu lagi. Contoh lain exampleDia tetap juara di kelas artinya pembicara yakin kebenaran itu tidak diragukan. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah memakai kata ini bertumpuk dengan kata lain yang juga berarti pasti dalam satu kalimat pendek, seperti not thistetap pasti datang, karena terdengar berlebihan dan penutur asli cukup memakai satu saja untuk menyatakan kepastian.
This use is all about certainty, with no doubt left. You use it to lock in a promise or a fact you believe in, the feeling of definitely, not still. It sits after the person you're talking about and right before the verb or adjective you're guaranteeing, like patternsaya tetap datang besokI will definitely come tomorrow. So exampleHarga tiket tetap lima puluh ributhe ticket price is definitely fifty thousand means the price is fixed and won't change, and exampleSaya tetap akan membantu kamuI will definitely help you is a firm promise, not a maybe. Don't double up the way English likes to say definitely, for sure. not thistetap pasti datangdefinitely for sure come sounds overdone to an Indonesian ear — one certainty word is enough.
Kata tetapi dipakai ketika bagian kedua kalimat membalik harapan yang dibangun oleh bagian pertama. Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah dua bagian yang utuh disambung di tengah, biasanya dengan koma sebelum kata ini, seperti dalam pola patternkalimat pertama, tetapi kalimat kedua. Bagian pertama menyampaikan keadaan atau harapan, lalu bagian kedua menyampaikan kenyataan yang berlawanan. Misalnya exampleHujan turun deras, tetapi kami tetap pergi ke pasar menunjukkan harapan untuk tinggal di rumah dibalik oleh keputusan untuk tetap pergi. Contoh lain exampleBadan saya lelah, tetapi saya harus menyelesaikan pekerjaan ini menunjukkan rasa lelah biasanya membuat orang berhenti, tetapi di sini orangnya justru lanjut bekerja. Dalam percakapan sehari-hari dan tulisan yang agak resmi, susunan dengan titik juga sering terdengar, yaitu kalimat pertama selesai dulu lalu kalimat baru diawali kata ini, seperti exampleHarga rumah itu mahal. Tetapi tempatnya sangat nyaman. Yang perlu diingat, kedua bagian harus sama-sama lengkap dan isinya benar-benar berlawanan arah. Bentuk seperti not thisSaya suka kopi tetapi saya suka teh tidak dianjurkan karena kedua bagian sama-sama kesukaan dan tidak ada pertentangan, jadi penyambung yang berlawanan tidak cocok di sana.
English *but* does almost exactly what tetapibut does, so your instincts mostly transfer. The first half builds an expectation, the second half flips it, and the usual shape is patternkalimat pertama, tetapi kalimat keduafirst clause, but second clause, two complete halves joined in the middle, usually with a comma before it. exampleHujan turun deras, tetapi kami tetap pergi ke pasarIt rained hard, but we still went to the market sets up staying home, then overturns it by going anyway. exampleBadan saya lelah, tetapi saya harus menyelesaikan pekerjaan iniMy body is tired, but I have to finish this work sets up stopping to rest, then overturns it by continuing to work. You will also often hear the break made stronger with a period, with a new sentence starting on this word, which works in everyday speech and fairly formal writing too: exampleHarga rumah itu mahal. Tetapi tempatnya sangat nyamanThat house is expensive. But the location is very comfortable. The key is that both sides must be complete and genuinely pull in opposite directions. not thisSaya suka kopi tetapi saya suka tehI like coffee but I like tea does not work, because liking one thing and liking another is not a contrast, so an opposing link does not fit there.
Makna ini hidup di depan kata kerja atau kata sifat, menempel langsung tanpa kata lain di antaranya. Polanya bisa diingat sebagai patterntak + kata kerja atau kata sifat, dan kata tak sendiri tidak pernah berubah bentuknya, tidak mendapat awalan atau akhiran. Pelajar cukup menaruhnya di sebelah kiri kata yang ingin dibalik artinya, lalu melanjutkan kalimat seperti biasa. Misalnya untuk menyatakan tidak datang, penutur akan mengucapkan exampleDia tak datang kemarin., dan untuk menyatakan tidak tahu akan mengucapkan exampleSaya tak tahu namanya., dan untuk sifat akan terdengar exampleBadan saya tak sehat minggu ini.. Dalam percakapan sehari-hari bentuk ini terasa singkat dan akrab, sering terdengar dalam cerita atau dialog cepat, sedangkan dalam tulisan resmi biasanya dipakai bentuk yang lebih panjang. Yang perlu dijaga adalah posisinya yang selalu di depan, sehingga susunan seperti not thisDatang tak dia. terasa terbalik dan tidak dipakai penutur asli, karena lawan arti harus sudah dinyatakan sebelum kata kerjanya diucapkan.
Think of taknot as English *not*, but without all the *do, don't, doesn't* machinery. The pattern is simply patterntak + kata kerja atau kata sifatnot + a verb or adjective, stuck directly in front of the verb or adjective with nothing in between. It never changes form, so you just put it to the left of the word you want to flip and carry on as normal, like exampleDia tak datang kemarin.He didn't come yesterday. or exampleSaya tak tahu namanya.I don't know his name. It works the same before an adjective, as in exampleBadan saya tak sehat minggu ini.I'm not well this week. It feels short and familiar, the kind of thing you hear in stories or fast conversation, while formal writing tends to use the longer equivalent. Just keep it in front, since the flip has to come before the verb is said. Putting it after, as in not thisDatang tak dia.He didn't come., sounds backwards and isn't used.
Makna ini hidup sebagai jawaban yang berdiri sendiri, diucapkan setelah ada pertanyaan, tawaran, atau ajakan, tanpa perlu diikuti kalimat panjang. Polanya sangat sederhana, yaitu ujaran itu diucapkan sendiri lalu diberi jeda, seperti dalam patternTidak.. Ketika seseorang ditanya apakah mau minum lagi, ia cukup menjawab exampleTidak. Terima kasih., dan ketika ditanya apakah sudah mengerti, ia cukup menjawab exampleTidak. Saya belum mengerti.. Nada suaranya menentukan kesan, bisa terdengar lembut jika ditambah kata santun di belakangnya, bisa terdengar tegas jika diucapkan pendek dan datar untuk melarang, misalnya orang tua berkata exampleTidak. Jangan main di jalan.. Bentuk ini lengkap dengan sendirinya, tidak membutuhkan kata kerja di belakangnya untuk bisa dipahami. Susunan yang dipaksakan seperti not thisTidak mau tidak. tidak perlu dipakai sebagai jawaban pendek, karena pengulangan seperti itu membuat lawan bicara bingung apakah maksudnya menolak atau justru mengulang pertanyaan, jadi cukup ucapkan satu kali dengan jelas.
Sometimes one word is the whole answer. After a question, an offer, or an invitation, you can just say patternTidak.No. on its own, with a pause after it, and you are done. It needs no verb after it to be complete. So if someone asks if you want another drink, exampleTidak. Terima kasih.No. Thank you. is enough. If someone asks if you understood, exampleTidak. Saya belum mengerti.No. I don't understand yet. is enough. Just like English "No," your tone does the extra work. Said softly with a polite word after it, it sounds gentle. Said short and flat, it sounds firm, like a parent laying down a rule: exampleTidak. Jangan main di jalan.No. Don't play in the street. Say it once, clearly. There is no need for a doubled-up short answer like not thisTidak mau tidak.don't want, no. That kind of repetition only confuses the listener about whether you are refusing or echoing the question.
Makna ini hidup di tengah kalimat sebagai penghubung di antara dua kemungkinan yang diulang dengan kata yang sama, untuk menunjukkan pilihan atau keadaan yang berlawanan. Polanya bisa diingat sebagai patternkata diulang + tidak + kata yang sama, misalnya kata mau diulang menjadi mau dan mau dengan penghubung di tengahnya. Dalam pemakaian nyata akan terdengar kalimat seperti exampleMau tidak mau, kita harus berangkat sekarang., yang maksudnya pilihannya hanya ada dua itu dan tetap harus berangkat, atau exampleJadi tidak jadi kamu ikut besok?, yang menanyakan kepastian antara dua sisi yang sama. Posisi penghubung ini selalu terjepit di antara pengulangan, tidak boleh pindah ke depan atau ke belakang kalimat. Susunan seperti not thisSaya mau teh tidak kopi. tidak dipakai untuk makna ini, karena untuk menghubungkan dua benda yang berbeda penutur memakai penghubung pilihan yang lain, sedangkan di sini penghubung itu khusus mengapit kata yang sama untuk menyatakan dua sisi dari satu hal.
English does this too in phrases like like it or not, where the same idea appears on both sides of or. Indonesian does it with patternkata diulang + tidak + kata yang samathe same word on both sides with or in the middle. The middle word here means or, and it only lives squeezed between that repetition. exampleMau tidak mau, kita harus berangkat sekarang.Like it or not, we have to leave now. leaves no third option, just the two opposite sides of one thing and you still have to go. exampleJadi tidak jadi kamu ikut besok?So are you coming tomorrow or not? asks for certainty in the same way, pinning down one side or the other. You cannot move that middle word to the front or the back, and you cannot use it to join two different things. not thisSaya mau teh tidak kopi.I want tea not coffee. does not work for this meaning, because this pattern is only for framing two sides of the same thing.
Untuk perbuatan beristirahat dengan mata terpejam ini susunan yang paling wajar adalah pelaku di depan lalu kata kerja di belakangnya dan bila perlu ditambah keterangan waktu atau tempat di belakang. Pola itu bisa ditulis sebagai patternpola . Pelakunya biasanya orang dan sering berupa kata ganti. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleSaya tidur jam sepuluh malam. dan exampleAnak itu sudah tidur. serta exampleIbu sedang tidur di kamar. . Keterangan waktu menjawab kapan perbuatan itu terjadi sedangkan keterangan tempat menjawab di mana perbuatan itu terjadi dan keduanya diletakkan sesudah kata kerja. Untuk menyatakan keinginan atau ajakan susunannya tetap sama hanya ditambah kata penanda keinginan di depan kata kerja seperti dalam exampleSaya mau tidur sekarang. dan exampleAyo tidur. . Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisbentuk tanpa kata depan untuk tempat seperti dalam not thisSaya tidur kamar. karena tempat perbuatan itu perlu diantar oleh kata depan seperti dalam exampleSaya tidur di kamar. .
This kind of resting with your eyes closed keeps a very steady order: the person first, then the action, then the time or place after it if you need to say it. The person is often just a pronoun, and time answers when while place answers where. You can imitate exampleSaya tidur jam sepuluh malam.I go to sleep at ten at night. and exampleAnak itu sudah tidur.That child is already asleep. and also exampleIbu sedang tidur di kamar.Mother is sleeping in the bedroom. Wanting or inviting works the same way, with the wanting word placed before the action, as in exampleSaya mau tidur sekarang.I want to sleep now. and exampleAyo tidur.Let's sleep. Place needs its little helper word. not thisSaya tidur kamar.I sleep bedroom. sounds unfinished, because in English you would also miss the in. Say exampleSaya tidur di kamar.I sleep in the bedroom.
Untuk keadaan istirahat itu sendiri kata ini dipakai sebagai benda dalam kalimat sehingga posisinya seperti nama keadaan bukan seperti perbuatan. Susunan yang wajar adalah kata ini di depan lalu diikuti penjelasan tentang milik atau sifatnya dan pola itu bisa ditulis sebagai patternpola . Contoh yang bisa ditiru adalah exampleTidur saya tadi malam nyenyak. dan exampleTidur anak itu terganggu suara keras. serta exampleWaktu tidur sudah tiba. . Di sini kata penunjuk milik dan kata sifat menerangkan keadaan itu sendiri dan diletakkan sesudah atau di sekitarnya. Susunan lain yang sering dipakai adalah ucapan untuk orang lain sebelum beristirahat seperti dalam exampleSelamat tidur. . Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thistidur saya semalam. yang berdiri sendiri tanpa isi kalimat karena keadaan itu perlu diberi keterangan lengkap seperti dalam exampleTidur saya semalam nyenyak. .
Here it is a thing, not something someone does — think *my sleep*, not *I sleep*. It comes first in the sentence like the name of a state, then you say whose it is or what it was like. So you can imitate exampleTidur saya tadi malam nyenyak.My sleep last night was sound. and exampleTidur anak itu terganggu suara keras.That child's sleep was disturbed by a loud noise., and also phrases like exampleWaktu tidur sudah tiba.Bedtime has arrived. You use it the same way to wish someone well before they rest, as in exampleSelamat tidur.Good night. Just don't leave the state hanging by itself. not thistidur saya semalam.my sleep last night. is incomplete — it needs the full description to make a sentence, as in exampleTidur saya semalam nyenyak.My sleep last night was sound.
Untuk posisi badan yang rebah mendatar susunan yang paling wajar adalah pelaku di depan lalu kata kerja di belakangnya lalu keterangan tempat yang menunjukkan alasnya. Pola itu bisa ditulis sebagai patternpola . Kata depan tempat hampir selalu dipakai karena alas itu penting untuk makna ini. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleDia tidur di kasur. dan exampleKami tidur di lantai. serta exampleBapak tidur di sofa ruang tamu. . Keterangan tempat menjawab di atas apa badan direbahkan dan diletakkan sesudah kata kerja. Tanpa keterangan tempat kalimatnya terasa kurang jelas untuk makna posisi ini. Bentuk yang tidak dianjurkan adalah not thisDia tidur kasur. tanpa kata depan karena alas rebahnya perlu diantar oleh kata depan seperti dalam exampleDia tidur di kasur. .
Here it isn't about falling asleep, it's about the body itself stretched out flat. Where English says lie down, this verb does that job. The order is very fixed: who, then the action, then what you lie on, as in patternpolapattern. The place part is almost always there with on, because the surface is the point — what are you stretched out on top of? Copy exampleDia tidur di kasur.He lies down on the bed. and exampleKami tidur di lantai.We lie down on the floor. The place comes after the action and answers it. Without that place the sentence feels unfinished for this meaning, so don't drop the little word for on. not thisDia tidur kasur.He lies down on the bed. sounds wrong for the same reason, it needs the form in exampleDia tidur di kasur.He lies down on the bed.
Untuk keadaan diam dan tidak bekerja dalam waktu lama susunan yang wajar adalah benda yang diam itu menjadi pelaku di depan lalu kata ini di belakangnya sebagai penjelas keadaannya. Pola itu bisa ditulis sebagai patternpola . Pelakunya bukan orang melainkan hal yang bisa berhenti bekerja untuk waktu lama. Contoh yang bisa ditiru adalah exampleGunung itu tidur sudah lama. dan exampleMesin itu tidur sepanjang libur. serta exampleGunung itu tidur seratus tahun. . Keterangan waktu yang panjang sering ditambahkan di belakang untuk menunjukkan lamanya keadaan diam itu. Bentuk yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisGunung itu menidurkan diri. dengan imbuhan yang dipakai untuk perbuatan orang karena untuk benda yang diam cukup dipakai bentuk dasar seperti dalam exampleGunung itu tidur. .
In English a mountain can't sleep, it can only lie dormant. Indonesian uses the same base form you use for a person, but with a thing as the subject up front and a long time tacked on at the end to show how long it's been quiet. So you can imitate exampleGunung itu tidur sudah lama.That mountain has been dormant for a long time. and exampleMesin itu tidur sepanjang libur.That machine lay dormant all through the holiday. or exampleGunung itu tidur seratus tahun.That mountain lay dormant for a hundred years.. The long time phrase is the point — this is not a nap, it's years of inactivity. Don't add the affixes you'd use for a person doing something on purpose. not thisGunung itu menidurkan diri.That mountain puts itself to sleep. sounds like deliberate action. For a quiet thing the plain form is enough, as in exampleGunung itu tidur.That mountain is dormant.
Untuk makna ini susunannya sederhana dan sering dipakai setiap hari. Kata tinggi dipakai sebagai sifat yang menerangkan kata benda, letaknya di belakang kata benda itu atau sebagai keterangan setelah kata benda ditambah patternkata benda + tinggi atau patternkata benda + itu + tinggi. Maknanya selalu tentang jarak dari bawah ke atas, badan, pohon, atau bangunan yang puncaknya jauh dari tanah. Pelajar bisa memakai pola ini untuk orang, hewan besar, tumbuhan, atau rumah dan gedung. Contohnya dalam kalimat yang wajar examplePohon di depan rumah itu tinggi dan exampleAdik saya tinggi sekarang dan exampleGedung baru di kota itu tinggi sekali. Kalau ingin bertanya tentang ukuran badan orang, pola tanya yang wajar memakai kata ini sebagai sifat, misalnya exampleBerapa tinggi badanmu.
English puts tall before the noun, Indonesian does the opposite. tinggitall goes behind the thing it describes, for distance from bottom to top when the top is far from the ground — a person, a large animal, a plant, or a house or building. You will see it as patternkata benda + tingginoun + tall or patternkata benda + itu + tinggithat noun + is tall. So examplePohon di depan rumah itu tinggiThe tree in front of the house is tall and exampleAdik saya tinggi sekarangMy younger sibling is tall now and exampleGedung baru di kota itu tinggi sekaliThe new building in town is very tall. To ask about someone's body, say exampleBerapa tinggi badanmuHow tall are you?
Makna ini hidup dalam susunan sifat yang menerangkan kedudukan orang atau mutu tempat. Polanya adalah patternjabatan atau sekolah + tinggi atau patternpejabat + tinggi, artinya kata tinggi diletakkan di belakang kata yang menyebut jabatan, pangkat, atau sekolah. Susunan ini dipakai untuk mengatakan bahwa orang itu memimpin atau sekolah itu mutunya paling bagus. Contoh yang wajar adalah exampleBeliau pejabat tinggi di kementerian dan exampleAnak itu masuk sekolah tinggi di Jakarta dan exampleJabatan ayahnya tinggi di perusahaan itu. Pelajar bisa memakai pola yang sama dengan kata jabatan, pangkat, atau pimpinan di depan dan kata ini di belakang sebagai penjelas kedudukan.
In Indonesian rank comes first, the description comes after. Where English says *high* before the noun, you put tinggihigh-ranking after the job or school word, in patterns like patternjabatan atau sekolah + tinggiposition or school + tinggi or patternpejabat + tinggiofficial + tinggi. Use it when someone leads or sits near the top of the ladder, or when a school is top quality. So exampleBeliau pejabat tinggi di kementerianHe is a high-ranking official in the ministry is about his senior position, and exampleJabatan ayahnya tinggi di perusahaan ituHis father's position is high in that company is about level in the company, not size. The same works for schools: exampleAnak itu masuk sekolah tinggi di JakartaThat child got into a top school in Jakarta means a best-quality school. Just keep tinggihigh-ranking behind words like *jabatan, pangkat,* or *pimpinan* to mark that high standing.
Makna ini dipakai untuk memuji hati dan perilaku orang yang baik dan terhormat. Susunannya adalah kata sifat tinggi yang diletakkan di belakang kata yang menyebut batin atau cita, dengan pola seperti patternbudi + tinggi atau patterncita-cita + tinggi. Pola ini bukan tentang badan, tetapi tentang nilai perbuatan dan niat yang luhur sehingga orang itu dihormati. Contoh yang wajar adalah exampleGuru itu berbudi tinggi dan disayangi semua murid dan exampleDia punya cita-cita tinggi untuk menolong desanya dan exampleNenek itu berhati tinggi karena selalu memaafkan orang. Pelajar bisa memakai susunan ini kalau ingin memuji kebaikan dan keluhuran sikap seseorang.
In English you can call someone high-minded, and Indonesian does much the same thing. To praise a good, honorable heart you take tinggihigh and put it after a word for a person's inner life, as in patternbudi + tingginoble character or patterncita-cita + tingginoble ideals. This is not about the body. It's about being lifted up by luhur intentions and actions, the kind of goodness that makes people respect you. So you use it when you want to praise character, not looks or success, as in exampleGuru itu berbudi tinggi dan disayangi semua muridThat teacher is noble-hearted and loved by all the students and exampleDia punya cita-cita tinggi untuk menolong desanyaShe has noble ideals to help her village.
Makna ini hidup dalam susunan yang menggambarkan sikap merasa lebih hebat dan merendahkan orang lain. Pola yang paling wajar adalah ungkapan patterntinggi hati atau kalimat sifat yang subjeknya orang dan sifatnya kata tinggi dengan penjelas sikap, seperti patternorang itu tinggi sikapnya. Kata ini diletakkan sebagai sifat orang, bukan sifat badan. Contoh yang wajar adalah exampleJangan tinggi hati kalau sedang berhasil dan exampleAnak baru itu tinggi sekali, tidak mau menyapa teman dan exampleCara bicaranya tinggi dan membuat temannya sedih. Pelajar memakai makna ini untuk menilai perilaku yang tidak ramah karena merasa diri lebih hebat.
When you want to call out someone acting better than everyone else, use patterntinggi hatiarrogant. It lives as a trait of a person, not of a body, for judging unfriendly behavior that looks down on others. You can warn with exampleJangan tinggi hati kalau sedang berhasildon't be arrogant when you're succeeding, or judge with exampleAnak baru itu tinggi sekali, tidak mau menyapa temanthat new kid is so arrogant, he won't greet his friends. Think like English high and mighty — the high is all attitude.
Makna ini muncul dalam susunan tentang uang yang harus dibayar. Polanya adalah kata yang berarti harga atau ongkos diikuti sifat tinggi, seperti pola patternharga + tinggi atau patternongkos + tinggi atau patternbiaya + tinggi. Susunan ini dipakai sebagai sifat atau sebagai keterangan setelah kata benda itu, untuk mengatakan jumlah uangnya besar dan lebih dari biasa. Contoh yang wajar adalah exampleHarga beras sekarang tinggi sekali dan exampleOngkos naik bus ke kota itu tinggi dan exampleBiaya berobat di rumah sakit itu tinggi bagi kami. Pelajar bisa memakai pola ini setiap kali bicara tentang harga barang dan ongkos jasa yang terasa berat.
English also lets you say a price is high, and Indonesian does the same thing. When the amount you have to pay feels large, more than usual, you put tinggiexpensive after a word for price or fare or cost, as in patternharga + tinggiprice + high. It comes right after that noun to describe it, to say the money feels heavy. exampleHarga beras sekarang tinggi sekaliRice is very expensive right now is natural, and so is exampleOngkos naik bus ke kota itu tinggiThe bus fare to that city is high. You can use the same idea for services too, like exampleBiaya berobat di rumah sakit itu tinggi bagi kamiTreatment at that hospital is expensive for us. Whenever goods or services feel like too much to pay, this is the pattern to reach for.
Makna ini hidup dalam susunan cerita tentang waktu pada siang hari. Polanya memakai subjek matahari atau hari ditambah kata sudah lalu kata tinggi, seperti patternmatahari sudah tinggi atau patternhari sudah tinggi. Susunan ini dipakai pagi menjelang tengah hari, ketika matahari sudah naik jauh dari timur dan hampir di atas kepala. Contoh yang wajar adalah exampleMatahari sudah tinggi, ayo kita pulang dan exampleKami sampai di pasar waktu hari sudah tinggi dan exampleAnak-anak masih tidur padahal matahari sudah tinggi. Pelajar memakai susunan ini hanya untuk menandai waktu yang sudah hampir tengah hari, biasanya sekitar jam sebelas sampai jam dua belas.
In English you'd check the clock, in Indonesian you can just look at the sky. When it's late morning, almost midday, you say the sun is tinggihigh, up far from the east and nearly overhead. The usual way to say it uses the sun or the day in a set pattern, like patternmatahari sudah tinggithe sun is already high or patternhari sudah tinggiit is already late in the morning. You use it only for that late-morning window, roughly eleven to noon, as in exampleMatahari sudah tinggi, ayo kita pulangThe sun is already high, let's go home and exampleKami sampai di pasar waktu hari sudah tinggiWe arrived at the market when it was already almost midday and exampleAnak-anak masih tidur padahal matahari sudah tinggiThe children were still asleep even though the sun was already high.
Makna ini dipakai sebagai benda yang menyebut angka ukuran itu sendiri. Susunannya berbeda dari sifat, karena kata tinggi di sini menjadi pokok kalimat atau diikuti keterangan angka, dengan pola seperti patterntingginya + angka + meter atau patterntinggi + kata benda + angka. Kata ini bisa mendapat akhiran yang menunjukkan milik, lalu diikuti angka dan satuan panjang. Contoh yang wajar adalah exampleTinggi pintu itu dua meter dan exampleTingginya adik saya seratus lima puluh sentimeter dan exampleBerapa tinggi atap rumah ini. Pelajar memakai susunan ini kalau ingin bertanya atau menjawab tentang berapa jauh jarak dari bawah ke atas.
English needs two different words where Indonesian uses one. Tall describes something, but tinggiheight here names the measurement itself — the distance from bottom to top as a number you can ask for or answer. That changes the job in the sentence. Instead of describing a thing, tinggiheight becomes the subject, often with a possessive ending and then a number plus a unit like meters or centimeters, in patterns like ~tingginya + angka + meter||its height is [number] meters or ~tinggi + kata benda + angka||the height of [noun] is [number. So you say exampleTinggi pintu itu dua meterThat door is two meters tall and exampleTingginya adik saya seratus lima puluh sentimeterMy younger sibling is one hundred fifty centimeters tall, and you ask exampleBerapa tinggi atap rumah iniHow high is the roof of this house.
Makna ini hidup sebagai sifat orang dalam kalimat yang bercerita tentang keadaan tidak sadar penuh. Susunannya adalah orang sebagai subjek lalu kata tinggi sebagai sifat keadaan, dengan pola patternorang + tinggi + karena minuman atau obat. Susunan ini dipakai setelah orang minum minuman keras atau memakai obat yang membuat pikiran kacau, bicara tidak jelas, dan tidak bisa bertindak normal. Contoh yang wajar adalah exampleSemalam dia tinggi setelah minum terlalu banyak dan examplePemuda itu tinggi dan bicaranya tidak jelas dan exampleJangan menyetir kalau sedang tinggi. Pelajar memakai pola ini untuk menggambarkan keadaan orang yang pikiran dan badannya dikuasai pengaruh itu.
English does this too. When drink or drugs take over, you say someone is tinggihigh — not thinking clearly, talking strangely, not able to act normally. Think of it as patternorang + tinggi + karena minuman atau obatsomeone is high from drink or drugs. The person comes first as the subject, then tinggihigh describes their state. So you can say exampleSemalam dia tinggi setelah minum terlalu banyakLast night he was high after drinking too much or examplePemuda itu tinggi dan bicaranya tidak jelasThat young man was high and his speech was unclear. It's a way to describe a mind and body controlled by that influence, as in exampleJangan menyetir kalau sedang tinggiDon't drive when you're high. Note one difference from English: where you would usually separate drunk for alcohol and high for drugs, Indonesian can use tinggihigh for both.
Makna ini hidup dalam susunan pelajaran tentang bunyi bahasa. Polanya adalah kata yang menyebut bunyi diikuti sifat tinggi, seperti patternvokal tinggi atau patternbunyi tinggi. Susunan ini dipakai untuk menerangkan cara membuat bunyi, yaitu lidah diangkat dekat ke langit-langit mulut. Contoh yang wajar adalah exampleBunyi i adalah vokal tinggi dan exampleBunyi u termasuk vokal tinggi dalam pelajaran ini dan exampleGuru memberi contoh vokal tinggi di kelas bahasa. Pelajar memakai susunan ini hanya waktu belajar atau membicarakan jenis bunyi vokal.
This use of tinggihigh lives only in a phonetics lesson. You'll see it right after a word for a sound, in patternvokal tinggihigh vowel or patternbunyi tinggihigh sound. For an English speaker the instinct is to hear pitch, a high note, but here it isn't about pitch at all. It describes how to make the sound, with the tongue lifted up close to the roof of the mouth. That's why, as in exampleBunyi i adalah vokal tinggiThe i sound is a high vowel, sounds like i and u count here. You only use this phrase when you're learning or talking about vowel types, not in everyday conversation.
Makna ini dipakai sebagai sifat untuk sesuatu yang berjalan kencang dan bekerja dengan tenaga penuh. Susunannya adalah kata yang menyebut gerak, kerja, atau pemakaian diikuti kata tinggi, dengan pola seperti patternkecepatan tinggi atau patternpemakaian tinggi atau patterntekanan tinggi. Kata ini diletakkan di belakang kata benda itu untuk mengatakan alat atau kegiatan itu sedang aktif sekali tanpa henti. Contoh yang wajar adalah exampleMesin itu bekerja dengan kecepatan tinggi sepanjang hari dan examplePemakaian listrik di pabrik itu tinggi pada malam hari dan exampleMotor itu berjalan dengan putaran tinggi di jalan besar. Pelajar bisa memakai pola ini untuk mesin, alat listrik, atau kegiatan yang penuh semangat dan tenaga.
English says high speed, high usage for a machine running full blast, and Indonesian does the same with tinggihigh. Think of it after a word for movement or work, in patterns like patternkecepatan tinggihigh speed or patternpemakaian tinggihigh usage or patterntekanan tinggihigh pressure. The tinggihigh sits behind that noun to say the tool or activity is active, fast, and not letting up. So you can say exampleMesin itu bekerja dengan kecepatan tinggi sepanjang hariThat machine works at high speed all day or examplePemakaian listrik di pabrik itu tinggi pada malam hariElectricity use at that factory is high at night. For an engine, exampleMotor itu berjalan dengan putaran tinggi di jalan besarThat motorbike runs at high revs on the main road. Use it for machines, electrical devices, or any hard-driving activity.
Kata yang sedang dipelajari adalah uang. Kata ini adalah kata benda untuk benda yang dipakai waktu membeli. Susunan yang paling wajar adalah kata ini menjadi pelaku atau yang dikenai perbuatan, sering sesudah kata kerja seperti punya, bawa, bayar, terima, dan sesudah kata depan dengan. Polanya bisa diringkas seperti patternpunya atau bawa ditambah uang dan patternbayar dengan ditambah uang. Perhatikan contoh exampleSaya punya uang. yang susunannya pelaku ditambah punya ditambah kata ini, dan exampleSaya bayar dengan uang tunai. yang memakai kata depan dengan. Kata ini juga sering ditemani kata sifat di belakangnya untuk menjelaskan jenisnya, seperti dalam exampleIni uang pas. dan exampleIni uang kembalian.. Bentuk jamak tidak dibuat dengan pengulangan, jadi bentuk seperti not thisuang-uang tidak dipakai dan terdengar keliru karena kata uang sendiri sudah bisa berarti satu lembar atau banyak lembar.
The word uangmoney is a noun for what you use when you buy things. You will usually see it as the subject or object, often after verbs like have, bring, pay, or receive, and after the word for with, as in patternpunya atau bawa ditambah uanghave or bring + money and patternbayar dengan ditambah uangpay with + money. That gives you exampleSaya punya uang.I have money. and exampleSaya bayar dengan uang tunai.I pay in cash.. Note the word order in that second one: the type of money comes after, not before as in English. So you get exampleIni uang pas.This is the exact amount. and exampleIni uang kembalian.This is the change.. Like English money, it never takes a plural ending. Do not repeat it to make more, so not thisuang-uangmoneys sounds wrong, since the single form already covers one bill or many.
Kata yang sedang dipelajari adalah uang. Kata ini adalah kata benda untuk keadaan berharta secara keseluruhan. Susunan yang paling wajar adalah kata ini didampingi kata yang menunjukkan jumlah, seperti banyak atau sedikit, dan sering sesudah kata punya. Polanya bisa diringkas seperti patternpunya ditambah banyak atau sedikit ditambah uang. Perhatikan contoh exampleKeluarga itu punya banyak uang. yang susunannya pelaku ditambah punya banyak ditambah kata ini, dan exampleUangnya banyak. yang memakai akhiran nya untuk menunjukkan milik orang yang sedang dibicarakan. Kata ini di sini tidak menunjuk satu lembar tertentu, melainkan gambaran tentang hidup orang itu. Untuk mengatakan seseorang berharta tidak cukup hanya menaruh kata benda di belakang pelaku, jadi susunan seperti not thisDia uang. adalah keliru dan tidak dipakai karena harus memakai kata punya di tengahnya seperti dalam exampleDia punya banyak uang..
uangmoney here isn't about a particular note or coin, it's about someone's overall state, how well-off they live. You almost always hear it with a word for amount, in patternpunya ditambah banyak atau sedikit ditambah uanghave a lot of or a little money. Think "have a lot of money" rather than English "be rich," since Indonesian builds it as having, not being. That gives exampleKeluarga itu punya banyak uang.That family has a lot of money. And once you know who you're talking about, you can shorten it to exampleUangnya banyak.He has a lot of money., where the ending points back to that person's holdings. You can't just put the noun after the person the way an adjective would work in English, so not thisDia uang.He money. is wrong and never used. You need that having verb in the middle, as in exampleDia punya banyak uang.He has a lot of money.
Kata udah ini dipakai waktu mengobrol santai dengan teman untuk memberi tahu bahwa sesuatu sudah selesai sebelum sekarang. Kesannya akrab dan tidak resmi, jadi cocok untuk percakapan sehari-hari, pesan singkat, atau obrolan di rumah, tetapi tidak dipakai untuk surat dinas atau tulisan resmi. Dalam kalimat, kata ini hampir selalu muncul dengan susunan yang tetap, yaitu udah berdiri sebelum kata kerja atau kata yang menerangkan keadaan, seperti dalam pola patternudah + kata kerja dan patternudah + kata sifat untuk keadaan. Artinya selesai atau tuntas itu datang dari posisi ini, sebelum perbuatan atau keadaan itu disebut. Misalnya untuk bercerita bahwa makan sudah selesai, penutur asli akan berkata exampleAku udah makan. Untuk memberi tahu bahwa seseorang sudah tiba, kalimat yang wajar adalah exampleDia udah datang. Untuk keadaan perut setelah makan, kalimat yang biasa didengar adalah exampleAku udah kenyang. Dalam pertanyaan santai pun susunannya sama, udah tetap sebelum kata kerja, seperti dalam exampleKamu udah bayar belum?. Karena kata ini menandai suasana santai, pemakaian yang tidak dianjurkan adalah menaruhnya dalam kalimat yang sangat resmi, seperti dalam not thisDengan hormat, saya udah mengirim berkas kemarin. Kalimat itu terdengar janggal bukan karena susunannya salah, melainkan karena udah yang santai bertabrakan dengan gaya hormat dan resmi, sehingga untuk keperluan itu penutur asli akan menggantinya dengan bentuk lengkap sudah.
Think of udahalready as the relaxed way to say something is done. In English you can move already around — *already ate, ate already* — but in casual Indonesian it sits in one spot, right before the verb or state word, like in patternudah + kata kerjaalready + verb. So to say eating is finished you say exampleAku udah makanI already ate, and to say someone has arrived you say exampleDia udah datangShe's already arrived. Questions work the same way, the word stays put: exampleKamu udah bayar belum?Have you already paid? Save it for friends, texts, and talk at home. It sounds off in a formal letter, as in not thisDengan hormat, saya udah mengirim berkas kemarinWith respect, I already sent the file yesterday. That's not wrong word order, it's a clash of tone. For that kind of writing a native speaker would switch to the full, polite form sudahalready.
Pola yang dipakai makna ini selalu menaruh kata yang sedang dipelajari di depan orang atau benda yang menerima. Bentuknya bisa dirumuskan seperti patternuntuk + orang atau benda, dan pola yang lebih panjang sering muncul sebagai patternmemberi atau membuat sesuatu + untuk + orang atau benda. Dengan pola itu kalimat menjelaskan siapa pemilik akhir dari sesuatu atau siapa yang dituju oleh sebuah perbuatan. Contoh yang paling pendek dan paling sering dipakai adalah exampleIni untuk kamu. yang diucapkan sambil menyerahkan barang. Contoh lain yang sama polanya adalah exampleHadiah ini untuk ibu. dan exampleSaya membeli kopi untuk teman saya.. Dalam ketiga contoh itu kata yang dipelajari tidak pernah berdiri sendiri, ia selalu ditempelkan langsung pada orang yang menerima, yaitu kamu, ibu, atau teman saya. Perlu diperhatikan letaknya tidak boleh dibalik menjadi seperti not thiskamu untuk ini karena dalam susunan yang wajar penanda penerima harus datang lebih dulu sebelum nama penerimanya, baru setelah itu orang memahami siapa yang menerima.
Think of it exactly like English *for*. It always sits right in front of the person or thing who ends up with something, in the shape patternuntuk + orang atau bendafor + a person or thing. You hear it when you're handing something over, as in exampleIni untuk kamu.This is for you. You also hear it when you explain who you did something for, as in exampleSaya membeli kopi untuk teman saya.I bought coffee for my friend. In both cases the receiver comes immediately after, with nothing in between. You can't flip that order around into something like not thiskamu untuk iniyou for this — it just doesn't parse, in Indonesian any more than in English.
Makna ini hidup dalam susunan yang menaruh kata yang sedang dipelajari tepat di depan kata kerja. Rumusnya dapat ditulis sebagai patternkegiatan pertama + untuk + kata kerja. Kegiatan pertama adalah apa yang dilakukan sekarang, sedangkan kata kerja setelah kata yang dipelajari adalah hasil yang ingin dicapai. Contoh yang wajar adalah exampleSaya belajar untuk lulus. yang artinya kegiatan belajar dilakukan dengan maksud mencapai kelulusan. Contoh lain dengan pola yang sama adalah exampleKami datang pagi untuk ikut kelas. dan exampleDia berlari untuk sehat.. Dalam semua contoh itu tidak ada kata lain yang boleh menyelip di antara kata yang dipelajari dan kata kerjanya, keduanya harus rapat. Karena itu bentuk seperti not thisSaya belajar untuk akan lulus. tidak dianjurkan, kata penanda waktu depan tidak perlu ditambahkan lagi sebab maksud tujuan sudah terkandung di dalam susunan itu sendiri.
Think of it the way English uses *to* for purpose — you do one thing to get another. That is exactly the job here, in patternkegiatan pertama + untuk + kata kerjafirst action + to + verb. The first part is what you are doing now, the second part is the result you want from it, as in exampleSaya belajar untuk lulus.I study to pass. The studying happens now so that passing happens. The same shape is in exampleKami datang pagi untuk ikut kelas.We come in the morning to join the class. and exampleDia berlari untuk sehat.She runs to stay healthy. The two halves have to stay glued together. Nothing can slip in between this little purpose word and its verb, because the sense of aiming ahead is already built in. That is why not thisSaya belajar untuk akan lulus.I study to will pass. feels wrong — there is no need to add a future word when the purpose is already clear.
Makna ini hidup sebagai kata benda di dalam kalimat, biasanya menjadi pokok pembicaraan tentang lamanya sesuatu berjalan. Susunannya wajar muncul sebagai subjek di awal kalimat atau sebagai objek setelah kata kerja, sering bersama kata yang menjelaskan panjang pendeknya seperti lama atau banyak atau sedikit. Polanya bisa diingat sebagai patternmembutuhkan waktu yang lama atau patterntidak punya waktu atau patternmenghabiskan waktu. Kata bintangnya adalah waktu itu sendiri tanpa perlu imbuhan apa pun. Untuk memakai makna ini pelajar bisa meniru kalimat seperti exampleSaya tidak punya waktu hari ini dan seperti examplePekerjaan ini membutuhkan waktu dua hari dan seperti exampleKami menghabiskan waktu di taman sampai sore. Dalam kalimat itu waktu menunjuk pada lamanya sesuatu ada atau terjadi di dalam aliran hari yang terus jalan, bukan pada angka di jam dan bukan pada hal lain. Pemakaian yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thiswaktu-waktu untuk menyatakan lama yang umum, karena penutur asli memakai bentuk tunggal waktu saja untuk maksud ini, sedangkan bentuk ulang terdengar dipaksakan dan tidak wajar dalam kalimat sehari-hari.
Think of waktutime here as just duration, how long something goes on inside the day that keeps moving. It acts as a plain noun, often the thing you're talking about at the start of the sentence, or the object right after a verb. English instinct actually helps you here: like in English, you use it in the singular with words about length, such as lamalong. You say patternmembutuhkan waktu yang lamatakes a long time or patterntidak punya waktuhave no time or patternmenghabiskan waktuspend time. You can copy the shape of exampleSaya tidak punya waktu hari iniI have no time today and examplePekerjaan ini membutuhkan waktu dua hariThis job takes two days and exampleKami menghabiskan waktu di taman sampai soreWe spent time in the park until the afternoon. In each, waktutime is the stretch something lasts or happens in. Don't pluralize it for this general idea. not thiswaktu-waktutimes sounds forced, where a native speaker just keeps the single waktutime.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang menunjuk pada angka yang terlihat pada jam atau ponsel. Susunannya paling wajar muncul dalam pertanyaan dan jawaban tentang jam berapa sekarang, sering bersama kata jam dan angka, atau setelah kata sekarang. Polanya bisa diingat sebagai patternsekarang waktunya jam berapa atau patternwaktunya jam tujuh. Kata bintangnya adalah waktu tanpa imbuhan. Pelajar bisa meniru kalimat seperti exampleSekarang waktunya jam berapa dan seperti exampleWaktunya sudah jam delapan malam dan seperti exampleWaktu di ponsel saya jam tujuh pagi. Dalam kalimat itu waktu dipakai untuk menanyakan atau menyebutkan angka jam, yaitu kedudukan jarum jam pada saat bicara. Pemakaian yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thisjam waktu dengan urutan terbalik, karena penutur asli menyebut waktu lebih dulu bila memakai kata ini lalu diikuti jam dan angkanya, sehingga urutan terbalik terdengar salah dan tidak dipakai.
When you want the numbers on the clock, start with waktutime. English folds this into one word, time, but Indonesian spells out the job: waktutime first, then jamo'clock plus the number. Think in the shape patternsekarang waktunya jam berapawhat time is it now for asking and patternwaktunya jam tujuhit's seven o'clock for answering, often with sekarangnow hanging around. Imitate exampleSekarang waktunya jam berapaWhat time is it now?, then answer like exampleWaktunya sudah jam delapan malamIt's already eight at night or exampleWaktu di ponsel saya jam tujuh pagiThe time on my phone is seven in the morning. Don't flip it to not thisjam waktuhour time; a native speaker expects waktutime first, then jamo'clock and the number, and the reverse just sounds wrong.
Makna ini hidup sebagai kata benda yang menunjuk pada saat yang pas dan khusus untuk melakukan sesuatu. Susunannya paling wajar menempel langsung pada kata lain yang menjelaskan kegiatan itu, seperti kegiatan makan atau istirahat, atau diikuti kata untuk lalu kata kerja. Polanya bisa diingat sebagai patternwaktu makan atau patternwaktu istirahat atau patternwaktu untuk berdoa. Kata bintangnya adalah waktu tanpa imbuhan. Pelajar bisa meniru kalimat seperti exampleSekarang waktu makan siang dan seperti exampleIni waktu untuk minum obat dan seperti exampleDia mendapat waktu untuk menendang bola. Dalam kalimat itu waktu berarti bagian hari atau peluang khusus yang memang disediakan untuk perbuatan itu. Pemakaian yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thiswaktukan sebagai kata kerja buatan, karena penutur asli tidak membentuk kata kerja seperti itu untuk menyatakan mendapat peluang, melainkan memakai susunan mendapat waktu atau ada waktu dengan kata benda waktu yang tetap.
This waktutime is not time in general, it's the right, set-aside moment for doing one particular thing. English often squeezes this into one word like lunchtime, but Indonesian keeps it as two: waktutime stuck right onto the activity. Think of it as patternwaktu makanmealtime or patternwaktu istirahatbreak time. When an action follows, you link it with untukfor, as in patternwaktu untuk berdoatime to pray. You can imitate sentences like exampleSekarang waktu makan siangNow is lunchtime, exampleIni waktu untuk minum obatThis is time to take medicine, and exampleDia mendapat waktu untuk menendang bolaHe gets a chance to kick the ball. In each case it's a special slot or chance made for that act. Don't try to turn it into a verb like not thiswaktukanto time-ify. Indonesians don't do that for this meaning. Keep waktutime as a noun and say mendapat waktuto get time or ada waktuthere is time instead.
Makna ini hidup sebagai kata penghubung yang menyambung dua kejadian yang terjadi bersamaan. Susunannya selalu berada di depan anak kalimat yang menjelaskan latar kejadiannya, bisa di awal kalimat lalu diikuti koma dan kalimat utama, atau di tengah kalimat di antara dua kejadian. Polanya bisa diingat sebagai patternwaktu saya datang atau patterndia tertawa waktu mendengar cerita itu. Kata bintangnya adalah waktu saja tanpa imbuhan, karena imbuhanlah yang justru mengubah fungsinya. Pelajar bisa meniru kalimat seperti exampleWaktu saya datang, dia sudah makan dan seperti exampleIbu menelepon waktu kami sedang makan dan seperti exampleAnak itu menangis waktu jatuh dari sepeda. Dalam kalimat itu waktu tidak berdiri sendiri sebagai benda, melainkan menjadi jembatan yang menandai dua hal terjadi pada saat yang sama. Pemakaian yang tidak dianjurkan untuk makna ini adalah not thispada waktu saya datang dengan tambahan kata depan yang tidak perlu di depan penghubung ini dalam percakapan sehari-hari, karena penutur asli cukup memakai waktu langsung di depan anak kalimat agar terdengar ringkas dan alami.
Think of waktuwhen just like English *when*, a bridge between two things happening at the same time. You put it directly in front of the background event, as in patternwaktu saya datangwhen I came or patterndia tertawa waktu mendengar cerita ituhe laughed when he heard that story. It can open the sentence, followed by a comma and the main event, like exampleWaktu saya datang, dia sudah makanWhen I came, he had already eaten, or sit in the middle between the two events, like exampleIbu menelepon waktu kami sedang makanMom called when we were eating and exampleAnak itu menangis waktu jatuh dari sepedaThe child cried when he fell off the bike. Keep it bare and simple — don't add an extra preposition as in not thispada waktu saya datangwhen I came, which sounds wordy in everyday speech.
Kata warna ini dipakai sebagai benda yang bisa ditunjuk dan ditanyakan. Susunan yang paling sering dipakai pada tingkat dasar adalah kalimat tanya dengan pola patternApa warna + nama benda? untuk menanyakan hal yang dilihat mata karena cahaya, lalu susunan jawaban dengan pola patternWarna + nama benda + nama corak rupa. dan susunan kesukaan dengan pola patternSaya suka warna + nama corak rupa. Perhatikan contoh yang memakai susunan itu seperti exampleApa warna tas ini? lalu jawabannya exampleWarna tas ini merah. dan contoh lain exampleApa warna rumah itu? dengan jawaban exampleWarna rumah itu biru. Untuk kesukaan bisa memakai exampleSaya suka warna hijau. atau exampleWarna favorit saya biru. Nama corak rupa selalu datang sesudah kata ini, seperti dalam exampleIni warna merah. Susunan yang terbalik tidak dipakai, jadi bentuk seperti not thisbiru warna adalah keliru karena penutur asli selalu meletakkan nama corak rupa di belakang, bukan di depan.
In Indonesian warnacolor works like a thing you can point at and ask about, not like the English adjective in red bag. To ask what your eyes see, use patternApa warna + nama benda?What color is + the thing? as in exampleApa warna tas ini?What color is this bag? You answer by repeating that noun and putting the shade after it, exampleWarna tas ini merah.This bag is red, literally the color of this bag is red. Another pair is exampleApa warna rumah itu?What color is that house? with exampleWarna rumah itu biru.That house is blue. Liking works the same way, with the shade still after warnacolor: exampleSaya suka warna hijau.I like green. or exampleWarna favorit saya biru.My favorite color is blue. You can also simply label what you see, exampleIni warna merah.This is red. The order never flips, so English instincts for blue-something will mislead you here, and not thisbiru warnablue color is wrong.
Kata warna ini dipakai sebagai benda untuk menyebut kelompok tingkatan manusia dalam susunan masyarakat. Susunan yang wajar adalah kata ini didahului bilangan atau kata penunjuk jumlah, dengan pola patternempat warna atau patternsistem warna dan juga susunan keterangan asal dengan pola patterndari warna + nama kelompok Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleMasyarakat itu terbagi dalam empat warna. dan exampleSetiap orang lahir dalam satu warna. serta exampleIa berasal dari warna ksatria. Bentuk ini selalu menunjuk pada kedudukan orang dalam masyarakat, bukan pada benda. Pemakaian seperti not thiswarna bajunya ksatria adalah keliru karena susunan itu mencampur benda yang melekat pada pakaian dengan kedudukan orang dalam masyarakat, sedangkan untuk makna ini susunannya harus langsung menunjuk pada orang atau masyarakat, seperti dalam exampleWarna itu menentukan tugasnya dalam masyarakat.
The word warnacaste here is a noun for a person's level in the order of society. It almost always appears with a number or amount, in the pattern patternempat warnafour castes or patternsistem warnacaste system, as in exampleMasyarakat itu terbagi dalam empat warna.That society is divided into four castes. It also appears to say origin, in the pattern patterndari warna + nama kelompokfrom the caste of + group name, as in exampleIa berasal dari warna ksatria.He is from the Kshatriya caste. In this use it always points directly to people and their position, never to a thing attached to them. So not thiswarna bajunya ksatriathe Kshatriya color of his shirt is wrong, because it mixes something on clothing with a social position. Keep the construction on the person or the society itself, as in exampleWarna itu menentukan tugasnya dalam masyarakat.That caste determines his duty in society.
Kata warna ini dipakai sebagai benda untuk menyebut corak atau ragam sifat khas yang membuat satu hal terasa beda dari hal lain. Susunan yang paling hidup adalah sebagai pelengkap sesudah kata kerja yang menyatakan memberi atau membawa, dengan pola patternmemberi warna pada + nama kegiatan dan patternmembawa warna baru serta susunan milik dengan pola patternwarna + nama kelompok usaha Contoh yang memakai susunan itu adalah exampleToko itu memberi warna baru pada pasar. dan examplePartai itu membawa warna yang berbeda. serta exampleWarna usaha kami ramah dan sederhana. Dalam kalimat ini yang dimaksud selalu sifat khasnya, bukan bendanya. Bentuk berimbuhan yang dipaksakan untuk makna ini tidak dipakai, jadi bentuk seperti not thismewarnai partai adalah keliru karena untuk menyatakan sifat khas penutur asli memakai susunan memberi atau membawa, bukan bentuk kerja berimbuhan itu, seperti dalam exampleIa memberi warna hangat pada acara itu.
You can use warnacharacter as a noun for what makes one thing feel different from another, its distinctive traits, the style of a shop or a venture. The natural home for it is after a verb of giving or bringing, with patternmemberi warna pada + nama kegiatanto give character to an activity and patternmembawa warna baruto bring a new character, as in exampleToko itu memberi warna baru pada pasar.That shop gives a new character to the market. and examplePartai itu membawa warna yang berbeda.That party brings a different character. You can also attach it directly to a venture with patternwarna + nama kelompok usahathe character of a business, as in exampleWarna usaha kami ramah dan sederhana.The character of our business is friendly and simple. What is meant is always the distinctive quality, not the thing itself. Don't force it into a verb for this meaning, so not thismewarnai partaito color a party is wrong. A native speaker keeps the noun and the giving verb, like in exampleIa memberi warna hangat pada acara itu.She gave a warm character to that event.
Untuk menjawab bahwa kamu setuju atau mau, kata ini dipakai sendiri atau di paling depan jawaban. Susunannya sangat pendek. Kamu bisa mengucapkannya sendirian sebagai jawaban lengkap, atau meletakkannya di awal lalu diikuti koma dan kalimat lanjutan yang menjelaskan jawabanmu. Pola yang bisa ditiru adalah patternYa. atau Ya, + kalimat lanjutan. Intonasinya turun dan mantap karena kamu sudah yakin. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleYa. untuk menjawab tanpa tambahan apa pun. Kalau kamu ingin lebih jelas, kamu bisa memakai exampleYa, saya mau ikut. dan exampleYa, ini rumah saya.. Kata ya di sini selalu menjadi bintang yang menentukan jawaban, bukan tambahan di belakang.
Saying yes works just like in English. The answer is very short and sure, said with a firm falling voice because you've already decided. You can use yayes completely on its own as a full answer, as in exampleYa.Yes. Or you can put it right at the front and then explain yourself after a comma, following patternYa. atau Ya, + kalimat lanjutanYes. or Yes, + follow-up sentence, like exampleYa, saya mau ikut.Yes, I want to join. and exampleYa, ini rumah saya.Yes, this is my house. In this use it is always the star that carries the answer, right up front.
Untuk memakai makna ini, letakkan kata ini di ujung kalimat pernyataan. Susunannya adalah kalimat lengkap dulu yang berisi informasi, baru kata ini di paling belakang, sering didahului koma dalam tulisan dan diucapkan dengan nada naik. Pola yang bisa ditiru adalah patternKalimat pernyataan + , ya?. Dengan susunan itu kamu menyampaikan sesuatu sekaligus meminta lawan bicara membenarkan atau menyetujuinya. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleKamu sudah makan, ya? dan exampleBesok kita ketemu di sini, ya? serta exampleIni tas kamu, ya?. Kata ya di sini hidup di akhir kalimat dan tidak bisa dipindah ke depan tanpa mengubah fungsinya.
English does this with tag questions like isn't it? or didn't you? Indonesian does it with one move: say a full statement, then add yaright? right at the end. Think of the pattern as patternKalimat pernyataan + , ya?a statement + , right? You give the information first, then you check it. In writing there's often a comma before it, in speech a little rise, as if you're handing the sentence over for a yes. exampleKamu sudah makan, ya?You've eaten, right? exampleBesok kita ketemu di sini, ya?We'll meet here tomorrow, right? exampleIni tas kamu, ya?This is your bag, right? That final yaright? belongs at the end. You can't slide it to the front and keep the same job — here it only works as that little check: I'm saying this, do you agree?
Untuk membuat suruhan atau ajakan terdengar lembut dan ramah, letakkan kata ini di akhir kalimat perintah atau ajakan. Susunannya adalah suruhan atau ajakan dulu, baru kata ini sebagai penutup di paling belakang. Pola yang bisa ditiru adalah patternSuruhan atau ajakan + ya. Nadanya lembut dan turun, seperti menenangkan lawan bicara. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleDuduk ya. dan exampleTunggu sebentar ya. serta exampleJaga kesehatan ya.. Kata ya di sini menjadi penutup yang melembutkan, bukan bagian utama isi perintahnya.
Putting yaokay? at the very end turns a command or invitation into something warm and gentle, a bit like adding please in English, only it always comes last. Say the order first, then close with it, as in patternSuruhan atau ajakan + yaan order or invitation + ya. Keep your voice soft and falling, as if reassuring the other person, not pushing them. That is what makes exampleDuduk ya.Have a seat, okay? and exampleTunggu sebentar ya.Wait a moment, okay? feel friendly, and the same with exampleJaga kesehatan ya.Take care of your health, okay? The yaokay? itself carries no order, it is just the softener sitting behind what you already said.
Untuk menunjukkan rasa penasaran atau sedang menebak-nebak dalam pertanyaan, letakkan kata ini tepat sesudah kata tanya di dalam kalimat tanya. Susunannya adalah kata tanya dulu, lalu kata ini, lalu lanjutan pertanyaan. Pola yang bisa ditiru adalah patternKata tanya + ya + lanjutan pertanyaan. Nadanya menggantung seperti orang sedang berpikir. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleSiapa ya yang menelepon tadi? dan exampleApa ya rasanya kue itu? serta exampleDi mana ya kunci saya?. Kata ya di sini hidup di tengah pertanyaan dan menandai bahwa kamu belum tahu jawabannya dan sedang mencari-cari.
When you're asking while you're still guessing, tuck yaI wonder right behind the question word and then keep going with the question. That's the whole trick in patternKata tanya + ya + lanjutan pertanyaanquestion word + ya + rest of the question. English does this with the phrase *I wonder* or with a trailing-off voice, but here the wondering lives in the middle, hanging right after *who, what, where*. It signals you don't know and you're thinking aloud, as in exampleSiapa ya yang menelepon tadi?I wonder who just called? and exampleApa ya rasanya kue itu?I wonder what that cake tastes like? and exampleDi mana ya kunci saya?I wonder where my keys are?
Untuk mulai bicara atau menyambung pikiran sesudah jeda, letakkan kata ini di awal kalimat. Susunannya adalah kata ini dulu di paling depan, sering diikuti koma, lalu kalimat lanjutan yang berisi cerita atau penjelasan. Pola yang bisa ditiru adalah patternYa, + kalimat lanjutan. Ucapannya ringan dengan jeda kecil sesudahnya, seperti mengambil napas sebelum melanjutkan. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleYa, jadi kemarin saya pergi ke pasar. dan exampleYa, terus kita makan bersama. serta exampleYa, begitu ceritanya.. Kata ya di sini menjadi pembuka yang menyambung pembicaraan.
Think of those moments when you pause and then pick up your story again, and English reaches for *well*. That's what yawell does here, right at the very front of what you say next. Put it first, usually with a comma, then keep going with your story or explanation, like patternYa, + kalimat lanjutanWell, + follow-up sentence. Say it lightly with a little breath after it, not stressed, just enough to signal *I'm starting again*. You'll hear it like exampleYa, jadi kemarin saya pergi ke pasar.Well, so yesterday I went to the market. and exampleYa, terus kita makan bersama.Well, then we ate together. or to wrap things up with exampleYa, begitu ceritanya.Well, that's how the story goes.
Untuk memanggil atau menyapa langsung orang atau pihak yang diajak bicara, letakkan kata ini tepat di depan nama atau sebutan yang dipanggil. Susunannya adalah kata ini dulu menempel di depan, tanpa jeda jauh, lalu nama atau sebutan yang diseru. Pola yang bisa ditiru adalah patternYa + nama atau sebutan. Ucapannya tegas dan ditujukan langsung kepada yang dipanggil, sering dalam seruan atau doa. Perhatikan contoh yang memakai susunan ini exampleYa Tuhan, lindungi kami. dan exampleYa teman-teman, mari kita mulai. serta exampleYa Allah, terima kasih.. Kata ya di sini selalu menempel di depan panggilan dan menjadi tanda bahwa kamu sedang menyapa langsung.
When you want to call directly to someone, English reaches for *O*, as in *O Lord* or *O friends*. That's exactly what yaO does here. It goes right in front of the name or title you're calling to, stuck close with no distance, as a sign you're speaking straight to them. The shape to copy is patternYa + nama atau sebutanYa + name or title. It's firm and directed, often in a shout or a prayer, like exampleYa Tuhan, lindungi kami.O God, protect us. and exampleYa teman-teman, mari kita mulai.O friends, let's begin. and exampleYa Allah, terima kasih.O Allah, thank you.
Susunan yang paling wajar untuk makna ini adalah kata benda dulu, lalu disambung dengan yang, lalu diikuti keterangan yang menjelaskan benda atau orang itu. Polanya bisa dirasakan sebagai patternkata benda + yang + keterangan penjelas. Keterangan penjelas itu bisa berupa sifat, kegiatan, tempat, atau pemilik, dan fungsinya hanya untuk menunjukkan tepatnya yang mana. Perhatikan contoh examplePerempuan yang memakai topi merah itu guru saya. Di situ ada benda yang perlu diperjelas, yaitu perempuan, kemudian yang menyambungkan dengan keterangan memakai topi merah, sehingga pendengar tahu perempuan yang mana. Contoh lain exampleSaya menyimpan surat yang dari kantor di laci. Di sini yang berada sesudah surat dan di depan dari kantor, untuk menunjukkan surat yang mana. Tanpa sambungan ini pendengar tidak tahu benda atau orang mana yang dimaksud, karena keterangannya terlepas. Bentuk yang dipakai selalu yang saja tanpa imbuhan, karena maknanya sudah lengkap sebagai penyambung. Pemakaian seperti not thisSaya membeli yang buku tebal itu. tidak dianjurkan, karena kata benda yang sudah jelas, yaitu buku tebal itu, tidak perlu disambung lagi dari depan dengan yang, sambungan itu hanya muncul di antara benda dan keterangannya, bukan di depan benda itu sendiri.
Think of English who, which, that in a phrase like the woman who... Indonesian does that same job with yangthat, and it needs it even where English would just drop it. The natural order is patternkata benda + yang + keterangan penjelasnoun + that + describing detail, a noun first, then yangthat, then the detail that picks out exactly which one. That detail can be an action, quality, place or owner. So in examplePerempuan yang memakai topi merah itu guru saya.The woman wearing the red hat is my teacher., memakai topi merahwearing the red hat tells you which woman. In exampleSaya menyimpan surat yang dari kantor di laci.I keep the letter from the office in the drawer., yangthat sits between suratletter and dari kantorfrom the office to pin down which letter. Without it the description floats loose. It is always just plain yangthat, with no affix. And it only goes between, never in front of an already complete noun: not thisSaya membeli yang buku tebal itu.I bought that thick book. is wrong because buku tebal ituthat thick book is already clear and needs no link from the front.
Makna ini hidup ketika kata yang berdiri sendiri menggantikan benda atau orang yang sedang dipilih, jadi tidak perlu lagi menyebut nama bendanya. Susunannya biasanya yang diikuti sifat, warna, ukuran, atau keterangan lain, dan seluruh kelompok itu bisa menjadi pelaku atau sasaran dalam kalimat, misalnya sebagai patternyang + sifat atau keterangan. Perhatikan contoh exampleDi antara semua tas itu, saya suka yang kecil. Di sini yang kecil sudah berarti tas yang kecil itu, tidak perlu mengulang kata tasnya. Contoh lain exampleYang datang terlambat harus melapor dulu. Di situ yang datang terlambat berarti orangnya, dan langsung menjadi pelaku perbuatan harus melapor. Karena itu kata ini sangat berguna saat memilih, misalnya di toko atau saat menunjuk orang dari kelompok. Bentuknya tetap yang tanpa imbuhan, karena penambahan imbuhan akan mengubah fungsinya. Pemakaian seperti not thisSaya mau yang tas hijau. tidak dianjurkan, karena kalau nama bendanya masih disebut, cukup memakai sambungan biasa atau cukup menyebut bendanya saja, sedangkan kalau bendanya digantikan, namanya harus hilang dan tersisa exampleSaya mau yang hijau. yang sudah lengkap menunjuk benda pilihannya.
English avoids repeating a noun with *one*: you say the small one, the green one. Indonesian does that same job with yangthe one. When yangthe one stands alone it already replaces the person or thing you are picking from, so you do not say the noun again. You just use patternyang + sifat atau keteranganthe one + description, an adjective, color, size or other description, and that whole group can act as subject or object. So exampleDi antara semua tas itu, saya suka yang kecil.Among all those bags, I like the small one. Here yang kecilthe small one already means that small bag. And exampleYang datang terlambat harus melapor dulu.Those who came late have to report first. Here yang datang terlambatthe one who came late already means the person, and is the doer of the action. The form stays as yangthe one with no affixes. And if you still say the noun, you cannot also use yangthe one to replace it, so not thisSaya mau yang tas hijau.I want the green bag one. sounds wrong. Either name the thing directly, or let it disappear completely: exampleSaya mau yang hijau.I want the green one., which is already complete.
Makna ini hidup sebagai nama sebuah prinsip, jadi kedudukannya dalam kalimat sama seperti nama benda lain, bisa menjadi pelaku, sasaran, atau keterangan tentang ajaran. Polanya wajar berupa patternyang sebagai pokok kalimat atau setelah kata depan, sering muncul bersama pasangannya dalam satu tarikan napas. Perhatikan contoh exampleYang melambangkan terang, gerak, dan sifat aktif. Di situ yang menjadi pokok yang diterangkan. Contoh lain exampleMereka belajar tentang keseimbangan antara yin dan yang. Di sini frasa yin dan yang menjadi sasaran dari perbuatan belajar, menunjukkan dua sisi yang saling melengkapi dalam pandangan tentang alam. Kata ini selalu dipakai dalam bentuk dasar yang, tanpa diawali atau diakhiri imbuhan, karena imbuhan akan membuatnya terdengar seperti kata kerja atau kata benda lain yang tidak dikenal penutur asli. Pemakaian seperti not thisHari ini udara terasa sangat yang. tidak dianjurkan, karena pada makna ini kata tersebut bukan sifat yang bisa menerangkan udara atau perasaan, melainkan nama prinsip yang dibicarakan sebagai suatu hal yang utuh.
In English you already say this one the same way, so you don't have to learn a new translation, you just have to use it as a name. As the bright, active, masculine principle, yangyang works in a sentence like any other noun — it can be the doer, the thing acted on, or part of what you are explaining, as in patternyang sebagai pokok kalimat atau setelah kata depanyang as the subject of a sentence or after a preposition. You will almost always hear it together with its partner in one breath. exampleYang melambangkan terang, gerak, dan sifat aktif.Yang symbolizes light, movement, and an active nature. There yangyang is the subject being described. exampleMereka belajar tentang keseimbangan antara yin dan yang.They are learning about the balance between yin and yang. There yin dan yangyin and yang is the object of learning, two sides that complete each other. Keep it always in this plain base form. Added affixes will make it sound like a different, unfamiliar word. And don't use it like a descriptive feeling: not thisHari ini udara terasa sangat yang.Today the air feels very yang. is not right, because here it is not a quality that can describe air, but the name of a whole principle you talk about.